BACK YOUNG

BACK YOUNG
28. Pesan misterius


__ADS_3

...Hallo👋...


Feby membuka pintu rumahnya disana ia melihat kedua orangtuanya yang sedang terlelap tidur, dalam hati ingin rasanya ia menjadi superhero yang bisa menghilangkan segala macam kelelahan agar ia bisa terus melihat orangtuanya bugar. Mimpi jadi wonder mowan aja harus halu dulu


Feby berjalan dengan pelan agar tidak terdengar suara langkah, saat melewati kamar Devin ia tak sengaja mendengar suara Devin yang sedang berbicara, Feby pikir kalau Devin sedang berteleponan


"Tidak! Aku tidak pernah berpikir begitu" ucap Devin terdengar seperti menyangkal


"Kamu adalah hal terindah yang pernah aku lihat, jadi jangan berpikir seperti itu lagi" ucap Devin yang berada di dalam kamar


Feby menurut mulutnya dengan kedua tangannya, ia sangat ingin tertawa saat mendengar gombalan dari adiknya itu


"Ternyata benar, Devin sudah punya pacar"


"Hal apa yang kau lihat Devin? Hal apa?"


"Gue turut bahagia buat lo Dev!" gumam Feby


Feby tidak mau mengganggu adiknya yang sedang berpacaran, ia langsung pergi ke kamarnya. Setelah sampai di kamarnya Feby mengganti pakaiannya dan segara merebahkan tubuhnya di kasur


Ting..


Suara HP Feby berbunyi bertanda kalau ada pesan masuk. Feby membuka HP nya dan di sana ia mendapatkan pesan dari nomor tidak di kenal


085xxxx..


|maaf!


|aku tidak pernah mau untuk melakukan itu,


keadaan yang memaksaku


|aku tahu kamu tidak akan pernah memaafkanku tapi percayalah yang semua aku lakukan itu adalah untuk mambantumu!


Alis Feby berkerut setelah menerima pesan dari nomor tidak di kenal itu, Feby tidak tahu motif orang itu kenapa dia mengirimkan pesan itu untuknya, bukan tidak mau tapi pesan itu menambah pikiran Feby


"Bisa gak sih, biarin gue damai sehari aja? Semenjak gue masuk nih tubuh, kepala gue terus panas, pikiran gue banyak tercemar" gerutu Feby setelah membaca pesan tersebut


^^^Feby^^^


^^^Ente siapa?|^^^


^^^|Maksud kamu apa? ^^^


^^^|^^^


^^^kamu membatu apa? Apa yang kamu bantu? ^^^


^^^Dilihat✅^^^


Seseorang itu tidak menjawab pesan dari Feby, dia cuma melihat tanpa membalas


"Siapa sih? Salah kirim ya?" gumam Feby


"Aahh, kenapa jadi kepikiran sih?" gerutu Feby kesal


"Lo kalo mau bikin gue pusing mending gak usah chat deh, lebih baik gue gak tahu"


Karena tidak mau ambil pusing jadi Feby memutuskan untuk tidur, besok ia piket kelas jadi harus datang ke sekolah lebih awal


Disisi lain..


Devin duduk di meja belajarnya sambil bervidio call dengan pacarnya, mereka sudah lama berpacaran mungkin sudah sekitar dua tahunan


"Kamu masih belajar?" tanya perempuan yang ada di HP Devin. Terlihat perempuan itu sedang tidak sehat, selang nastogastrik itu menempel di hidungnya dan selang infus yang melekat di tangannya


"Tidak! Vivin lagi gak belajar, nova gimana? Udah minum obatnya?" tanya Devin kepada perempuan pujaan hatinya


"Belum, susah minum obatnya, kamu gak bisa" jawab Nova tersenyum kikuk


"Obatnya di bubukin dulu, jangan langsung di makan nanti nyangkut di mulut" ucap Devin


"Lain kali kamu jangan sampai telat minum obat, kalau kamu telat minum obat, Vivin akan kesana buat jagain kamu" lanjut Devin


