
Setelah acara pernikaha, Manda dan Rizki melakukan foto bersama keluarga dan para tamu, memang tidak banyak tamu yang datang tapi mereka adalah orang-orang yang bekerja di perkebunan dan penginapan keluarga Kardi.
" Huuweek... " Manda menahan mulutnya yang ingin muntah.
Semua mata tertuju kepadanya.
" kenapa pengantin wanitanya, aku dengar dia sudah hamil sebelum menikah." salah seorang tamu
" iya memang, tapi mas Rizki tetap tanggung jawab kok, tooh akhirnya dia menikahi non Manda, mereka akan menjadi keluarga, doa kan yang terbaik aja." kata salah seorang pekerja kebun
Di dalam beberapa tamu ada salah seorang tamu yang merasa tidak nyaman, dari tadi dia terus murung dan terlihat sangat marah. Dia selalu menatap Manda dengan wajah masamnya. Dia adalah Bella, dia merasa tidak bahagia karna sudah sejak lama Bella menyukai Rizki tapi tidak pernah mendapatkan Rizki.
Bella berjalan mendekati Manda.
" Selamat... Manda dan Rizki semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah." kata Bella
" Iya terima kasih..." kata Manda sambil tersenyum
Bella berjalan pergi tapi tiba-tiba dia oleng dan minuman yang ada ditangannya tumpah digaun putih Manda. Semua orang menatap mereka, gaun yang tadi putih bersih anggun kini kotor berwarna merah.
" maafkan aku... Aku tidak sengaja." kata Bella
" Pasti dia sengaja, dia kan tidak suka dengan pernikahan ini." kata beberapa tamu sambil berbisik-bisik
Manda mencoba membersihkannya dengan tangan, tapi tidak ada gunanya bercak minuman itu menempel dengan cepat, Rizki berjalan maju, dia hendak marah kepada Bella. Tapi Manda menghentikan Rizki dengan tangannya mengelengkan kepala dan tersenyum.
" tidak apa-apa, bisa dicuci kok, aku permisi dulu ya." kata Manda
Manda pergi menuju pondoknya, Tidak lama Rizki menyusul Manda. Dari luar terdengar suara Manda sedang muntah-muntah. Rizki langsung berlari kedalam.
__ADS_1
" kamu tidak apa-apa ?" kata Rizki sambil memijat leher Manda
" Aku sungguh tidak baik-baik saja, untuk Bella menumpahkan minumannya, jadi aku bisa kembali kesini, lagi pula baju ini sungguh tidak enak dipakai, perutku sakit nafasku sesak." kata Manda
" Baiklah, kalau begitu ganti baju senyaman kamu, siapa sih yang suruh kamu pakek baju seperti itu, kalau tidak enak jangan dipakai." kata Rizki
Manda tersenyum
" Meskipun tersiksa, hari ini adalah hari spesial, setidaknya aku ingin terlihat cantik sekali saja." kata Manda
" Bagiku... Kamu tetap cantik apapun yang kamu pakai." kata Rizki sambil mengelus pipi Manda
Wajah Rizki mendekat, dia hendak mencium Manda. Sedangkan Manda juga memejamkan matanya, setidaknya itu yang ingin dia lakukan sekarang.
" kak..... Kak Manda baik-baik saja kan...." teriak Safa.
Mendengar suara Safa, Manda dan Rizki menjauh. Mereka jadi salah tingkah.
" Bantu kakak mu ganti baju, aku keluar dulu." kata Rizki
Safa mengangguk dan mendekati Manda. dia melihat ke arah Rizki yang berjalan meninggalkan pondok dengan wajahnya yang merah.
Manda juga tersenyum, seprtinya memang belum saatnya mereka bermesraan. Setelah ganti baju dengan baju yang nyaman Manda kembali keluar menemui para tamu, baju Manda terlihat sederhana namun tetap cantik jika Manda yang memakainya.
Sudah Malam, semua tamu juga sudah pulang. Hanya tinggal keluarga dan orang-orang dari perkebunan yang masih ngobrol bersama Kardi dan Rizki.
Manda merasa sangat lelah, jadi dia memutuskan untuk kembali ke pondok. Manda menghapus semua mekup'nya dan bersiap mandi.
Rizki yang masih asik berbicara dengan para pekerja melihat Manda tidak ada. Dia merasa khawatir jadi mencarinya di pondok. Sampai di pondok Rizki tidak melihat Manda tapi dia hanya melihat baju dan barang-barang Manda, dia juga mendengar suara air dari kamar mandi.
__ADS_1
" Manda apa kamu didalam ?" tanya Rizki
Tidak ada jawaban, hanya terdengar suara air saja. Rizki mengetuk pintu dan Manda pun leluar.
" Loh... Sudah kembali, apa mereka sudah pada pulang?" tanya Manda sambil mengelap air di rambutnya.
Rizki tidak menjawab, dia melihat Manda yang sedang mengibaskan rambutnya, dia menelan ludah dan menyadarkan diri.
" Mereka sudah pulang kok, aku capek mandi dulu ya." kata Rizki.
Rizki buru-buru masuk kedalam, didalam dia bersandar pada pintu dan kembali membayangkan Manda yang terlihat begitu seksi.
Setelah mengeringkan rambutnya, Manda merapikan tempat tidur. Hari sudah sangat malam. Dia lelah dan hendak tidur, tapi tiba-tiba listrik di pondok mati.
" aaah.... Riz.... Lampunya mati..." kata Manda terkejut.
Rizki segera membuka pintu dan keluar, dia mencari lilin yang ada dilaci.
Dari sela-sela cahaya lilin terlihat tubuh Rizki yang hanya memakai celana, tubuhnya yang sangat kekar, ada juga sebuah tato di punggung. Air yang masih ada ditubuh Rizki terjatuh membuat Manda memikirkan hal yang tidak-tidak.
Rizki berbalik, melihat Manda sedang melamun. Melihat Riski menatapnya Manda segera berbalik menuju tempat tidur dan menyembunyikan tubuhnya dalam selimut. Rizki tersenyum dan mendekat. Manda semakin mundur ketika Rizki maju.
" apa kamu takut hantu ? Kalau kamu takut hantu berdoalah dulu sebelum kamu tidur." kata Rizki sambil meletakkan lilin di meja samping Manda.
Manda melihat Rizki tidak berniat melakukan apa pun kepadanya, wajahnya merah, lantas dia melepar bantal kepada Rizki dan pergi menjauh
" Dari pada hantu, aku lebih takut padamu." gumam Manda sambil berbalik dan menyembunyikan diri dalam selimut.
" apa sih yang aku pikirkan barusan." pikir Manda sambil memukul keningnya.
__ADS_1
Malam yang panjang telah berlalu, tidak ada yang terjadi di malam itu antara Manda dan Rizki. Tapi ketika Rizki terbangun, tangan Manda menggenggam erat tangannya. Dia ingin bangun tapi tidak mau membangunkan Manda.
Rizki meiringkan tubuhnya, dia melihat wajah Manda yang tertidur dengan lelap. Wajah putih dan sangat cantik. Rizki menyibak rambut di kening Manda dan menciumnya dengan pelan.