
...Hallo...
...H A P P Y R E A D I N G๐...
Sekarang Feby sudah berada di rumahnya, disana sudah ada keluarganya yang duduk santai di kursi.
"Bu, kita jalan-jalan yuk." Ajak Feby sambil rebahan.
"Jalan-jalan kemana? Ini udah malam, besok aja jalan-jalannya." Ucap Gina.
"Yah gak seru dong kalau besok mah, ibu gak tahu kalau di dekat alun-alun ada pasar malam?" Tanya Feby.
"Tidak, ibu tidak tahu, ibu jarang keluar rumah selain bekerja jadi ibu nggak tahu kalau ada pasar malam." Jawab Gina.
"Ah ibu mah kudet, kurang liburan, kalau gitu ayo ikut aku kita ke pasar malam sekarang, itung-itung refreshing." Ucap Feby seraya berdiri dari rebahannya.
"Bapak mau ikut?" Tanya Feby kepada bapaknya yang sibuk bermain catur bersama Devin.
"Nggak, bapak masih ingin main catur." Jawab Heri.
"Aku boleh ikut gak?" Tanya Devin sambil tersenyum. Heri yang mendengar itu ia langsung memandang Devin, ia merasa di php-in oleh anaknya sendiri.
Feby mendadak merinding melihat Devin tersenyum yang dimana senyumannya mengalihkan mata batin!
"Bapak juga ikut." Ucap Heri membatalkan perkataan sebelumnya.
"Boleh kalau bisa semuanya kita pergi, daripada di rumah kan gak epic gitu." Jawab Feby.
"Asiik." Girang Devin, setelah itu ia berlari ke kamar dan memakai jaket.
Akhirnya mereka semua pergi ke pasar malam, meskipun awalnya mereka nolak tapi karena rayuan maut Feby akhirnya mereka mengikuti keinginan Feby. Dan sekarang mereka sudah sampai di tempat tujuan. Jarak dari rumah Feby ke pasar malam tidak terlalu jauh dan hal itu tidak membuat Feby ataupun keluarganya repot harus naik kendaraan, cukup jalan kaki aja.
"Ibu lihat disana, ibu mau naik itu?" Ucap Feby sambil menunjuk kereta-keretaan.
Gina memukul bahu Feby pelan "Kamu suruh ibu naik mainan anak?" Tanya Gina kesal.
Feby terkekeh "Kalau gitu..ibu mau naik itu?" Tanya Feby sambil menunjuk kuda-kudaan.
"Issh..kamu! Gak ah, ibu gak mau naik." Seru Gina.
"Pak, bapak kan pria jadi bapak bisa dong naik itu." Ucap Feby sambil menunjuk kuda-kudaan.
Heri melihat apa yang di tunjuk Feby ia tersenyum "Ibu mau gak?" Tanya Heri kepada Gina.
"Astaga ini anak sama bapak sama saja, nggak ibu gak mau naik itu!" Jawab Gina jengah.
"Sstt bapak jangan kalah sama istri, bapak adalah pemimpin keluarga jadi bapak harus siap sedia mengajak istri berbuat kesenangan, paksa ibu untuk naik kuda-kudaan itu, biar kalian bisa ngerasain uwuu-uwwu an lagi." Bisik Feby kepada Heri.
"Eh? Si Devin mana?" Tanya Feby yang sadar atas kehilangan Devin.
"Dia disana, tadi ada yang nelpon." Jawab Heri sambil menunjuk pedagang sosis bakar.
"Masa telponan di depan pedagang sih?" Gumam Feby tidak percaya.
"Kalau gitu bapak selamat ber uwwu-uwwu ya, aku mau keliling kesana-kemari dulu, siapa tahu dapat cogan." Ucap Feby girang.
Feby pergi menghampiri Devin yang lagi asik memesan sosis bakar.
"Lo ngapain disini?" Tanya Feby tiba-tiba membuat Devin kaget.
"Lagi pesen makanan." Jawab Devin.
Seketika Feby teringat dengan gombalan Devin kepada pacarnya, tidak asik kalau Feby tidak menggoda Devin.
