BACK YOUNG

BACK YOUNG
34. Bolos membawa keberuntungan


__ADS_3

...Hallođź‘‹...


...H A P P Y R E A D I N Gđź’śđź’¬...


Keesokan harinya...


Feby bangun terlambat hari ini jadi ia telat pergi sekolah. Saat di perjalanan ia tak sengaja melihat Venus yang sedang menelpon seseorang.


"Lo gak sekolah?" Tanya Feby kepada Venus.


Bukannya menjawab Venus malah berbicara jauh dari pertanyaan Feby "Temenin gue bolos." Ucap Venus.


"Bolos? Tapi masalahnya gue anak baik, jadi gak biasa bermaksiat seperti itu." Monolong Feby.


"Lagipula ini udah siang, lo juga gak bakal di bolehin masuk." Ucap Venus membuat Feby menatapnya sinis.


"Gue bisa lewat jalan belakang." Ujar Feby tidak kehilangan akal.


"Gue bakal kasih tahu satpam kalau lo sering lewat jalan belakang." Ucap Venus mengancam.


"Lo ngancam gue nih?" Tanya Feby ngegas.


"Iya! Kalau lo gak nuruti kemauan gue, gue akan kasih tahu kepala sekolah." Jawab Venus enteng.


"Lo kalau maksiat jangan bawa-bawa gue, gak terbiasa gue kalau gitu mah." Seru Feby.


"Gua gak ngajak! cuma minta nemenin gue bolos doang." Ucap Venus.


"Itu sama saja gak ada bedanya." Ucap Feby. Setelah itu ia berpikir, tak ada buruknya juga kalau dia bolos sekolah lagian ini juga sudah siang pasti guru pelajaran gak bakal mengizinkannya masuk kelas.


"Gimana? Lo mau gak?" Tanya Venus sekali lagi.


"Bolos kemana?" Tanya Feby.


"Kemana aja asal jauh dari sekolah." Jawab Venus.


"Masalahnya lo cukup terkenal di kalangan tante-tante, nanti kalau gue di sangka pelakor gimana?" Venus memotar bolanya setelah mendengar ucapan Feby.


"Jangan di daerah sini bolosnya!" Sara Venus.


"Terus daerah mana?" Tanya Feby tidak ada hentinya.


"Kalau lo banyak tanya gini, kapan kita berangkatnya? Udah siang!" Seru Venus.


"Oke gue mau, tapi lo gak naik motor kan? Soalnya gue gak bisa naik motor gede." Tanya Feby.


"Gak naik motor, gak naik mobil, kita naik kendaraan umum." Jawab Venus membuat Feby girang.


"Itu yang gue mau! Kalau bolos pake kendaraan pribadi suasananya gak akan seru tapi kalau naik kendaraan umum suasananya akan lebih ram.." Ucapan Feby terpotong karena Venus mendorong pundak Feby agar segera berjalan.


"Ngomongnya di bus aja! Udah telat nih gue bolosnya!" Ucap Venus seraya membawa Feby pergi dari sana.


Sebenarnya Venus sudah merencanakan acara bolos ini dari kemarin, tapi karena kemarin Feby tidak lewat jalan sana jadi ia berniat untuk mengajak feby bolos esok hari. Venus sengaja tidak membawa kendaraan pribadi agar ia bisa berjalan-jalan dengan Feby secara terbuka, dan juga alasan kuat Venus hari ini bolos, karena papahnya akan berkunjung ke Sekolah hari ini, hal yang paling ia tidak inginkan adalah bertemu papahnya di sekolah.

__ADS_1


Feby dan Venus memasuki bus yang terlihat kosong, tidak banyak orang disana, mungkin hanya ada satu atau dua orang. Feby duduk paling belakang di sebelah jendela sedangkan Venus duduk di samping Feby.


"Lo kok bisa tahu kalau gue hari ini pengen bolos?" Tanya Feby kagum.


"Gua gak tahu kalau hari  ini lo mau bolos." Jawab Venus datar.


"Lo sekolah, tapi kok gak bawa tas?" Tanya Feby saat melihat Venus yang tidak membawa apapun.


"Gue hari ini gak beraniat sekolah." Jawab Venus.


Feby berdecak sebal "Ngomong sama lo kayak ngomong sama es batu nisan deh serius." Gerutu Feby.


"Makannya jangan ngomong tapi tanya." Feby terkekeh mendengar perkataan Venus.


"Selain dingin, ternyata IQ lo juga di bawah kkm ya?" Ucap Feby.


•••


Awalnya  Venus ingin mengajak Feby kesebuah resto, tapi karena Feby sedang tidak mood untuk makan, jadi ia mengajak Venus ke sebuah mall. Bukan untuk belanja tapi hanya untuk melihat promoan.


"Gue ngajak kesini bukan mau di beliin baju ya, tapi gue kesini mau lihat event promoan." Ujar Feby kepada Venus.


"Gue gak masalah bolos kemana aja, tapi gue kurang setuju kalau ke mall!" Seru Venus terlihat kesal.


