Ayah Kandung Atau Sambung

Ayah Kandung Atau Sambung
Teman Dekat


__ADS_3

Seperti hari-hari biasanya Manda dan Dira melewati rutinitas hariannya. Hari berganti minggu, bulan berganti tahun.


Tahun ini Dira dan Manda sudah naik kelas 3. tahun yang menentukan untuk mereka agar bisa masuk ke universitas yang bagus.


Tahun-tahun yang lalu Dira sudah banyak berubah, dia sudah bisa mendapatkan rinking, meskipun hanya ringkin 2. Dia belum bisa mengalahkan Yuda yang selalu selalu mendapatkan peringkat pertama.


Meskipun Dira sudah belajar dengan keras dengan Manda dia tetap tidak bisa mengalahkan Yuda, selama dua tahun dia selalu menjadi nomer 2. Melihat Dira sangat kesal dia penasaran seperti apa sosok Yuda.


" sini aku ikat rambut kamu "


" apa sih Manda aku gak mau, aku mau seperti ini saja."


Mereka tumbuh menjadi remaja dengan keistimewaan mereka sendiri-sendiri. Manda tumbuh menjadi gadis cantik yang lembut, sedangkan Dira meskipun dia sedikit tomboi dia juga tidak kalah cantik dengan Manda.


" Manda... Dira... Apa yang kalian lakukan sih, cepat sudah waktunya berangkat, pak Eko sudah nunggu lama tuh..." teriak Ayu


" Iya ma.... Kami berangkat dulu." kata Manda sambil mencium tangan sang mama dilanjut ke papanya.


" liatlah anak satu ini... Kenapa bajunya berantakan, sini mama rapikan." kata Ayu sambil menarik baju Dira


"apa'an sih ma... Nanti terlambat, Manda tunggu."


" Sudahlah ma... Lihatlah mereka sudah tumbuh dewasa, cantik, pintar." kata Hermansyah


" tapi pa... Lihatlah Dira, dia tidak bisa lembut seperti Manda." kata Ayu sambil melihat Dira dan Manda berlarian ke luar rumah


" tetap saja, Dira juga cantik... Bukankah kita sudah berhasil ?"


" Terima kasih pa... Sudah menganggap Dira sebagai anak kandung papa sendiri."


Hermansyah tersenyum, dia menepuk tangan Ayu dan menghela nafas dalam-dalam. Dia merasa bangga memiliki Manda dan Dira sebagai anak-anaknya.


" Da.... Sampai nanti." kata Dira sambil melambaikan tanggan kepada Manda yang ada didalam mobil

__ADS_1


Manda hanya tersenyum, dia melihat Yuda berjalan melewati mobilnya. Hati Manda bergetar, dimelihat ke arah Yuda dan tersenyum. seharian Manda selalu membayangkan Yuda, dia penasaran dengan laki-laki itu.


Sampai dirumah Manda menghampiri Dira ke kamarnya.


" ada apa...?" tanya Dira yang melihat Manda masuk dengan senyuman yang mencurigakan.


Manda duduk dikasur dekat dengan meja belajar Dira, dia menatap Dira dengan senyuman yang mencurigakan


"Hentikan.... Apa yang kamu inginkan?"


Lalu Manda menceritakan tadi pagi dia bertemu dengan salah satu siswa disekolahan Dira. Dan Manda ingin mengenal laki-laki itu.


"Apa kamu bilang, siswa disekolahku ?. Kamu ini gimana sih, padahal banyak laki-laki ganteng dan keren disekolahan kamu, kenapa kamu milih disekolahanku ?" Dira heran


" Ah... cowok disekolahan gak asik ah, kalau gak pintar ya kaya, itu aja... gak ada yang spesial." kata Manda sambil memalingkan tubuhnya


" aku penasaran dengan dia, tadi saat aku melihat dia hatiku langsung berdebar." Manda kembali membayangkan wajah laki-laki itu.


Hari berikutnya, Manda dan Dira menunggu didalam mobil. Menunggu laki-laki yang dimaksud Manda datang kesekolahan. Tapi ini lebih lama dari biasanya, bahkan pak Eko juga merasa demikian, sesekali dia melihat jam ditanganya.


" enggak Dira... Aku yakin kok dia memakai sragam yang sama dengan kamu." Manda terus melihat ke luar jendela.


"Ah aku lelah... Aku mau masuk ya... Kamu juga, nanti kamu bisa terlambat." Dira membuka pintu hendak keluar tiba-tiba ditarik Manda kedalam


" Itu diaa....." Manda menunjuk ke salah satu siswa yang berlari


" Hah Yuda......"


Manda melihat Dira, dia mengingat-ingat kembali nama Yuda yang pernah disebut Dira. Pak Eko pun penasaran dengan sosok yang membuat kedua gadis itu menunggu begitu lama.


" Dia Yuda.... Siswa no satu disekolahan ini." kata Dira


Manda terdiam, dia berfikir sejenak, antara binggung dan senang.

__ADS_1


"Ya udah sana keluar, aku pergi dulu ya... Daaaa...." kata Manda sambil mendorong Dira keluar mobil dan menutup pintu.


Dira berjalan masuk kedalam sekolahan, dia tersenyum


" Jadi yang disukai Manda, laki-laki seperti Yuda..." Dira tersenyum dan mengangkat salah satu alisnya


" tampan sih... Dan dia juga pintar."


Tiba-tiba Dira menabrak kakak Yuda.


" Aduh... Kenapa tiba-tiba." kata Dira pelan


" kalau jalan lihat-lihat dong..."


Dira hanya menunduk dan pergi meninggalkan Yuda.


" Tapi... Dia sedikit emosian sih." gumam Dira.


Yuda juga satu kelas dengan Dira, dia duduk di deretan paling depan, dia juga jadi ketua kelas. Tanpa sadar Dira terus memperhatikan Yuda. Selama ini dia kurang memperhatikan Yuda, padahal mereka satu kelas terus selama tiga tahun. Merasa diperhatikan Yuda mendekati Dira. Dira mencoba memalingkan pandangannya, tapi Yuda sudah ada dihadapannya.


" Dari tadi aku perhatikan kamu terus melihatku, ada apa ?" kata Yuda sambil duduk dibangku Dira


Dira tersenyum, dia binggung harus mengatakan apa. Kemudia dia ada ide.


" Kamu besok ada acara gak ?"


" kenapa... kamu mau ajak aku jalan ?"


" kalau iya... Apa kamu bisa ?"


Yuda tersenyum, dia mengira Dira menyukainya. Yuda turun dari bangku dan berjalan pergi. Tapi tiba-tiba dia berhenti.


"Dicafe senja jam 2 sore, jangan terlambat." kata Yuda

__ADS_1


Dira mengepalkan tanggannya. Rencana nya berhasil, dia ingin mempertemukan Yuda dengan Manda.


__ADS_2