"Lo kemarin ngegombal siapa?" Tanya Feby menahan tawanya, Devin yang mendengar itu langsung menatap Feby. Sungguh hal itu adalah hal yang memalukan jika diketahui orang lain.
"Kakak tahu dari mana?" Tanya Devin yang sudah shock.
"Kamu adalah hal terin.." Ucapan Feby terpotong karena Devin membekap mulutnya. Jujur Devin sangat malu atas apa yang di katakan kakaknya,apalagi disana sedang banyak orang.
__ADS_1
"Mang nanti aku kesini lagi ya." Ucap Devin sambil membawa Feby dari sana.
"Kamu adalah hal terindah yang perna.." Ucap Feby saat Devin sudah melepaskan bekapannya. Mendengarnya saja sudah membuat wajah Devin menjadi merah, ia sangat malu sekarang, dalam hati ia menyesal karena telah mengucapkan kalimat itu kepada pacarnya jika akhirnya akan seperti ini.
"Ahkk! Lo diam! Jangan malu-maluin gue!" Seru Devin hingga tidak sadar mengucapkan kata kasar.
"Ah lo mah, bilang aja lo ngegombal anak orang ya kan? Kamu adalah.." Lagi-lagi Devin berteriak saat Feby mau mengucapkan gombalan itu.
"AHKK! lo jangan terusin kata-kata itu!" Seru Devin marah sekaligus malu.
"Kenapa? Lo jadi ******** ya?" Tanya Feby terkekeh tapi seketika ia terdiam.
"Apa? ********?" Tanya Devin cengo.
"Aii? Kok gue jadi ngomong ********?" Tanya Feby sama-sama tidak mengerti dengan perkataannya.
"Ah! Pokonya kakak jangan ngomong itu lagi! Kalo kakak ngomong itu lagi aku akan men double kill kakak!" Ancam Devin.
"Woah, serem banget master Devin ngancam, okelah karena gue orang yang baik hati jadi gue gak akan ngomong itu lagi." Jawab Feby tersenyum.
"Kalau gitu aku pergi dulu, mau ngambil sosis." Ucap Devin sambil pergi dari sana.
"Kalau gitu silahkan." Jawab Feby. Setelah itu ia pergi dari sana berniat berkeliling sembari mencari kuliner murah meriah. Tapi matanya tak sengaja melihat seseorang yang Feby kenal.
"Haji Oma?" Tanya Feby sambil melihat wajah orang itu. Dia adalah Reza.
"Ehh? Uning?" Balas Reza terkejut saat melihat Feby berada di hadapannya.
BUKH
"Ngapain lo disini euy?" Tanya Feby sambil memukul bahu Reza dengan gaya sok kenalnya.
BUKH
"Gue lagi nganter adek gue main kesini euy, lo juga ngapain disini euy?" Jawab Reza membalas pukulan yang di berikan oleh Feby. Feby melihat Reza julid bagaimana bisa pria membalas pukulan wanita? Udah gitu pukulannya gak ngotak lagi, pikirnya.
BUKH
BUKH
Reza mengusap bahunya yang sakit karena di pukul keras oleh Feby "Adek gue masih SD euy." Jawab Reza tersenyum sambil membalas pukulan Feby dua kali lebih kencang sampai. Feby meringis kesakitan karena bahunya di pukul oleh lelaki turunan Sunda ini.
"AH! sakit bahu gue euy!" Seru Feby sambil mengusap-usap bahunya yang terasa berdenyut.
"Yakan lo duluan yang mulai!" Jawab Reza tak kalah.
"Yakan gue mencoba akrab." Kilah Feby.
"Yakan gue juga mencoba akrab!" Jawab Reza tak mau kalah.
Feby melirik julid Reza "Serah lo deh." Ucap Feby mengalah.
"Lo kok sendiri? katanya sama keluarga?" Tanya Reza.
"Keluarga gue lagi main disana, lo juga kok sendiri katanya sama adek." Jawab Feby setelah itu bertanya.
"Adek gue lagi maen kereta-keretan disana." Jawab Reza sambil menunjuk kereta-keretan.
"Oh." Monolong Feby.
"Eh Feby, gue mau tanya serius sama lo." Tanya Reza sambil menatap serius kearah Feby.
"Gue udah ada yang serius, nggak buka orang serius lagi." Jawab Feby.
