
...Halloš¤...
...HAPPY READING š...
Lagi-lagi Jovan tidak bisa tidur karena teringat dengan masalah Feby, ia merasa ada dorongan tersendiri untuk mengetahui lebih lanjut tentang masalah Feby.
"Kenapa akhir-akhir ini gue sering kepikiran Feby ya? Apa Feby guna-guna gue atau dia santet gue?" Gumam Jovan bangkit dari tidurnya.
Lalu Jovan beralih mengambil laptopnya yang berada di atas nakas, ia hendak membuka file dokumen milik papahnya, tapi lagi-lagi ia teringat Feby.
"Feby overdosis obat penenang, jadi dia hilang ingatan."
"Feby korban bullying paling sadis."
"Gila Feby udah jadi buronan Jovan."
Kata-kata itu terus terngiang-ngiang di pikirannya, ada rasa sakit saat Jovan mengingat kata itu, terlebih lagi kata itu di peruntukan untuk Feby.
"Ahkk! Kenapa lo bikin gue khawatir!" Gerutu Jovan langsung menyambar jaketnya dan segera keluar dari kamar, tapi sebelum Jovan keluar ia langsung tersadar.
"Kenapa gue khawatir? Apa yang gue khawatirin? Gak mungkin gue kepikiran Feby!" Gumam Jovan bingung sendiri, setelah itu ia kembali dan berbaring lagi di ranjang, tapi kata-kata yang tadi terngiang lagi di pikirannya.
"ARGHH!" Teriak Jovan kesal seraya membenamkan wajahnya di atas bantal.
"Feby overdosis obat penenang karena mau bunuh diri gara-gara di bully Chelsea."
Ilusi itu sukses membuat Jovan merindingĀ "Gak! Lo gak boleh bunuh diri! Gue gak akan biarin itu terjadi! Lo udah bagian dari hidup gue." Gumam Jovan langsung berdiri dari berbaring nya, sedetik itu ia langsung tersadar kembali.
"Gue kenapa sih? Ahkk! Kenapa gue jadi kayak orang gila gini? Siapa yang gue kawahtirin? Mau si Feby mati juga gue gak peduli!" Gumam Jovan seraya mengacak-acak kasar rambutnya.
"Jika kamu benci aku? Sakiti aku jangan hatiku karena di sana ada nama kamu."
Kata-kata yang pernah Feby ucapkan muncul kembali di dalam ingatan Jovan, tak bisa di pungkiri sekarang Jovan merasa gila karena memikirkan Feby.
Di satu sisi Jovan merasa risih karena memikirkan Feby dan di satu sisi lagi ia menghawatirkan keadaan Feby, entah kenapa ia merasa kalau Feby sedang tidak aman.
"Apa lo baik-baik saja? Apa ada orang ganggu lo? Berhenti buat gue khawatir!" Gerutu Jovan bermaksud kepada Feby.
"Sadar Jo! Feby itu musuh lo, harusnya lo seneng kalau si Feby celaka." Ucap Jovan berbicara kepada dirinya seraya menepuk-nepuk pipinya.
"Tapi itu dulu, sekarang udah beda genre." Gumam Jovan. Lagi-lagi Jovan tersadar dengan apa yang di katakan nya barusan.
"Mau sekarang ataupun dulu, Feby tetep musuh lo, mau sampai kapanpun!" Gumam Jovan lagi.
"Tapi gue khawatir sama Feby!" Gumamnya lagi, kali ini Jovan memilih keluar untuk melihat langsung keadaan Feby.
Saat ini Jovan di buat tambah bingung karena niatnya ingin menemui Feby setelah itu ia menanyakan kabarnya, tapi semua itu terhambat karena ia tidak tahu dimana Feby tinggal.
"Sebenarnya gue masih bingung kenapa sikap gue terus berubah-ubah sama lo." Gumam Jovan sambil menjalankan motornya dengan kecepatan di atas rata-rata.
"Gue benci sama lo, tapi gue juga khawatir kalo lo kenapa-kenapa, bahkan gue gak rela jika ada orang lain yang deket sama lo selain gue." Gumam Jovan.
__ADS_1
"why is that? what's wrong with me? Am I crazy because of you? kenapa bisa gitu? ada apa dengan diri gue? apa gue udah gila karena lo?" Batin Jovan merasa bingung sendiri.
"Apa lo bisa hilang dari pikiran gue? Gue gak sanggup kalo terus ngingat wajah lo, rasanya gue hampir mati karena rindu!"
"Lo itu musuh gue! Gak seharusnya lo terus bergentayangan di otak gue! Kalau lo begini terus gue bisa ruqyah lo!" Keluh Jovan seraya memelankan laju motornya.
