BACK YOUNG

BACK YOUNG
40. Bertengkar lagi


__ADS_3

...HallošŸ¤—...


...HAPPYREADINGšŸ’œ...


...Ini up untuk tantangan dan janji aku. Sekarang aku sudah isi KuotašŸ˜…...


...SHIPPER JOVAN BILANG HADIRā›”...


Hari ini adalah hari Senin dimana para pelajar di seluruh dunia mulai masuk sekolah. Seperti sekarang Feby berjalan dengan santai di koridor sekolah, semangatnya kian membara untuk memulai belajar. Tangan kanannya membawa sebuah kotak panjang berisi pulpen dan pensil.


Feby tidak terlalu memperhatikan orang-orang di sekitarnya, ia lebih fokus meneliti corak kotak pensil itu.


BRUK..


Tanpa adanya sesuatu hal yang tidak di inginkan Feby bertubrukan dengan seseorang dari arah berlawanan. Feby tak sengaja menjatuhkan kontak pensilnya dan handphone seseorang yang ia tabrak itu.


"Lo kalo jalan pake mata dong!" Seru Jovan.


"Maaf aku ga.." Ucapan Feby terpotong karena seseorang yang ia tabrak itu adalah seorang bujang lapuk, Feby yang semula di penuhi dengan kesemangatan kini berubah dengan kemasaman karena melihat wajah orang yang tidak terpuji.


Jovan menatap sinis Feby. Hari ini suasana hati Jovan sedang buruk, di tambah lagi ia harus melihat wajah Feby yang membuat amarahnya memuncak. Jovan terlalu bosan untuk berbicara ataupun memarahi Feby. Jovan hanya diam dan segara mengambil handphonenya yang jatuh.


Begitu juga dengan Feby, ia tidak berniat berbicara ataupun dengan segala sesuatu yang bersangkutan dengan Jovan, Feby hendak jongkok untuk mengambil kotak pensilnya tapi sesuatu yang tidak di inginkan terjadi lagi.


Duk


Kepala mereka beradu, cukup keras sehingga Feby mengusap-usap kasar kepalanya, saat Feby mau berteriak, Jovan sudah lebih dulu berteriak mendahuluinya.


"YAK! BRENGSEK!" Teriak Jovan sambil berdiri. Lagi-lagi saat ini Feby yang harus mengalah agar tidak berhubungan dengan Jovan. Feby memilih diam dan segara mengambil kotak pensil itu.


"Maaf! Tapi kepala gue juga sakit!" Ucap Feby penuh penekanan, setelah itu ia berdiri hedak pergi.


"Serius gue muak banget lihat wajah lo!" Ucap Jovan membuat Feby tidak jadi melangkah.


"Kalau gitu kita sama." Jawab Feby mencoba untuk tidak terpancing emosi.


"Gue lebih benci sama lo!" Seru Jovan sinis.


"Kalau begitu kita sama." Jawab Feby dengan jawaban yang sama seperti barusan.


"Lo orang brengsek!" Ucap Jovan tidak mau berhenti.


"Iya! Kita sama-sama brengsek jadi jangan bilang gue brengsek." Jawab Feby mencoba terlihat kalem.


"Ck!" Decak Jovan.


Jovan benar-benar muak dengan jawaban Feby. Begitu juga dengan Feby yang sama-sama muak melihat wajah Jovan. Feby bergeser ke kiri supaya ia bisa cepat-cepat pergi dari hadapan Jovan tapi hal yang tidak di inginkan terjadi lagi untuk ketiga kalinya, Jovan sama-sama menggeser kekiri sehingga jalan Feby tertutup oleh badan Jovan.


Hahh..


Feby dan Jovan menghela nafas kasar secara barengan, karena hal itu mereka langsung saling menatap tajam. Jangan sampai Feby terbawa arus sekarang, jangan sampai Feby hilang kendali karena Jovan!


Feby bergeser ke kanan dan Jovan juga bergeser ke kanan. Feby menatap tajam Jovan begitu juga sebaliknya dengan Jovan.


Mereka masih tidak ada yang mau berbicara saking kesalnya. Feby bergeser ke kiri lagi dan Jovan juga melakukan hal yang sama.


