Ayah Kandung Atau Sambung

Ayah Kandung Atau Sambung
Janji Temu


__ADS_3

Manda dan Dira pulang kerumah pada saat Hermansyah akan berangkat kerja. Mereka berpapasan depan pintu gerbang. Hermansyah tidak tahu kalau Manda sedang berada di dalam mobil Dira.


" kamu istirahatlah, atau makan dulu." kata Dira


Manda hanya diam, dia terus berjalan menuju kamarnya. Dira pergi ke dapur melihat apa yang dimasak oleh bi Narti.


" non Dira mau makan ? Mau makan apa biar bibi siapkan ? " kata Narti


" emmmm.... Sebenarnya ini untuk Manda, bibi tahu makanan kesukaan Manda kan, coba buatkan, dari kemarin Dira lihat Manda kurang makan." kata Dira sambil membuat susu


"baik non....." kata Narti sambil terus memperhatikan Dira yang sedang membuat susu, tidak biasanya Dira membuat susu, dia kan tidak suka susu. pikir bi Narti


" kalau sudah siap, bawa keatas ya bi."kata Dira sambil membawa segelas susu ditangannya.


"baik non...."


Dira masuk kemar Manda, dilihat Manda sedang berdiri di samping jendela dan termenung menatap taman.


" apa yang sedang kamu pikirkan ? " kata Dira


Manda berbalik, dia berjalan menuju tempat tidur dan duduk disamping Dira, Dia melihat susu ditangan Dira.


"susu....? " kata Manda


"iya susu.... Ini untuk kamu, minumlah..." kata Dira sambil menyodorkan segelas susu itu kepada Manda.


" aku tidak mau.... Baunya sungguh sangat tidak enak, itu membuatku mual." kata Manda, setelah berbicara seperti itu pun Manda langsung pergi ke kamar mandi, terdengar suara muntah-muntah dari dalam


"Manda.... Kamu tidak apa-apa ? Buka pintunya biarkan aku masuk ! " kata Dira.


Manda keluar dari kamar mandi dia menyeka bibir dan, bertapa kagetnya dia melihat bi Narti yang sedang berdiri di depan pintu tertegun melihat Manda.

__ADS_1


" apa kamu tidak apa-apa, apa sebaiknya kita kedokter saja, aku tidak tega melihatmu seperti ini." kata Dira


Manda memegang tangan Dira menyuruhnya untuk berhenti berbicara. Melihat Manda seperti itu, Dira langsung menoleh kebelakang melihat siapa yang datang.


"ooh bibi.... Sudah jadikah makanannya, letakkan saja disitu nanti aku akan menemani Manda makan." kata Dira sedikit gagap


Bi Narti meletakkan makanan diatas meja, dia tidak mengatakan sepatah kata pun dan pergi meninggalkan kamar. Sebelum benar-benar meninggalkan kamar Manda, bi Narti berhenti dan melihat kebelakang. Dia hanya menatap sebentar kearah Manda dan langsung pergi meninggalkan kamar Manda.


Tiga hari setelah hari itu pun berlalu, hari ini hari dimana dia akan bertemu dengan Rizki. Dira sudah merencanakan sesuatu. Dira mengajak Hermansyah dan Joko untuk pergi ke hotel yang berada di Bandung. Dira sengaja membuat beberapa keributan agar Hermansyah dan Joko harus pergi ke sana untuk membereskan semuanya.


Hari ini bi Narti akan belanja ke pasar, Manda berencana ikut dan nanti dia bisa menyelinap pergi menemui Rizki.


Semua sudah berjalan sesui rencana, bi Narti tahu kalau Manda pergi meninggalkannya, dia sepertinya mempunyai sebuah firasat.


Rizki sudah menunggu di ujung pasar, dari jauh dia melihat Manda berlari.


" pelankan langkahmu, kita tidak akan ketahuan." kata Rizki sambil memegang tangan Manda


" aku sudah lolos, sebaiknya kita bergegas." kata Manda


Saat masuk kesebuah rumah sakit, Manda sedikit tegang, dia juga melihat kesekeliling. Rumah sakit ini sedikit tidak terpelihara dan juga tidak banyak yang datang.


"sepi sekali...? " kata Manda sambil menarik lengan baju Rizki yang duduk disampingnya


" aku sengaja memilih rumah sakit ini, pertama karna jauh, kedua karna tidak banyak pengunjung. Kalau kita ke rumah sakit besar, kamu ingin papamu tahu ? " kata Rizki


Manda pun mengangguk, tidak lama nama Manda dipanggil. Manda berdiri, menghela nafas panjang dan berjalan memasuki ruangan. Dari belakang Rizki pun mengikutinya masuk.


" kenapa kamu ikut masuk ? " tanya Manda


" aku kan ayah dia." kata Rizki sambil menunjuk perut Manda

__ADS_1


Setelah bertemu dokter, Manda berbaring diatas kasur. Dokter itu pun mulai mengeluarkan alat untuk memeriksa perut Manda.


" sudah berapa bulan ? " tanya Dokter


" kira-kira 3 bulan." kata Manda sambil melihat ke arah Rizki.


Rizki mendekat, dia menggenggam tangan Manda mencoba menenagkan Manda.


Groook...grook....groook


Suara alat yang menempel diperut Manda


" ini adalah suara detak jantung anak kalian." kata Dokter


Manda terdiam, begitu juga dengan Rizki. Mereka berdua mendengarkan detak jantung anak mereka, Manda meneteskan air matanya. Saat Rizki melihat Manda buru-buru memalingkan wajahnya.


Setelah memerikasa detak jantung, dokter juga menyiapkan alat USG untuk melihat letak sang jabang bayi dan kondisinya saat ini untuk memastikan bisa tidak mereka melakukan aborsi.


" janin sedikit sudah besar, mungkin resiko operasi akan sedikit lebih besar juga."kata Dokter


Manda dan Rizki saling melihat, Rizki memikirkan masa depan Manda tapi dia juga tidak tega kalau darah daging nya harus dibunuh.


" aku akan memberi waktu kalian sampai besok, kalau kalian sudah yakin akan mengaborsinya silahkan datang lagi besok." kata Dokter


Mereka pun keluar ruangan, Manda duduk di kursi tunggu, dia terlihat binggung apa yang harus dia lakukan


" ada apa, apa ada yang sakit ? " tanya Rizki


Manda tidak menjawab, dia hanya melihat ke arah Rizki sambil mebeteskan air mata.


" bukan kan yang bersalah kita, bukan dia ? Mana tega aku melakukannya, kamu dengar detak jantungnya begitu keras, dia ingin hidup." kata Manda.

__ADS_1


Rizki duduk jongkok didepan Manda, dia mengusap air mata Manda dan memeluknya.


" ini bukan salah kalian, ini salah ku." kata Rizki


__ADS_2