
...Hallo🤗...
...“Kenapa bu?” Tanya Feby terkejut saat Rena ngerem mendadak....
“Tadi ada kucing lewat.” Jawab Rena membuat Feby cengo.
“Aku kira ibu terkejut karena mendengar ucapanku tadi.” Ucap Feby.
“Itu juga termasuk kedalam daftar keterkejutan ibu.” Ucap Rena seraya menjalankan kembali mobilnya.
“Jadi gimana sekarang?” Lanjut Rena bertanya.
“Gimana apanya?” Tanya Feby tidak mengerti.
“Ya itu, tentang surat cinta yang tadi kamu bilang.” Ujar Rena.
“Oh itu.. Iya aku ingin menyelidiki siapa yang nulis surat itu tapi banyak orang bilang kalau surat itu di buat oleh Chelsea.” Jawab Feby menjelaskan.
“Chelsea? Chelsea siapa?” Tanya Rena tidak tahu.
“Orang yang sering ganggu aku.” Jawab Feby.
“Ibu kan sudah pernah bilang sama kamu untuk mencari tahu masalah kamu, apa sekarang kamu sudah mencari tahu?” Tanya Rena.
“Belum tapi aku sudah memiliki beberapa hal yang janggal.” Jawab Feby membuat Rena penasaran.
“Janggal gimana maksud kamu?” Tanya Rena penasaran.
“Pertama tentang awal mulanya aku di bully, kedua tentang aku sekolah yang di bayarin oleh pak Natno, ketiga tentang aku yang pernah di tuduh sama Tania, keempat tentang aku sebenarnya adalah orang pintar, kelima tentang surat cinta untuk si Jovan dan yang terakhir tentang diary laknat itu, menurut ibu kenapa masalah itu bisa terjadi di kehidupan aku?”
“Mungkin karena kamu cantik? Baik? Atau mungkin karena kamu banyak di cintai para lelaki?” Jawab Rena.
“Cantik? Baru pertama kali aku dengar seseorang nyebut aku cantik.” Gumam Feby malu-malu.
“Bener loh wajah Feby cantik, kulitnya masih bersih belum tercemar dengan krim berbahan kimia.” Ujar Rena memuji Feby.
“Tapi hatinya sudah tercemar roh jahat, ibu jangan tertipu dengan wajah Feby yang imut, lucu, lembut in! Sebenarnya Feby itu orang yang minus ahlaq.” Ucap Feby.
“Maksud kamu?” Tanya Rena tidak mengerti.
“Entah apa maksudnya aku barter nyawa dengan Feby tapi aku sangat membenci feby, aku kira masalah Feby cuma di sekolah tapi, ibu dengerin ya masa dia nulis kalau dia itu benci sama orang tuanya sendiri? Udah gitu dia nulis tentang dirinya yang sad girl.” Jelas Feby.
“Nulis di buku diary itu??” Tanya Rena semakin penasaran.
“Iya di diary miliknya, dia juga nulis kalau dirinya sangat membenci wanita itu, gak tahu deh siapa wanita itu.” Jawab Feby.
Rena tampak berpikir dengan perkataan Feby barusan “Apa kamu tidak curiga kalau wanita itu adalah chelsea? Atau mungkin si tania?” Ujar Rena.
“Bisa jadi juga sih mereka, tapi meskipun begitu sebaiknya dia gak bawa-bawa orang tuanya ke dalam lingkaran kebenciannya.” Ucap Feby tidak kalem.
“Daripada kamu marah-marah mending kita beli kacamata dulu.” Ucap Rena seraya memberhentikan mobilnya di depan toko kacamata.
...•••...
Para murid 12 IPA, sekarang di hebohkan dengan nilai ulangan Bu Tian sudah di umumkan, biasanya Tania akan mendapatkan nilai tertinggi di tapi nyatanya sekarang yang dapat nilai tertinggi adalah Lauda, sedangkan Feby ia sudah biasa menyandang nilai paling kecil.
Tania tampak kesal dengan kertas yang terpajang jelas di mading, ia mengira kalau dirinya akan mendapatkan nilai tertinggi.
“Lauda?” Gumam Tania sinis.
"Apa lo masih mencuri nilainya?" Batin Tania bertanya.
Tak lama setelah itu Lauda datang dengan gaya anggunnya, ia menjadi perhatian seluruh umat yang ada di sana termasuk Tania yang juga melihatnya.
“Gue gak percaya kalau gue akan dapat nilai tertinggi.” Gumam Lauda senang.
Tania melirik sinis kearah Lauda “Hasil nyuri aja bangga.” Gumam Tania tapi masih bisa di dengar oleh Lauda.
Wajah Lauda yang semula sumringah kini mendadak masam setelah mendengar celotehan Tania.
“Apa lo bilang?” Tanya Lauda tidak mengerti.
