BACK YOUNG

BACK YOUNG
18. Benua


__ADS_3

...Hallo 🤗...


Sekarang Feby dan Benua sedang dalam perjalanan pulang, sepanjang jalan mereka tidak henti-hentinya berbicara tentang hal yang tidak berguna.


"Gue ngomong serius loh,gue baru lihat lo kemarin-kemarin." Ucap Benua serius.


"Gue juga baru lihat lo baru-baru ini." Jawab Feby serius.


"Kok bisa gitu? Padahal kan gue cukup terkenal di sekolah masa lo gak tahu?" Tanya Benua penasaran.


"Karena gue bukan Feby asli." Batin Feby.


"Karena gue jarang keluar kelas." Jawab Feby mencari alasan.


"Meskipun lo gak keluar kelas, lo pasti tahu gue dong? Secara gue kan terkenal." Ujar Benua sombong.


"Pengen banget lo di kenal gue?" Batin Feby.


"Nggak, gue gak tahu lo." Jawab Feby enteng tapi mampu membuat Benua tercengang.


"Masa sih? Manusia belahan mana lo?" Ujar Benua tidak suka.


Karena tidak tahu harus menjawab apa, Feby hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tanpa ia sadari Benua melihat itu.


"Kalau kepala lo gatal gue saranin pake shampo Pantene." Ujar Benua membuat Feby terkekeh.


"Gue gak cocok pake shampo pantene, gue cocoknya pake shampo Agnes Monica." Jawab Feby.


"Kalau lo pake shampo apa?" Lanjut Feby bertanya.


"Gue jarang pake shampo." Jawab Benua.


"Pantes rambut lo bau tai domba." Ujar Feby membuat Benua terkejut, Benua berpikir kalau ucapan Feby benar.


"Serius lo? Emang rambut gue bau ya?" Tanya Benua takut


"Iya, rambut lo bau." Jawab Feby.


Setelah mengatakan itu ia tak sengaja melihat barisan pinguin di sisi jalan, lalu ia meminta Benua untuk menghentikan mobilnya.


"Eh eh Bentar-bentar, itu bukannya pinguin ya? Kenapa bisa ada di sini?" Tanya Feby kepada Benua.


Mobil benua itu berhenti di dekat barisan pinguin, Baik Benua atau Feby mereka langsung melihat pinguin itu dari kaca mobil, setelah melihat itu Benua langsung menancap gas karena merasa telah di prank.


"Gue kira pinguin asli ternyata cuma balon gas." Ujar Feby tertawa.


"Gue juga berpikir begitu." Jawab Benua.


Feby melihat Benua yang tertawa lepas, hanya satu kata di pikiran Feby saat melihat Benua tertawa yaitu "lapar" Feby berpikir karena dirinya sudah membuat Benua tertawa maka Benua akan mentraktir nya makan.


"Kita makan dulu yuk?"


"Lo gak laper?"


Tanya mereka barengan, Feby sangat senang karena Benua mengajaknya makan begitupun dengan Benua yang tak kalah senang karena bisa makan bareng Feby.


"Tau aja lo kalau gue lagi laper." Ujar Feby menahan senangnya.


"Lo mau makan di mana?" Tanya Benua kepada Feby.


"Dimana aja asalkan jangan yang mahal-mahal soalnya gue gak ada duit." Jawab Feby memancing belas kasihan Benua, Feby berpikir kalau dia ngomong seperti itu pasti Benua akan merasa simpati setelah itu Benua akan mentraktir nya makan.


"Gak papa gue aja yang bayar." Ucap Benua yang membuat Feby bersorak kemenangan.


"Udah ganteng, baik, tidak sombong, suka mentraktir lagi." Batin Feby memuji Benua.


"Lo sangat berbudi luhur, gak kayak teman-teman lo yang kurang akhlaq." Puji Feby yang membuat Benua menjadi Ironman.


"Bisa aja lo." Ucap Benua menahan senyumnya.


•••


Setelah sekian lamanya mereka di perjalanan, kini mereka sudah sampai di restoran cepat saji.


"Yakin mau makan di sini? Di sini kan menunya pada mahal-mahal?" Ujar Feby memastikan.


"Yakinlah, buruan masuk gue udah laper." Ucap Benua sambil mendorong punggung Feby agar bisa berjalan cepat.