"Hehe, iya vin"


Nova adalah pacar Devin mereka sudah menjalin hubungan dari kelas satu SMA, tapi mereka harus LDR karena Nova sakit kanker satdium dua jadi ia diharuskan untuk mendapatkan pengobatan dari Singapura, sampai sekarang Nova belum ada perubahan malahan sekarang penyakit Nova sudah mencapai stadium akhir


"Vinn aku mau tanya boleh?" tanya Nova ragu


"Tanya apa? Nanya apa aku cinta sama kamu? Aku udah bosen Jawabnya, biar kami gak nanya terus aku jawab ya! aku sangat sangat sangat sayang sama kamu, puas?" jawab Devin


Nova tersenyum manis "Puas,tapi bukan itu yang ingin aku tanyakan" ujar Nova


"Terus apa?" tanya Devin tidak mengerti


"Kamu malu gak punya pacar kayak aku? Yaa, soalnya aku penyakitan gak kayak perempuan lain, aku juga gak bisa beri waktu untuk kamu" sekarang Nova berbicara sendu tidak seperti sebelumnya


"Aku gak akan marah kok jika kamu selingkuh, tapi usahakan jangan sampai aku mengetahui itu" lanjutnya

__ADS_1


"Tidak! Aku tidak pernah berpikir untuk melakukan hal seperti itu" ucap Devin terdengar seperti menyangkal


"Kamu tahu? Kamu adalah hal terindah yang pernah aku lihat, jadi jangan berpikir seperti itu lagi" ucap Devin mencoba untuk tidak bersedih


"Aki tidak tahu apa yang harus aku ucapkan, tapi terimakasih atas semuanya vin" ucap Nova bahagaia


"Kalo gitu aku tidur dulu ya, selamat malam Vivin, aku sayang Vivin" ucap Nova sambil mematikan Vidio call nya


Devin menatap handphonenya nanar, ingin rasanya ia melihat kekasihnya secara langsung dan mendekap kepelukannya dengan sangat erat, jika saja boleh memilih ia rela menggantikan posisi Nova, agar kekasihnya tidak merasakan kesakitan setiap waktunya


"Semoga cepat sembuh sayang" gumam Devin sambil membenarkan pigura poto Nova yang ada di hadapannya


----


Natno, pria itu duduk seperti biasa di depan cucunya yang sangat manis. Natno memiliki temperamen yang buruk dan tidak ingin di bantah kalau ia sudah menginginkan sesuatu maka sesuatu itu harus ada dia bahkan berani berbuat kekerasan kepada cucunya jika cucunya tidak melakukan hal yang di harapkan dirinya


"Apa kamu sudah dengar beritanya?" tanya Natno kepada cucunya yang berada di hadapannya


"Berita apa?" tanya Lauda tidak mengerti


"Tentang Feby" seketika wajah Lauda langsung menegang ia sangat tahu jika kakeknya sudah membicarakan tentang Feby maka dirinya akan kena imbasnya


"Ti..tidak aku tidak tahu" jawab Lauda gugup


"Feby hilang ingatan" ucap Natno membuat Lauda terkejut


"Tidak mungkin" batinnya


"Apa Kakek serius? Bagaimana Kakek mengetahui itu?" tanya Lauda mengintrogasi


"Dari orang tuanya, karena Feby hilang ingatan sebaiknya kamu jangan macem-macem dulu sama dia" jawab Natno


"Tapi dia sangat menyebalkan" seru Lauda kesal


"Apa kamu pikir kamu menyenangkan? Kamu juga menyebalkan melebihi bocah itu!" ucap Natno tidak nyantai


"Dasar tua bangkai!" batin Lauda memaki


Wajah Lauda berubah masam


"Aku minta maaf" ucap Lauda terpaksa


"Hanya itu yang ingin Kakek katakan, kamu pergi dari sini" titah Natno mengusir Lauda


"Selamat malam kakek" ucapnya setelah itu ia keluar dari ruangan laknat itu


----


"Tidak Setyawati, aku harus membunuh Angling darma!"