Sebenarnya Venus ingin mengajak Feby bolos restoran di tepi laut tapi Feby malah mengajaknya ketempat belanja dan hal itu membuat Venus jadi kehilangan semangat.


"Lo bilang tadi kemana aja." Ucap Feby.


"Kalo lo mau kesana, masuk aja sendiri gue mau balik lagi." Seru Venus seraya pergi dari sana tapi Feby menahannya.


"Eh eh eh! Lo kok jadi laki gampang marahan sih? Temenin gue sekali aja!" Ucap Feby sambil meenggelayunkan tangan Venus.


"Ya? Sekali aja, kalau udah selesai nanti kemana aja deh terserah lo." Lanjut Feby masih merayu Venus.


"LAGIAN NGAPAIN TADI LO NGAJAK GUE BOLOS KALAU GUE GAK DI BOLEHIN MASUK SINI?" Kali ini Feby berkata tidak santai.


Mendengar tawaran Feby akhirnya Venus setuju, mereka masuk kedalam mall, kesan pertama yang Feby dapatkan adalah bau kentut seseorang.


"Lo nyium bau kentut gak?" Tanya Feby kepada Venus.


"Gue udah bilang jangan kesini! Tapi lo malah ngeyel!" Jawab Venus sinis.


Merasa kalau Venus sudah tidak sedap untuk diajak bicara, Feby memilih diam dan membawa Venus kesana-kemari sesuka hati untuk membalas dendam karena Venus terus berbicara tajam.


"Kita kesana yuk?" Ucap Feby membawa Venus kesebuah toko mainan anak-anak.


Sesampainya di toko tersebut, feby melihat-lihat mainannya tapi tidak ada yang Feby sukai barang satu pun.


"Lo mau beli mainan kayak gini?" Tanya Venus tidak percaya.


"Nggak cuma lihat aja, lagian gue juga nggak perlu mainan." Jawab Feby.


Mata Feby tak sengaja melihat toko alat tulis, dengan segera ia menggiring Venus untuk mengunjungi toko itu.

__ADS_1


"Wah? Liat bro! Kita kesana!" Ucap Feby membawa Venus kesebuah toko alat tulis.


Kali ini Feby tersenyum senang karena melihat alat tulis yang bergambar Avengers, ia mengambilnya dan memperlihatkan kepada Venus.


"Lo suka pulpen kayak gini gak? Kalau enggak, gue bersyukur karena harus belinya satu." Tanya Feby sambil menunjukan pulpen kepada Venus.


"Gue mau." Jawab Venus cepat.


"Tapi pulpennya mahal, gimana kalo pake duit lo aja?.. Eh." Perkataan Feby terpotong karena melihat uang dua puluh ribu di lantai, dengan segera ia menginjak uang itu dan pura-pura menjatuhkan pulpen, setelah itu ia mengambil pulpennya sambil membawa uang dua puluh ribu itu, tidak lupa ia juga tengok kanan-kiri agar tidak ada orang yang curiga, kebetulan juga disana tidak ada cctv jadi Feby bisa leluwasa mengambilnya.


"20k lumaya buat beli pulpen." Ucap Feby kepada Venus yang sedari tadi memperhatikan pergerakannya.


"Simpan lagi itu duit orang!" Ucap Venus menyuruh Feby untuk menyimpan kembali uang yang menjadi rezeki Feby.


"Apa lo bilang? Simpan? Terus ini pulpen di beli pake apa? Pake daun gituh?" Tanya Feby tidak mau menuruti perkataan Venus.


"Lo gak malu apa? Seenaknya ngambil duit orang? Gue juga mampu beli tuh pulpen!" Ucap Venus marah.


"Aduh abang jago! Gue tahu lo banyak duit tapi..kalau ada rezeki kenapa di tolak?" Tanya Feby memelas.


"Gue bilang simpe.."


"Syuuuttt! Diam! Lo orang kaya gak tahu menahu soal perpolitikan uang." Potong Feby.


"Kata sesepuh, kalau kita nemu uang, kita harus ngelangkahi uang itu sebanyak 7x tapi karena disini banyak orang jadi gue ngredit dulu ngelangkahinya." Ucap Feby kepada Venus.


"Simp.." Lagi-lagi ucapan Venus terpotong karena Feby langsung pergi dari hadapannya.


Karena tidak mau mendengar perkataan Venus lagi, Feby dengan segera pergi kekasir dan membayar dua buah pulpen itu dengan uang hasil temuannya.


...setiap chapter pasti ada yang seru ada juga yang tidak jadi maapin kalo part ini garing👍...


...Kalo part nya seru? Komen...


...Kalo punya saran dan kritik? Komen...


...Kalo mau demo? Komen...


...Kalo mau mengusulkan cast? Komen...


...Kalo ada typo? Komen...


...SHIPPER VENUS MANA SUARANYA?...


...SHIPPER BENUA MANA SUARANYA?...


...SHIPPER JOVANKA MANA SUARANYA?...


...PENDUKUNG TRIO GEN MANA SUARANYA?...


...Ig. @destifahila...


...D E S T I F A H I L A...

__ADS_1


__ADS_2