
...Hallo🤗...
...Happy reading đź’ś...
Feby, Rena dan Hani sekarang sedang mempersiapkan peralatan perang. Feby sudah mengetahui kebusukan pak Natno jadi Feby mengajak trio gen untuk menyerang pak Natno.
"Sumpah aku gak nyangka kalau si Natno itu titisan Fir'aun." Ucap Hani kepada Feby dan Rena.
"Kamu aja yang gak ngerasain penderitaan Feby langsung sebegitu bencinya sama si Natno, apalagi si Feby yang asli? Gue nyesel karena udah bilang si Feby manusia kurang akhlak." Jawab Feby.
"Tenang semuanya kita sekarang akan unjuk rasa sama pak Natno, jadi nanti aja keluarin unek-uneknya." Ucap Rena membuat semangat Feby bangkit.
"Bener juga, aku udah gak sabar pengen nabok muka si kakek tua laknat itu." Sahut Feby membenarkan perkataan Rena.
"Good! aku bahkan udah bawa pedang-pedangan buat nusuk relung jiwa si Natno bangsat." Ucap Hani sambil menunjukan pedang pelastiknya.
"Apa kita langsung terobos aja masuk perusahaannya si Natno?" Tanya Hani.
"Terobos ajalah gue udah gak sabar pengen gorok si abu lahab!" Jawab Feby terbawa suasana.
"Tapi perusahaan si Natno banyak bodyguard nya." Ucap Rena membuat Feby dan Hani terkekeh.
"Kita udah siapin semuanya ya Han?" Tanya Feby langsung di angguki Hani.
"Tenang Bu kita udah persiapin semuanya dengan segenap hati, jadi saat kita masuk terus ada bodyguard nya kita langsung baku hantam halal." Ucap Hani meyakinkan kepada Rena.
•••
Perlahan pintu mobil terbuka, Rena keluar dengan gaya retro nya sambil membawa teplon berukuran sedang, setelah itu Hani keluar dengan gaya kebarat-baratan sambil membawa raket nyamuk dan terakhir Feby, ia keluar dengan gaya tomboinya sambil membawa sebuah tas mudik berukuran sedang.
"Sudah siap?" Tanya Rena kepada Feby dan Hani. Mereka pun mengangguk sebagai jawaban.
Semua orang yang ada di sana langsung menatap heran ke arah mereka. Bahkan tak sedikit dari mereka yang berbisik-bisik di hadapan Feby.
"Anjay mabar." Cibir orang-orang pecinta game.
"Freestyle dulu bos."
"Ada apa ini? Kenapa mereka bawa alat-alat mudik? Apa mereka mau berkemah di atap gedung?"
"Kayanya bakalan ada adegan seru."
"Let's go!" Ucap Rena memimpin jalannya perang.
Sesuai dugaan mereka, saat berada di depan pintu gedung itu, para penjaga sekaligus bodyguard yang sedang berjaga, langsung mencegat Feby, Rena dan Hani.
"Ada keperluan apa kalian kesini?" Tanya salah satu bodyguard itu seraya menelisik penampilan orang yang ada di hadapannya.
"Saya ingin buat perhitungan sama pak Natno." Jawab Rena.
"Gue ingin nyantet si Natno." Jawab Hani.
"Gue mau bilang kalau hidup si Natno gak berkah." Jawab Feby.
Pada penjaga itu tampak kebingungan dengan jawaban dari Mereka. "Sudah buat janji dengan orang yang bersangkutan?" Tanya salah satu penjaga tersebut.
"Udah." Jawab Feby mulai jengah.
"Bisa lihat bukti janjinya?" Tanya penjaga itu.
"Elah! Ribet amat! Gue kesini cuma mau perang sama si Natno!" Jawab Feby tidak santai.
"Maaf kalau gak bisa nunjukin buktinya terpaksa kalian tidak boleh bertemu pak Natno." Ucap penjaga itu.
Mereka sudah tahu kalau mereka gak akan di perbolehkan masuk, terpaksa mereka harus melakukan cara terakhir yaitu perang saudara.
