BACK YOUNG

BACK YOUNG
70. Ready to game


__ADS_3

...Hallo 🤗...


...Happy reading 💜...


Esok harinya..


Setelah semua siswa sudah di bubarkan dan mereka udah pulang dari sekolah, lain halnya dengan Lauda.


Di samping jalan seberang sekolah, ia menatap tajam bangunan Sma Dharmawangsa, hari ini ia akan membalaskan dendamnya kepada Feby, seseorang yang sudah membuatnya tersiksa di dalam rasa cinta.


"Sebenarnya gue gak mau ngelakuin ini, tapi lo yang nantangin gue!" Gumam Lauda tersenyum miring.


Lauda mengeluarkan ponsel dari sakunya, lalu ia menelpon seseorang.


"Sekarang! Tapi lo jangan apa-apain dia! Cukup lukai aja." Ucap Lauda kepada seseorang yang berada di sebrang sana. Setelah berbicara seperti itu Lauda langsung mematikan sambungan telponnya.


"Venus, Benua, Jovan? Lo beruntung bisa di sukai tiga most wanted sekaligus, tapi lo kurang beruntung karena karena udah bermasalah sama gue." Gumam Lauda manatap datar layar ponselnya.


"Untuk terakhir gue mau lihat ekspresi kalian saat lihat Feby terluka, pasti lucu." Gumamnya sambil terkekeh kesenangan.


Sebenarnya Lauda melakukan ini bukan tanpa alasan tapi karena ia hanya ingin mengetahui apakah mereka bener-bener menyukai Feby atau tidak, tujuannya adalah jika mereka bener-bener terbukti menyukai Feby maka ia gak akan khawatir lagi kalau Feby bakal ngerebut Vano.


•••


Ring ponsel Jovan berbunyi menandakan ada sebuah pesan masuk, dengan malas Jovan melihat pesan itu.


Lauda


|Feby!


Jovan menyeringit saat melihat pesan, ia tidak tahu maksud dari si pengirim, tapi saat melihat nama pengirim itu Jovan sangat terkejut.


"Lauda? Kenapa dia ngirim pesan kayak gini? Gue gak punya masalah sama si dia." Gumam Jovan keheranan.


"Gabut ya?" Gumam Jovan lagi bertanya.


Lauda


|Lo bakal lihat Feby terluka! Haha:(


Lauda blok your number.


Saat melihat chat terkahir dari Lauda, Jovan lebih terkejut apalagi sampai menyangkut pautkan Feby.


"Anjing! Malah di blok lagi!" Gerutu Jovan mencoba menghubungi nomor Lauda tapi usahanya tidak membuahkan hasil karena nomornya telah di blok.


"Emang ini ada apaan sih? Kenapa dia mau ngelukai si Feby?" Gerutu Jovan sambil mengotak-atik ponselnya.


Jovan mencoba menghubungi nomor Feby, tapi nomornya tidak bisa di hubungi. Hal itu membuat Jovan semakin khawatir, tak bisa di pungkiri ternyata sekarang Jovan sudah tertarik sama Feby.


"Angkat telponnya Feby ******!" Gumam Jovan mencoba menghubungi nomor Feby lagi.


"******! Kenapa gak di angkat sih? ****** lo Feby!" Gerutunya sambil mencoba menghubungi nomor Feby lagi.


Namun tetap saja Feby tidak mengangkat telponnya, dan hal itu membuat Jovan merasa kesal sekaligus khawatir.


"Argh! Lauda sekarang lo berurusan sama gue!" Desis Jovan sudah mengepalkan tangannya. Lalu ia berlari keluar dari kamarnya untuk mencari keberadaan Lauda tapi sebelumnya ia juga akan mencari Feby dan memastikan kalau Feby baik-baik saja.


•••

__ADS_1


Tak jauh beda dengan Benua, acara tidurnya terganggu karena pesan dari seseorang yang sungguh memberatkan pikirannya.


Lauda


Feby!


"Feby? Why?" Gumam Benua mempertanyakan maksud Lauda mengirim pesan tersebut.


Karena tidak ada jawaban lagi dari Lauda, Benua menyimpan lagi ponselnya dan melanjutkan acara tidurnya yang barusan sempat terganggu.


Belum sempat beberapa detik ponsel Benua berbunyi lagi, Benua berdecak sebal saat mendengar ponselnya berbunyi.


"Apa lagi sih?" Gerutu Benua seraya mengecek ponselnya. Tapi saat ia melihat pesan yang masuk, ia sangat terkejut apalagi saat melihat Feby bakal terluka.


Lauda


|Lo bakal lihat Feby terluka! Haha:(


Lauda blok your number.


"Feby siapa yang bakal terluka? Yak brengsek malah di blok lagi." Gerutu Benua langsung berdiri dari tidurnya.


"Apa maksud si Lauda? Kenapa dia mau ngelukai Feby? Emangnya mereka punya masalah apasih?" Gumam Benua bertanya dengan raut muka terpaut kekhawatiran.


Benua mengotak-atik ponselnya untuk mencari nomor Feby, setelah mendapatkannya Benua langsung menelpon Feby tapi ponsel Feby tidak aktif.


"Angkat telpon gue Feby! Jangan buat gue khawatir!" Gumam Benua terus menghubungi nomor Feby meskipun tidak aktif.


