
...Hallo🤗...
...HAPPYREADING💜...
...Jangan lupa vote, komen dan follow. ...
...Biar Ramadannya penuh berkah😅...
Pelajaran seni budaya sedang berlangsung sekarang. Feby tidak terlalu memperhatikan pak koko karena lebih fokus melihat wajahnya yang lebam di camera ponselnya. Bogeman Jovan sangat tidak manusiawi, tapi pukulan Feby juga tidak bisa di remehkan.
"Rin..kariin." Bisik Feby kepada Karin yang duduk di depannya.
Karin membalikkan tubuhnya menghadap Feby "Apa?" Tanya Karin.
"Sebenarnya gue dulu sejahat apa sih sama Tania?" Tanya Feby tiba-tiba.
Karin terdiam mendengar pertanyaan Feby "Aku gak tahu pasti tapi yang pernah aku lihat, kamu dulu pernah hampir membuat Tania jatuh dari tangga." Jawab Karin ragu.
Feby terkejut mendengar jawaban dari Karin. Apa dulu Feby sejahat itu kepada Tania? Atau ada sesuatu yang mereka permasalahkan? Pikir Feby.
"Itu doang? Atau masih ada lagi?" Tanya Feby.
"Emm... Dulu kamu pernah menampar Tania di hadapan semua orang termasuk di hadapan Jovan, setahu aku sih cuma itu." Jawab Karin.
"Woah, kayanya masalahnya cukup rumit. Pantas aja si bujang lapuk benci amat sama gue." Batin Feby.
"HEI KAMU YANG DI BELAKANG, PERHATIIN BAPAK! JANGAN NGOBROL TERUS." Teriak pak Koko kepada Feby dan Karin.
Feby yang merasa terpanggil ia hanya tersenyum malu kepada pak koko "Maaf pak." Ucap Feby sopan.
Bel surgawi sudah berbunyi, membuat orang-orang yang lelahnya dengan materi bisa terhenti. Feby menguap lega seraya melepaskan kantuknya.
Tania menghampiri Feby yang sedang duduk manja di atas meja bersama Nanda dan Rifki.
"Bisa kita bicara?" Tanya Tania kepada Feby.
Feby celingak-celinguk memastikan kalau Tania sedang tidak mengajaknya berbicara.
"Gue ngomong sama lo," Ucap Tania lagi kepada Feby.
Feby menunjuk dirinya "Sama gue?" Tanya Feby memastikan.
"Iya." Jawab Tania.
"Ada apa?" Tanya Feby penasaran karena Tania mengajaknya bicara lagi.
"Gak enak ngomong disini." Ucap Tania.
Feby mengerti apa yang dikatakan tania, lalu ia pun meminta izin kepada dua temannya itu untuk pergi sebentar.
"Bro, gue pergi dulu pemirsa jangan kemana-mana." Ucap Feby kepada Nanda dan Rifki.
•••
Jovan saat ini sedang ngadem di dekat rofftop Garden. Ia terbaring dengan khidmat sambil mengemil permen loli. Jovan menutup matanya hendak tertidur tapi aksinya terhenti karena mendengar seseorang yang sedang berbincang-bincang.
Feby dan Tania sekarang sedang berada di rofftop sekolah.
"Ada apa?" Tanya Feby masih penasaran.
"Lo masih hilang ingatan?" Tanya Tania serius.
Feby ngangguk "Iya." Jawab Feby.
__ADS_1
"Eh bentar deh, gue mau tanya sama lo! Waktu itu emang gue pernah nampar lo di gudang ya? Setahu gue sih, gue gak pernah." Tanya Feby penuh selidik.
Tania memalingkan wajahnya menatap Feby "Memang, lo gak pernah lakukan itu." Jawab Tania santai.
"Tapi kalau belu.." Ucapan Feby terpotong karena Tania memotong ucapannya.
"Gue dulu di ancam Chelsea, jadi gue nuduh lo." Ucap Tania memandang lurus kedepan tanpa melirik Feby sedikit pun.
"Chelsea bully lo juga?" Tanya Feby.
"Itu dulu! sekarang enggak, waktu gue denger lo berantem di kantin sama Jovan karena gue, gue di situ mulai belajar bela diri agar gue gak di ancam Chelsea dan gak ngorbanin lo lagi."