"Bukan serius itu dodol! Maksud gue, lo deket sama Benua?" Tanya Reza serius.
"Deket gimana maksudnya?" Tanya Feby tidak mengerti.
"Ya.. Deket gitu." Jawab Reza susah menjelaskan.
__ADS_1
"Gak tahu sih, kalau di tanya gue deket apa enggak jawabannya gak tahu, kalau gue jawab deket nanti di kira ngaku-ngaku lagi." Ucap Feby.
"Gue gak peduli jawaban lo apa, tapi gue berterima kasih sama lo." Ucap Reza senang.
"Berterimakasih kenapa?" Tanya Feby tidak mengerti.
"Yah, akhir-akhir ini mood Benua jadi positif, gue yakin itu karena lo! Oh, dan juga berkat lo Benua sekarang sudah bisa move on dari mantan pacarnya." Jawab Reza menjelaskan.
Feby terkejut saat mendengar kalau Benua punya mantan pacar orang kayak Benua punya mantan juga ya? Batinnya.
"Mantan? Emang Benua punya mantan? Siapa mantannya." Tanya Feby tidak percaya.
"Iya, dia punya namanya Natalie." Jawab Reza, lagi-lagi membuat Feby terkejut, emang dasarnya Reza itu di penuhi dengan kejutan.
"Natalie ratu sekolah? Woow bagaimana bisa? Gila! Mau-mau aja si Natalie masa Benua." Ucap Feby di tengah keterkejutannya.
"Lo kok ngomongnya gitu? Emang Benua kenapa?" Tanya Reza tidak menerima dengan perkataan Feby.
"Benua itu orang yang sama gesreknya sama gue." Jawab Feby membuat Reza terkejut.
"Apa lo bilang? Gesrek? Wahh! Lo gak tahu kalau Benua itu orang yang dingin? Dia sebelas dua belas sama Venus!" Ucap Reza membuat Feby tidak percaya.
"Lo bohong! Si Benua itu orangnya gesrek kagak ada dingin-dingin nya!" Ucap Feby masih tidak percaya.
"Lo juga bohong, Benua itu orangnya dingin kagak ada unsur gesrek, humoris atau apalah itu yang menyangkut pautkan dengan kebobrokan!" Kilah Reza menyangkal perkataan Feby.
"Ah masa sih? Tapi kok dia gak dingin ya sama gue?" Tentang Feby mencoba untuk mengerti.
"Serius! Gue bicara jujur." Ucap Reza mencoba membuat Feby percaya.
"Serius gue juga bicara jujur." Ucap Feby yang juga membuat Reza percaya.
"Btw kenapa si Reza sama si Natalie putus?" Tanya Feby penasaran.
"Orang ketiga." Jawab Reza.
"Hah? Si Benua selingkuh?" Tanya Feby tidak percaya.
"Bukan si Benua tapi si ceweknya." Jawab Reza.
"Serius deh gue mau lihat wajah si cewek itu, sesempurna apa sih wajah dia sampe orang kayak Benua di duain?" Ujar Feby kesal karena terbawa perasaan.
"Besok aja lihat." Jawab Reza.
"Besok?" Tanya Feby Bingung.
"Besok si Natalie sudah bisa sekolah." Jawab Reza.
"Emangnya Natalie kenapa? Apa maksudnya dia sudah bisa sekolah besok?" Tanya Feby masih tidak mengerti.
"Natalie habis liburan sama orangtuanya dari Korea dan besok dia sudah bisa sekolah lagi." Jawab Reza menjelaskan.
"Oh..gila orang-orang kaya main nya gak main-main." Gumam Feby.
"Adek gue udah datang, gue pulang dulu ya." Ucap Reza sembari berpamitan sama Feby.
"Keluarga gue juga udah nungguin, gua juga kesana dulu." Jawab Feby sambil pergi dari sana.
...See you next part๐...
...Kalo part nya garing? Komen ...
...Kalo part nya seru? Komen...
...Kalo punya saran dan kritik? Komen...
...Kalo mau demo? Komen...
...Kalo mau mengusulkan cast? Komen...
__ADS_1
...Kalo ada typo? Komen...
...D E S T I F A H I L A...