BACK YOUNG

BACK YOUNG
8. kibarkan benderamu


__ADS_3

...hallo 🤗...


Sekarang Feby dan Hani sudah berada di rumah Hani, Feby tidak langsung pulang ke rumahnya karena ada sesuatu yang penting harus di bicarakan dengan Hani.


Sedangkan Hani sekarang bolos masuk kerja karena desakan dari Feby agar tidak masuk kerja, Feby sekarang sedang memakan cemilan dengan santai, kaki di atas meja dan wajah di tempeli masker.


“Ternyata jadi muda lagi gak buruk juga ya?” Ucap Feby kepada Hani, Hani juga sedang memakan cemilan dan memakai masker wajah.


“Aku nggak tahu, karena aku belum tua.” Jawab Hani pelan-pelan agar maskernya tidak retak.


“Eh tadi lo bilang sama gue, gak sudi temenan sama gue, memangnya kenapa sih?” Tanya Feby penasaran.


“Oh itu, kata orang sih Feby itu selalu mencari orang untuk menjadi target bully.” Jawab Hani.


“Kagak nyambung loh! gue kan korban bullying disini kenapa gue yang cari target buat di bully?” Tanya Feby tidak mengerti.


“Karena jika ada orang yang berbicara atau menemani Feby orang itu akan ikut kena bully” jelas Hani


“Tapi kalo nanti di sekolah gue gimana dong? Masa gue luntang-lantung sendiri?” ucap  Zolla tidak terima kalau dirinya harus sendiri


“Kan nanti ada aku yang nemenin ” jawab Hani sambil memakan cemilan


“Tapi lo nggak takut di bullykan?” tanya Zolla sedikit penasaran


“Masa iya seorang Zolla Carllet akan diam kalau di bully” jawab Hani di selingi tawaan


“Emangnya siapa yang bully gue?”  tanya Zolla lebih penasaran dengan orang yang suka membully-nya


“Chelsea lah siapa lagi” jawab Hani sambil rebahan


“Oh si porenges itu? Dikira dirinya kuat kali ya? Emang dia orang yang berpengaruh di sekolah? ” tanya Zolla


“Dia itu most wanted di sekolah, kalo soal berpengaruh atau tidak aku nggak tahu, banyak orang yang bilang kalau dia itu teman Natalia ratu sekolah” jawab Hani


“Wah gila bener jadi ratu, nanti kalo gue sekolah terus bertemu dia, masa iya gue harus bilang ratu Natalian sih?”  jawab Zolla


“nggak gitu juga konsepnya, kalau kakak bertemu dia ya, lewat aja jangan di sapa toh dia gak akan kenal kakak kan?” ucap Hani


“Eh tadi kakak bilang punya adik laki-laki, gimana ganteng gak?” tanya Hani penasaran, Hani suka bucin kalo sama laki-laki apalagi kalau lelaki itu ganteng


“WUUUWW GILA ADIK GUE GANTENG BANGEEETT, KALO LO GAK PERCAYA LO BISA IKUT GUE BESOK! AH SUMPAH! GUE HARUS BENER-BENER JADIKAN DIA FAKBOY TITIK” teriak Zolla saking semangatnya kalau sudah membicarakan adiknya


“DAEBAK! pokonya kakak besok harus nepatin janji untuk bawa aku kerumah baru  kakak” Jawan Hani tak kalah heboh


“AAAAA” teriak mereka berdua sambil berpelukan, tanda kalau mereka sedang bahagia


Skip..


Zolla dan Hani sudah beres maskeran, kini mereka sedang dalam perjalanan ketempat Bu Rena, Zolla tadi memaksa Hani untuk ikut kerumah Bu Rena, jarak dari tempat Hani ke rumah Bu Rena sangatlah jauh apalagi jarak dari rumah Feby


Mereka sekarang sedang berada di atas motor,Hani menjalankan motornya tidak terlalu kenceng dan juga Zolla sudah menganti pakaiannya dengan pakaian yang Zolla pinjam dari Hani


Zolla mencopot sepatunya dan berlaga seperti seorang vloger, tentu saja Hani ketawa melihat tingkah laku Zolla

__ADS_1


“WELLKOMBEK GAYS! KITA SEKARANG SEDANG MAU KERUMAH JUNJON MAMA, KATA IBU SURI SAYA AKAN DI JADIKAN SELIR KERAJAN” teriak Zolla berlagak seperti vloger, tak luput banyak orang yang melihat kearah Zolla


