BACK YOUNG

BACK YOUNG
49. Kenapa?


__ADS_3

...Hallo👋...


...Happy reading💜...


Hari sudah semakin gelap, tapi Natno dan Lauda masih asik bermain golf. Entah kenapa, menurut Natno kalau bermain golf di malam hari itu lebih menyenangkan


"Kakek?" Ucap Lauda pelan


"Iya?" Sahut Natno


"A..aku bo..boleh minta tolong gak?" Tanya Lauda gugup


"Minta tolong apa?" Tanya Natno curiga


"Ini tentang Vano, kata Bu Amki minggu depan Vano akan kembali ke Indonesia, aku minta kakek untuk bicara pada Feby agar dia tidak ngedeketin Vano lagi" Jawab Lauda meremas kuat ujung sweaternya


"Vano? Lelaki itu? Tadi katanya kamu tidak dendam? Tapi sekarang kamu minta bantuan kakek" Ucap Natno terkekeh


"Aku memang tidak dendam tapi aku hanya tidak mau kalau Feby selalu mendapatkan apa yang dia inginkan" Ucap Lauda cemberut


"Terus kamu mau apa?" Tanya Natno yang sukses membuat Lauda tercengang


"Kakek mau bantu aku?" Tanya Lauda memastikan


"Kakek akan lakukan apapun demi cucu kakek" Jawab Natno tersenyum


"Aku hanya minta tiga permintaan, aku gak mau Feby bahagia, buat dia tersiksa! Tidak, bukan hanya dia buat seluruh keluarganya kesusahan!" Ucap Lauda serius, sebelumnya Lauda merasa tidak enak jika terus mengganggu Feby tapi karena kepikiran dulu Feby pernah mengkhianatinya, Lauda jadi semangat untuk mengganggu Feby kembali


"Hanya itu?" Tanya Natno, Natno berpikir kalau permintaan Lauda sangat sederhana bahkan bisa di bilang seperti permintaan anak TK


"Bukan hanya itu, aku juga mau Vano" Jawab Lauda membuat Natno tampak terdiam


"Kakek bisa membakar seluruh dunia untuk kamu, tapi kakek tidak bisa memberikan seorang pria kepada kamu, kamu tahu kenapa? Karena titik paling susah manusia terdapat di hatinya! Jika saja pria yang kamu inginkan memang menyukaimu juga, mungkin sudah dari dulu dia akan nyamperin kamu" Perkataan Natno mampu membuat Lauda terdiam, ia juga berpikir apa yang Natno ucapkan memang benar adanya


"Tapi aku suka sama Vano" Ucap Lauda sambil membanting stick golf


"Jaga sikap kamu kepada kakek Lauda! Jangan rendahin diri karena seorang pria!" Ucap Natno melotot tajam kepada Lauda


"Kenapa kakek gak pernah ngerti aku? Aku hanya minta Vano! Aku ingin Vano! Kenapa kakek gak bisa ngabulin permintaan aku?" Tanya Lauda memberanikan diri, sebelumnya Lauda tidak pernah berani atau pun membentak Natno, tapi sekarang Lauda merasa berani karena keinginannya kepada Vano terlalu kuat


"Bukan Kakek yang gak bisa ngabulin permintaan kamu! tapi Vano nya yang gak suka kamu" bentak Natno seraya pergi meninggalkan Lauda


"TAPI AKU SUKA VANO!" teriak Lauda dari belakang seraya menyusul Natno


----


sudah menunjukkan pukul 12.00 tapi Jovan masih sibuk bermain Ludo king. Jovan terlalu asik main hingga melupakan tujuan awal ia datang ke cafe untuk apa, sebenarnya Feby sudah dari tadi mengomel kepada Jovan karena belum satupun Jovan mengerjakan tugas


"Ini udah ke empat kalinya lo kalah main! Sekali lagi lo kalah, lo harus buru-buru selesaikan tugasnya!" Ucap Feby tidak santai kepada Jovan


"Iya tenang aja bawel lo!" Jawab Jovan masih asik main


"Sebenarnya lo kesini mau apa sih? Main Ludo apa mau ngerjain tugas?" Tanya Feby jengah melihat kelakuan Jovan


"Main sambil belajar, tapi gue lebih suka mai.."


