
...Hallo👋...
...H A P P Y R E A D I N G💜...
Seharusnya Feby merasa senang karena hari ini ia melakukan hal keren, tapi entah kenapa sekarang ia mendadak jadi tidak mood untuk melakukan aktivitas mungkin karena efek tendangan kebeautifulan?
Feby dan karin berjalan di lorong koridor banyak pasang mata disana yang memandang Feby dan karin dengan berbagai macam raut, mulai dari benci, biasa, kagum bahkan tajam. Feby sudah bisa memakluminya ia juga sekarang sudah terbiasa dengan orang-orang seperti mereka.
"Feby maaf gara-gara aku kamu selalu di diginiin." Ucap Karin pelan.
"Santuy aja, ini juga bukan sepenuhnya salah lo." Ucap Feby tidak mau membahas panjang masalah ini.
"Sekali lagi aku minta maaf banget." Ucap Karin sekali lagi.
"Sekali lagi juga gue bilang gak apa-apa." Kilah Feby.
"Feby kamu berasal dari mana?" Tanya Karin basa basi.
"Rahim ibu." Jawab Feby.
"Hah? Apa maksud kamu?" Tanya Karin tidak mengerti dengan perkataan Feby.
"Gue berasal dari rahim ibu." Jawab Feby berhenti melangkah diikuti oleh Karin yang juga berhenti melangkah.
"Hehe..gitu ya?" Gumam Karin masih ngeblank
"Ih gemes jadi pengen nyabok." Pekik Feby manja sambil terkekeh.
Saat sudah sampai di depan kelas, mereka tak sengaja berpapasan dengan Venus dan yang lainnya berada di depan pintu kelas.
"Mereka ngapain disana?" Tanya Feby berbisik kepada Karin.
"Mungkin nganterin Tania" Jawab Karin berbisik.
"Hebat banget si Tania sampe di kawal ajudan." Ucap Feby kepada Karin.
Karena tak sengaja melihat Reza, Feby berinisiatif untuk memberikan bekal yang telah ia janjikan. Feby membuka tas ranselnya dan mambawa sebuah kotak plastik bermerek Tupperware, sengaja Feby memakai kotak bekal itu biar terlihat lebih mewah dan elegan.
"Eza! Janji gue nih." Ucap Feby seraya memberikan kotak bekal itu kepada Reza, dengan senang hati Reza menerima pemberian Feby itu. Tapi ada dua orang yang tidak suka melihat adegan ini yaitu Venus dan Benua.
"Terimakasih Feby, lo udah nepatin janji walaupun lama." Ucapnya.
Belum sempat Reza memasukan kotak bekal itu ke tasnya, Jovan sudah lebih dulu membawanya dan melemparkannya kelantai, hingga kotak bekal itu hancur dan makanan yang ada di dalamnya berserakan. Semua orang yang ada di sana terkejut melihat aksi Jovan yang sudah kesekian kalinya terhadap Feby.
"Jovan lo apa-apaan sih?" Seru Tania yang melihat kejadian perkara itu.
"Jov lo gak ngehargai banget sumpah! Itu makanan gue!" Ucap Reza tidak santai.
Feby menatap getir kotak bekal yang Jovan lemparkan itu, bukan sedih karena melihat makanannya yang sudah kotor tapi karena kotak bekal itu Tupperware. Kotak bekal itu bagaikan permata yang harus di jaga dan tempatkan di lemari besi.
"Tupperware ibu gue, Tupperware kesayangan gue." Batin Feby menjerit.
"Gue udah bilang lo jangan pernah ngegoda teman-teman gue! Apalagi ngasih makanan basi lo kepada teman gue!" Seru Jovan tajam.
Biasanya Feby akan melawan dengan balasan maut, tapi sekarang ia memilih diam. Sengaja, agar ia bisa melihat reaksi Jovan kalau Feby tidak melawan.
