BACK YOUNG

BACK YOUNG
1. Ir bapak Natan


__ADS_3

Hidup terkadang tidak semulus yang di bayangkan, ekspektasinya kita mendapatkan semua apa yang kita inginkan. Realitanya, tak satupun keinginan kita tercapai. 


Ada waktunya yang jatuh bisa berdiri lagi, yang hilang akan berganti dan yang tidur akan bangun. Sama halnya dengan wanita yang satu ini, waktu tidurnya terganggu karena suara bising dari adiknya.


BRAKK!!


"WOY! BANGUN UDAH SIANG! MAMAH SAMA PAPAH UDAH NUNGGUIN, KEBO AMAT HIDUP LO! UDAH NUMPANG HIDUP JUGA." Teriak Bela Carllet adik Zolla, alias anak kesayangan keluarganya.


"SOPAN DIKIT NAPA GUE LEBIH TUA DARI LO! DASAR BUTUT." Jawab zolla tidak terima karena di bentak, meskipun dia sering menerima perlakuan buruk dari adiknya, tetapi ini adalah kali pertamanya di bangunkan secara tak hormat olehnya.


Bella terkejut mendengar umpatan dari kakaknya,  karena ia tidak pernah di bentak sebelumnya sekalipun ia sering ngelunjak, Tapi kali ini kakaknya membentaknya dan mengucapkan kata-kata kasar 'BUTUT'.


"Kena mental breakdance kan lo?" Tanya Zolla menatap julid Bella.


Bella memasang wajah sedih dan hampir menangis.


"Noh kan nangis lo, nangis! Cengeng banget mata lo! Udah sana pergi! Lo pikir wajah lo imut kalo sedih? Gak ada imut-imutnya! Yang ada gue pengen muntah!" Perkataan Zolla memang sudah biasa seperti itu, membuat Bella lebih sering mengadu dombakan Zolla.


"Gue aduin sama papah tau rasa lo!" Sinis Bella.


"Bodo amat!" Jawab Zolla santai, tapi hal itu membuat Bella lebih murka dan langsung membanting pintu kamar zolla dengan keras.


BRAKK!!


Suara itu terdengar sampai keruang makan, di sana Natan dan Farida terkejut karena suara itu. Lalu Bella datang sambil menangis dan langsung memeluk Papahnya.


"Papah Bella takut." Ucap Bella menangis dan terus memeluk papahnya dengan sangat erat.


"Ck! new drama!" Gumam Zolla seraya melihat kebawah, lebih tepatnya kearah Bella.


"Ada apa bella? Kamu kenapa?" Tanya Natan panik.


"Kak Zolla." Jawab Bella sesegukan.


"Adu domba lagi tuh si tengik." Gumam Zolla kesal.


"Ada apa dengan Zolla? Zolla ngapain kamu?" Tanya Farida, tak kalah terkejut saat melihat anak bungsunya menangis.


"Kak zolla bentak aku dan ngusir aku sampai menyeret aku keluar dan membanting pintu, Bella takut mah, pah." Ucap Bela melepas pelukannya dari Natan dan duduk dengan tertunduk.


Farida hanya terdiam tanpa berkata apa-apa, ia sudah mengetahui kalau Bella berbohong, tapi ia tidak berniat membela atau menghentikannya, ia hanya memandang datar.


BRAKK!!


Natan menggebrak meja karena geram dengan Zolla, lalu ia langsung bergegas Menghampiri Zolla. Tetapi sebelum ia pergi, Zolla sudah lebih dulu datang.

__ADS_1


"Sebenarnya dia punya dendam apa sih sama gue?" batin zolla.


"ZOLLA!" Teriak Natan.


"Aku di sini gak usah teriak teriak! malu sama tetangga masih pagi udah perang bom nuklir." Ucap Zolla.


"KAMU.." Teriak Natan sudah berada di puncak kesabarannya. Dengan tangan di atas yang akan mendarat di pipi zolla, tetapi Natan berhasil tahan karena ia langsung sadar akan perbuatannya.


Semua yang ada di sana terkejut, bahkan Farida sampai keselek air yang di minumnya, sedangkan Bella ia hanya tersenyum menang karena kakanya hendak di tempar.


"PAPAH!" Teriak Farida kepada Natan.


"Kenapa? Tampar saja! Lindungi anak kesayangan papah itu" Seru Zolla kesal.


"Zolla udah, kamu duduk! Dan minta maaf sama papah! Cepet!" Ucap Farida meminta Zolla untuk mengalah kepada papanya. Karena Farida tahu kalo Zolla orang yang sangat keras kepala.


"Zolla! Papah gak didik kamu menjadi orang yang pembangkangan! Mau jadi apa kamu kalau kelakuan kayak begini? Bikin mau saja!" Bentak Natan karena sudah tidak tahan melihat Zolla yang semakin hari, semakin menjadi orang yang susah di atur.


"Inti dari masalahnya apa? Pagi-pagi sudah rame hanya ingin memarahi aku? Katanya jangan cari masalah tapi aku di marahin tanpa alasan, bagaimana aku tidak marah coba?" Tanya Zolla sambil menggaruk kepalanya jengah.


"Tanpa alasan? Kamu membentak Bella! Dia itu adik kamu! Apalagi kamu mengatakan hal-hal aneh kepada Bella!" Teriak Natan.


"Aneh apasih? Aku gak bilang Bella itu autis?" Tanya Zolla dengan muka julid.


"Kenapa kamu melakukan itu?" Tanya Natan kesal.


