
...Hallo 🤗...
...Happy reading 💜...
Sekarang Feby, Devin sama Venus sedang berada di uks karena Feby yang membawanya kesana. Di suasana yang seperti ini Devin menatap kesal Feby karena dirinya di acuhkan, padahal ia sama Venus juga lebih babak belur dia tapi Feby malah fokus mengobati Venus tanpa meliriknya sedikitpun.
"Feby? Disini gue korban! Kenapa lo cuma peduliin dia? Gue adik lo!" Ucap Devin sangat kesal.
Feby menghentikan aktivitasnya, bukannya Feby tidak peduli sama Devin tapi karena Feby mencoba berbuat baik kepada Venus agar Devin bisa bersekolah dengan tenang di sana.
"Apa gue boleh obati adik gue dulu?" Tanya Feby kepada Venus yang sedang bermain ponsel.
"Hm." Jawab Venus tanpa melirik Feby sedikitpun, entah kenapa Venus tidak memiliki keberanian untuk menatap Feby sekarang, efek malunya masih kerasa.
"Kenapa lo minta izin sama dia? Dia yang salah di sini dan gue kor.." Ucapan Devin terpotong karena Venus langsung berdiri dari duduknya, Devin berpikir kalau Venus bakal nyerangnya lagi tapi ternyata tidak, ia cuma berdiri setelah itu duduk lagi.
"Dasar gila!" Gerutu Devin menatap sebal Venus.
"Yak! Lo jangan ngomong kayak gitu! Dia anak pemilik sekolah!" Bisik Feby sambil memukul bahu Devin cukup keras.
"Apa salahnya kalau dia anak pemilik sekolah? Yang salah tetap harus salah! Gue korban jadi gue berhak.." lagi-lagi ucapan Devin terpotong karena ia melihat Venus menatapnya tajam, Bukannya Devin takut bernatem sama Venus tapi karena ia teringat dengan kata-kata Feby kalau Venus adalah anak pemilik sekolah.
"Kenapa lo lihatin gue kayak gitu? Harusnya gue yang liatin lo kayak gitu karena lo udah nyerang gue!" Ucap Devin kepada Venus.
"Sekarang lo minta maaf sama gue!" Lanjut Devin membuat Feby menjadi takut.
"Gue bilang lo harus sopan sama dia! Lo mau di keluarin seko.."
"Sorry." Ucap Venus memotong pembicaraan Feby. Mendengar itu baik Feby ataupun Devin mereka sangat terkejut.
"Apa dia suka sama kak Feby? Kalau gak suka kenapa dia natap kak Feby kayak gitu?" Batin Devin saat melihat Venus menatap Feby.
"Gue maafin lo! Tapi lain kali lo jangan ngulangin kesalahan itu lagi! Lo harus bertanya dulu sebelum bertindak!" Ucap Devin.
"Gue mau balik kelas dulu." Ucap Devin setelah itu ia pergi keluar.
"Katanya mau di obatin?" Tanya Feby.
"Gak usah! Biar Agnes aja yang ngobatin, dia ngobatinnya pake perasaan gak kayak lo pake otot." Jawab Devin sebelum ia benar-benar pergi dari sana.
Setelah Devin pergi kini menyisakan Feby sama Venus yang masih ada di dalam uks, suasana menjadi canggung di tambah lagi Venus terus menatap Feby.
"Ke.. kenapa lo lihatin gue kayak gitu? Berhenti natap gue! Bawaannya jadi salting." Ucap Feby kepada Venus yang masih menatapnya.
"Gue tahu adik gue salah, jadi berhenti natap gue." Gerutu Feby lebih merasa salah tingkah.
Venus terkekeh mendengar omelan Feby "Jadi dia bener-bener adik lo?" Tanya Venus.
"Hm dia adik gue, jadi lo jangan apa-apain dia." Jawab Feby.
"Oke, kalau gitu lanjutin." Ucap Venus membuat Feby kebingungan.
"Lanjutin apaan?" Tanya Feby tidak mengerti.
"Lo pura-pura gak tahu biar gak di suruh ngobatin?" Jawab Venus langsung di mengerti oleh Feby.
"Ah itu, bener juga." Ucap Feby baru menyadari.
Feby berjalan kearah Venus sambil membawa obat-obatan untuk mengobati wajah Venus yang terluka sekaligus babak belur, lalu ia duduk di depannya.
Feby mulai mengobati sudut bibir Venus yang terlihat memar berwarna keunguan. Sedangkan Venus? Ia terus saja menatap Feby, pandangannya tidak bisa di alihkan meskipun sedetik, Venus tidak bisa melakukannya.
"Kalau boleh tahu, lo sama adek gue berantem karena apa?" Tanya Feby penasaran.
"Karena lo." Jawab Venus namun tidak bisa di dengar jelas oleh Feby karena waktunya sangat pas dengan suara berising di luar.
__ADS_1
"Apa? Lo tadi ngomong apa? Gue gak bisa denger dengan jelas." Tanya Feby menatap bingung Venus.
"Adik lo udah berani nantang gue." Jawab Venus mencari alasan.
"Oh, tapi lo jangan benci sama adek gue ya? Dia masih baru disini jadi dia gak tahu sama lo." Ucap Feby.
"Hm." Jawab Venus datar.
Saat sedang mengobati, Feby tidak sengaja melihat jakun milik Venus, entah kenapa Feby merasa penasaran dengan itu, perlahan tangan Feby menyentuh jakun itu tapi saat Feby menyentuhnya jakun itu langsung bergerak.
"Woah? Emang jakun cowok bisa gerak ya?" Tanya Feby menatap takjub Venus.
Saat ini Venus di buat gugup sekaligus senang, tapi ia juga tidak tahu harus menjawab apa sama Feby.
