
...Hallođź‘‹...
“Panggil tante saja, jangan ibu.” Ucap Farida sedikit tidak suka.
Feby mengangguk, “Aku kesini karena ingin menjenguk temanku yang sedang sakit.” Ucap Feby sambil melirik Zolla sebentar.
“Setahu saya Zolla tidak mempunyai teman.” Ucap Farida memandang Feby penuh selidik.
“Memangnya apa yang tante tahu tentang Zolla?” Tanya Feby menyindir Farida.
Farida langsung di buat bungkam dengan ucapan Feby yang cukup menusuk, buru-buru ia menetralkan wajahnya supaya terlihat tenang.
“Zolla adalah anak saya jadi saya tahu banyak tentang dia.” Ucap Farida sinis.
“Aku tanya apa yang tante tahu tentang Zolla?” Tanya Feby mengulangi pertanyaannya.
“Dia gadis pemalas yang selalu membuat keributan di rumah, dia gadis bodoh yang selalu mempertahankan pekerjaannya sebagai pelayan.” Jelas Farida sambil berkaca-kaca, Feby tidak terkejut dengan jawaban Farida, ia sudah mengetahui kalau mamanya akan bilang begitu.
“Sudah kuduga mama akan bilang seperti itu.” Batin Feby.
“Oh..jadi itu yang tante ketahui tentang Zolla?” Tanya Feby menyindir lagi.
“Sebenarnya kamu mau apa kesini?” Tanya Farida kesal
“Mau jenguk kak Zolla.” Jawab Feby enteng.
Setelah itu ia membalikan tubuhnya ke kiri menghadap kearah seseorang yang sedang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.
Dari tadi Farida terus memperhatikan Feby, ia merasa kalau Feby sangatlah tidak asing baginya.
“Sejak kapan kamu berteman dengan anak saya?” Tanya Farida.
“Sejak aku masih smp.” Jawab Feby berbohong.
“Aku juga sudah banyak mendengar tentang kehidupan kak Zolla.” Lanjut Feby.
“Saya gak tanya.” Ucap Farida datar.
"Si mommy masih aktif juga ya bund?" Batin Feby kesal.
Tak lama kemudian Bella datang sambil membawa makanan, ia bingung melihat seseorang yang tidak ia kenal.
“Mah dia siapa?” Tanya Bella kepada Farida karena melihat seseorang yang tidak ia ketahui.
“Katanya sih teman Zolla, tapi mama juga gak tahu pasti.” Jawab Farida.
Bella hanya memandang Feby datar setelah itu ia meletakkan makanannya di kursi.
“Jadi lo teman kak Zolla?” Tanya Bella yang membuat Feby terkejut, sejak kapan Bella mau mengakuinya sebagai kakak?
"Setelah gue pergi lo jadi liar sekaligus alim ya?" Batin Feby membicarakan Bella.
“Iya gue Feby, gue teman baik nya kak Zolla.” Jawab Feby tersenyum.
“Oh, sepertinya kita seumuran.” Ucap Bella.
“Mata kiri lo kok kayak Sasuke? Habis berantem sama Naruto ya?” Tanya Bella sangat tidak berahlaq.
“Iya sepertinya begitu.” jawab Feby merasa canggung, dari tadi matanya tidak lepas dari makanan yang berada di atas kursi.
"Si Bella aja bilang kalau mata gue kayak Sasuke, bangsat bener si Jovan." Batin Feby menggerutu kesal.
“Sepertinya kalian mau makan malam ya? Kalau begitu boleh aku gabung?” Ucap Feby tidak tahu malu, bukannya tidak tahu malu tapi Feby hanya beranggapan kalau mereka masih keluarganya meskipun dirinya berada di jiwa orang lain.
mereka pikir kalau Feby akan pamitan pulang tapi ternyata Feby malah ingin bergabung makan malam.
“Kalau tidak keberatan silahkan saja.” Ucap Bella canggung.
“Tidak berat kok, malahan sangat enteng, kalau begitu mana makanannya?” Pekik Feby membuat dua orang di hadapannya saling melempar pandang.
Setelah itu Farida memberikan makanan kepada Feby dan dengan senang hati Feby menerima makanan tersebut, awalnya feby ingin langsung makan tapi ia urungkan karena melihat dua orang dihadapannya masih asik memandang Feby kepada
“Silahkan di makan” ucap Feby bak orang yang punya panggung
Mereka lagi-lagi di buat tidak mengerti dengan Feby, pasalnya merekalah yang sepantasnya menyebutkan kata itu kepada Feby bukan malah sebaliknya.
Di tengah-tengah makan, Feby membuka percakapan.
“Jadi gini, aku mau meluruskan tentang hal ini, maksud aku itu kak Zolla tidak seperti yang kalian pikir, kak Zolla itu orang yang sangat berbudi luhur dan juga dia itu sangat baik kepada orang lain.” Ucap Feby tiba-tiba sambil menyombongkan dirinya.
“Terus?” Tanya Bella acuh.
Feby sangat kesal dengan pertanyaan Bella yang terkesan acuh.
