
...Hallo🤗...
...Happy reading 💜...
Feby duduk di halte bus sambil mencoba termenung dengan percakapan tadi bersama Lauda, kalau inti masalahnya bukan dari Vano? Lalu dari siapa? Apa karena orang tuanya? Tapi menurut Feby orang tuanya sangat polos jadi mereka tidak akan mengerti tentang permasalahan seperti ini.
"Kalau gue cari solusinya di google bakal nemu gak ya?" Gumam Feby bertanya seraya menghidupkan layar ponselnya.
Hal yang membuat Feby benci adalah, di saat suasana serius seperti ini, ia selalu mengingat lagu shopee cod. Jadi Feby tidak bisa termenung lebih serius karena pikirannya selalu terkontaminasi dengan Shopee cod.
"Shopee cod! lo bisa minggir dulu napa? Gue harus benar-benar termenung nih!" Gerutu Feby mencoba menghilangkan lagu itu di pikirannya.
Saat Feby sedang bersilat pikiran, tiba-tiba ia di kejutkan dengan seseorang yang duduk di sampingnya, Feby mendongak melihat orang itu, ternyata dia adalah Venus.
"Lo ngapain di sini? Tumben gak bawa mobil?" Tanya Feby kepada Venus.
"Lagi malas aja." Jawab Venus.
"Lo mau pulang naik bus?" Tanya Feby sekali lagi.
"Hm." Jawab Venus.
Feby menganggukkan kepalanya sebagai jawaban darinya.
"Bus nya belum datang?" Tanya Venus kepada Feby.
"Belum, gue juga udah nunggu satu jam lebih tapi bus nya belum datang juga" Jawab Feby melirik jam di ponselnya.
"Oh." Menolong Venus.
Feby menyenderkan kepalanya di tiang yang ada di sisinya, Feby sedang berusaha untuk termenung dan memikirkan solusi untuk masalahnya. Di sisi lain Venus menatap iba kepada Feby, Venus tahu betul apa yang sekarang Feby rasakan.
Tak lama kemudian bus sudah muncul, tapi Feby masih belum tersadar dari lamunannya. Sebenarnya Feby bukan melamun tapi ia sedang berusaha termenung sambil bernyanyi shopee cod.
"Ayo! Bus nya udah datang." Ucap Venus seraya menggenggam tangan Feby dan membawanya masuk ke dalam bus.
"Lo kalau masuk ngomong dulu kek, jangan asal tarik! Gue jadi kaget nih!" Gerutu Feby kepada Venus.
"Lo duduk di sana!" Titah Venus menyuruh Feby duduk di dekat jendela.
"Gak mau ah! Lo aja yang duduk di sana." Jawab Feby menolak.
"Udah lo duduk aja di sana! Lo gak takut apa kalau duduk di sini banyak cowok hidung belang yang nyolek-nyolek lo?" Tanya Venus membuat Feby tampak berpikir.
"Iya juga ya? Di sini kan banyak orang yang kagak berkah" Batin Feby membenarkan perkataan Venus.
"Oke, gue duduk di sana." jaywab Feby setelah itu ia duduk di dekat jendela. Di ikuti oleh Venus yang duduk di sampingnya.
Venus membuka tas ranselnya dan ia mengeluarkan boneka yang berukuran kecil, lebih tepatnya seperti gantungan kunci. Venus mendapatkan ganci itu di supermarket karena kebetulan ganci itu lagi promoan.
"Lo mau? Tadi gue salah beli, harus nya gue beli yang karakter cowok buka karakter cewek." Ucap Venus seraya menyodorkan banyak ganci itu kepada Feby.
Feby langsung di buat terkejut saat melihat ganci itu, tak bisa di pungkiri ternyata Feby juga membeli benda itu, cuma tadi Feby beli karakter cowok karena hanya karakter cowoknya saja yang tersisa.
"Loh kok boneka nya sama kayak yang punya gue?" Tanya Feby langsung mengobrak-abrik isi tasnya, setelah mendapatkan benda yang di cari, ia langsung menunjukkan kepada Venus.
"Lihat, sama kan? Cuma beda kelaminnya doang." Tanya Feby memperlihatkan ganci miliknya kepada Venus.
__ADS_1
Venus juga sama-sama terkejut, padahal tadi ia juga tidak sengaja membeli ganci itu, tapi apa Venus bisa menyebut ini sebagai takdir atau hanya kebetulan saja?
"Apa-apaan ini? Ini seperti ganci couple!" Ucap Venus membawa ganci milik Feby.
"Ganci itu apaan?" Tanya Feby merasa asing dengan kata ganci.
"Ganci itu gantungan kunci! Ini bukan boneka tapi gantungan kunci." Jawab Venus menunjukkan ganci itu kepada Feby.
"Gue kira boneka, pantesan aja ukurannya kecil" Ucap Feby menjadi malu sendiri.
"Lo tadi kan bilang salah beli, kalau gitu tukeran aja, gue juga gak terlalu suka gantungan kunci karakter cowok itu." Lanjut Feby.
"Yasudah nih." Ucap Venus menyerahkan ganci miliknya kepada Feby.
Feby sangat bahagia bisa memiliki gantungan kunci itu, saking bahagianya ia hampir melupakan masalah yang sedang ia alami.
"Asiik! Kenapa kebetulan-nya bisa sangat pas gitu? Gue kira kita sepemikiran." Ucap Feby kepada Venus.