“SELIT KERAJAAN TELAH MEMITNAH HAMBA BERBUAT KEJI, JADI HATI SAYA MERASA SAKIT BAGAIKAN DIIRIS TIPIS, DI CINCANG-CINCANG DAN DI GORENG DADAKN” sahut Hani tak kalah dengan Zolla, dan kini mereka menjadi pusat perhatian


Dari tadi mereka terus berteriak koar-koar di tengah padatnya jalanan


“EUY! JANG ABDUL” teriak Zolla kepada lelaki yang sedang makan di pinggir jalan, lelaki itupun tersenyum dan melambaikan tangan kepada Zolla dengan senang hati Zolla melambaikan balik tangannya


“GILA GAYS KITA JADI JAMET, HANI LO FOKUS AJA NYETIR JANGAN KAWER SAMA SUARA GUE, SEBENTAR LAGI KITA SAMPAI DI KEDIAMAN JUNJON MAMA” teriak Zolla tak lupa dengan sepatunya yang menjadi kamera


Setelah sekian lamanya di perjalanan akhirnya mereka sudah sampai di depan rumah pintu ibu Rena


“ASAMMUALIKUM IBUU OH IBUU” teriak Zolla saat di depan pintu, tak lama kemudian pintu pun terbuka, menampilkan wajah Bu Rena yang sedang memakai masker wajah


Sebenarnya Bu Rena bisa di katakan masih rada muda karena umurnya baru 46 tahun belum tua, Bu Rena hidup sebatang kara dan bekerja menjadi penjahit untuk memenuhi semua kebutuhannya tapi semenjak adanya Zolla di kehidupan Bu Rani, hidup Bu Rani sudah berbuah ia sekarang sudah membuka toko sembako, jadi ia tak perlu repot-repot untuk menjahit pakaian lagi.


”JUNJON MAMA” ucap keduanya sambil membungkukkan badannya, mereka sudah janjian tadi untuk melakukan hal itu kepada Rena


“Eeh, kalian lagi apa?” tanya Rena karena terkejut melihat mereka berdua membungkukkan badannya


Rena menautkan alisnya karena tidak mengenali sosok di sebelah Hani


“Hani? Ada apa? Apa dia teman kamu?” tanya Bu Rena penasaran


Tapi sebelum Hani menjawab Rena sudah menyuruh mereka masuk terlebih dahulu


Rena sudah membersihkan wajahnya dan kini mereka sudah duduk di kursi masing-masing di depannya ada meja bundar dan tiga gelas berwarna warni


Rena menatap tajam kearah Feby sambil meminum tehnya, di sisi lain Feby juga melakukan hal yang sama kepada Rena cuma bedanya Feby meminum kopi bukan teh, dari tadi Hani hanya melihat celongo kearah mereka, Hani sudah mengatakan kebenaran tentang Zolla kepada Rena, tentu saja Rena tidak percaya dengan ucapan Hani


Suara gelas di letakan dengan kasar di atas meja bundar, Hani yang sedang kosong pikiran mendadak terkejut dengan suara itu


“Jadi apa buktinya kalau kamu Zolla”  ucap Rena memecahkan keheningan


“Haduh ibu ibu..hutffffff fff bukti apalagi sih yang harus aku katakan? Tentang black card udah, tentang cafe juga udah, harus tentang apalagi sih? Masa aku harus katakan kalau Bu Rena suka sama mang Abdul? ” ucap Zolla


“Saya nggak kenal siapa itu Abdul, soal cafe atau black card bisa jadi kamu penipu yang mengatas namakan zolla kan?” Tanya Rena yang membuat hani juga merasakan kecurigaan kepada feby


“Oke ini adalah ronde terakhir kalau ibu gak percaya, ya harus percaya karena saya adalah zolla, saat pertama kali kita bertemu waktu itu malam hari terus ibu mengobati tangan saya, terus saya nyanyi sebatang pohon daunnya rimbun” jawab zolla sejelas-jelasnya


Rena sangat terkejut dengan ucapan feby karena menurutnya yang di ucapkan feby sangat akurat dengan kejadian waktu itu


“Kamu beneran zolla kan?” Tanya Rena memastikan


“sanes Nikita Willi iyeu mah” jawab zolla dengan logat sunda


“WAHH! DAEBAK! kamu Zolla? Tapi bagaimana bisa kamu berada di tubuh orang ini?” tanya Rena sangat penasaran