“Terus?..Ente sangat tidak berahlaqul Kharimah! Ane di sini mencoba menjelaskan kesalahan pahaman yang terjadi antara kak Zolla dan keluarganya, tapi kenapa ente sangat tidak peduli kepada kakak ente?” Gerutu Feby kesal karena sedari tadi Bella tidak serius menanggapi perkataannya.
__ADS_1
“Baiklah aku perjelas lagi, sebenarnya kak Zolla itu tidak bekerja sebagai pelayan cafe tapi dia adalah pemilik cafenya.” Lanjut Feby membuat Farida dan Bella langsung menatap tidak percaya Feby.
“Apa kamu sedang berbohong?” Tanya Farida tidak percaya.
“Aish! Pasti dia sedang berbohong Ma, gak mungkin kak Zolla bisa mempunyai cafe sendiri.” Timbal Bella tidak percaya.
“Kalau kalian tidak percaya nanti aku ke sini lagi membawa bukti, kalau gitu saya pamit pulang dulu.” Ucap Feby seraya pergi dari sana meninggalkan dua orang yang masih bingung.
“Gak kak Zolla gak temennya semua gak waras.” Seru Bella kepada Farida.
“Kamu harus hati-hati dengan orang seperti dia.” Ucap Farida memperingati Bella.
...***...
“Gue kira si Bella sudah alim, eh ternyata masih sebelas dua belas sama Abu lahab." Batin Feby membicarakan Bella.
Sekarang Feby sudah sampai di parkiran, ia menaiki motornya dan menjalakan motornya dengan kecepatan sedang, ia berencana untuk pergi ke supermarket dulu karena ada beberapa bahan makanan yang harus ia beli.
"Oh iya gue kan udah janji mau buatin bekal untuk Reza, apa sekarang aja belinya di supermarket biar sekalian?" Batin Feby bertanya.
Feby sudah mengendarai motornya kurang lebih selama satu jam, saat sedang enak-enak nya melihat gemerlap cahaya lampu tiba-tiba matanya tak sengaja melihat seseorang yang sedang mengotak-atik mobilnya lantas ia pun berhenti untuk bertanya.
“Mobilnya kenapa bang?” Tanya Feby kepada seseorang yang membelakanginya.
karena mendengar seseorang berbicara sontak pria itupun berbalik dan mendapati seorang gadis yang ia kenal.
"Manusia tidak terpuji? Kenapa dia ada disini?" Batin Feby terkejut.
“Lo? Gue kira tadi abang tukang bakso.” Ucap Feby terkejut.
“Lo ngapain malam-malam di sini?” Tanya Venus kepada Feby.
“Gu..gue habis dari rumah temen.” Jawab Feby gelalapan.
“Mobil lo kenapa?” Tanya Feby penasaran.
Venus memicingkan matanya “Gue sedang cari bantuan.” Ucap Venus mengode Feby.
Feby langsung di buat mengerti dengan ucapan Venus, tiba-tiba Feby mendapat ide yang sangat cemerlang untuk membantu Venus.
“Gue dapet hidayat.” Ucap Feby turun dari motornya, ia langsung mencari ban serep yang berada di dalam mobil Venus, setelah ia mendapatkan ban serep nya ia langsung memberikan kepada Venus.
“Ini ban nya tuan” Ucap Feby seraya memberikan sebuah ban kepada Venus.
“Maksud lo?” Tanya Venus tidak mengerti.
“Tadi lo kan cari bantuan? Ini ban nya kamu tuan nya, kalau di satukan jadi bantuan.” Jawab Feby merasa puas.
Saat ini Venus lagi di buat bimbang dengan Feby, antara gemas karena tingkahnya atau marah karena kebodohannya, ia menghela napas berat setelah itu ia mendekat ke arah Feby dan ia langsung menyilangkan tangannya di leher Feby sampai Feby merasa tercekik.
“Lo manusia belahan mana sih?” Tanya Venus gemas.
“Oyy..napas gue.. Oyy!” Ucap Feby kepada orang yang berada di belakangnya seraya menepuk-nepuk tangannya.
Venus melepaskan tangannya, kini Feby bisa bernapas dengan lega .
“Gila lo veven! hampir aja gue mati kehabisan napas.” Gerutu Feby kesal.
Venus hanya memandang datar ke arah Feby, berbeda dengan Feby yang menatapnya dengan tatapan membunuh.
“Pengen gue tempeleng muka lo?” Gerutu Feby.
“Gue butuh bantuan.” Ucapnya datar seperti tidak tergoyahkan.
“Gue udah beri bantuan tadi.” Ujar Feby.
“Sshh!” Pekik Venus membuat Feby menjadi takut.
“Apa yang gue harus bantu?” Tanya Feby julid.
“Mobil gue mogok, gue gak ada kendaraan buat pulang.” Ucap Venus masih datar.
“Mobil orang kaya bisa mogok juga ya?” Tanya Feby tidak percaya.
Feby di buat bingung dengan apa yang harus di lakukan sekarang, ia tidak bisa mengotak-atik mobil atupun melakukan sesuatu yang bersangkutan dengan mobil.
“Gue gak bisa ngotak-ngatik mobil.” Ujar Feby jujur.