"Please! Ini gak lucu! Angkat telpon gue!" Gerutu Benua mencoba menelepon Feby lagi bahkan ini sudah ketiga kalinya ia menghubunginya namun tetap saja Feby tidak mengangkat telponnya.


"Argh! Lauda sialan!" Gerutu Benua langsung berjalan keluar dari kamarnya, sungguh hari ini Benua sangat lelah di tambah ia harus melihat pesan horor dari Lauda, bener-bener gak bisa di biarin.


•••


Namun Lauda tidak menghubungi Venus karena mentalnya belum cukup untuk melawan Venus, damage Venus terlihat menyeramkan di mata Lauda itulah mengapa ia merasa ragu untuk beritahu Venus.


"Apa gue biarin aja si Venus gak tahu kalau sekarang si Feby bakalan di keroyok?" Gumamnya menatap ragu nomor Venus.


Baru saja ia ingin mengirim pesan itu tapi pikirannya langsung tersadar kembali.


"Gak! Gue gak boleh beritahu si Venus, gue takut di apa-apain sama dia." Gumamnya mendadak bergetar ketakutan.


"Tapi gue punya kekuatan dari kakek gue, sekarang gue gak boleh takut lagi sama si Venus! Gue harus bisa lawan!" Ucapnya dengan sangat percaya diri, lalu tanpa ragu Lauda mengirimkan pesan itu kepada Venus.


Di sisi lain, Venus sedang berada di bengkel menunggu motornya selesai di modif, entah kenapa sekarang Venus lebih tertarik naik motor di bandingkan naik mobil.


Saat sedang asik menunggu, tiba-tiba ponsel Venus berbunyi menandakan ada sebuah pesan masuk. Dengan malas Venus mengecek ponselnya dan ternyata Lauda mengirimkannya pesan.


Lauda


|Feby!


|Lo bakal lihat Feby terluka, gue udah suruh preman buat keroyok dia haha:(


|Tapi kalau lo bantu dia? Gue bakal ada di pihak lo kok.


Alis Venus berkerut melihat pesan itu. Namun saat di baca lebih jelas ia baru mengetahui Kalau sekarang Feby dalam bahaya.


"Lauda lagi? Kayanya dia belum kapok!" Gumam Venus santai sambil mata masih fokus menatap layar ponselnya.

__ADS_1


"Apa gue harus habisi lo dulu biar lo sadar? Gue gak bisa nahan amarah,"


Venus menghubungi nomor Lauda dan ternyata Lauda mengangkat telponnya, tentu saja hal itu mempermudah Venus dalam beraksi.


"Sedikit gue lihat Feby terluka? Gue bakal buat lo terluka sepuluh kali lipat lebih dari keadaan Feby." Ucap Venus santai sambil memasukkan permen karet kedalam mulutnya.


"Gue gak takut." Jawab Lauda mencoba untuk setenang mungkin.


"Oh ya? Kalau gitu bagus! Tapi lo juga harus tahu kalau sekarang gak ada lagi peringatan, ini adalah peringatan terkahir dan lo langgar peringatan itu, maka siap-siap lo lihat singa ngamuk." Ucap Venus sukses membuat Lauda terdiam tak berkutik, tanpa di sengaja tangan dan kakinya bergetar ketakutan saat mendengar perkataan Venus.


"Gu..gue gak takut sama lo!" Ucap Lauda gugup.


"Gak usah sok jago lo anjing! Inget! Gue gak bakal biarin lo macem-macem sama milik gue, apalagi sama cewek gue!" Lanjut Venus dan sekarang Lauda bener-bener bungkam tidak bisa berkata-kata apalagi.


"Lagipula lo gak tahu dimana gue sekarang." Ucap Lauda dengan gaya menantangnya.


"Gue tau lo di mana sekarang!" Setelah berkata seperti itu Venus menutup sambungan telponnya. Lalu ia berjalan menuju pekerja yang sedang mengotak-atik peralatan.


"Motor gue kapan selesainnya?" Tanya Venus menepuk pundak pekerja itu.


"Udah selesai bang, untuk pembayaran bisa ke kasir ya bang." Jawab pekerja itu dan di balas anggukan oleh Venus.


...TBC...


...Gimana part-nya? ...


...Kurang memuaskan ya?...


...Maaf ya cuma bisa segini....


...setiap chapter pasti ada yang seru ada juga yang tidak jadi maapin kalo part ini garing👍...


...Kalo part-nya kurang srek? Komen...


...Kalo part nya seru? Komen...


...Kalo punya saran dan kritik? Komen...


...Kalo mau demo? Komen...


...Kalo mau mengusulkan cast? Komen...


...Kalo ada typo? Komen...


...MAU NGOMONG APA SAMA FEBY?...


...MAU NGOMONG APA SAMA VENUS?...


...MAU NGOMONG APA SAMA JOVAN?...


...MAU NGOMONG APA SAMA BENUA?...


...SHIPPER VENUS MANA SUARANYA?...


...SHIPPER BENUA MANA SUARANYA?...


...SHIPPER JOVANKA MANA SUARANYA?...


...PENDUKUNG TRIO GEN MANA SUARANYA?...

__ADS_1


...Ig. @desti fahila...


__ADS_2