"Jovan lo udah keterlaluan! Lo gak berperasaan hah? Lo haru minta maaf sama Feby!" Ucap Tania marah kepada Jovan. Tapi orang yang dimarahi hanya adem ayem tanpa menghiraukan ucapan Tania.
"Kalau lo masih gak berhenti ganggu orang-orangan gue? Bukan hanya fisik lo yang gue ganggu tapi men.."
"Kalau kamu benci aku sakiti aku jangan hatiku karena disana ada nama kamu!" Potong Feby yang membuat semua orang bungkam termasuk Jovan .
__ADS_1
"Rasakan gombalan maut gue setan!" Batin Feby puas.
"Bangsat lo! Ganti Tupperware gue, mahal gue beli! Kalau kagak gue santet lo!" Sinis Feby mulai hilang kesabaran.
Awalnya Feby ingin melangkah ke kelas tapi karena banyak orang yang menonton, membuatnya mengurungkan niatnya. Feby berbalik kebelakang dan berlari hendak menuju rofftop.
Venus membawa paksa Jovan untuk meninggalkan tempat itu, sedangkan Benua ia memilih untuk menyusul Feby tapi sebelum itu ia pergi membeli minuman untuk Feby.
•••
Rofftop, disinilah sekarang Feby sedang ngadem. Ia duduk di kursi usang yang ada disana sambil melihat eloknya pemandangan gedung-gedung di atas sana. Tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dari belakang. Feby menoleh kebelakang dan ia mendapatkan Benua yang berdiri di belakangnya
"Ngapain lo disini? Bolos lo?" Tanya Feby kepada Benua.
"Iya, soalnya sekarang pelajaran pak Nanang." Jawab Benua sambil duduk di samping Feby.
"Maafin Jovan ya?" Ucap Benua membuat Feby meliriknya.
"Males ah, manusia setan kayak dia gak pantas di maafin." Jawab Feby.
"Jovan sebenarnya gak seperti itu, tapi gua juga gak tahu kenapa dia kayak gini sama lo " Ucap Benua mencoba membuka pikiran Feby tentang Jovan.
"Ya jelas karena si setan itu percaya gue suka sama dia, padahal mah palias banget gue suka sama dia." Ucap Feby.
Benua mengangguk ia juga tidak tahu harus berbicara apalagi untuk membela Jovan "Buat lo." Ucapnya sambil menyerahkan botol pocari sweet kepada Feby.
"Manis gak?" Tanya Feby sambil mengambil minuman itu.
"Gak tahu, emang lo gak suka yang manis ya?" Tanya Benua.
"Emm.. Karena gue butuh yang setia bukan yang manis." Jawabnya yang mampu membuat Benua langsung menatapnya.
"Najis banget gue sama Jovan, mending sama lo daripada sama Jovan." jawab Feby. Ia tidak mengetahui kalau perkataannya itu membuat jantung orang yang ada di sebelahnya berdegup kencang.
"Bisa gila gue lama-lama." Batin Benua kesenangan.
"Lo kenapa bolos?" Tanya Benua mengalihkan pembicaraan.
"Gue gak suka pelajaran fisika." Jawab Feby jujur.
"Lo sendiri kenapa bolos?" Lanjut Feby bertanya.
"Gue juga kurang suka sama pelajaran fisika." Jawab Benua.
"Ben, bilangin sama si Jovan, ganti Tupperware gue kalau kagak siap-siap muntah paku!" Titah Feby kepada Benua.n
"Oke gue akan bilangin nanti." Jawab Benua.
----
Sekarang Venus dan Jovan sedang berada di ruang basecame nya. Bukan hanya mereka tapi disana juga ada Reza dan Aldo.
"Sikap lo yang tadi udah keterlaluan! Kelakuan lo kayak sampah!" Ucap Venus tajam.
"Gue ngelakuin itu biar si Feby jera! Biar dia gak ganggu kita, kalian dan Tania." Elak Jovan tidak mau di salahkan.