"Cepet obati muka gue!" Ucap Venus sedikit membentak membuat Feby langsung berdecak sebal.
"Sombong amat!" Gerutu Feby masih fokus melihat jakun Venus. Venus yang menyadari itu langsung di buat salah tingkah.
"Cepat!" Bentak Venus untuk meminimalisir rasa salah tingkahnya.
"Gue bilang bentar!" Jawab Feby menatap julid Venus.
"Gue bilang cepat!" Bentak Venus lagi.
"Gue bilang bentar! Gue harus buka alcohol nya dulu." Ucap Feby tak kalah sewot.
Venus mengambil alcohol itu lalu ia membukanya, setelah itu ia memberikannya lagi kepada Feby.
"Gitu aja susah!" Gerutu Venus mendadak jadi agresif.
"Kenapa lo kayak cewek?" Gerutu Feby, setelah itu ia mulai mengobati luka Venus lagi. Dan saat itu juga Venus bisa menatap Feby dari dekat lagi.
"Tutup mata lo! Berhenti lihatin gue! Emangnya gue punya salah apa sama lo?" Ucap Feby langsung menatap kesal Venus.
Venus langsung menutup matanya sesuai dengan perintah Feby. Saat Venus menutup matanya Feby langsung menggerakkan tangannya ingin memukul tapi tidak berani.
"Kok cepet? Lo gak bener ya ngobatinnya?" Tanya Venus memicingkan matanya.
"Emangnya gue harus gimana ngobatinnya? Kalau bisa yang cepet kenapa harus yang lama?" Jawab Feby seraya berdiri dari duduknya hendak keluar, tapi kesialan terjadi.
"******!" Feby tak sengaja tersandung kakinya sendiri sehingga ia hilang keseimbangan namun Venus langsung menariknya lengan Feby dan kini Feby dalam posisi memeluk Venus.
Feby membulatkan matanya saat ia tak sengaja memeluk Venus.
"Maaf gak sengaja." Ucap Feby merasa bersalah karena udah lancang memeluk Venus.
"Seharusnya tadi lo biarin gue jatuh! Bukannya nolongin gue." Lanjut Feby masih merasa bersalah.
"It's ok, no problem." Jawab Venus berdiri dari duduknya, lalu ia berjalan menuju ranjang uks.
"Lo mau kemana?" Tanya Feby keheranan saat melihat Venus berdiri.
"Gue mau tidur." Jawab Venus seraya membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
"Oh, kalau gitu gue balik kelas dulu." Ucap Feby namun langsung di cegah oleh Venus.
"Jangan sekarang! Temenin gue disini sampe gue tertidur." Ucap Venus menghentikan langkah Feby.
Feby membalikan badannya menghadap Venus "Tapi gue harus balik ke kelas sekarang." Ucapnya ragu.
"Gue gak nerima penolakan!" Ucap Venus membuat Feby bungkam.
"Gue juga gak nerima paksaan." Ucap Feby masih tidak mau kalah.
"Sshh! Lo turuti aja perkataan gue!" Ucap Venus final, dan mau tidak mau Feby harus mengalah demi mendapatkan ketenangan.
__ADS_1
"Oke-oke! Gue temenin! Lo royal banget jadi orang." Gerutu Feby melangkahkan kakinya menuju kursi yang ada di dekat ranjang Venus.
•••
Devin berjalan dengan gaya legendnya, wajah penuh luka menambah kesan badboy. Melihat hal itu tak sedikit dari mereka kaum hawa yang terpesona melihat Devin.
"Devin? Mau di obatin lukanya?" Tanya Chelsea mencoba beradaptasi dengan Devin.
Devin menelisik penampilan seseorang yang barusan berbicara kepadanya, ia melihat kalau wanita ini tidak terlalu buruk.
"Boleh, kalau gak ngerpotin." Jawab Devin membuat Chelsea kegirangan.
"Nggak kok, malahan aku seneng." Ucap Chelsea langsung kegirangan.
"Kalau gitu dimana aku ngobatinnya?" Lanjut Chelsea bertanya.
"Terserah kamu aja." Jawab Devin membalas Chelsea menahan nafas, bahkan Devin merespon perkataannya dengan kata aku-kamu, hal itu membuat Chelsea menjadi baper.
"Di uks?" Tanya Chelsea ragu.
"Jangan di uks." Jawab Devin membuat Chelsea penasaran.
"Kenapa?" Tanya Chelsea penasaran.
"Di uks lagi banyak orang, di rofftop aja biar sekalian ngadem gak berisik lagi." Jawab Devin lagi-lagi membuat Chelsea menahan nafasnya.
"O..oke kita ke rofftop sekarang." Ucap Chelsea mendadak gelagapan.
...TBC...
...Gimana part-nya? ...
...Kurang memuaskan ya?...
...Maaf ya cuma bisa segini....
...setiap chapter pasti ada yang seru ada juga yang tidak jadi maapin kalo part ini garing👍...
...Kalo part-nya kurang srek? Komen...
...Kalo part nya seru? Komen...
...Kalo punya saran dan kritik? Komen...
...Kalo mau demo? Komen...
...Kalo mau mengusulkan cast? Komen...
...Kalo ada typo? Komen...
...MAU NGOMONG APA SAMA FEBY?...
...MAU NGOMONG APA SAMA VENUS?...
...MAU NGOMONG APA SAMA JOVAN?...
...MAU NGOMONG APA SAMA BENUA?...
...MAU NGOMONG APA SAMA DEVIN?...
...SHIPPER VENUS MANA SUARANYA?...
...SHIPPER BENUA MANA SUARANYA?...
...SHIPPER JOVANKA MANA SUARANYA?...
__ADS_1
...Ig. @desti fahila...