BACK YOUNG

BACK YOUNG
47. Just like you


__ADS_3

...Hallo🤗...


...HAPPYREADINGđź’ś...


Feby sudah berada di dalam mobil Venus. Pandangannya tertuju kepada sebuah poto seseorang yang berada di atas dashboard,


Feby mengambil poto itu.


"Ini siapa?" Tanya Feby menunjuk Poto seorang perempuan kepada Venus.


"Mama gue." Jawab Venus seraya menjalankan mobilnya.


"Kok beda jauh? Mama lo cantik gak kayak lo jelek." Ucap Feby membandingkan wajah perempuan itu dengan wajah Venus.


Venus melirik Feby "Lo kayak nya punya kelainan otak deh? Semua cewek yang ada di sekolah bilang kalau gue itu ganteng, cakep!" Jawab Venus.


"Gak berpikir kenapa cewek-cewek yang ada di sekolah selalu memuji kejelekan lo, padahal lo sama Vicenzo aja gantengan Vicenzo." Cibir Feby julid.


"Fiks lo punya kelainan!" Ucap Venus.


"Tapi.. Mama lo kok cantik banget sih?"


Tanya Feby.


"Iyalah." Geming Venus.


"Bisa ceritain gak? Mama lo itu orang yang seperti apa?" Lanjut Feby bertanya tetapi fokusnya masih tertuju kepada poto yang ia pegang.


"Dia terlalu istimewa untuk di ceritakan secara sederhana," Jawab Venus membuat Feby terkagum.


"Woah! Kayak nya lo cocok deh jadi jurnalistik." Ucap Feby kagum sama Venus.


"Just like you! Sama halnya seperti lo!" Lanjut Venus tanpa menatap wajah Feby.


Seketika Feby terdiam mendengar perkataan Venus, ia terdiam bukan karena mengerti ucapan Venus, tetapi ia mencoba menafsirkan apa yang barusan Venus ucapkan.


"Just.. Like..You? Just kan jus buah? Jus jeruk gitu? Kalau like kan suka? Gak sia-sia nih gue belajar Facebook dari Bu Rena, dan terakhir you? You kan kamu? Berarti si Venus bilang 'jus suka kamu? Atau kamu suka jus?" Batin Feby masih bergulat menafsirkan perkataan Venus.


Venus melirik Feby yang masih terdiam, ia menggerutu kesal karena keceplosan mengucapkan kata sakral itu.


"Gu.."


"Gue suka!" Ucapan Venus terpotong karena Feby membuka suara.


"Suka apaan?" Tanya Venus tidak mengerti.


"Suka jus jeruk." Jawab Feby membuat Venus semakin tidak mengerti.


"Hah?" Tanya Venus mengerutkan dahinya.


"Lo tadi bilang gini 'just like you?' artinya lo suka jus kan? Dan sekarang gue jawab, gue suka" Jawab Feby membuat Venus menahan tawanya. Padahal Venus sudah berprasangka kalau Feby akan marah tapi nyatanya tidak.


"Lo punya berapa kelainan sih?" Tanya Venus berusaha menahan tawanya.


Feby mendadak malu sendiri saat melihat Venus menertawai dirinya, Feby pun juga ikutan tertawa, tapi ia tidak tahu apa yang di tertawakan nya.


"Lo kenapa tertawa? Disini gak ada yang lucu loh!" Gerutu Feby kepada Venus .


Venus menghentikan mobilnya lalu ia berbicara "Lo tahu apa artinya ini 'I just hope to be with you until later. Gue hanya berharap bisa bersama lo sampai nanti' ngerti gak?" Tanya Venus menatap Feby.


Feby tertawa mendengar perkataan Venus, jujur Feby hanya mengerti arti kata I dan you nya saja.


"Gue cuma ngerti kata lo dan gue." Jawab Feby.


"I prefer it if you can't speak English. gue lebih suka kalau lo gak bisa bahasa inggris" Ucap Venus seraya menjalankan kembali mobilnya.


Lagi-lagi Feby di buat ingin tertawa karena mendengar Venus berbicara bahasa Inggris. Feby tidak mau kalah dalam bicara, ia mengeluarlan jurus andalannya yaitu bahasa sunda.


"Ari maneh tadi ngomong naon? Lo tadi ngomong apa?" Tanya Feby membuat Venus mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Lo bilang apa?" Tanya Venus tidak mengerti.


"Maneh ngomong naon? Lo ngomong apa?" Jawab Feby membuat Venus terkekeh.


"Oh? So the story is revenge? Oh? Jadi ceritanya lo lagi balas dendam?" Tanya Venus menggunakan jurus andalannya.


Lagi-lagi Feby tertawa mendengar Venus berbicara bahasa Inggris, menurutnya bahasa Inggris lebih rumit daripada bahasa isyarat.


"Ceurik rosul mah melong umatna jiga maneh! Rasul menangis melihat umatnya seperti lo!" Venus juga sama-sama tertawa saat mendengar Feby berbicara dengan bahasa yang tidak ia mengerti.


"What are you talking about? I don't understand? lo ngomong apa? gue gak ngerti!" Ucap Venus mengehentikan mobilnya.