“Apa lo tidak suka kalau gue dapat nilai tertinggi? Sampai lo nuduh gue nyurin nilai?” Lanjut Lauda bertanya.Â
“Tidak! Gue tidak bilang apa-apa, selamat lo telah dapat nilai tertinggi.” Jawab Tania tersenyum, setelah itu ia pergi dari hadapan Lauda.
"Pengecut!" Batin Lauda.
__ADS_1
“Wahh Lauda gue gak nyangka lo akan dapat nilai tertinggi di angkatan kelas 12 IPA.” Ucap Aldo entah dari mana datangnya.
Lauda tersenyum “Makasih.” Ucapnya.
“Wah si Feby ternyata oon juga ya?” Ucap Reza saat melihat nilai Feby paling kecil.
Venus dan Benua langsung melihat nilai Feby, mereka terkejut karena melihat nilainya yang di bawah kkm.
"Sebenernya tipe gue adalah gadis pintar,tapi karena lo Feby gak apa-apa lah." Batin Benua terkekeh.
"Gue kira lo pintar." Batin Venus.
“Udah jahat bodo lagi, cih!” Seru Jovan tidak suka.
“Kata siapa Feby jahat? Feby tidak jahat kok dia baik, malahan dia yang sering jadi korban kekerasan Chelsea.” Ucap Lauda membela Feby.
“Lo denger tuh Van! Bukan si Feby yang jahat tapi si Chelsea, lo jangan asal ngejelekin orang lain.” Lanjut Benua bersuara.
Jovan tersenyum sinis “Kalian ngomong kayak gitu karena kalian belum melihat Feby yang asli! Gue udah pernah lihat dia nyerang Tania di depan mata gue sendiri!” Jawab Jovan tidak terbantah, seraya meninggalkan tempat tersebut.
“Ck ck ck! Emang susah kalau udah bucin.” Ucap Reza menggelengkan-gelengkan kepala.
Sementara itu Venus semakin di buat tertarik untuk mencampuri hidup Feby, ia merasa ada ketertarikan tersendiri yang mendorongnya untuk mencari tahu tentang masalah feby.
"Semakin menarik." Batin Venus menyeringai.
...•••...
Setelah berjam-jam Feby dan Rena berbelanja, akhirnya mereka sudah selesai dan sekarang mereka sudah berada di mobil.
“Bu nanti kita jemput Hani sekolah ya?” Ucap Feby.
“Ayo, Ibu juga tidak keberatan.” Jawab Rena tersenyum.
“Ah bener juga, ibu ternyata aku masih hidup, kemarin aku mengunjungi rumah sakit dan aku ada disana di ruang ICU, tapi aku koma.” Ucap Feby membuat Rena terkejut.
“Beneran? Kamu masih hidup? Ibu seneng dengarnya, ibu kira ibu gak akan pernah bertemu kamu lagi.” Ucap Rena dengan mata yang berkaca-kaca.
“Terus bagaimana dengan keluarga kamu? Apa mereka masih tidak peduli?” Tanya Rena.
“Aku gak tahu apa mereka peduli atau tidak, tapi saat aku ke sana Mama terlihat banyak menangis, aku pikir Mama sudah berubah semenjak aku kecelakaan tapi nyatanya dia masih sama.” Jelas Feby menggantung membuat Rena penasaran.
“Jiwaku memang Zolla ya, tapi tubuh aku Jennifer dun, nah kemarin aku kerumah sakit niatnya mau melihat kondisi aku tapi saat sampai di sana Mama Farida Somse banget sama aku, kayak orang yang judes gitu." Jawab Feby.
“Kemarin aku juga ketemu Bella di rumah sakit, aku sangat terkesima lihat Bella yang sekarang, dia berbicara menggunakan bahasa gaul lho Bu.” Ucap Feby kagum.
“Bukan saat nya kamu kagum dengan amoeba itu, kamu harus fokus dulu tentang masalah yang kamu hadapi supaya kamu bisa cepat keluar dari tubuh anak ini.” Ucap Rena menghentikan kekaguman Feby.
Tanpa di sadari, sekarang mereka sudah sampai di depan gerbang SMA Darmawangsa, Rena memberhentikan mobilnya di sebrang jalan.
Jarak dari tempat belanja tadi ke sekolah lumayan jauh, jadi saat mereka sampai di sekolah mereka hanya harus menunggu beberapa menit untuk menunggu kepulangan Hani.
“Bu aku butuh hp, nanti kita beli ya? Sekalian beli juga untuk ibu sama Hani.” Ucap Feby.
“Ibu gak usah, hp yang kamu belikan masih bagus kok, kamu aja yang beli.” Tolak Rena halus.
“Yaudah deh, eh tapi kalau ibu butuh sesuatu ibu bisa pake uang aku kok.” Ucap Feby lagi.
“Itu uang kamu, ibu tidak punya hak atas itu lagian ibu juga sekarang sudah dapat penghasilan dari toko toserba ibu.” Ucap Rena.