"MINGGIR BRENGSEK!"


"MINGGIR KAMVRET!"


Teriak mereka barengan, baik Feby ataupun Jovan mereka sekarang sedang berada di situasi kesal setengah mampus.


Mendengar teriakan dari Jovan dan Feby, orang-orang yang ada di sana langsung memperhatikan keduanya.


"Lo lagi caper sama gue?"


"Lo nyari mati sama gue?"


Tanya mereka barengan lagi, Jovan langsung mengusap kasar wajahnya.


"Brengsek!"


"Haram!"


Gumam mereka barengan lagi.


"LO JANGAN NIRU GUE!"


"LO JANGAN NIRU GUE!"


Teriak mereka barengan lagi untuk yang kesekian kalinya, bedanya sekarang Feby memukul kepala Jovan karena sudah tidak dapat menahan kekesalannya.


"ANJING LO FEBY!" Teriak Jovan hendak memukul tembok tapi tangannya malah melesat memukul pipi Feby, Feby semakin murka dengan Jovan.

__ADS_1


"LO BERANINYA SAMA CEWEK YA?" Teriak Feby tidak terima karena pipinya tertonjok, karena Feby tidak terima dengan perlakuan Jovan, Feby menepak dengan keras tenggorokan Jovan hingga Jovan terbatuk dan matanya berkaca-kaca.


Uhuk...uhukk


"Lo emang brengsek!" Seru jovan menjambak rambut Feby, sampai Feby mengeram kesakitan.


"LO SEMUA JANGAN COBA-COBA MISAHIN GUE SAMA FEBY! KALAU TIDAK? ABIS KALIAN!" Teriak Jovan kepada orang-orang yang menonton pertunjukan pertengkaran antara mereka.


"LO JANGAN JAMBAK RAMBUT GUE! BANCI LO JOVAN!" Teriak Feby mencoba melepaskan cekalan tangan Jovan dari rambutnya, namun cekalan Jovan terlalu kuat sehingga hanya ada satu cara yang bisa menghentikan Jovan yaitu, membanting tubuh Jovan.


BRUK..


Feby membanting tubuh Jovan dengan keras ke lantai , Jovan menahan kesakitan di punggungnya, ia bangkit dan berdiri. Jovan melepaskan almamaternya dan melemparkannya kesembarang arah.


"Oke Jovan! Lo nantangin gue?" Seru Feby melemparkan tas nya, Feby merasa bersyukur karena mamaki celana olahraga jadi ia bisa lebih leluasa untuk menendang Jovan.


Setelah itu terjadi lah perkelahian antara Jovan dan Feby untuk kesekian kalinya. Orang-orang yang ada di sana tidak berani memisahkan karena ancaman Jovan. Sehingga salah satu dari mereka diam-diam memberitahukan kejadian ini kepada guru BK yaitu pak Jaya.


•••


Berita tentang perkelahian hebat antara Jovan dan Feby sudah tersebar sangat cepat. Sampai-sampai berita itu di dengar oleh teman-teman Jovan dan teman-teman Feby


Seperti biasa kalau ada murid yang tidak taat aturan atau melakukan tindakan perkelahian maka jawaban yang tepat adalah ruang BK. Jovan duduk santai dengan wajah yang penuh lebam dan bajunya berantakan khas orang yang sudah berantem, tidak jauh berbeda dengan keadaan Feby, seragam berantakan dan wajahnya di hiasi lebam


"Ini adalah kasus untuk kedua kalinya kalian bertengkar seperti ini! Beruntung Venus tidak ikut serta di perkelahian ini kalau dia sampai terlibat ayahnya akan marah besar kepada kalian!" Ucap Jaya tegas.


"Kok jadi bawa-bawa Venus sih?" Tanya Jovan ketus.


"Diam kamu!" Sentak jaya kepada Jovan.


Tak lama setelah itu pak William datang dengan raut muka yang menahan amarah.


"Hello mr.William," Ucap Jaya menyambut kedatangan Wiliam.


"Hm." Jawab William seraya menatap tajam Jovan dan Feby.