BUGH!


Ucapan Jovan terpotong karena ia mendengar suara bising dari belakang Feby, ternyata ada orang yang lagi berantem


"Ada apa?" Tanya Feby panik karena mendengar suara kagaduhan di belakangnya


"Orang lagi berantem" jawab Jovan seraya menghentikan aktivitasnya bermain Ludo


"Awas!"


Jovan melihat sebuah gelas melayang di belakang Feby, dengan cepat ia menangkup kepala Feby agar tidak terkena gelas itu dan alhasil gelas itu mengenai tangan Jovan


PRANK


Feby terkejut saat Jovan tiba-tiba mengangkup kepalanya, samar-samar Feby mendengar suara gelas pecah di dekat telinganya


"Suara apaan tuh?" Tanya Feby masih panik


"WOII! LO KALAU MAU BERANTEM JANGAN DI SINI! TAHU TEMPAT LAH ANJING! LO TAHU GAK KALAU KELAKUAN LO HAMPIR BUAT DIA CELAKA! LO MAU TANGGUNG JAWAB KALAU DIA CELAKA HAAH?" Teriak Jovan seraya menghampiri orang yang sedang berantem itu


"Apa haah? Berani lo sama gue?" Ucap orang yang berantem itu


"Lo pikir gue takut sama lo? Atau lo gak tahu siapa gue?" Tanya Jovan sinis

__ADS_1


"Emangnya lo siapa? Di wilayah ini tidak ada yang berani sama gue!" Ucap orang itu sombong


Jovan tersenyum miring saat mendengar perkataan orang itu, beruntung di sana hanya ada dirinya, Feby dan kedua sejoli yang sedang berantem itu


"Lo tahu Jovan Imanuel gak? Itu gue! Ini wilayah kekuasaan gue!" Ucap Jovan dingin tapi terdengar menyeramkan. Seketika suasana menjadi hening orang yang tadi ribut juga mendadak diam setelah mendengar perkataan Jovan


"A..ampun! Gu..gue gak tahu kalau lo itu Jo.. Jovan" ucap orang itu terbata


"Pergi sana! Kalau sampai gue lihat kalian lagi, habis kalian di tangan gue!" Ucap Jovan menyuruh mereka pergi, mereka langsung berlari keluar setelah mendengar perintah dari Jovan


Mereka mengetahui siapa yang berbicara itu, tak bisa di pungkiri, kharisma Jovan sangat terkenal sehingga orang-orang sudah mengetahui bertapa bengisnya Jovan


Sedangkan Feby? Ia masih melongo melihat tingkah Jovan, sejak kapan ia peduli padanya? bahkan Jovan sendiri sudah sering buat dia celaka


"Lo gak apa-apa?" Tanya Jovan tidak santai seraya menghampiri Feby


"Lo mau tanggung jawab kalau dia celaka?lo aja setiap ketemu gue, selalu buat gue celaka! Gila kali lo!" Bukannya menjawab, Feby malah meledek Jovan


"Udah untung lo, gue selametin!" Gerutu Jovan seraya melanjutkan permainannya yang sempat tertunda


"Udah gitu doang? Gue kira berantemnya bakalan seru, lah ini? Belum sampe sepuluh menit udah K.O duluan" ucap Feby melihat sekeliling, Feby berpikir kalau acara berantemnya masih berlanjut tapi ternyata tidak!