“Itu yang saya nggak ngerti Bu, kalo saya terbangun menjadi Selena Gomez saya pasti seneng, eh btw di tubuh ini aku juga seneng kok, cuma aku adalah korban bully ” jawab


Zolla dengan riang gembira


“tapi masih aman kan? Maksudnya tubuh kamu tidak ada yang terluka gitu? Kamu kan korban bully ” Tanya Rena kepada zolla

__ADS_1


“Nggak tahu belum saya cek, tapi aku merasa baik-baik aja kok, cuma..aku merasa kasihan dengan keluarga Feby” jawab zolla menggantung


“Kasihan kenapa? Apa dia anak broken home?” Tanya Rena menjadi lebih penasaran, dari tadi Hani hanya mendengarkan meskipun sesekali merasa kantuk


“Keluarga aku yang sekarang miskin, bahkan rumahnya aja sudah kumuh, ayah dan ibu juga tidak pernah cuti  bekerja, Dan anehnya lagi mereka menyekokahkan aku di sekolah elit mereka kan sudah tahu kalau perekonomian mereka kurang tapi masih aja menyekokahkan ku di tempat elit”  jawab Zolla merasa kesal


“Apa sebaiknya kamu mencari tahu dulu tentang Feby? Eh ralat sekarang kan tubuh Feby sudah jadi milik kamu, jadi itu sudah tugas kamu untuk mencari tahu tentang dirimu” ucap Rena


“Iya aku juga ingin mencari tahu tapi di bantu kalian, eh tadi aku sempat berbicara kepada teman sekelas aku, dia bilang kalau aku sebenarnya pintar tapi di sembunyiin, terus dia bilang gini apa karena dia? Sumpah aku nggak ngerti lagi sama ini tubuh kenapa bsnyak sekali rahasia”  ucao Zolla merasa lelah dengan tubuhnya yang sekarang


“Aduh geus rupi-rupi masalah teh nya?” sahut Rena, membuat Hani dan Zolla ketawa


“Eh ibu bisa nggak jangan ketawa disaat kayak begini? Aku lagi termernung nih” ucao Zolla merasa kesal dengan bu Rena


“Bu Rena cosplay Kak Zolla deh kalo ngomong” ucap Hani di selingi tawaan


“Siapa dulu dong? Cess?” uacp bu Rena sambil tos kepada Zolla


“eh Bu Rena tau gak kalau kak Zolla yang sekarang punya adik cowok?” ucao Hani kembali bersemangat


Mendengar kata cowok bu Rena sangat bersemangat  setelah itu ia langsung meminum habis tehnya dan kembali bercengkrama


“Adiknya ganteng gak? Kalo ganteng boleh dong kasih lihat bu Rena ” ucap bu Rena manis sambil menyelipkan rambutnya kedaun telinganya


“Jangan di tanya kalo soal kegantengan adek aku Bu, aku saja sampai cenat-cenut tiap lihat dia” jawab Zolla mengubah posisi duduknya


“Kalo begitu sekarang sudah ada tiga bendera yang harus kamu kibarkan!” ucap Rena tegas


Hani dan Zolla bingung dengan maksud perkataan Bu Rena


“Maksudnya?” Tanya mereka versus


“Bendera satu! Kamu harus mengubah kehidupan kamu ataupun keluarganya


Bendera kedua! Kamu harus mencari jati diri kamu


Dan bendera yang ketiga! Kamu harus membujuk agar adikmu menjadi fakboy atau kalau nggak fakboy ubah dia menjadi seseorang yang populer di sekolahnya” jelas Rena dengan tegas


“Serius deh aku juga kepikiran agar adik aku menjadi fakboy ” ucao Zolla bersemangat


“Ya itu pokonya kamu harus buat adek kamu jadi seseorang yang wahh gitu ” jawab Rena kembali meyakinkan Zolla


Hari sudah menjelang malam, Zolla sudah menguhubngi keluarganya kalau dia akan menginap di rumah teman begitupun dengan Hani


Awalnya Zolla dan Hani tidak akan menginap di rumah Bu Rena tapi karena hari sudah gelap jadi mereka putuskan untuk menginap, sekalian numpang makan


...See you next part...


...Bade lanju moal?🕵...


...Gimana part ini? Garing ya? Hehe ...


...Ayem sorry kalo garing, ni pikirannya sedang nggak bersahabat ...

__ADS_1


... ...


... ...


__ADS_2