Ayah Kandung Atau Sambung

Ayah Kandung Atau Sambung
Jalan Hitam


__ADS_3

Hari kian malam, Rizki dan Manda pun kembali ke rumah. Dalam perjalanan Manda sepertinya sangat lelah, dia tertidur dengan pulasnya meski hanya bersandar pada jok mobil. Memang perjalanan dari rumah sakit yang berada dikota dengan perkebunannya lumayan jauh. Mereka baru sampai perkebunan malam hari.


Sudah sampai di perkebunan, Manda masih tertidur dengan lelap. Rizki tidak tega membangunkannya, lantas dia membuka pintu mobil dan mengendong Manda masuk ke dalam pondok.


Sampai depan pondok mereka, Rizki melihat Safa yang sedang berdiri mondar mandir disana. Ketika melihat Rizki pulang dia langsung mengejar Rizki.


" Dari mana saja, kak Manda kenapa?" tanya Safa yang sangat khawatir


" Pelankan suaramu....!"kata Rizki sambil berlalu


Karna Rizki belum menjawab pertanyaannya Safa terus mengikuti Rizki, Rizki meletakkan Manda pelan-pelan diatas kasur dan menyelimutinya.


" Kenapa... Memangnya ada apa, ada sesuatu yang terjadi ?" tanya Rizki


" Kak Manda tidak apa-apa kan ? Kalian dari mana saja seharian baru pulang ?" tanya Safa sambil melihat Manda dengan tatapan yang sangat khawatir


" kami dari kota, tadi kami memeriksakan kandungan Manda, dia gak apa-apa kok, cuma lelah jadi tertidur tadi dalam perjalanan." kata Rizki


" oh... Ya sudah kalau kak Manda tidak apa-apa. Oh iya, tadi ada yang datang kesini. Katanya dari Jakarta. Namanya Aldo dan Tasya." kata Safa


" Oh ya.... mereka temen mas... Dimana mereka sekarang ?" kata Rizki


" Ada di pondok paling ujung, mungkin mereka sudah tidur, mas sih pulang malam sekali." kata Safa


" Ya udah aku tegur mereka besok saja, kembali lah ke kamar kamu, udah malam, mas juga mau istirahat." kata Rizki


" Ya udah Safa balik dulu." kata Safa.

__ADS_1


Rizki melihat ke pondok paling ujung, lampunya masih menyala, tapi dia ragu untuk kesana. Hari sudah sangat larut. Perjalanan kesini juga sangat jauh mereka juga pasti lelah.


Pagi-pagi sekali Rizki sudah bangun. Dia berjalan-jalan di dekat danau menanti mentari menyinari pagi ini. Manda terbangun, dia melihat sisi lain ranjang. Rizki sudah tidak ada di bangun dan melihatnya keluar. Dari kejauhan Manda bisa melihat Rizki sedang berdiri termenung melihat ke arah timur.


" apa yang dia lakukan, apa dia menunggu mentari ?" pikir Manda


Manda tidak terlalu perduli apa yang dilakukan Rizki dia pergi ke kamar mandi membersihkan diri.


Tidak lama setelah mentari muncul. Susana sudah menjadi hangat. Dari jauh Rizki melihat pondok paling ujung berharap Aldo yang ada didalam sudah bangun, semalam dia tidak bisa tidur sama sekali memikirkan apa yang membuat Aldo datang ke sini.


Rizki melangkahkan kakinya menuju pondok Aldo, dia sudah tidak sabar. Perlahan dia mengetuk pintu. Dan Aldo membukanya.


" Rizki...... Hallo sob, apa kabar ?" kata Aldo


" aku baik-baik saja, apa yang membuatmu datang kesini ?" tanya Rizki


" kamu boleh tinggal disini sesukamu, tapi apa yang membuatmu datang kesini. Apa pun itu pasti hal yang sangat penting." kata Rizki sambil berjalan mengajak Aldo membicarakannya sambil mencari tempat yang aman.


" baiklah.... Hal buruk telah terjadi kepadaku dan Tasya." kata Aldo


" apa yang terjadi ?" tanya Rizki


Aldo menjelaskan kepada Rizki kalau dia dan Tasya telah dilacak oleh polisi, pekerjaannya menjadi seorang peretas telah diketahui oleh polisi sedangkan saat ini dia dan Tasya sedang dalam pelarian.


" kalian bodoh.... Kenapa bisa terjadi ?" kata Rizki


" aku sudah bilang hati-hati mencari klien. Kenapa bisa ceroboh seperti ini sih ?" Rizki tampak binggung.

__ADS_1


" aku juga tidak tahu, kami tergiur upah yang begitu besar. Ternyata yang diretas adalah salah satu bank yang mempunyai alat canggih. Bantu kami kali ini saja sob..." kata Aldo


" apa yang bisa aku bantu, aku sudah menikah dengan Manda, aku tidak ingin terlibat dengan dunia hitam itu lagi. Manda sedang mengandung anak ku, kalau terjadi sesuatu kepada ku bagaimana dengan mereka ?" kata Rizki sedikit berjalan menjauh


" kamu tega melihat kami seperti ini ? Kamu tega melihat aku dan Tasya masuk penjara." kata Aldo


Rizki terdiam, sebenarnya dia tidak ingin kembali lagi ke jalan hitam itu, tapi dia tidak ingin melihat sahabatnya masuk kedalam penjara.


" aku akan memikirkan sebuah cara." kata Rizki sambil menepuk pundak Aldo dan pergi meninggalkannya.


Aldo duduk lemas, dia lega Rizki mau membantunya. Dalam perjalanan kembali ke pondok Rizki bertemu dengan Manda.


" apa yang kamu lakukan diluar masih dingin, ayo kita masuk !" kata Rizki sambil mengandeng Manda masuk kedalam.


Dari jauh Manda melihat sosok yang tidak asing, dia penasaran siapa laki-laki yang bersama Rizki tadi.


" kamu tadi berbicara dengan siapa ?" tanya Manda


" tadi..... Oh tadi Aldo, kamu masih ingat gak pas kita di pantai waktu itu. Dia teman aku yang itu." kata Rizki.


" ada apa dia datang jauh-jauh kemari, pasti ada urusan yang sangat penting sehingga mencarimu sejauh ini." kata Manda penasaran


" Mereka dari Bali, mungkin mereka kangen sama aku jadi mampir kesini." Kata Rizki sambil memalingkan wajahnya.


" Mereka.... Berarti ada satu lagi ? Apa dia wanita yang mengobatiku waktu itu ?" tanya Manda


Rizki mengangguk pelan, dia memeluk Manda dan menutup tubuhnya dengan selimut membuat Manda tidak lagi membicarakan tentang Aldo dan Tasya lagi. Rizki tidak ingin Manda tahu lebih banyak tentang Aldo dan Tasya apa lagi tentang pekerjaan lamanya.

__ADS_1


__ADS_2