“Kunci motor lo mana?” Tanya Venus menanyakan kunci motor Feby.
Feby langsung memberikan kunci motornya kepada Venus, ia berfikir kalau Venus akan menggunakan kunci motornya sebagai alat untuk membenarkan mobilnya, tapi ternyata itu salah Venus malah menaiki motornya.
“Eh eh? Lo kenapa naik motor gue? Turun lo!” Seru Feby tidak terima kalau Venus menaiki motornya.
“Udah gue bilang kalo gue gak ada kendaraan buat pulang.” Ucap Venus terdengar kesal.
__ADS_1
“Apa urusannya sama motor gue? Kalau lo gak ada kendaraan buat pulang, hubungi temen lo minta bantuan sama mereka.” Suruh Feby kesal.
“Gue maunya minta bantuan sama lo! Dulu gue udah bantuin belain lo dari amukam si Jovan dan sekarang lo juga harus balas budi sama gue.” Ujar Venus tidak terbantah.
"Balas budi katanya?" Batin Feby kesal.
“Ngapain gue harus balas Budi? Budi kan gak salah apa-apa?” Ujar Feby membuat Venus menatap tajam.
Feby menjadi gugup “Kalau lo pulang sama gue terus ini mobilnya gimana?” Tanya Feby sambil memukul-mukul mobil Venus.
“Nanti orang suruhan gue yang ngambilnya.” Jawab Venus enteng.
“Yaudah lo tinggal tunggin anak buah lo, setelah itu lo nebeng sama anak buah lo, jadi lo gak harus nebeng sama gue.” Ucap Feby.
Venus menggeleng laknat, “Kalau lo gak naik gue tinggalin nih!” Seru Venus membuat Feby semakin kesal l.
“Eleh eleh! Ini motor gue berani-beraninya lo ngancam gue!” Gerutu Feby memandang kesal Venus.
Karena tidak ada pilihan lain, akhirnya Feby naik motornya kali ini ia duduk sebagai penumpang dan Venus sebagai supir nya.
Feby tidak mengira kalau Venus akan menjalakan motornya seperti orang kesetanan, ia mengira kalau Venus akan menjalakan motornya adem ayem seperti sungai yang mengalir tenang.
“VENDUS-TA ENGKAU! UDAH NEBENG NGERUSAK MOTOR LAGI!" Gerutu Feby kesal karena Venus menjalakan motornya seperti Ironman.
Rencana Feby untuk pergi ke supermarket telah gugur karena adanya mahluk astral yang mengganggu ketenangan jiwanya, mahluk astral itu adalah Venus.
...***...
Setelah terbebas dari segala malapetaka saat bersama Venus, akhirnya Feby sekarang sudah berada di kamar kesayangannya, ia merebahkan tubuhnya yang sangat lelah tidak lupa juga ia mengompres matanya kirinya dengan air dingin.
“Gue besok harus beli hp.” Gumam Feby seraya menempelkan kain basah ke matanya.
“Gue harus lapor kepada Bu Rena tentang konspirasi yang terjadi di kehidupan Feby." Gumam nya lagi.
"Gue harus buat Devin jadi fakboy."
"Gue harus memberhentikan orang tua gue bekerja di tempat orang lain."
"Gue harus bisa secantik Jennie blackpink."
"Gue harus jadi orang kaya."
"Gue harus membuka mata batin keluarga gue yang dulu."
"Gue harus buta perhitungan kepada si Bellalang."
"Intinya gue harus sehat, cerdas dan ceria."
"Aamiin." Ucapan penutup Feby sebelum ia tertidur.
Feby pun tertidur dengan lelap, mengistirahatkan rasa penat dan letihnya agar esok ia bisa berjuang untuk hidupnya yang penuh tantangan bak permainan ninja warrior.
•••
Esoknya..
Sekarang masih jam 5 subuh tapi Feby sudah terbangun karena ada panggilan alam, ia turun dari ranjangnya dan segera pergi ke kamar mandi, saat ia masuk ke kamar mandi ia tak sengaja berpapasan dengan cermin, alangkah terkejutnya ia saat melihat dirinya di cermin bahkan saking terkejutnya ia sudah tidak mood untuk melakukan penjawaban alam.
“AAA” teriak Feby kaget
Karena suara teriakan Feby kencang jadi semua anggota keluarga terbangun, mereka langsung berlari menuju suara itu berasal dan saat mereka sampai di tempat suara itu berasal mereka kaget dengan mata kiri Feby yang sangat merah
“Mata kamu kenapa nak?” tanya Gina Jawa khawatir
“Apa mata kamu iritasi?” tanya Heri menghawatirkan keadaan Feby
“Aku gak tahu” jawab Feby cemas
“Sasuke real life” gumam Devin
...See you next partđź‘‹...
...Kalo part nya garing? Komen ...
...Kalo part nya seru? Komen...
...Kalo punya saran dan kritik? Komen...
...Kalo mau demo? Komen...
...Kalo mau mengusulkan cast? Komen...
...Kalo ada typo? Komen...
...[D E S T I F A H I L A]...
__ADS_1