BACK YOUNG

BACK YOUNG
27. Siapa Natno?


__ADS_3

...Hallo👋...


...H A P P Y R E A D I N G💜...


Cemas, itulah yang sekarang Feby rasakan, ia tidak tahu apa yang akan terjadi kepadanya selanjutnya. Feby sekarang berada di taman belakang bersama dengan pak Jaya.


"Ada apa pak? Kenapa bapak manggil aku?" Tanya Feby membuka mulut.


"Entah kenapa saya merasa tertarik dengan masalah kamu. Saya ingin membantumu menyelesaikan masalahmu." Jawab pak Jaya membuat Feby terkesima.


"Dialah orang yang selama ini gue cari." Batin Feby berkutat.


"Jadi bisa ceritakan masalahmu?" Lanjut pak Jaya.


"Pak, kalau boleh jujur sebenarnya kemarin-kemarin aku masuk rumah sakit dan akhirnya aku hilang ingatan, jadi aku gak tahu masalah aku, aku tidak ingat apapun, mungkin bapak tahu karena bapak guru olahraga kan?" Jaya langsung di buat bungkam dengan jawaban Feby.


"A..apa? Kamu hilang ingatan?" Tanya Jaya memastikan.


"Iya, tapi bapak jangan kasih tahu siapa-siapa ya ini rahasia." Jawab Feby.


"Iya, tapi kenapa kamu bisa hilang ingatan? Apa kamu kecelakaan?" Tanya Jaya semakin penasaran.


"Bukan, aku tidak kecelakaan tapi..overdosis obat penenang." Jawab Feby sedikit ragu.


"Obat penenang? Apa kamu tidak tahu betapa bahayanya obat itu? Berapa banyak yang kamu minum sampai kamu lupa ingatan? Ck!" Gerutu Jaya mengomel, maklum jika pak Jaya mengomel karena ia menghawatirkan muridnya apalagi ia sudah mendengar kalau Feby korban bullying.


Mereka tidak menyadari jika di belakang mereka terdapat seseorang yang tak sengaja menguping pembicaraan mereka, dia adalah Venus.


"Overdosis? Jadi lo hilang ingatan?" Gumam Venus dengan raut wajah serius.


Tanpa menunggu berlama-lama Venus pergi dari sana dan pergi menuju kantin.


"Aki tahu itu tidak baik..tapi mungkin dulu aku sedang stres jadi aku hilang akal." Ucap Feby.


"Kalau begini bakalan susah cari informasinya." Gumam pak Jaya tapi masih bisa di dengar oleh Feby.


"Bapak kan guru disini, jadi mungkin bapak tahu dong masalah aku?" Tanya Feby.


"Bapak guru baru disini jadi bapak gak tahu inti masalah kamu..begini saja, nanti jika kamu sudah ingat kamu kasih tahu bapak." Ucap Jaya membuat kesepakatan dengan Feby.


"Iya pak, nanti kalau udah ingat aku akan kasih tahu bapak." Jawab Feby.


Jaya mengangguk "Ngomong-ngomong kenapa kamu di hukum?" Tanya Jaya.


"Oh itu, tadi aku sedang unjuk rasa kepada Bu Tian karena nilai aku kecil, ini terserah bapak ya, bapak mau percaya atau tidak, tapi aku bukan orang bodoh aku tidak mungkin dapat nilai paling kecil, karena itu aku menemui Bu Tian tapi Bu Tian malah menghukum aku." Jawab Feby menjelaskan.


Pak Jaya tampak berpikir setelah mendengar jawaban Feby "Coba kamu awasi gerak-gerik Tania." Ucap jaya.


Feby mengerutkan alisnya "Kenapa Tania?" Tanya Feby tidak mengerti.


...•••...


Semenjak kejadian tadi Tian segera menghubungi pak Natno untuk memberitahukan Feby kepada Natno.


..."Hallo?"...


...Sahut seseorang yang Tian telepon....


