Ayah Kandung Atau Sambung

Ayah Kandung Atau Sambung
Ke Dokter


__ADS_3

Manda membuka matanya, hari sudah siang. Manda melihat Rizki tidak ada disampingnya. Dia melihat keluar tapi juga tidak ada. Manda melamun disamping jendela, dia melihat hamparan bunga mulai bermekaran disana.


" apa ini sudah musim panen ?" gumam Manda


Setelah bersih-bersih dan berganti pakaian Manda keluar, dia berjalan diantara hamparan bunga panca warna yang sangat ini. Udara disana juga sangat sejuk, lama-lama Manda mulai betah disana. Ada beberapa orang pekerja yang ada disana sedang memetik bunga.


" pagi mbak... Apa mbak Manda sedang mencari Mas Rizki ?" kata Tutik salah seorang pekerja


" oh... Tidak... Aku hanya jalan-jalan saja disini, oh ya apa yang bisa aku bantu ?" kata Manda


" Tidak usah mbak... Nanti kalau mas Rizki lihat kami bisa dimarahi, apa lagi mbak Manda kan lagi hamil." kata Tutik


" gak papa kok, lagian aku juga bosan kalau diam aja... Aku bantu ya..." kata Manda sambil mendekat.


" kalau begitu mbak Manda yang pegang saja, nanti ditaruk di kardus yang ada disana." kata Tutik


Manda mengangguk, dia begitu menikmati apa yang dilakukannya. Terlihat senyuman diwajah Manda dan suara tawa dari mereka. Tutik dan Feri pun tertawa bersama Manda hingga tawa mereka terdengar oleh Rizki yang sedang berjalan melewati mereka.


" apa yang kalian lakukan ? Kenapa terdengar sangat menyenangkan ?" tanya Rizki yang mengejutkan Tutik dan Feri


" aku sedang bercerita dengan mereka ? Kamu tahu apa yang mereka ceritakan, mereka menceritakan tentang masa kecil kamu." kata Manda sambil berjalan pergi.


Rizki menatap Tutik dan Feri dengan curiga, tapi Tutik dan Feri bersama-sama mengelengkan kepalanya mengisyaratkan kepada Rizki kalau mereka tidak mengatakan apa pun tentang dia.


Rizki berlari mengejar Manda


" Ternyata mbak Manda sangat usil ya, kapan kita membicarakan mas Rizki coba ?" kata Feri


" Tapi dengan begitu kita tahu kalau mbak Manda adalah orang yang asik !" kata Tutik sambil melihat Manda dan Rizki.

__ADS_1


Feri menatap Tutik, tidak percaya kalau dia membela Manda. Padahal dia yang membuat petaka kalau Rizki salah sangka kepada mereka.


Akhirnya Manda berhenti berlari, dia duduk disebuah panggung bambu yang ada dihamparan bunga-bunga.


" akhirnya kamu berhenti juga, apa yang mereka katakan padamu ?" tanya Rizki sambil duduk dibelakang Manda.


" tidak ada, kami tidak pernah membicara kan mu sama sekali." kata Manda sambil berbaring.


Rizki tersenyum, dia juga berbaring. Kepala mereka bersebelahan.


" kamu lihat awan yang disana gak ?" kata Manda sambil menunjuk sebuah awan


" kenapa ?" kata Rizki


" kamu lihat bentuknya, awan itu seperti sebuah keluarga, ayah, ibu, dan seorang anak." kata Manda


" dimataku itu hanya sebuah awan." kata Rizki


Wajah Manda merah dan dia buru-buru memalingkan wajahnya.


" sudah lama sekali kita tidak mendengar detak jantung bayi yang ada diperutku." kata Manda


Rizki langsung duduk, dan Manda pun ikut duduk karna kaget.


" aku lupa, baiklah... kalau begitu hari ini kita kedokter." kata Rizki


Manda berdiri dan tersenyum, dia menggandeng tangan Rizki. Mereka berjalan menyusuri hamparan bunga bagai disurga. Senyuman juga terlihat jelas diwajah Manda. Semua orang yang melihat mereka berdua pun juga merasa sangat senang.


Rizki dan Manda harus pergi ke kota untuk menemukan dokter kandungan. Untung saja tidak seperti di kota banyak antrian berjejer. Disini rumah sakit sepi, apa lagi dokter kandungan. Karna orang-orang disini masih menggunakan dukun anak.

__ADS_1


Setelah mendaftar nama Manda pun dipanggil.


Rizki dan Manda masuk kedalam, mereka mendengarkan detak jantung di bayi yang begitu kuat.


" dok... Detak jantungnya begitu kuat apa dia laki-laki." kata Rizki


" usia kehamilan ibu Manda baru 3 bulan menginjak 4 jadi masih belum terlihat jenis kelaminnya. Yang penting jaga kesehatan dan makan makanan yang sehat." kata Dokter


" Dok kenapa saya sering sekali mual dan tidak enak makan apa pun, cuma pengen makan yang asam-asam." kata Manda


" memang pada tahap Trimester pertama, ibu akan merasa mual dan muntah setiap saat, tapi seiring berjalannya waktu akan berkurang dengan sendirinya, dinikmati saja ya bu." kata Dokter


" satu lagi... Pada trimester pertama ini, saya minta kalian menjaga jarak terlebih dulu."


" maksudnya dok, aku gak boleh dekat-dekat istri saya. ?" Rizki kaget


" bukan begitu pak, karna tahap ini rawan keguguran, akan lebih baik kalau bapak dan ibu tidak berhubungan badan dulu." kata Dokter


Seketika Rizki dan Manda terdiam, wajah mereka sama-sama memerah karna malu.


" kenapa tidak jawab, iya atau tidak." tanya dokter.


" oh....iya bu.... Baik bu.. " kata Rizki gugup


Manda tersenyum dan menepuk tangan Rizki.


Setelah selesai mereka pun keluar. Dari dalam ibu dokter terus melihat Manda dan Rizki.


" Dasar pasangan muda jaman sekarang, tidak sabaran." kata dokter sambil tersenyum

__ADS_1


Rizki menebus obat dan beberapa vitamin di apotik. Manda menunggu dia di ujung jalan. Rizki terus melihat Manda dari sebrang jalan, dia semakin menyukai gadis itu, selain cantik dia juga tulus dan baik.


__ADS_2