"Tidaaaak"


"HAAHH..astaga kok bisa-bisanya gue mimpi Angling darma" seru Feby terbangun dari tidurnya


"Ini kayaknya alam mimpi gue sudah tercampur genre sejarah deh" gumamnya menggaruk kepalanya


"Jam berapa ini?" ucapnya melihat waktu di handphonenya


"Masih jam 4 pagi" gumamnya


Setelah lamanya berkutat dengan dapur akhirnya Feby sudah menyiapkan dua bekal satu untuk dirinya dan satu lagi untuk Reza, meskipun Feby kurang shaleh tapi ia harus menepati janjinya kepada Reza agar ia tidak di sebut orang munafik. Tidak lupa ia juga memasak untuk keluarganya


Feby menyimpan satu persatu piring keatas meja, cukup lama ia menunggu hingga akhirnya seluruh anggota keluarganya sudah lengkap duduk di hadapan meja


"Tumben kamu masak" ujar Gina kaget karena melihat banyak makanan di meja


"Itu karena aku sedang kerasukan roh chef Renata" jawab Feby tersenyum


"Bisa aja kamu" ujar Heri


"Ya bisa dong pak, aku kan ikan" ucap Feby


"Kamu bisa gak nyewa roh pengusaha sukses? Kalau bisa masukin k me tubuh bapak biar bapak jadi sukses" pekik Heri polos


"Mau nyewa apa beli? Kalo nyewa cuma sebentar tapi kalo beli bisa selamanya jadi milik bapak" ujar Feby sama-sama membodohi


"Emm, bagus ya anak dan bapak sama saja, gak takut di azab mulutnya? Gak baik memperjual belikan roh" pekik Devin memberhentikan percakapan Feby dan Heri, sedangkan Gina? Ia dari tadi tersenyum menanggapi mereka


"Oke karena Devin sudah mulai terganggu, jadi kita akhiri percakapan kita Mrs. Heri" ucap Feby menjabat tangan bapaknya


"Oh iya Feby gimana dengan sekolah kamu?" tanya Gina


"Apa ada masalah? Kemarin pak Natno sampai menanyakan kamu pada kami" lanjut Heri


"Pak Natno nanyain aku?" tanya Feby penasaran


"Iya kemarin pak Natno nanyain kamu" Jawab Gina cepat


Ingin rasanya Feby menanyakan siapa pak Natno sebenarnya tapi ia urungkan, karena kalau ia bertanya seperti itu takut pertanyaan itu sensitif terhadap orangtuanya

__ADS_1


"Ohh, nanti kalau pak Natno tanya begitu lagi jawab aja Feby baik-baik saja kok, malahan dia sehat walapiat"


"Dev, kalo mau lo pake motor gue aja kesekolahnya soalnya mulai sekarang gue mau naik bus atau angkot" ucap Feby membuat Devin terkejut sekaligus senang


"Kakak beneran? WOAAH kak Feby memang yang terbaik, sekarang kakak adalah panutan ku" ucappnya senang setengah is dead


"Kamu juga" balas Feby tersenyum puas


----


Sekarang Feby sedang mencari tempat duduk yang kosong di dalam bus, ia menemukan tempat kosong itu tapi di sebelah Karin, tanpa menunggu lama ia duduk di sebelahnya. Orang yang duduk di samping Feby belum menyadari kehadiran Feby ia masih sibuk melihat keluar jendela


"Kiww" siul Feby mencolek lengan Karin


Karin tersadar dari lamunannya ia menoleh kesamping dan mendapati Feby yang sedang tersenyum lebar


"Fe..Feby kapan kamu duduk disini?" tanya Karin gugup


"Heran deh setiap kali gue ngomong sama lo, lo pasti gugup emang sebegitu menyeramkan gimana sih wajah gue?" tanya Feby keheranan


"Ti..tidak menyeramkan kok justru kamu cantik, cuma kurang baik" jawab Karin membuat Feby melongo