"Gak headshot gak seru" Gumam Feby


Feby melirik sekeliling lagi, tapi Memang benar-benar sudah kosong, ia merasa melewatkan sesuatu yang penting. Feby melihat kebawah di sana terdapat serpihan gelas kaca yang berserakan


"Lo udah selesai belum ngerjainnya? Kalau udah bantuin gue bersihin serpihan gelas ini" ucap Feby sambil menunjuk serpihan gelas yang Adi bawah


"Udah berantem, berisik, kagak tanggung jawab lagi!" lanjut Feby menggerutu


"Ini gelas kok bisa pecah gini sih?" Tanya Feby heran


"Lo tahu gak kalau gelas itu hampir ngenalin kepala lo?" Tanya Jovan dingin


"Apa? Gelas setajam silet ini hampir ngenalin kepala gue? Terus kenapa tidak kena?" Tanya Feby masih bingung


"Udah gue bilang, gue selametin lo! Lo nya aja yang gak tahu terima kasih" jawab Jovan sinis


"Lo bisa kagak kalau ngomong itu biasa aja? Gak usah ngomong sok sinis, sok cool?" Ucap Feby


"Gak bisa karena gue benci lo!" Jawab Jovan dingin


"Cepetan dong ngerjainnya! Giliran ngechat cewek aja lo semangat sampe panggil sayang-sayangan" ucap Feby menyindir Jovan


----


Jam sudah menunjukkan pukul satu malam, Jovan masih saja fokus dengan Ludo king nya berbeda dengan Feby yang sudah terlelap masuk kedalam dunia mimpi, Jovan melirik Feby yang sudah tertidur, tiba-tiba sebuah ide brilian muncul di kepala Jovan


"Gempa! Gempa! Feby cepet kita keluar ada gempa!" Ucap Jovan heboh seraya menggoyangkan tangan Feby


Tentu saja Feby langsung panik mendengar suara Jovan yang heboh, satu hal yang terlintas di pikiran Feby adalah buku tugas, jangan sampai buku tugas itu tertimpa reruntuhan bangunan


"Buku tugas mana? Buku tugas?" Ucap Feby masih eror seraya meraba meja mencari buku tugas


"Buku tugasnya sudah di makan babi" ucap Jovan menahan tawanya


Belum sempat Jovan tertawa lepas, ia langsung di kejutkan dengan datangnya segerombolan orang, sudah Jovan ketahui kalau orang yang tadi berantem akan membawa geng nya


"Gawat!" Gumam Jovan


"Gawat kenapa? Apa bangunan ini akan runtuh?" Tanya Feby panik


Jovan menggenggam tangan Feby, setelah itu ia langsung membawa Feby berlari, Feby menyeringit tidak mengerti karena Jovan membawanya berlari


"Kenapa kita lari?" Tanya Feby masih dalam masa pengisian nyawa


Kalau di tanya kenapa Jovan tidak memakai motor? Karena motor Jovan terpakir di depan, di mana segerombolan orang berada jadi sangat tidak mungkin kalau Jovan lewat sana


Mereka yang melihat Jovan kabur, langsung berlari menyusulnya, sebenarnya mereka tidak berani melawan Jovan tapi sekarang mereka jumlah mereka banyak jadi mereka berpikir bisa mengalahkan Jovan


"WOII JOVAN! BERHENTI DISANA!" Teriak seseorang yang berada di belakang


"Cepetan larinya" ucap Jovan kepada Feby


"Entar dulu elah! Gue kesusahan nih bawa buku tugas!" Jawab Feby repot sendiri


"Biar gue aja yang bawa" ucap Jovan seraya mengambil buku dari tangan Feby


Beruntung Jovan memiliki keahlian dalam berlari jadi ia bisa dengan mudah mengindari mereka, Jovan membawa Feby ke sebuah tempat yang cukup tersembunyi

__ADS_1


"Kok kesini? Bukannya kita harus kelapang ya?" Tanya Feby bingung, seharusnya kalau ada gempa itu orang-orang akan berlari ketempat yang terbuka bukan ke tempat yang sepi


"Udah lo diam aja!" Ucap Jovan seraya melepaskan jaketnya, setelah itu ia merungkupi kepalanya dan kepala Feby menggunakan jaket itu