"Raket ini masih berfungsi dengan baik loh!" Ucap Hani seraya menunjukkan raket nyamuknya.
"Teplon ini masih kuat buat nampol orang nih!" Ucap Rena mengangkat teplonnya.
__ADS_1
Feby hanya diam tidak menunjukkan peralatan perang, ia jadi malu sendiri karena membawa tas mudik yang berisi berbagai barang-barang kecil yang berguna.
"Gue kuat! Bisa matahain hati seseorang! Kalau gak percaya boleh di coba." Ucap Feby membuat Rena dan Hani terkekeh.
"Emm bucin." Bisik Hani kepada Feby.
"Jadi gimana? Udah di izinin masuk?" Tanya Feby sekali lagi.
"Maaf! Kami gak menerima tamu abal-abal!" Ucap penjaga itu tegas.
"Wah gila! Mereka ngatain kita abal-abal!" Ucap Hani tidak percaya.
"KALAU MASIH KAGAK DI BIARIN MASUK, GUE TEROBOS NIH!" Teriak Feby sudah sangat kesal, karena ia sudah lama menunggu masuk tapi para cenguk itu masih menahannya.
Salah satu penjaga itu menggerakan kepalanya kepada penjaga lain sebagai tanda untuk mengusir trio gen, sehingga penjaga yang dapat perintah itu langsung mendekati Feby dan yang lainnya.
"Jangan ngedeket! kalau kagak gue tampol nih!" Ucap Feby was-was.
BUGH..
Tanpa aba-aba Rena langsung memeluk kepala salah satu penjaga itu menggunakan teplonnya. Orang-orang yang ada di sana langsung di buat terkejut melihat adegan nekat itu, termasuk Feby dan Hani menatap Rena tidak percaya, kenapa Rena bisa segampang itu menampol orang?
"Gak kecepatan?"Â Tanya Feby masih cengo.
"Yang penting kan freestyle dulu." Jawab Rena membuat Feby terkagum.
Dan saat itu juga terjadi perkelahian antara Trio gen vs Pasukan Oli London. Rena sangat lihai mengayunkan teplonnya dan Hani sudah menghidupkan raket nyamuknya, sedangkan Feby? Ia hanya mengandalkan tendangan ke handsomean nya, untuk menendang titik sensitif.
"Apa hah? Ngomong lo sama gue! Jangan ehek-ehek!"
"Gue dateng kesini baik-baik ya? Lo nya aja yang kayak sok-sokan sangar!"
Saat sedang berantem, ada satu hal yang Feby tidak mengerti dengan salah satu member Oli London itu, yaitu cowok yang kurang mahco.
"Hei cin! Ente kalau berantem jangan pake high heels! Mana ente cowok lagi." Ucap Feby kepada cowok yang bernama tag Riko.
"Ih! Ekeu kan gak suka berantem! Jadi ekeu cuma lihatin aja." Jawab Riko membuat Feby bergidik ngeri.
"Jadi iyey gak suka berantem? Kalau gitu iyey bantu gue aja! Gue mau cari ruangan si Natno, di mana ya?" Bisik Feby merasa geli sendiri.
"Jadi ceritanya iyey butuh bantuan nih?" Tanya Riko membuat Feby menjadi geli sendiri.
"Iya." Jawab Feby.
"Tapi ekeu juga cari bantuan, oh iya follower kamu berapa?"Â Tanya Riko lagi-lagi membuat Feby tidak mengerti.
"Maksudnya?" Tanya Feby tidak mengerti.
Saat ini Feby dengan yang lainnya sedang mengejar waktu, tapi kenapa Feby malah di hadapkan dengan biang ragi kayak begini.
"Jadi ekeu sedang buka usaha kosmetik nih, follower ekeu cuma 20 ribu, siapa tahu follower kamu udah beratus ribu jadi kamu promosiin dong kosmetik ekeu." Mendengar jawaban dari Riko, Feby langsung menggaruk kepalanya karena jengah dengan orang yang ada di hadapannya.