"What is this brat doing? did they fight? apa yang anak nakal ini lakukan? apa mereka bertengkar?" Tanya wiliam kepada jaya sambil menunjuk Jovan.


Pak Wiliam tidak menyalahkan Feby atas kasus perkelahian ini, karena yang William tahu Jovan lah yang menyerang Feby duluan, terutama sifat tempramental Jovan yang menambah kesan kalau Jovan biang masalahnya.


"Can mr.Jaya come out first? Apa bisa pak Jaya keluar dulu?" Tanya Wiliam kepada Jaya.


"Yes why not? Iya kenapa tidak?" Ucap Jaya seraya keluar dari ruangan. Kini tinggallah mereka bertiga.


Feby mengangguk sebagai jawaban, ia tidak mengetahui apa yang dibicarakan pak Wiliam. Feby memang jenius tapi semua juga ada batasannya, Feby jenius di berbagai bidang tapi tidak dengan bahasa Inggris, Feby kurang memahami tentang bahasa asing.


"Jovan what did you do to this poor girl? have you lost your mind? jovan apa yang kamu lakukan kepada gadis malang ini? apa kamu sudah hilang akal? " Tanya William menatap tajam Jovan.


Jovan hanya memutar bola matanya malas, Jovan sudah tahu kalau dirinya akan menjadi tersangka dari kasus perkelahian ini.


"She started first! Dia yang mulai duluan!" Jawab Jovan menunjuk Feby.


"Is it true that you did it first? apa benar kamu duluan yang melakukannya?" Tanya William kepada Feby.


Karena merasa ditanya dan tidak mengetahui apa yang di tanyakan pak William, Feby hanya mengangkat tangannya dan menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"Lo ngomong yang sebenarnya!" Seru Jovan kepada Feby.


"Gue gak ngerti!" Jawab Feby memelas.


"jovan! once again I heard you were fighting again, never mind fighting with this poor girl! I do not hesitate to complain this case to your father! jovan! sekali lagi saya dengar kamu bertengkar lagi, apalagi bertengkar sama gadis malang ini! saya tidak segan untuk mengadu kasus ini kepada ayah kamu!" Ucap William tajam kepada Jovan.


"Yes." Jawab Jovan datar.


"I will keep what you are talking about! Saya pegang omonganmu!" Ucap William sebelum pergi dari ruangan BK.


"Ya ya ya.. Pergi aduin sama bokap gue!" Gerutu Jovan setelah itu ia menumpangkan kakinya dan bersandar di sofa tempat ia duduk.


"Wow Jovan! Lo hebat bisa ngomong bahasa Inggris!" Ucap Feby kagum dengan bakat Jovan.


Jovan melirik Feby lalu ia tersenyum miring "Gue udah tahu! Orang kayak lo mana mungkin bisa bahasa Inggris!" Jawab Jovan tertawa remeh.


"Kata siapa gue gak bisa bahasa Inggris hah? Gue bisa Meskipun kurang lancar!" Kilah Feby tidak terima di sebut bodoh dengan bahasa Inggris.


"This is a tabel!" Lanjut Feby menunjuk meja di hadapan nya.


Jovan melirik Feby lagi, lalu ia tertawa "Ini table bangsat bukan tabel!" Seru Jovan menyentil dahi Feby.


"Aww.. Apasih lo sok kenal banget." Gerutu Feby mengusap-usap dahi nya yang terkena sentilan tangan Jovan.


"it's a bk room, it's a floor and it's a wardrobe. ini adalah ruang bk, ini lantai dan itu lemari." Ucap Jovan sambil menunjuk lantai dan lemari.


"I'm a handsome man and you? You're a monkey! Gue adalah lelaki ganteng dan lo? Lo adalah monyet!" Lanjut Jovan sambil menunjuk Feby.

__ADS_1


"I'm a girl beautiful." Ucap Feby tersenyum.


"Beautiful apanya? Wajah kayak kupat tahu di bilang cantik." Gumam Jovan menahan tawanya.


"Lo bilang apa?" Tanya Feby tidak santai.


"I'm just saying that your face is so dazzled like a monkey! gue cuma bilang kalau wajah lo silau sekali seperti monyet!" Jawab Jovan sambil memperagakan seperti orang yang sedang silau.