"Sebenarnya ini ada apa sih?" Tanya Feby masih tidak mengerti dengan situasi yang di alaminya sekarang


"Kita di kejar para preman" jawab Jovan tanpa menatap wajah Feby


"Kok bisa? Gue kan nggak bikin masalah?" Tanya Feby bingung


"Bukan ngejar lo tapi ngejar gue" jawab Jovan


"Lo selalu aja bikin gue dalam masalah! Gak di sekolah! Gak di sini! Lo selalu nambah masalah hidup gue!" Ucap Feby ingin menangis, Jovan melihat wajah Feby yang hendak menangis, tanpa di sadari tangannya terangkat ingin mengusap wajah Feby tapi ia langsung tersadar dengan perbuatannya


"Apa? Lo mau cekik gue? Cekik aja! Bunuh gue sekarang" ucap Feby tidak santai


"Serius? Gue bisa loh bunuh lo sekarang juga" Tanya Jovan membuat Feby merinding


"Nggak! Gue cuma bercanda, jangan baperan lo jadi orang" jawab Feby


Tidak lama kemudian, mereka mendengar suara orang-orang yang berlari, Jovan berpikir kalau aksi ngumpetnya tidak di ketahui mereka. Saat mendengar suara berisik orang yang berlari, Feby bergetar ketakutan, yang Feby pikirkan adalah para preman itu membawa benda tajam lalu menusukkan ke tubuh Feby, Feby takut mati muda, ia mempunyai banyak dosa dan masih belum pernah merasakan menikah


"Lo tenang aja, mereka gak bakalan apa-apain lo!" Ucap Jovan menenangkan Feby


"****** lo! Gara-gara Lo gue selalu dapat masalah!" Ucap Feby menatap tajam Jovan


"Gara-gara Lo juga, gue selalu dapat masalah!" Ucap Jovan tidak mau kalah


"Gue lebih tersiksa!" Ucap Feby


"Gue juga lebih-lebih tersiksa! Apalagi lihat wajah lo yang jelek!" Jawab Jovan


"Bangsat lo!" Umpat Feby kepada Jovan


"****** lo!" Jawab Jovan mengumpat


"Gue udah beres ngerjain tugasnya, sekarang giliran lo yang ngerjain!" Ucap Feby


"Lo kan anak beasiswa, berarti lo pintar dong? Udah lo aja  ngerjain, gue orangnya bodoh"  kilah Jovan


"Beasiswa apanya? Gue sekolah aja di bayarin orang!" Ucap Feby membuat Jovan tekejut


"Bukannya lo masuk lewat jalur beasiswa ya?" Tanya Jovan lagi


"Gue gak keterima jalur beasiswa" Jawab Feby


"Tapi di pemberitahuan dokumen bokap gue, lo masuk lewat jalur beasiswa" ucap Jovan membuat Feby berpikir


"Apa?" Tanya Feby memastikan.


...setiap chapter pasti ada yang seru ada juga yang tidak jadi maapin kalo part ini garing👍...


...Buat kalian yang mau peluk back young, siap-siap nabung ya, masih rada lama sih tapi yaa siap-siap dulu🤗...


...Kalo part nya seru? Komen...


...Kalo punya saran dan kritik? Komen...


...Kalo mau demo? Komen...


...Kalo mau mengusulkan cast? Komen...


...Kalo ada typo? Komen...


...MAU NGOMONG APA SAMA FEBY?...


...MAU NGOMONG APA SAMA VENUS?...


...MAU NGOMONG APA SAMA JOVAN?...


...MAU NGOMONG APA SAMA BENUA?...


...SHIPPER VENUS MANA SUARANYA?...


...SHIPPER BENUA MANA SUARANYA?...


...SHIPPER JOVANKA MANA SUARANYA?...


...PENDUKUNG TRIO GEN MANA SUARANYA?...

__ADS_1


...Ig. @destifahila...


__ADS_2