..."Hallo pak?"...


...Panggil Tian....


..."Ada apa?"...


...Tanya Natno yang berada di sebrang sana....


..."Pak tadi Feby keruangan saya, dia bertanya tentang nilai nya yang kecil, saya merasa aneh kepada  Feby."...


...Ujar Tian menjelaskan kronologi....


..."Aneh kenapa?"...


...Tanya Natno tidak mengerti....


..."Dia seperti orang linglung, dia tidak mengingat soal perjanjian itu dan dia tidak mengingat bapak." ...


...Jawab Tian....


..."Apa? Dia tidak mengingat saya? Aneh, pasti sesuatu telah terjadi padanya, baiklah terimakasih informasinya."...


...Tanya Natno masih tidak percaya....


..."Iya pak." ...


...Jawab Tian....


...Tutt...


"Jadi kamu tidak mengingat saya? Ada apa dengan kamu?" Gumam Natno bertanya sambil menggoyang-goyangkan kursinya.


Natno mengotak-atik HP-nya lalu ia menghubungi Heri bapak Feby.


..."Hallo pak Heri?"...


...Ucap Natno menyapanya....


..."Iya pak ada apa?"...

__ADS_1


...Tanya Heri was-was...


..."Apa kamu sedang sibuk?"...


...Tanya Natno....


..."Tidak pak saya sedang tidak sibuk." ...


...Jawab Heri....


..."Saya ingin bertanya tentang Feby, apa sekarang dia baik-baik saja?"...


...Tanya Natno....


..."Feby baik-baik saja pak, jangan khawatir dia tidak apa-apa."...


...Jawab Heri ramah....


..."Oh benarkah? Tapi tadi saya menghubungi pihak sekolah mereka bilang Feby tidak ingat apa-apa, apa benar Feby baik-baik saja?"...


...Tanya natno khawatir....


..."Oh kalau soal itu..Feby mengalami hilang ingatan, tapi gak permanen kok nanti juga dengan seiringnya waktu Feby akan mengingat kembali."...


...Jawab Heri sumringah, bisa di pastikan kalau dia sedang tersenyum....


..."Feby hilang ingatan? Benarkah? Kenapa pak Heri tidak ngasih tahu saya? Padahal saya bisa bantu."...


...Ucap Natno....


..."Ahh..tidak perlu pak lagipula Feby sekarang sudah membaik." ...


...Tolak Heri halus....


..."Yasudah kalau kamu menolak, saya tidak memaksa, kalau begitu silahkan lanjutkan lagi bekerjanya."...


...Ucap Natno sambil menutup telponnya....


“Bocah itu menyusahkan saja!" Gerutu Natno kesal.


...•••...


“Kamu tidak ingat waktu Tania memfitnah  kamu? Dia berbicara kalau kamu menyerangnya, bapak yakin kalau kalian memiliki dendam pribadi." Jelas Jaya kepada Feby.


"Bisa jadi kalau Tania yang melakukan itu kepada kamu." Lanjut Jaya menjelaskan.


Kepala Feby sudah pusing di tambah lagi ia harus memecahkan konspirasi masalah Feby, benar-benar menyusahkan!


"Kayanya si Feby mau nyiksa gue dah!"


"Iya pak aku akan awasi Tania, kalau begitu aku permisi mau ke kantin." Ucap Feby dan di jawab anggukan oleh pak Jaya.


"Hallo Feby." Sapa Reza tersenyum.


"Oh? Hallo Reza." Balas Feby canggung.


"Lo udah janji mau beri gue bekel kan?" Tanya Reza.


"Masih ingat aja nih orang." Batin Feby.


"Gue gak lupa kok, cuman lupa bawa aja." Jawab Feby.


"Sebelas dua belas! Sama saja." Ucap Reza.


"Lo mau kemana?" Tanya Reza kepada Feby.


"Gue mau ke kelas Hani." Jawab Feby.