"Kurang baik gimana maksudnya? Apa aku jahat?" tanya Feby serius


"Nggak jahat cuma kamu mudah marah" jelas Karin


"Tadi katanya gue kurang baik, tali sekarang gue mudah marah, yang bener nya gimana sih?" tanya Feby kurang paham


"Emm..intinya kamu mudah marah" jawab Karin yang sekarang bisa Feby mengerti


"Mudah marah sama siapa?" tanya Feby serius


"Sama Tania" jawab Karin


Belum sempat Feby menjawab matanya tak sengaja melihat seseorang laki-laki yang sedang memotret paha wanita yang ada di sampingnya, tentu saja Feby geram melihat kejadian memalukan seperti itu dengan cepat ia merampas buku paket yang Karin bawa, lalu ia berjalan mendekati pria itu dan menggampar wajahnya dengan buku paket milik Karin


BALNGG


Semua yang ada disana langsung terkejut dengan perlakuan Feby kepada pria itu


"Apa yang kamu lakukan? Apa kamu gila?" sewot pria itu sambil menyeka darah yang keluar dari hidungnya


"Wahai manusia Nurjanah, aku hanya menegakan kebenaran" seru Feby membuat pria itu menyeringit tidak mengerti


"SEMUANYA DENGERIN, PRIA INI TELAH MELECEHKAN WANITA ITU, KALO TIDAK PERCAYA LIHAT PONSEL NYA" teriak Feby lantang


Baik semua orang atau wanita yang menjadi korban itu mereka sangat terkejut dengan perkataan Feby, pria yang berada di sebelah feby berdiri dari duduknya dan segera mencari-cari ponsel Pria tersebut. Ternyata benar pria itu memotret hal yang tidak senonoh


"Yang di katakan gadis ini benar, dia memotret hal yang tidak pantas" ucapnya memperlihatkan ponsel pria itu kepada wanita yang menjadi korban. Betepa terkejutnya wanita itu saat melihat ponsel itu


"KAU PRIA CABUL! MATIII KAUUU" teriak wanita itu sambil memukul-mukul pria yang berada di bawah


"Ohmaygat, gue kereeen" batin Feby kagum dengan diri sendiri


Karena tidak mau di pukuli pria itu berontak mencoba melepaskan diri dari amukan massa, tapi Feby melihat pergerakan pria itu Feby menyadari kalau pria itu hendak kabur, ia mencengkram erat rambut pria itu


"AAAA!" rengek pria itu


"PRIA BRENGSEK INI MAU KABUR, CEPAT LAPOR POLISI" teriak Feby sambil mencengkeram erat rambut pria itu


"Cepat! Cepat" suara mereka yang sedang riuh


"TENDANGAN KE BEAUTIFULAN!" teriak Feby menendang bagian intim pria itu.


Saat ini keadaan bus sudah agak tenang, tangan pria itu di ikat oleh kain panjang sedangkan wajahnya sudah babak belur karena dapat amukan halal dari semua pihak.


"Saya sangat berterimakasih kepadamu, kalau bukan karena kamu mungkin..aku tidak bisa membayangkannya " ucap wanita itu berterimakasih.


"Tidak apa-apa kak, sudah tugas saya menegakan kebenaran." jawab Feby merasa tersanjung


Feby sangat suka terlihat cool atau keren sehingga ia berani jika melawan kejahatan.


"Kamu masih muda tapi nyali kamu sungguh luar biasa." ucap bapak tua yang sedang duduk.


"Makasih pak" ucap Feby membungkuk.


...See you next part👋...


...Kalo part nya garing? Komen ...


...Maaf gariiing, soalnya lagi hilang pikiran😌😣 ...


...Kalo part nya seru? Komen...


...Kalo punya saran dan kritik? Komen...


...Kalo mau demo? Komen...


...Kalo mau mengusulkan cast? Komen...

__ADS_1


...Kalo ada typo? Komen...


...D E S T I F A H I L A...


__ADS_2