Saat mendengar toserba tiba-tiba Feby kepikiran tentang orangtuanya yang sekarang, ia berpikir untuk membuatkan toserba untuk kedua orang tuanya.
“Bu kalau aku buatkan toserba buat orangtua aku itu ide bagus gak?” Tanya Feby.
“Kamu mau buatkan mereka toko? Menurut ibu itu ide bagus, kalau mereka sudah punya toko sendiri jadi mereka tidak perlu kerja di tempat orang lain lagi.” Jawab Rena menyetujui perkataan Feby.
“Iya aku mau buatkan mereka toko supaya mereka tidak terlalu capek bekerja, ibu tahu sendiri mereka seperti tidak di izinin cuti.” Ucap Feby.
“Ibu akan dukung kamu, ibu setuju dengan apa yang kamu pikirkan.” Ucap Rena final.
“Apa bel pulang masih lama?” Lanjut Rena bertanya.
Feby melirik jam tangannya “Beberapa menit lagi.” Jawab Feby.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya orang yang ditunggu-tunggu sudah berjalan keluar gerbang, Rena dan Feby langsung keluar dari mobil sambil memakai kacamata hitamnya, semua orang yang ada disana langsung terkesima dengan dua orang turun dari mobil.
"Hati-hati ada vampir." Cibir siswa yang tidak berahlaq.
__ADS_1
"Awas kak nanti kebakar matahari."
"Ada tim uang kaget euy!"
Feby tertawa mendengar mereka yang mengolok-oloknya namun ia tahan karena harus menjaga image nya, terlebih lagi ia siswa di sekolah itu bisa bahaya kalau ketahuan.
“HANI?” Teriak Rena memanggil Hani.
Hani mendadak terdiam saat mendengar seseorang memanggil namanya, suaranya tidak asing tapi penampilan orangnya yang asing, ia merasakan hawa tidak sedap saat mendengar panggilan itu di tambah orang-orang yang ada disana membisik-bisik.
"Hani hebat juga ya bisa berurusan dengan orang kaya."
"Wah hot news, si Hani dapat bantuan uang kaget."
"Sepertinya mereka orang kaya."
Dengan hati yang was-was Hani mendekat kearah dua orang yang sedang berdiri di depan mobil.
“Ada apa?” Tanya Hani penuh selidik.
Rena membuka sedikit kacamatanya, betapa terkejutnya Hani saat melihat Rena, ia sudah berpikir kalau mereka adalah orang-orang jahat.
“Bu Rena? Aku pikir ibu siapa.” Ucap Hani terkejut.
“Apa ini kak Zolla?” Tanya Hani berbisik.
“Lebih baik kita masuk mobil sekarang.” Ucap Feby seraya membawa Hani masuk ke mobil.
Saat ini mereka bertiga sudah berada di dalam mobil, Feby dan Hani duduk di belakang, sedangkan Rena duduk di depan karena harus mengemudi, Rena menjalankan mobilnya ketempat yang Feby bilang tadi.
“Bu Rena bisa bawa mobil? ” Tanya Hani penasaran.
“Oh iya bener juga, baru ngeh kalau bu Rena mengemudi mobil.” Timbal Feby.
“Kalian jangan lupakan dengan masa lalu ibu yang pernah menjadi supir angkot.” Jawab Rena.
“Oh iya, kakak kenapa gak sekolah?” Tanya Hani kepada Feby.
Feby membuka kacamatanya dan memperlihatkan mata kirinya yang merah.
“Gara-gara si ajo Jo nih, mata gue jadi kayak Sasuke gini.” Jawab Feby kesal.
“Jovan maksudnya? Wahh bener-bener tuh orang ngajak ribut.” Seru Hani terbawa kesal.
“Gue orangnya gak terlalu mikirin masalah seperti ini jadi jangan khawatir.” Ucap Feby sangat rendah hati.
“Udah ya jangan ganggu dulu, gue mau BBM-an an.” Ucap Feby.
“Kakak udah punya BBM?”
“Katannya kamu gak punya HP.”
Ucap Hani dan Rena berbarengan.
“Bukan, aku kamu bobo-bobo manja.” Jawab Feby membuat kedua orang itu merasa ternistakan.
“Aku kira apaan.” Gumam Hani.
“Hani nanti kita bakal punya misi.” Ucap Rena.
“Misi apaan?” Tanya Hani tidak mengerti.
...See you next partđź‘‹...
...Maap banget kalau partnya garing🙏...
...Oh iya jika kalian bingung kenapa tidak ada cerita Rexton, cerita itu aku unpublis soalnya cerita itu sedang tahap revisi jadi nanti akan di updet ulang pas udah mah end...
...Kalo part nya garing? Komen ...
...Kalo part nya seru? Komen...
...Kalo punya saran dan kritik? Komen...
...Kalo mau demo? Komen...
...Kalo mau mengusulkan cast? Komen...
__ADS_1
...Kalo ada typo? Komen...
...[D E S T I F A H I L A]...