"Oh.. Kalau gitu gue ke kantin dulu ya, biar nanti bekalnya lo yang anterin ke kelas gue." Ucap Reza hendak kekantin.


"Tunggu, karena gue lupa bawa bekal jadi gue beri lo ini aja ya? Sebagai jaminan." Ucap Feby sambil menyerahkan tolak angin kepada Reza.


Alis Reza berkerut tanda tidak mengerti "Tolak angin?" Tanya Reza tidak mengerti.


"Gue denger lo dapat jelek ulangan Bu Tian jadi gue beri lo ini biar lo pintar, eett! Jangan salah paham, ini bukan ide gue tapi ide Benua." Jawab Feby.


"What? Benua bilang kayak gitu?" Tanya Reza tidak percaya.


"Gue seneng akhirnya si Benua bisa move on." Batin Reza ikut seneng.


"Heem bener, tapi Reza gue mau tanya sama lo, si Benua emang kayak gitu ya sama cewek?" Tanya Feby penasaran.


"Kayak gitu gimana?" Tanya Reza tidak mengerti.


"Ya itu, kalau istilah nya sih pecicilan, eh bukan receh mungkin?" Jawab Feby.


"Jawaban lo bisa di jawab nanti gak?" Tanya Reza.


"Memangnya kenapa?" Jawab Feby bingung. Reza menggerakkan kepalanya seperti menunjuk kearah belakang, Feby menoleh kebelakang dan di sana ia melihat geng abu lahab sedang berdiri menatap dirinya.


"Ekhm..kalau gitu gue pergi dulu, bye." Ucap Feby berlari meninggalkan Reza.


"Lo lagi ngomongin apaan?" Tanya Venus kepada Reza.


"Ngomongin janji yang gue buat dengan Feby." jawab Reza membuat Benua ataupun Venus menjadi tidak suka.


"Emang lo janji apaan?" Tanya Venus penasaran.

__ADS_1


"Bukan gue tapi Feby yang bikin janji, dia janji buat bekal untuk gue." Jawab Reza.


"Lo gak boleh ambil makanan dari Feby, pasti si Feby ngasih racun sianida ke dalam makanan lo!" Tegas Jovan julid.


"Jovan bener lo jangan ngambil makanan dari Feby, lo tau gak kalau dia itu pawang ular? Gak higienis." Ucap Benua membela Jovan, lebih intinya dia iri kepada Reza karena di buatin bekal sama Feby.


"Mereka benar lo gak seharusnya nerima makanan dari Feby, lo aja belum mengetahui asal usulnya dari mana." Ucap Venus ikut mencegah.


"Tuh denger si Venus sama Benua aja ngelerang lo, menurut gue sih mending jangan." Ucap Jovan merasa menang.


"Bilang aja kalian iri sama gue!" Ucap Reza tidak mempercayai perkataan mereka.


"Lo kenal Feby gak?" Tanya Aldo ikut bicara.


"Nggak terlalu sih." Jawabnya santai.


"Nahh itu, lo jangan terlalu berharap, bisa jadi si Feby naroh jampi-jampi kedalam makanan itu, setelah itu lo jadi cinta mati Feby". Ucap Aldo membuat Reza riuh.


"Lo kalau ngomong kagak bisa di jaga ya? Jangan sompral lo kalo ngomong, gue tabok nih mulut lo!" Seru Reza marah kepada Aldo.


"Udah gue bilang, jangan nerima apapun dari Feby!" Tegas Venus kepada Reza.


"Kenapa? Feby orang nya baik kok, gak kayak cewek lain." Kilah Reza.


"Kita bilang jangan ya jangan!" Ucap mereka serempak.


"Oke, oke karena kalian hujat gue, gue gak akan nerima makanan dari Feby." Ucap Reza kalah, baik Benua atau Venus mereka tersenyum puas.


"Udah yoo kita ke kantin, laper nih pengen makan." Ucap Aldo membawa semua teman-temannya ke kantin.