"Jangan mentang-mentang gue gak bisa bahasa Inggris lo bisa ngehina gue ya!" Seru Feby.


"Tidak! Tadi gue muji lo!" Ucap Jovan.


"Gue gak ngerti apa yang lo ucapin! Gue hanya mengerti kosakata Ayu Dewi." Ucap Feby.


"Ayu Dewi apaan? Bangsat lo!" Gumam Jovan tapi masih terdengat dengan jelas di telinga Feby.


"I, You, They, We." Jawab Feby tersenyum penuh kemenangan.


"Bodo lo sampe ke urat!" Ucap Jovan tertawa remeh.


Saat jovan sedang tertawa, Jaya sudah kembali masuk kedalam.


"Nah kalau akur gitu adem kan lihat nya?" Ucap Jaya menggoda.


Mereka sama-sama tersadar, dari tadi Feby dan Jovan juga tidak menyadari kalau mereka mengobrol sambil ketawa-ketawa. Mereka saling pandang setelah itu saling buang muka.


"Amit-amit."


"Gak sudi."


Ucap mereka barengan.


"Tuh kan, bicara aja barengan! Udah lah kalian mending baikan saja, daripada saling musuh-musuhan nanti jadi saling suka-sukan lagi." Ucap Jaya membuat mereka memberontak.


"Bapak ngomong suka sompral! Amit-amit deh pak kalau saya suka sama si Jovan quraisy ini." Seru Feby menatap tajam Jovan.


"Lo pikir gue mau sama lo? Ngaca dulu!" Bantah Jovan tidak kalem.


"Ah.. Sudah-sudah! Kalian sekarang pergi ke kelas masing-masing! Kalian sudah bapak skor dan pengurangan nilai di pelajaran olahraga." Ucap jaya menyuruh Jovan dan Feby keluar.


"Terimakasih pak." Ucap mereka berdua.


Mereka pun beranjak dari duduknya dan hendak pergi keluar, Feby berjalan di belakang Jovan, karena kalau berjalan di samping Jovan bisa-bisa mereka bertengkar lagi.


Feby berjalan sambil membenarkan rambutnya yang berantakan sedangkan Jovan ia keluar sambil membenarkan seragamnya. Setelah mereka keluar, mereka melihat teman-temannya sedang menunggu di luar.


"Feby lo gak papa?" Tanya Hani begitu Feby kaluar dari ruangan.


Feby tersenyum sebagai jawaban "Gue gak apa-apa kok cuma luka sedikit." Jawab Feby.


"Sedikit apanya? Wajah lo lebam kayak gitu!" Seru Nanda kepada Feby.


Sedangkan Venus yang melihat keadaan Feby, ia hanya bisa menatapnya jadi kajauhan. Sebenarnya Venus lebih mengkhawatirkan keadaan Feby daripada keadaan Jovan.


"Lo gak apa-apa?" Tanya Benua kepada Jovan yang sedang menghampirinya.


"Seperti yang lo lihat." Jawab Jovan.


Dari tadi Reza dan Aldo tidak bisa menahan tawa melihat penampilan Jovan yang babak belur. Jarang-jarang Jovan bisa begitu saat berkelahi. Baru kali ini Jovan babak belur seperti ini, meskipun dulu Jovan dan Feby pernah bertengkar tapi sekarang keadaan Jovan lebih parah dari sebelumnya.


...setiap chapter pasti ada yang seru ada juga yang tidak jadi maapin kalo part ini garingšŸ‘...


...Kalo part nya seru? Komen...


...Kalo punya saran dan kritik? Komen...


...Kalo mau demo? Komen...


...Kalo mau mengusulkan cast? Komen...


...Kalo ada typo? Komen...


...SHIPPER VENUS MANA SUARANYA?...


...SHIPPER BENUA MANA SUARANYA?...


...SHIPPER JOVANKA MANA SUARANYA?...


...PENDUKUNG TRIO GEN MANA SUARANYA?...


...Ig. @destifahila...


...D E S T I F A H I L A...

__ADS_1


__ADS_2