"Dan sekarang Chelsea sudah gak gangguin gue lagi tapi.. Gue tetap bersalah sama lo." Lanjut Tania.
"Bersalah kenapa? Lo di ancam Chelsea kan? Gue juga udah ngerti." Ucap Feby.
"Se..sebenarnya gue yang udah buat lo di benci sama Jovan." Ucap Tania gugup.
"Gue tahu! Si Jovan bucin banget sama lo jadi maklum kalau si Jovan benci sama gue karena dia menganggap gue udah nyakitin lo." Jawab Feby masih santai.
"Lo suka sama Jovan? Kalo lo suka kenapa lo gak jadian? Gara-gara hal itu, si Jovan terus gangguin gue karena dia berpikir kalau gue sudah ngebuat dia gagal nembak lo." Lanjut Feby berkata.
Tania menggelengkan kepalanya "Gue gak suka sama Jovan.. Jadi waktu itu gue buat surat cinta atas nama lo, agar gue punya alasan untuk menolak Jovan." Ucap Tania bergetar.
Feby terkejut mendengar ucapan Tania "Apa? Jadi lo yang buat surat cinta itu? Kenapa lo lakukan itu? Apa salah gue? Apa lo tahu kalau surat itu bikin nama gue tercoreng?" Tanya Feby tidak santai.
"Gue tahu tapi.. gak ada pilihan lagi! Gue gak suka sama Jovan tapi dia terus ngejar gue bahkan sampe sekarang! Lagian gue dulu lagi kesal sama lo jadi gue korbanin nama lo." Jawab Tania menutup telinganya dengan kedua tangannya.
"Lo kalau gak suka sama Jovan bilang dari awal! Jangan jahat kesemua orang! Lo udah ngorbanin nama gue dan lo udah bikin Jovan.. Maksud gue, gue gak peduli lo suka atau nggak sama Jovan tapi.. Kenapa harus gue yang lo jadiin alasan? Sekarang gue harus gimana untuk jelasin kesalahpahaman ini? Si Jovan udah unlimited benci sama gue!" Ucap Feby bingung sendiri.
"Gue tanya sama lo! Lo kenapa nyomblangin nama gue?" Tanya Feby.
"Dulu gue kesal sama lo karena lo terus-terusan jauhin gue." Jawab Tania membuat Feby semakin bingung.
"Karena gue dulu mau laporin Lauda ke balai pendidikan, lo jadi benci sama gue dan lo juga hampir buat gue jatuh dari tangga." Jawab Tania semakin membuat Feby bingung.
"Kenapa jadi Lauda? Ada apa dengan Lauda?" Tanya Feby dengan pikiran sudah terkalut kebingungan.
"Gue lupa lo masih hilang ingatan." Gumam Tania.
"Karena lo masih hilang ingatan jadi gue kasih tahu rahasia besar antara lo sama Lauda." Ucap Tania membuat jiwa penasaran Feby menjadi terguncang.
"Lauda? Emang gue ada rahasia apa sama Lauda?" Tanya Feby semakin di buat penasaran.
"Nilai milik lo selalu di tukar dengan nilai milik Lauda! Lo beneran gak ingat? Bahkan itu terjadi sejak awal lo masuk sekolah." Jawab Tania yang berhasil membuat Feby terbungkam.
"A..apa? Ni..nilai gue di tukar?" Tanya Feby memastikan lagi.
"Kenapa bisa begitu?" Tanya Feby tapi perasaan aneh seketika muncul di dadanya.
"Gue gak tahu alasannya apa tapi yang terpenting lo harus tahu kalau Lauda sudah nyuri nilai lo." Jawab Tania.
Feby memegangi dadanya yang terasa sesak lalu ia terduduk di dekat pagar penyangga "Waktu lo sebut nama Lauda entah kenapa dada gue tiba-tiba menjadi sesak." Ucap Feby masih memegang dadanya.
"Mungkin lo bakl nginget sesuatu." Ucap Tania ikutan duduk di sebelah Feby.
"Sebentar jantung gue lagi dugem, jangan dulu ngomong." Ucap Feby kepada Tania.