Mereka duduk paling pojok karena meja yang lain sudah penuh. Feby sekarang sedang melihat-lihat daftar menunya, ia tidak bisa menahan tawanya saat melihat harga per porsinya.


"Ini makanan apa serbuk emas? Mahal banget dah." Batin Feby terkekeh.


"Harga makanannya seharga gue ngejual HP, lo gak sayang apa sama duit lo?" Tanya Feby memastikan kepada Benua.


"Jangan lihat dari harganya tapi lihat dari kualitas dan gizinya." Jawab Benua membuat Feby tercengang.


"Gue aja makan yang harganya 2 rebuan masih sehat walapiat kok, filosofi gue itu harus begini, gak apa-apa murah asal sedap di makan." Ucap Feby.


"Kalau makanan itu ada racun tikusnya gimana?" Tanya Benua menatap lekat Feby.


"Asal gue gak tahu kalo di makanan itu ada racun tikusnya gue akan tetap makan, apalagi kalau makanan itu enak." Jawab Feby membuat Benua merinding.


"Ck ck ck! Gak higienis." Gumam Benua tapi masih kedengaran oleh Feby.

__ADS_1


"Udah ah jangan bahas soal itu lagi, gue pesen mie ramen aja biar murah." Ucap Feby menyodorkan daftar menunya.


Setelah memesan makanan mereka disuruh menunggu sampai pesanannya siap, Feby sangat tidak sabar ingin segera mengisi perutnya yang kosong itu.


"Pesen mie aja kayak ngantri di bank, Benua masih lama gak?" Tanya Feby tidak sabaran.


Benua mengecek arloji yang melekat di tangannya "Sebentar lagi." Jawabnya.


"Lo pernah gak makan recehan?" Tanya Feby ingin tahu.


"Maksud lo koin 500an? Kalau itu gue belum pernah." Jawab Benua.


"Bukan itu maksud gue! Maksud gue itu lo pernah makan di pinggiran jalan gak?" Ucap Feby menjelaskan.


"Gue gak pernah makan sembarangan kecuali saat di kantin." Jawab Benua sombong, Feby langsung melihat Benua dengan tatapan julid.


"Kenapa? Lo takut ada racun tikusnya?" Tanya Feby menantang.


"Bukan! Makanan di pinggir jalan itu nggak higienis." Jawab Benua melipat tangannya di dada.


"Alay banget lo, gue aja nggak kenapa-kenapa makan makanan di pinggir jalan." Ucap Feby menggerutu.


"Metabolisme yang ada di tubuh gue harus di ja.." Ucapan Benua terpotong karena Feby langsung menyalip perkataannya.


"Manusia di ciptakan dari sel ******, kecuali lo terbuat dari gizi empat sehat lima sempurna." Ucap Feby membuat Benua tertawa terbahak-bahak.


"Ngakak banget dah kalau lo bicara."


Belum sempat Feby menjawab, makanan sudah sampai di mejanya, karena matanya terpesona dengan mie di hadapannya akhirnya Feby memutuskan untuk makan.


Saat sedang nikmat-nikmatnya makan, dengan sangat tidak berahlaq Benua bertanya kepada Feby .


"Lo kalau lagi berak suka bawa HP gak?" Tanya Benua kepada Feby yang sedang makan mie, Feby yang hendak menguapkan mienya pun tidak jadi karena selera makannya terkontaminasi.


BRANG


"Lo sungguh gak sopan menanyakan hal itu di saat seseorang lagi makan." Ucap Feby sambil menyimpan gelasnya dengan kasar, Benua langsung celingak-celinguk menahan malu.


"Gue cuma tanya." Ucap Benua polos.


"Katanya lo orang yang higienis, masa orang lagi makan di tanyain soal berak." Sindir Feby kepada Benua.


"Ahk! Selera makan gue jadi terkontaminasi nih." Lanjut Feby berhenti makan.


•••


Setelah acara makannya selesai, Benua mengantarkan Feby pulang kerumahnya tanpa ada jeda di tengah jalan lagi.


Saat ini Feby sedang berada di kamarnya sambil meneruskan membaca diary yang semalam tidak sempat ia baca.


'Dia memanfaatkan ku' Feby membaca cerita dari judul tersebut Feby mengatakan kalau selama ini dirinya hanyalah di manfaatkan.