"Gue juga gak tahu, padahal tadi gue gak sengaja beli, itupun gue beli karena ada promoan." Jawab Venus.
"Promoan? Lo sekarang udah doyan promoan? Kalau gitu kapan-kapan kita pergi ke mall yang itu lagi, siapa tahu gue bisa dapat rice cooker." Ucap Feby membuat Venus bergidik ngeri.
Dulu sesudah mereka pergi ke mall itu, malamnya Venus tidak bisa tidur karena teringat hal memalukan yang Feby lakukan, Feby yang membawa oven tapi Venus yang malu.
"Gak! Gue gak mau ke sana lagi! Gue kapok!" Ucap Venus tegas.
"Kenapa? Lo masih malu karena dulu gue menang oven? Kenapa lo malu? Lo harusnya seneng gue menang!" Ucap Feby lagi-lagi membuat Venus ngeri.
"Gue gak seneng lo menang yang kayak begituan, yang ada gue malu!" Ucap Venus menatap Feby..
"Kalau lo malu tinggal tutupi aja muka lo pake masker, atau lo maunya di tutupi pake adukan semen?" Ucap Feby membuat Venus terkekeh.
"Gue ngomong bener, gue nyaranin pake cara itu biar lo gak malu." Jawab Feby cepat.
"Kalau gitu kapan kita pergi nya?" Tanya Feby kepada Venus.
"Pergi ke mana?" Tanya Venus pura-pura gak tahu.
"Ke mall itu." Jawab Feby.
"Lain kali aja dah kalau gue udah gak malu." Ucap Venus final.
"Ck! Susah ngajak cowok yang punya banyak rasa malu." Batin Feby melirik julid Venus.
Tak lama setelah itu, seorang nenek tua memasuki bus, semua kursi penumpang sudah penuh.
"Ven bisa permisi sebentar gak?" Tanya Feby kepada Venus.
"Emangnya kenapa?" Tanya Venus bingung.
"Gue mau berdiri aja, lihat noh di sana, masa gue biarin si nenek itu berdiri? Kan gak epic." Jawab Feby hendak berdiri.
"Tunggu, biar gue aja yang berdiri!" Ucap Venus menghentikan aksi Feby.
"Nek duduk di sini aja!" Titah Venus kepada nenek-nenek yang sedang celingak-celinguk mencari tempat duduk yang kosong.
"Terimakasih nak." Ucap nenek itu.
__ADS_1
Venus pun membiarkan nenek-nenek itu duduk di samping Feby, meskipun dari lubuk hati Venus merasa tidak rela jika berjauhan dari Feby tapi karena ini demi orang tua, Venus lebih memilih mengalah.
"Kamu masih sekolah?" Tanya nenek itu kepada Feby.
"Iya nek, aku masih sekolah" Jawab Feby sambil tersenyum.
"Kami sangat cantik dan baik, sepertinya pacar kamu sangat mencintai kamu." Ucap nenek itu membuat Feby melirik Venus.
Venus yang mendengar itu hanya tersenyum senang sambil melihat ke arah lain. Entah kenapa Venus merasa kalau ucapan nenek itu di peruntukan untuknya.
"Tidak nek, aku belum punya pacar hehe." Ucap Feby tertawa kikuk.
"Nenek gak percaya sama omongan kamu, yang nenek lihat dari mata kamu, kamu itu sangat di sayangi oleh seseorang." Ucap nenek itu membuat Feby terkejut.
"Di sayangi? Siapa itu? Apa itu pria?" Tanya Feby semangat.
"Nenek tidak tahu pasti apa itu pria atau wanita, tapi yang nenek tahu kamu itu sangat di sayangi olehnya." Jawab nenek itu menjadi tanda tanya besar di kepada Feby.
"Di sayangi seperti apa maksud nenek? Apa itu orang tua aku?" Tanya Feby, yang ada di benaknya sekarang adalah orang tuanya, Feby berpikir kalau orang tuanya yang sangat menyayanginya.
"Semua orang tua pasti menyayangi anaknya, tapi bukan itu yang nenek maksud, maksud nenek adalah seseorang yang akan menjadi teman hidup kamu kel.." Ucapan si nenek terpotong karena supirnya mengerem mendadak.
"Nenek gak apa-apa?" Tanya Feby panik.
"Sebentar lagi nenek berhenti di sana." Ucap nenek itu kepada Feby.
"Iya, nek." Jawab Feby tidak tahu harus ngomong apa lagi.
...TBC...
...setiap chapter pasti ada yang seru ada juga yang tidak jadi maapin kalo part ini garing👍...
...Kalo part nya seru? Komen...
...Kalo punya saran dan kritik? Komen...
...Kalo mau demo? Komen...
...Kalo mau mengusulkan cast? Komen...
...Kalo ada typo? Komen...
...MAU NGOMONG APA SAMA FEBY?...
...MAU NGOMONG APA SAMA VENUS?...
...MAU NGOMONG APA SAMA JOVAN?...
...MAU NGOMONG APA SAMA BENUA?...
...SHIPPER VENUS MANA SUARANYA?...
...SHIPPER BENUA MANA SUARANYA?...
...SHIPPER JOVANKA MANA SUARANYA?...
...PENDUKUNG TRIO GEN MANA SUARANYA?...
__ADS_1
...Ig. @destifahila...