
Dira menunggu Manda didepan dengan tidak sabar, sebentar-bentar dia melihat jam ditangannya.
lalu dia menghela nafas panjang dan berbalik.
" ya tuhan... Siapa ini ?" kata Dira tertegun
" Sudahlah... Ayo kita jalan." kata Manda sambil menarik tangan Dira masuk ke mobil.
Didalam mobil Dira masih saja terdiam, dia tidak mengalihkan pandangannya dari Manda.
" Apa sih yang kamu lihat ?"
" haah... " Dira tersadar
" aku tidak pernah tahu kamu bisa berdandan seperti ini..."
" Memangnya kenapa, bukan kah kita akan bertemu dengan Yuda, gak salah kan kalau aku berdandan sedikit." kata Manda dengan acuh
" Lihat... Siapa sekarang yang berbicara, bahkan gaya bicaramu berbeda. Ya kan pak Eko ?"
Pak Eko melihat Manda disepion kaca, Dia memang melihat Manda berbeda hari ini. Biasanya Manda berdandan anggun dan rapi, dia juga selalu terlihat lemah lembut. Tapi saat ini dia seperti melihat Dira dalam tubuh Manda. Rambut Manda terikat namun rapi dia juga memakai celana meskipun bukan celana jins.
" Pak Eko, kenapa diam... Ada yang salah denganku ?" tanya Manda
" Maaf non, nona Manda memang berbeda hari ini. Tapi nona tetap cantik."
__ADS_1
" Ya kan... Bahkan pak Eko setuju denganku. Sekarang cerita pada ku, apa rencanamu ?"
" Kita kan akan bertemu dengan Yuda yang sudah terbiasa dengan penampilan seperti ini, kalau aku datang dengan memakai rok atau gaun, dia tidak akan suka."
Dira terdiam, dia membenarkan apa yang dipikirkan Manda. Dia juga setuju dengan rencana Manda.
Tidak lama mereka telah sampai di cafe tempat mereka janjian dengan Yuda. Disana terlihat Yuda sudah menunggu.
"hai... Apa sudah menunggu lama ?" tanya Dira yang menepuk pundak Yuda dari belakang.
" Dira... Ngagetin aja... Sudah datang silahkan duduk."kata Yuda
" Terima kasih... Oh ya, aku bawa kakak aku."
" Dia kakak kamu, yang aku lihat kamu kakaknya, dia terlihat lebih muda." kata Yuda sambil tersenyum.
Mereka berbicara banyak hal, dari kesukaan, hobi dan mimpi-mimpi mereka. Dari situ Yuda tahu kalau Manda dan Dira adalah saudara tiri yang dibawa orang tuanya masing-masing. Yuda jadi ingin lebih dekat dengan Manda, ingin mengenalnya lebih jauh bahkan ingin menjadikan Manda orang terpenting dalam hidupnya.
" oh ya... Apa yang kamu sukain nonton film atau jalan-jalan." tanya Yuda.
" aku lebih suka jalan-jalan, melihat-lihat bunga atau semacamnya." kata Manda.
Mereka bercerita banyak hal. Sampai tidak memperhatikan Dira yang sedang berada diantara mereka.
" Sepertinya aku tidak diperlukan lagi, aku akan pergi jalan-jalan ke toko depan. Kalau pulang telepon saja ya." kata Dira sambil meninggalkan Manda dan Yuda.
__ADS_1
Dira membuka pintu cafe dan berjalan melewati jendela, disana dia bisa melihat Manda dan Yuda dari luar. Terlihat Manda sangat bahagia, Dira pun tersenyum. Dia juga bahagia melihat Manda bahagia.
Diperjalanan Dira bertemu dengan Rizki, Rizki tampak sedang mengerjakan sesuatu di sebuah bengkel kecil. Wajahnya penuh dengan oli, tapi dia masih saja terlihat tampan. Sudah sejak kelulusan kakak kelasnya itu dia tidak pernah melihat Rizki, hatinya bergetar. Dia duduk dicafe pinggir jalan dan memperhatikan Rizki dari sana.
" Diraaa... ngapain kamu disini ?"
Suara yang tidak asing terdengar dari kejauhan, suara itu milik Dafa teman sekelasnya.
" Duduk-duduk aja sih, ngapain kamu disini. ?"
" Tadi aku liat Yuda sama cewek, cantik banget kulitnya putih, dia terlihat berkelas." kata Dafa
Dira tidak memperhatikan Dafa yang terus berbicara, dia hanya fokus ke Rizki yang sedang bercanda dengan teman-temannya.
"kamu suka kak Rizki ya..." tiba-tiba suara Dafa mengagetkan Dira
" Ngomong apa sih kamu ?"
" abisnya dari tadi aku ajak ngobrol gak diperhatiin malah lihat'in kak Rizki yang ada disebrang sana."
"kamu masih ingat sama kak Rizki ?"
" siapa sih yang gak inget sama kak Rizki, salah satu cowok populer disekolahan, dan lagi dia tinggalnya disebelah rumah aku." kata Dafa
Dira kaget mendengarnya, Dia terdiam, entah apa yang dipikirkan Dira saat ini yang jelas dia memiliki rencana.
__ADS_1