"Ini sebenarnya ada apa sih?" Gumam Feby bertanya.


"Kayanya ini si Feby jadi sad girl deh." Gumam Feby lagi.


"Feby lo sebenarnya punya masalah apa sih?" Gerutu Feby gemas sendiri.


Saking asyiknya membaca diary itu, ia hampir melupakan kalau dia harus mencari jasadnya Zolla.


"Ohmaygat gue hampir lupa dengan tubuh gue" Gerutu Feby seraya sibuk memakai sweaternya.


Setelah Feby sudah siap dengan pakaiannya, ia keluar dari kamarnya, di rumah itu tidak ada siapa-siapa hanya ada dirinya sendiri, Devin belum pulang karena harus mengikuti eskul sedangkan orangtuanya masih sibuk bekerja.


Feby mengeluarkan motornya dari rumah dan setelah itu ia menjalankan motornya.


"Gue masih hidup gak ya? Orang tua apa kabar? Mereka masih nganggap gue kagak?" Batin Feby bertanya.


Feby mengendarai motornya dengan kecepatan rata-rata, entah kenapa saat ini ia sangat khawatir dengan keluarganya di sana terutama sama Bella.


Setelah lamanya di perjalanan, akhirnya ia sampai di depan rumah keluarga Carllet, semenjak bertransmigrasi ke tubuh Feby, ini adalah kali pertamanya ia memasuki halaman rumahnya, halaman nya masih sama seperti dulu tidak ada yang berubah cuma keadaan rumahnya sekarang sangat sepi bahkan seperti tidak berpenghuni.


Feby memencet bel tapi tidak ada seseorang yang membuka pintunya lalu ia memencet bel lagi bahkan sampai beberapa kali, tapi sayangnya pintu itu enggan ada yang membuka nya.


"Apa mereka sedang tidak ada di rumah?atau mereka sedang pergi berlibur merayakan kepergian gue?" Gumam Feby bertanya.


Saat mau pergi tiba-tiba pintu terbuka dan di sana menampilkan seorang pelayan yang Feby ketahui, dia adalah sari.


"Bu sari?" Ucap Feby memeluk sari, sontak sari pun di buat terkejut karena seseorang yang tidak ia kenal tiba-tiba memeluknya.


"Neng siapa ya?" Tanya Sari dengan raut wajah bingung.


Feby langsung melepaskan pelukannya, ia hampir membuat kesalahan yang fatal.


"Maaf saya kira tadi kak Zolla." Jawab Feby mencari alasan l.


"Oh iya bi, kak Zolla nya ada?" Tanya Feby kepada sari.


Saat mendengar pertanyaan dari orang di hadapannya, mimik wajah sari langsung berubah menjadi sendu, Feby menjadi was-was sendiri setelah melihat sari.


"Apa gue udah mati?" Batin Feby bertanya.


"Non Zolla nya sedang tidak ada." Ucap sari.

__ADS_1


"Kalau boleh tahu kak Zolla nya kemana ya?" Tanya Feby lagi.


"Saya gak tahu, lebih baik kamu pergi sebelum Pak Natan kembali." Ucap Sari hendak menutup pintu, Feby langsung menahan pintu itu agar tidak tertutup, Sari langsung buat terkejut karena Feby yang tiba-tiba menahan pintunya, dengan sekuat tenaga sari menarik pintu itu agar tertutup, Feby merasakan aliran yang sangat kuat terhadap pintu itu, Feby mengeluarkan tenaga dalamnya agar ia bisa masuk kedalam rumah itu dan benar saja tegana dalamnya sangat berguna, Sari terjatuh dan pintunya terbuka luas, Feby masuk kedalam rumah itu ia melihat sekeliling tata letaknya masih sama seperti sebelumnya.


"Kamu harus keluar dari sini, jika pak Natan tahu kamu akan di laporkan ke polisi." Ucap sari sambil menarik tangan Feby


"Eh? Bu sari lagi ngapain? Saya di sini tamu loh, masa di suruh pergi gak ada sopan-sopannya sama tamu." Gerutu Feby sambil melepaskan tangannya.


"Kami tidak pernah menerima tamu, jadi kami berhak mengusir kamu." Ucap sari tidak mau kalah, ia menarik tangan Feby dengan paksa agar Feby bisa keluar.