"Melakukan apa? Untuk apa papah menanyakan hal itu? Mungkin papah juga sudah tahu jawabnnya" Jawab Zolla acuh.


Sebenarnya zolla sudah lelah dengan semua ini, ia tak tahu harus berbuat apalagi karena percuma dia membela diri. Toh pada akhirnya adiknya yang selalu menang dan Zolla hanya menjadi bahan perbincangan di keluarganya sendiri.


"Apa maksud kamu? Jangan bertele-tele jelaskan yang sebenarnya!" Ucap Natan semakin kesal.


"Tadi aku memang membentak Bella, aku juga mengusirnya dari kamar aku, tapi aku tidak menyeretnya keluar dan membanting pintu! Dia sendiri yang membanting pintu." Lanjut Zolla menjelaskan apa yang terjadi, setelah itu ia duduk di kursi.


"Papah gak suka kalo kamu bentak Bella!" Tegas Natan.


"Papah gak suka kalo aku bentak Bella? Terus kenapa papah bentak aku? Aku juga gak suka kalo papah kasar hanya sama aku! Giliran Bella di bentak, papah yang maju untuk menegur orang yang membentak! Tapi giliran aku yang di bentak, tidak ada satu pun dari kalian yang peduli sama aku! Seharusnya papah bicara lembut padaku agar aku bisa berbicara lembut pada orang lain."  Ucap Zolla panjang lebar. Seketika Natan terdiam mendengar perkataan Zolla.


"Pah udah! Zolla juga sudah mengaku salah." Keluh Farida untuk mencairkan suasana, ia memang tidak membenci Zolla tapi ia tidak pernah menunjukkan kasih sayangnya kepada Zolla, melainkan lebih memilih meluapkan kasih sayangnya kepada Bella.


"Kamu bisa gak sih? sehari aja gak bikin masalah? Setiap hari ada aja masalah yang kamu bikin." Kesal Natan.


"Jadi ini masalah soal bentak-membentak? Seharusnya papah hanya menegur, tanpa mengeluarkan kata yang tidak pantas di ucapkan oleh seorang ayah." Ucap Zolla memutar bola matanya malas.


"Apa sebesar ini masalahnya sampai semua orang melototiku?" Tanya Zolla geram, karena sejak awal datang ia sudah mendapat tatapan tak sedap dari keluarganya sendiri.

__ADS_1


"Kakak gak bisa ya? sehari aja bikin kita bahagia? Papah sudah capek mengurus masalah di kantor." Ucap Bella dengan menatap tajam Zolla.


"Aigo! Bella lo ingin jadi jagoan? Kalo lo gak lebay nangis tersedu-sedu semua juga gak akan terjadi. Masa di bentak dikit langsung nangis? Kayak anak kecil aja, udah gitu ngadu domba lagi." Jawab Zolla menatap datar kearah Bella.


"Apa kalian masih ingin membahas ini? Kalau iya? Aku gak ikutan! aku lapar pengen makan." Ucap Zolla menatap satu persatu makanan yang ada di meja. Setelah itu ia mengambil makanannya sendiri.


"Baiklah masalah ini selesai sampai di sini, dan kalo masalah ini terjadi lagi, papah gak akan ampuni kamu." Ucap Natan menatap tajam kearah Zolla.


"Ya ya ya." Jawab Zolla mengalah, karena kalo dia tidak mengalah semua gak akan selesai.


Akhirnya mereka pun makan dengan tenang dan tidak berbicara, tetapi tidak dengan Zolla, ia masih menggerutu dalam hati, bertanda kalo dia sedang kesal.


"Bagaimana bisa seorang ibu bersikap seperti itu pada gue? Apa dia benar-benar mamah gue? Dan juga seharusnya pria itu mendidik gue bukannnya menyalahkan gue!" Gerutu Zolla dalam hati dan mengembuskan napas dengan kasar, sehingga semua orang yang ada disana merasa terganggu dan menatap kesal kearah Zolla, lebih tepatnya menatap benci. Terkecuali ibunya, yang tidak meliriknya sama sekali.


"Bella udah selesai makan, Bella berangkat sekolah dulu ya mah, pah." Ucap Bella sambil mencium tangan kedua orangtuanya dan mereka pun membalasnya dengan tersenyum.


"Hati-hati ya sayang, belajar yang bener jangan kayak kakak kamu! kerja hanya menjadi pelayan cafe." Ucap Natan menatap datar kearah Zolla. Karena Zolla tidak terima dengan perkataan papahnya, lalu ia menghentikan makannya dan menendang meja dengan keras.


BRANG!!


"HAREUDANG!" Gerutu Zolla keras seraya menendang meja.


"Zolla berangkat kerja dulu." Ucap Zolla ketus tapi hanya jawaban malas yang terlontar dari mulut kedua orangtuanya. Zolla pun beranjak dari kursinya dan pergi dari pandangan mereka, menurutnya adegan anak yang akan sekolah itu membuatnya muak.


"Giliran bella yg bicara mereka tersenyum kayak kunti, giliran gue? gak ada manis-manisnya." Gerutu zolla karena sangat sangat kesal pada mereka.


...See you next part👋...


...Kalo part nya garing? Komen ...


...setiap chapter pasti ada yang seru ada juga yang tidak jadi maapin kalo part ini garing👍...


...Kalo part nya seru? Komen...


...Kalo punya saran dan kritik? Komen...


...Kalo mau demo? Komen...


...Kalo mau mengusulkan cast? Komen...


...Kalo ada typo? Komen...


...Ig. @destifahila...


...D E S T I F A H I L A...

__ADS_1


__ADS_2