----


Feby sekarang sedang duduk di halte bus menunggu datangnya kendaraan, meskipun cuacanya sedang hujan ia pantang menyerah untuk menunggu.


Saat sedang menunggu tiba-tiba sebuah mobil berjalan dengan cepat sehingga genangan air yang ada di depannya menciprat ke tubuhnya dan menjadikan dirinya basah kuyup.


"WOI ******! JANGAN MENTANG-MENTANG LO PAKE KENDARAAN RODA EMPAT TERUS BISA SEENAKNYA NGEJALANIN MOBIL!" Teriak Feby kesal karena dirinya basah kuyup.


"GILA LO! KAGAK LIHAT-LIHAT!" Lanjut Feby menggerutu.


"AISH!"


Karena mendengar gerutu dari Feby, mobil itu perlahan mundur dan berhenti tepat di depan Feby.


"NGAPAIN LO KESINI LAGI?" Tanya Feby sewot kepada seseorang yang ada di dalam mobil.


Kaca mobil itu terbuka dan menampilkan penampakan hantu kuyang.


"Sorry." Ucap Jovan seakan ingin di azab.


Feby kesal setengah mati dengan orang yang ada di depannya, ia menjambak rambut Jovan sampai Jovan meringis kesakitan


"Argh!..Woii dempak lepasin tangan lo dari rambut gue!" Pekik Jovan meringis kesakitan.


"Tidak semudah itu Ferguso! Lo harus ke neraka jahanam dulu!" Seru feby masih belum melepas tangannya dari rambut Jovan.


"Orang setan kayak lo gak pantas di kasih ampun." Batin Feby tertawa jahat.


Namun hal itu tidak membuat Feby berhenti ia terus menjambak rambutnya dengan kuat, sehingga sampai saat ada kesempatan ia meraih kunci mobil Jovan dan mengambilnya.


"Eits dapat." Pekik Feby saat ia sudah berhasil mendapatkan kunci mobil milik Jovan.


"Eh, woii itu kunci mobil gue balikin sini!" Seru Jovan panik karena kunci mobilnya berada di tangan Feby, ia takut kalau Feby akan menyalah gunakannya.


"Lo mau ini ambil tuh." Ucap Feby sambil membuang kunci mobil Jovan kedalam tong sampah, Feby merasa menang setelah membuang kunci mobil milik jovan kedalam tong sampah, dirinya seperti memenangkan awards karena berhasil meluapkan amarah yang ia pendam kepada lelaki dzalim itu.


"Lo anjing!" Seru Jovan marah.


"Lo tainya!" Balas Feby.


Jovan keluar dari mobilnya ia memandang Feby tajam, Feby pikir Jovan akan pergi menuju tong sampah untuk mengambil kuncinya tapi ternyata dugaannya salah, Jovan malah mendekat kearah Feby, membuat Feby memundurkan langkahnya. Jovan melangkah semakin mengencang Feby langsung lari setelah melihat Jovan yang semakin mendekat kearahnya. Jovan menyusul Feby yang sedang berlari, Feby berteriak ketakutan karena Jovan mengejarnya dengan sangat cepat.


"TOLONG ADA ORANG GILA NGEJAR GUE!"


"WAAWW."


"TARIIKK SIISSS?"


Teriak Feby mencoba mencari bantuan, tapi naas disana sangat sepi di tambah lagi hari sudah mulai menggelap.


"AWAS LO BESOK DI SEKOLAH!" Teriak Jovan menghentikan pengejarannya.


"ASHIAP!" Jawab Feby yang masih berlari.


...See you next part👋...


...Kalo part nya garing? Komen ...


...Maaf gariiing😌😣...


...Kalo part nya seru? Komen...


...Kalo punya saran dan kritik? Komen...


...Kalo mau demo? Komen...


...Kalo mau mengusulkan cast? Komen...

__ADS_1


...Kalo ada typo? Komen...


...D E S T I F A H I L A...


__ADS_2