Setelah dadanya tidak terasa sesak lagi Feby melanjutkan pembicaraannya dengan Tania.
"Lo tahu apa aja tentang masalah gue?" Tanya Feby kepada Tania.
"Hm...lo tau siapa yang ngirim pesan sama lo?" Tanya Tania, Feby menggeleng sebagai jawaban.
__ADS_1
"Itu gue dan juga semua guru yang ada di sini sudah di bayar oleh Kakek Lauda, jadi itu sebabnya gue bilang sama lo agar tidak percaya orang-orang di sini termasuk pak Jaya, dia bisa saja nuduh gue karena dulu gue pernah fitnah lo." Jawab Tania panjang lebar.
"Astaga konspirasi apalagi ini? Kenapa anak ini punya banyak masalah?" Batin Feby ingin menangis.
"Semua guru?" Tanya Feby masih shock.
"Maksud gue bukan semua guru tapi guru yang ngajar di kelas kita saja, tapi lo juga gak harus curiga sama pak Jaya soalnya dia masih baru ngajar di sekolah sini." Jawab Tania.
"The best nih masalah si Feby! Gue harus ngadu sama Kanjeng Rena." Batin Feby.
"Kakek Lauda siapa?" Tanya Feby.
"Natno." Jawab Tania lagi-lagi membuat Feby terkejut.
"Dugaan gue ternyata benar! Mana mungkin ada orang yang mau ngebiayain sekolah gue tanpa ada niat tertentu." Batin Feby.
"Teru.."
"Gue gak boleh telat makan, gue pergi dulu. Satu hal lagi gue minta maaf karena udah nyomblangin nama lo." Ucap Tania seraya pergi dari sana.
Feby masih terdiam sambil melihat kepergian Tania. Feby berpikir kalau Tania adalah salah satu pelaku bullying terhadap dirinya tapi ternyata dugaannya salah, Tania juga sama-sama korban bullying.
"Sebenarnya masalah apa yang harus gue hadapi?" Gumam Feby kesal.
Situasi ini sangat membuat Feby kesal di tambah lagi ia tidak tahu permasalahan awalnya seperti apa. Tapi rasa kesalnya tiba-tiba berubah menjadi rasa ingin ketawa saat melihat Jovan keluar dari persembunyiannya.
"Woah lo dari tadi disini? Berarti lo denger dong apa yang di bicarain gue sama Tania?" Tanya Feby terkejut sambil menahan tawanya.
"Lo denger kagak? Tania bilang dia gak suka sama lo jadi Tania nyomblangin nama gue agar dia punya alasan untuk nolak lo." Lanjut Feby.
"Apa menurut lo ini lucu?" Tanya Jovan datar seraya menatap sinis Feby.
"Astaga kenapa humor gue bertambah saat melihat lo sedih." Gumam feby.
"Ini lucu banget karena gue bisa lihat lo kecewa sama wanita yang lo bangga-banggain tapi gue juga merasa terbebani karena masalah gue." Jawab Feby menggaruk tengkuknya.
"Jadi bersemangatlah wahai diriku." Ucap Feby seraya pergi dari rofftop.
Jovan mendengar semua yang di bicarakan Tania dan Feby dari awal sampai akhir. Ada rasa kecewa dan sakit hati yang terbirit di hatinya saat Tania bilang kalau dirinya tidak menyukai Jovan, rasa kecewanya kian bertambah kala Jovan mendengar kalau Tania yang mengorbankan Feby untuk di jadikan alasan untuk menolaknya. Tapi ada satu hal yang membuat Jovan terkejut yaitu tentang masalah Feby.
...setiap chapter pasti ada yang seru ada juga yang tidak jadi maapin kalo part ini garing👍...
...Kalo part nya seru? Komen...
...Kalo punya saran dan kritik? Komen...
...Kalo mau demo? Komen...
...Kalo mau mengusulkan cast? Komen...
...Kalo ada typo? Komen...
...SHIPPER VENUS MANA SUARANYA?...
...SHIPPER BENUA MANA SUARANYA?...
...SHIPPER JOVANKA MANA SUARANYA?...
...PENDUKUNG TRIO GEN MANA SUARANYA?...
...Ig. @destifahila...
...D E S T I F A H I L A...
__ADS_1