ā¢ā¢ā¢
Benua sangat terkejut saat mengetahui kalau Feby mempunyai masalah serumit itu, jika saja Benua mengetahui hal ini lebih dulu, ia pasti sudah membantu Feby lebih awal. Benua mengetahui masalah Feby ini dari Reza, dan Reza mengetahui informasi ini dari Venus.
"Apa yang harus gue lakuin buat bantu masalah lo?" Gumam Benua bingung sendiri.
Benua tidak tahu harus berbuat apa, menurutnya masalah seperti ini harus di selesaikan secara tuntas dan jelas agar tidak berkepanjangan. Tapi ia juga tidak tahu harus membantu dari segi mananya? Saat mendengar masalahnya saja sudah membuat kepala Benua sakit.
"Bagaimana bisa lo bertahan di dunia yang kejam ini seorang diri? Harusnya lo jadi pacar gue biar masalah lo bisa di bagi!" Gumam Benua seraya melihat langit gelapnya langit malam.
"Siapa pak Natno itu? Baru kali ini gue denger nama Natno." Gumamnya lagi.
Saat Benua sedang termerenung seraya melihat gelapnya langit, tiba-tiba Reza menelponnya.
...***...
..."Ada apa?"...
...Tanya Benua, kepada Reza yang berada di sebrang sana....
..."Gosip baru, sebenarnya ini sih bukan gosip baru tapi karena lo belum tahu jadi gue sebutnya gosip baru."...
..."Emangnya gosip apaan?"...
...Tanya Benua sangat penasaran....
..."Lo tahu kenapa si Feby agak-agak berubah gak seperti dulu?" ...
...Tanya Reza membuat Benua tidak mengerti lagi....
..."Biasa aja, gue baru kenal Feby kemarin-kemarin jadi gue gak tahu sikap Feby yang dulu."...
...Jawab Benua santai....
..."Lo tahu gak kalau si Feby hilang ingatan? Si Feby pernah OD bro! OD obat penenang."...
...Ucap Reza membuat Benua langsung terdiam membisu....
..."Hallo? Ben?"...
...Ucap Reza tapi tidak ada jawaban dari Benua....
..."Hall.."...
...Ucapan Reza terpotong karena Benua langsung mematikan sambungannya....
__ADS_1
...Tut...
...***...
"Apa? Apa jangan-jangan lo mau bunuh diri? Gara-gara masalah sama si Natno?" Gumam Benua sudah tidak karuan lagi.
"Argh! Kenapa lo selalu buat gue khawatir!" Gerutu Benua langsung lari keluar dari kamarnya.
Benua berlari menuju garasi untuk mengambil mobil, setelah Benua memasuki mobil, ia langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Benua sangat khawatir dengan keadaan Feby sekarang, ia sangat takut jika Feby akan melakukan hal nekat lagi.
"Anjing! Siapa si Natno brengsek itu?" Gerutu Benua seraya memukul stir mobilnya.
"Kenapa dia ganggu cewek gue? Apa yang dia mau?" Gerutunya lagi karena sudah terbawa suasana.
"Why? Gara-gara lo cewek gue hampir mati! Sebenarnya lo itu siapa? Apa lo punya masalah sama Feby?" Lagi-lagi Benua menggerutu karena tidak bisa menahan kesalnya.
"Untung aja cewek gue selamat, kalau kagak, gue pasti udah nuntut lo!" Gerutu Benua seraya menambah kecepatan mobilnya.
"ARGH! Natno brengsek!" Gerutu Benua tidak santai.
Benua keluar rumah untuk menemui Feby, tapi Benua baru sadar kalau ia tidak mengetahui alamat Feby ataupun rumah Feby, oleh karena itu Benua hanya mengendarai mobil untuk menghilangkan stress.
...TBC...
...setiap chapter pasti ada yang seru ada juga yang tidak jadi maapin kalo part ini garingš...
...Kalo part nya seru? Komen...
...Kalo punya saran dan kritik? Komen...
...Kalo mau demo? Komen...
...Kalo mau mengusulkan cast? Komen...
...Kalo ada typo? Komen...
...MAU NGOMONG APA SAMA FEBY?...
...MAU NGOMONG APA SAMA VENUS?...
...MAU NGOMONG APA SAMA JOVAN?...
...MAU NGOMONG APA SAMA BENUA?...
...SHIPPER VENUS MANA SUARANYA?...
...SHIPPER BENUA MANA SUARANYA?...
...SHIPPER JOVANKA MANA SUARANYA?...
...PENDUKUNG TRIO GEN MANA SUARANYA?...
__ADS_1
...Ig. @destifahila...