"Kayaknya dulu imunisasinya gak tamat deh." Batin Feby julid.
"Hei cin, gue dulu deh yang minta tolong! Tunjukin ruangan si Natno, cuma itu doang!" Ucap Feby memohon kepada Riko.
"Tapi follower kamu udah berapa ratus ribu?" Tanya Riko membuat Feby malu.
"Boro-boro beratus ribu, beratus puluh pun belum kesampaian! Follower gue cuma 50." Jawab Feby menahan malunya.
Mendengar jawaban dari Feby, muka Riko langsung berubah jadi masam, tapi Riko gak terlalu memperdulikan itu.
"Ih! ekeu kira kamu selebgram karena pakaian kamu yang nyentrik." Ucap Riko menelisik penampilan Feby.
"Tunjukin jualannya aja deh gak apa-apa kalau gak di anterin." Ucap Feby merasa cape sendiri.
"Ih ekeu takut kamu tersesat di jalan!" Ucap Riko memanyunkan bibirnya.
Feby langsung di buat geli lagi dengan tingkah Riko, ini adalah kali pertamanya Feby bertemu spesies semacam Riko.
__ADS_1
"Yang kayak gini di jadiin tumbal, setannya aja nolak." Batin Feby julid.
"Kalau kelamaan di presto ya kayak begini jadinya!" Ucap Feby menyindir Riko.
•••
Setelah selesai segala rintangan dan tantangan, kini mereka sudah sampai di depan pintu ruangan pak Natno.
"Gue takut kalau nyentuh pintu si Natno ini, gue takut ketularan azab." Ucap Feby.
"Dobrak aja by!" Ucap Hani sudah sangat tidak tahan.
Brak
Feby menendang pintu itu dengan keras, sehingga pintu itu langsung jebol. Semua orang yang ada di sana langsung di buat terkejut dengan kedatangan Feby, terutama Natno, dia yang paling terkejut di antara yang lainnya.
"Asammualaikum ya ahli kubur!" Teriak Feby lantang.
"Lancang!"
"Apa-apaan ini? Ada keperluan apa kalian kesini?" Ucap Natno marah.
Feby mengeluarkan Baygon dari tas ransel mudiknya, lalu ia menyemprotkan ke segala arah.
"Astaga! Kenapa di ruangan ini sangat bau azab? kelihatan sekali banyak karma yang bersarang di tempat ini" Ucap Feby seraya menyemprotkan Baygon ke sekeliling ruangan terutama saat bagian figura yang terdapat poto Natno.
"Ck! Gak ruangannya, gak orangnya sama-sama kayak nangka blewah!" Cibir Feby julid.
"Lancang sekali kamu Feby! Apa kamu tidak ajarkan tata krama?" Tanya Natno membuat Feby melirik julid.
Srott
Feby menyemprotkan Baygon itu tepat di depan wajah Natno, sehingga wajah Natno basah.
"Tatakrama katanya?" Batin Feby terkekeh.
"Sepertinya barusan orang azab lagi ngomong ya?" Tanya Feby menyindir pak Natno.
"Apa yang kalian lihat? Cepat keluarkan mereka!" Ucap Natno kepada anak buahnya.
...TBC...
...setiap chapter pasti ada yang seru ada juga yang tidak jadi maapin kalo part ini garing👍...
...Kalo part nya seru? Komen...
...Kalo punya saran dan kritik? Komen...
...Kalo mau demo? Komen...
...Kalo mau mengusulkan cast? Komen...
...Kalo ada typo? Komen...
...MAU NGOMONG APA SAMA FEBY?...
...MAU NGOMONG APA SAMA VENUS?...
...MAU NGOMONG APA SAMA JOVAN?...
...MAU NGOMONG APA SAMA BENUA?...
...SHIPPER VENUS MANA SUARANYA?...
...SHIPPER BENUA MANA SUARANYA?...
...SHIPPER JOVANKA MANA SUARANYA?...
...PENDUKUNG TRIO GEN MANA SUARANYA?...
__ADS_1
...Ig. @destifahila...