"Ada apa?" Suara seseorang dari luar itu telah menyelamatkan Feby dari amukan paksa seorang Sari.


"Ini pak, katanya dia adalah teman non Zolla tapi saya tidak percaya karena non Zolla tidak mempunyai teman." Ucap Sari menjelaskan.


"Kata siapa Zolla tidak punya teman? Buktinya saya di sini mau bertemu dengan Zolla." Ucap Feby tidak terima kalau dirinya dikatain tidak punya teman.


"Kamu temannya?" Tanya Natan dengan penuh selidik.


"Iya pak saya temen kak Zolla, saya ke sini karena mau bertemu sama kak Zolla soalnya kak Zolla sudah lama tidak mengunjungi rumah saya lagi, saya jadi khawatir apa kak Zolla terjadi sesuatu?" Ujar Feby menjelaskan.


"Pak, tolong dong sekali ini aja saya mau bertemu kak Zolla." Lanjut Feby merengek.


Natan dari tadi hanya diam mendengarkan perkataan Feby, raut muka Natan berubah menjadi masam setelah mendengarkan perkataan Feby .


"Jadi Zolla mempunyai teman?" Batin Natan merasa sedih.


"Kenapa pak? Apa kak Zolla baik-baik saja?" Tanya Feby membuyarkan lamunan Natan.


"Memangnya apa yang kalian perbuat pada tubuh gue?" Batin Feby tanda tanya besar.


"Belum lama ini Zolla kecelakaan dan sekarang Zolla masih koma di rumah sakit." Jawab Natan membuat Feby terkejut.


"Daebak berarti gue masih hidup?" Batin Feby shock.


"Kecelakan? Sekarang kak Zolla berada di rumah sakit mana?" Tanya Feby terburu-buru.


"Rumah sakit ###." Jawab Natan.


Tanpa menunggu lama Feby langsung berlari menuju motornya, ia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, menghiraukan dengan teriakan seseorang di belakangnya.


•••


Setelah ia menempuh perjalanan yang cukup jauh sekarang ia sudah berada di rumah sakit, ia berjalan ke lobi untuk menanyakan keberadaan Zolla.


"Permisi mbak, mbak tahu gak dimana kamar kak Zolla?" Tanya Feby sopan.


"Zolla Carllet maksud adek?" Tanya mbak itu.


"Iya mbak, Zolla Carllet." Jawab Feby cepat.


"Cepet cari dong mbak." Batin Feby menggerutu.


"Iya sebentar saya chek dulu...Zolla berada di ruang ICU dek." Ucap mbak itu.


Feby tersenyum senang "Terima kasih mbak." Ucap Feby, setelah itu ia berlari menuju kamar yang di maksud tadi.


Setelah sampai di tempat tujuan, ia melihat mamanya yaitu Farida, ia sedang memandang seseorang di balik kaca transparan yang berukuran besar.


"Mama lagi sedih?" Batin Feby bertanya.


Feby berjalan mendekat ke arah Farida tapi Farida masih tetap fokus melihat ke depan.


"Bu." Ucap Feby membuyarkan lamunan Farida.


Mendengarkan suara itu Farida menjadi teringat dengan Zolla.


"Zolla?" Ujar Farida saat mendengar seseorang yang memanggilnya tapi saat melihat orang itu bukan Zolla Farida menjadi kecewa.


"Siapa kamu?" Tanya Farida menatap bingung Feby.


"A..aku Fe..feby." Jawab Feby gelalapan.


"Kenapa kamu kesini?" Tanya Farida seperti mengintrogasi.


"Aku temen kak Zolla." Jawab Feby.


Farida langsung di buat terkejut mendengar perkataan gadis muda yang di hadapannya, ia tidak pernah tahu kalau Zolla mempunyai teman karena selama ini Zolla sangat tertutup soal urusan pribadinya.


"Jadi Zolla mempunyai teman?" Batin Farida sedih.


...See you next part👋...


...Kalo part nya garing? Komen ...


...Kalo part nya seru? Komen...


...Kalo punya saran dan kritik? Komen...


...Kalo mau demo? Komen...


...Kalo mau mengusulkan cast? Komen...


...Kalo ada typo? Komen...

__ADS_1


...[D E S T I F A H I L A]...


__ADS_2