"Urang oge teu ngarti naon anu tadi ku maneh di omongkeun! gue juga gak ngerti lo tadi bicara apa!" Jawab Feby membuat Venus tertawa.


"Lo ngomong apa?" Tanya Venus seraya menjitak dahi Feby.


Feby meringis kesakitan saat dahinya di jitak sangat keras.


"Udah jelek! arogan lagi!" Maki Feby.


•••


Sudah hampir saru jam mereka di perjalanan, kalau saja tadi tidak macet, mungkin sekarang Feby sudah sampai di rumahnya.


"Terus gimana?" Tanya Feby tiba-tiba.


"Gimana apanya?" Balik tanya Venus.


"Ya itu, tentang jus yang tadi lo janjikan?" Jawab Feby membuat Venus menahan tawanya lagi.


"Emang lo mau jus apa?" Tanya Venus membuat Feby senang mendengarnya.


"Terserah lo aja, asal jangan jus durian! Soalnya gue gak terlalu suka bau durian" Jawab Feby semangat.


"Oke, besok aja belinya," Ucap Venus.


Wajah sumringah Feby berubah jadi redup, padahal Feby sudah berkhayal meminum jus jeruk yang dingin.


"Terus lo maunya kapan?" Tanya Venus.


"Sekarang." Jawab Feby.


•••


Dari tadi Jovan terus menghubungi Feby, ia terus-terusan mengumpat karena Feby meninggalkan buku tugas yang di berikan pak Jaya di dalam tas sekolahnya.


"Angkat Feby bangsat!" Umpat Jovan berusaha menghubungi Feby, namun Feby tidak pernah menjawabnya.


"Ahk! Brengsek!" Maki Jovan seraya menendang sebuah pot bunga yang berada di bawahnya.


"Awas aja lo kalau sampe ketemu!" Ucap Jovan, setelah itu ia pergi keluar.


Jovan menaiki motornya dan segera pergi dari sana untuk mencari keberadaan Feby. Jovan memang tidak bodoh dalam pelajaran, tapi ia juga tidak mau menerima kalau hanya dirinya saja yang mengerjakan tugas nya sedangkan Feby tidak melakukan apapun.


Jovan menghentikan motornya, lalu ia mencoba menghubungi Feby lagi, kali ini Feby menjawab telpon dari Jovan.


...Feby...


..."Hallo?"...


...Panggil Feby diseberang sana....


...Jovan...


..."Kenapa baru angkat telpon sekarang bangsat?"...


...Ucap Jovan sudah tidak tahan lagi membendung kekesalannya....


...Feby...

__ADS_1


..."Ini siapa?"...


...Tanya Feby pura-pura tak tahu, sengaja dari tadi Feby tidak mengangkat telpon dari Jovan, karena menurutnya Jovan pasti akan mengganggu aktivitasnya....


...Jovan...


..."Jangan pura-pura lupa lo! Cepet ke cafe teakun sekarang, kita ngerjain tugas"...


...Ucap Jovan membuat Feby membelalakkan matanya....


...Feby...


..."****** lo! Ini udah malam! Waktunya molor bukan waktunya untuk ngerjain tugas"...


...Kilah Feby menolak....


...Jovan...


..."Gue gak peduli alasan lo, yang terpenting! Gue maunya sekarang! Kalau lo gak mau? Gue bakal aduin lo ke pak Jaya" ...


...Ucap Jovan merasa bodo amat....


...Feby...


..."Oii! Oli London! Gue udah ngantuk, ini udah jam sembilan! Lo gak punya etika apa?"...


...Kesal Feby....


...Jovan...


..."Apa? Atika? Siapa Atika? Gue punya nya apifah!"...


...Ucap Jovan memancing amarah Feby....


...Jovan...


..."Gue tunggu lo sekarang! Kalau lo gak datang? Gue akan buat lo keluar sekolah!"...


...Lanjut Jovan seraya mematikan ponselnya....


Sebenarnya alasan Jovan menyuruh Feby pergi ke cafe teakun adalah untuk mengerjainya bukan untuk mengerjakan tugas, sekalian ia juga ingin memberikan buku tugas kepada Feby, entah kenapa Jovan merasa terbebani jika harus membawa buku itu.


...setiap chapter pasti ada yang seru ada juga yang tidak jadi maapin kalo part ini garing👍...


...Kalo part nya seru? Komen...


...Kalo punya saran dan kritik? Komen...


...Kalo mau demo? Komen...


...Kalo mau mengusulkan cast? Komen...


...Kalo ada typo? Komen...


...MAU NGOMONG APA SAMA FEBY?...


...MAU NGOMONG APA SAMA VENUS?...


...MAU NGOMONG APA SAMA JOVAN?...


...MAU NGOMONG APA SAMA BENUA?...


...SHIPPER VENUS MANA SUARANYA?...


...SHIPPER BENUA MANA SUARANYA?...


...SHIPPER JOVANKA MANA SUARANYA?...


...PENDUKUNG TRIO GEN MANA SUARANYA?...

__ADS_1


...Ig. @destifahila...


...D E S T I F A H I L A...


__ADS_2