"Terus menurut lo, dengan lo buang makanan yang Feby berikan kepada Reza bakalan membuat Feby jera? Tidak! Lo malah buat dia semakin membenci lo." Ucap Venus.
"Bodo amat dia mau benci atau enggak! Gue gak peduli." Ucap Jovan.
Venus mengusap rambutnya kesal "Sebenarnya lo kenapa benci sama dia? Apa mungkin dia cewek yang buat Lo dan Tania gagal jadian?" Tanya Venus mengintimidasi.
__ADS_1
"Iya, dia cewek goblok yang selama ini gue ceritain kepada waktu lo berada di Amerika." jawyab Jovan.
Venus bungkam mendengar jawaban dari Jovan, ia tidak menyangka jika wanita yang dimaksud Jovan adalah Feby.
"Kalau saja dia gak nembak gue pake surat sialan itu, mungkin sekarang gue sama Tania udah jadian." Lanjut Jovan serasa menang.
"Tapi kan yang buat suratnya Chelsea bukan Feby?" Tanya Venus.
"Lo percaya itu? Gue gak percaya, Chelsea bukan orang yang kayak gitu." Jawab Jovan menyangkal perkataan Venus.
Kedua sejoli yang bernama Reza dan Aldo itu, mereka hanya diam menjadi pendengar yang baik, mereka tidak berani ikut bicara kala kedua orang yang di hadapannya sedang bersilat lidah.
"Lebih baik sekarang lo gak usah ganggu Feby!" Titah Venus tiba-tiba.
"Kenapa? Lo suka sama si Feby?" Tanya Jovan mengejek.
"Ti..tidak! Itu ka..karena Feby sedang sakit." Jawab Venus gugup, baik Jovan atau kedua sejoli itu mereka tidak percaya dengan Venus yang ada di hadapannya sekarang, sejak kapan Venus bicara gugup? Setahu mereka Venus tidak pernah berbicara seperti itu sebelumnya, patut di curigai!
"Sakit apa?" Tanya Jovan penasaran.
"Dia OD." Jawab Venus membuat semua orang terkejut.
"OD mabok maksud lo? Gue gak nyangka Feby suka mabok." Tanya Aldo membekap mulutnya.
"Bukan mabok! Tapi OD obat penenang, dia sampe masuk rumah sakit karena memakan obat itu, dan sekarang katanya dia hilang ingatan!" Jawab Venus sedikitragu.
"Serius lo? Pantesan dia kayak ada yang beda-beda gitu." Ucap Reza ikut bicara.
"Lo tahu dari mana?" Tanya Aldo serius.
"Gue gak sengaja denger pembicaraan Feby sama pak Jaya." Jawab Venus.
"Jadi mau sekeras apapun lo menggertak Feby hal itu gak akan membuat Feby menyadari kesalahan di masa lalunya, tapi malah membuat Feby membatin." Lanjut Venus menyindir Jovan yang masih terdiam.
Sebenarnya dari tadi Jovan memikirkan gombalan maut Feby yang berhasil mengguncang hatinya, di tambah lagi ia harus mengetahui fakta mengejutkan tentang Feby.
"Bener tuh! Heh jenab lo harus minta maaf sama Feby! Lo udah nngelukai batinnya." Ujar Aldo membenarkan kata-kata Venus.
"Lo juga harus meminta maaf sama gue karena itu juga makanan gue!" Timbal Reza kesal.
Sedangkan di lain sisi, seorang wanita mendengarkan percakapan mereka dari awal hingga akhir, wanita itu tak lain adalah Tania.
"Feby hilang ingatan?" Tanya Tania tidak percaya.
...See you next part👋...
...Kalo part nya garing? Komen ...
...Maaf gariiing😌😣...
...Kalo part nya seru? Komen...
...Kalo punya saran dan kritik? Komen...
...Kalo mau demo? Komen...
...Kalo mau mengusulkan cast? Komen...
...Kalo ada typo? Komen...
...D E S T I F A H I L A...
__ADS_1