
...Hallo🤗...
...Happy reading đź’ś...
Bukannya sedih, Feby malah menyetel lagu dangdut di dalam mobil. Entah kenapa Feby merasa kalau sekarang ia sudah merasa bebas.
"Bu? Apa menurut ibu ini adalah takdir hidup aku?" Tanya Feby kepada Rena.
"Iya, menurut ibu ini adalah takdir kamu, jadi kamu harus menerimanya." Jawab Rena, fokus menyetir sambil melihat ke jalan.
"Kalau menurut kamu? Apa takdir aku jadi anak ini?" Tanya Feby menyenggol bahu Hani.
Hani mengangguk setuju "Menurut aku sih bener, karena kalau ini bukan takdir kakak harusnya udah dari dulu kakak juga ikut meninggal." Jawab Hani membuat Feby berpikir.
"Tapi apa yang bakal terjadi sama anak ini? Apa dia udah meninggal?" Tanya Feby lagi.
"Kamu kan pernah mimpi? Dia bilang kalau sekarang ini adalah hidup kamu dia udah tenang di sana," Jawab Rena membuat Feby merasa lega.
"Hidup kamu yang season 2!" Lanjut Rena terdengar tegas.
"Jadi ini hidup aku yang season ke 2 gitu? Yang season 1 udah tamat? Di lanjut season ke 2?" Tanya Feby.
"Kakak jangan tanya kayak gitu lagi ah, bawaannya langsung canggung." Ucap Hani membuat Feby terdiam.
"Oke deh, kalau gitu ayo kita dangdutan." Ucap Feby membangkitkan semangat Rena sama Hani.
"Kalau itu ibu setuju." Tutur Rena semangat.
"Lagu apa? Kita nyanyi bareng sekarang." Tanya Hani sangat bersemangat.
"Metal atau rock aja gimana?" Tanya Feby membuat kedua sejoli itu langsung menatap kesegala arah.
"Ehkm! Itu selera Abah aku." Gumam Hani sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kalau gitu lagu apa dong?" Tanya Feby lagi.
"Lagu Fiera Besari aja gimana? Itu lagu banyak yang candu banget sumpah." Jawab Hani dramatis.
"Aku sih gak tahu lagu melow kayak gitu." Ucap Feby merasa tidak enak sama Hani.
"Yaudah deh aku terserah kalian, aku ngikut aja." Ucap Hani.
"Menurut ibu lagu apa yang cocok buat karaokean?" Tanya Feby kepada Rena.
"Rhoma irama? Kalian pasti tahu lagu dangdut kan? Ini loh lagu yang lagi di play." Jawab Rena membuat mereka terkekeh.
"Bukannya gak tahu tapi masa karaokean lagu dangdut sih? Gak nyambung sama style kita yang masih muda." Ucap Feby.
"Jangan bilang lagu dangdut itu buat orang lansia, banyak kok anak muda yang udah jadi penyanyi dangdut, buktinya Lesti dia sekarang udah sukses, kalian jangan malu sama budaya sendiri! Jangan cuma taunya lagu barat aja." Ucap Rena panjang lebar.
"Yaudah deh kita nyanyi dangdut aja." Jawab Feby sama Hani barengan.
"Judulnya apa?" Tanya Hani.
"Keramat?" Jawab Rena malah balik bertanya.
"Gak ah, kalau keramat itu kayak sindiran buat aku yang durhaka kepada orang tua." Ucap Hani di setujui oleh Feby.
"Kalau ini saja gimana? Kalau ada makanan di meja.."
"Tak pernah engkau makan
Kalau hanya kopi yang ku suguhkan
__ADS_1
Tak pernah engkau minum
Tapi jangan sampai kau macam-macam
Diluaran rumah kau macam-macam sayang
Awas, awas, awas, awas
Dua kursi
Dua kursi" lanjut mereka bernyanyi sambil berteriak gak jelas.
"Bu kapan-kapan kita karaokean di tempat karaoke yuk? Kalau di sini kayak berasa gitu." Ucap Feby di tengah-tengah sibuknya mereka bernyanyi.
"Aku juga mau bu, Ayok ke karaokean di sana mic-nya lebih enak di dengar." Timbal Hani.
"Hani kamu tahu gak di Devin udah sekolah di Sma Dharmawangsa?" Tanya Feby membuat Hani terdiam mematung.
"Apa? D..devin adik kakak maksudnya?" Tanya Hani terbata-bata.
"Iya, si Devin itu yang sekarang dia udah bener-bener jadi fakboi, bukan gue yang maksa tapi dia yang ujug-ujug jadi fakboi." Jawab Feby membuat Hani terdiam lagi.
Hani tersenyum cerah "Kalau gitu aku juga harus jadi fakgirl." Ucap Hani.
"Jangan jadi fakgirl!" Ucap Feby sama Rena barengan.
"Apa-apan jadi kayak gitu? Jangan ah! Gue gak izinin!" Gerutu Feby kepada Hani.
"Kamu cari aja yang lain, jangan si Devin." Timbal Rena ikut berpartisipasi.
•••
Dari tadi Reza terus mengintip Venus yang sedang ngelihati poto seseorang Dar balik layar handphonenya. Posisi mereka sekarang sedang nongkrong di sebuah cafe.
Venus langsung terkejut saat mendengar perkataan Reza, buru-buru ia menteralkan wajahnya agar terlihat biasa saja.
"A..apasih? Ngaco lo kalo ngomong!" Ucap Venus gelalalapan.
"Kalau suka buru-buru tembak jangan nunggu lama entar keburu di ambil orang!" Bisik Reza lagi, sekarang perkataan Reza menjadi topik utama di pikiran Venus.
"Si Jovan sama si Benua kemana?" Tanya Venus mengalihkan pembicaraan.
"Ke toilet katanya, kalau si Jovan gak tahu tadi dia kayak nelpon cewek." Jawab Aldo sambil meminum kopinya.
"Ketahuan lo ngalihin pembicaraan, Ven gue ngomong serius kalau lo suka sama seseorang lo harus bersikap jantan! Di terima atau di tolak itu urusan belakangan, yang penting sekarang lo harus jujur dengan perasaan lo!" Ucap Reza membuat Aldo penasaran.
"Ada apa? Apa sekarang lo udah suka sama cewek? Woah! Venus gue gak nyangka sekarang lo udah gede!" Heboh Aldo sangat terkejut saat mendengar Venus menyukai seseorang.
"Kalau lo suka, lo harus buru-bu byru tembak nanti keburu di ambil orang." Lanjut Aldo berbicara.
"Tuh kan si Aldo juga bilang kayak gitu, itu berarti lo harus cepet-cepet nembak cewek yang lo suka." Ucap Reza membenarkan perkataan Aldo.
"Gue butuh waktu," Ucap Venus membuat kedua orang itu terdiam.
"Ven! Di tolak atau di terima itu urusan belakangan yang penting sekarang lo harus jujur sama perasaan lo!" Ucap Reza kembali meyakinkan Venus.
"Bener kata si Eza, gue aja pernah di tolak tiga kali sama cewek yang sama, kalau misalnya lo di tolak ya gak apa-apa, anggap aja lo cuma ngungkapin perasaan meksipun perasaan itu gak di terima." Timbal Aldo tak kalah bijak.
"Gue pengecut! Gue gak berani jujur, bukan karena di tolaknya yang gue takuti tapi gue takut kalau dia bakal jadi orang asing setelah mengetahui kalau gue suka sama dia." Ucap Venus lagi-lagi membuat mereka terdiam.
"Bener juga sih, tapi gue doain yang terbaik buat lo aja deh, kisah percintaan gue gak serumit itu jadi gue kurang berpengalaman." Ucap Aldo.
"Kalau gitu lo harus nunggu waktu yang tepat aja." Ucap Reza.
__ADS_1
"Emang ceweknya siapa sih? Hebat banget bisa bikin lo jatuh cinta?" Tanya Aldo penasaran.
Venus langsung melirik Reza seolah mengatakan
"Jangan beritahu dia!"
"Lo jangan kepo! Kita dukung aja si Venus semoga cepet jadian." Ucap Reza menepuk bahu Aldo.
"Gue selalu dukung lo, semoga lo cepet-cepet dapat jawaban dari kisah cinta lo ya?" Ucap Aldo.
"Duo keong racun itu kemana? Dari tadi permisi belum dateng-dateng juga." Tanya Aldo melirik sekeliling.
"Apa mereka lagi kontes di toilet, burung siapa yang paling besar gitu?" Tanya Aldo lagi. Pertanyaan itu langsung memancing amukan Venus sana Reza.
"******! Lo kalau ngomong saring dong!" Gerutu Reza menjitak kepala Aldo.
"Lo ngomong kagak di jaga banget!" Ucap Venus menatap tajam Aldo.
"Sorry gue keceplosan." Jawab Aldo santai.
Venus menghidupkan kembali layar handphonenya, tertera jelas di sana poto Feby jadi wallpaper handphonenya.
"Oke, gue cuma harus nunggu sebentar lagi untuk mengklaim kalau lo bener-bener milik gue." Batin Venus menatap lekat layar handphonenya.
...TBC...
...Gimana part-nya? ...
...Kurang memuaskan ya?...
...Maaf ya cuma bisa segini....
...setiap chapter pasti ada yang seru ada juga yang tidak jadi maapin kalo part ini garing👍...
...Kalo part-nya kurang srek? Komen...
...Kalo part nya seru? Komen...
...Kalo punya saran dan kritik? Komen...
...Kalo mau demo? Komen...
...Kalo mau mengusulkan cast? Komen...
...Kalo ada typo? Komen...
...MAU NGOMONG APA SAMA FEBY?...
...MAU NGOMONG APA SAMA VENUS?...
...MAU NGOMONG APA SAMA JOVAN?...
...MAU NGOMONG APA SAMA BENUA?...
...SHIPPER VENUS MANA SUARANYA?...
...SHIPPER BENUA MANA SUARANYA?...
...SHIPPER JOVANKA MANA SUARANYA?...
...PENDUKUNG TRIO GEN MANA SUARANYA?...
...Ig. @desti fahila...
__ADS_1