BACK YOUNG

BACK YOUNG
67.Kepingan kenangan


__ADS_3

...Hallo🤗...


...Happy reading đź’ś...


Pagi ini Feby terbangun dengan keadaan yang sudah mendingan membaik dari sebelumnya, hari ini adalah hari Minggu jadi ia bisa bersenang-senang bersama kedua bebesnya itu karena kebetulan hari ini Hani sudah balik dari mudiknya.


"Bener juga, sekarang gimana keadaan keluarga gue? Omg! Sertifikat caffe gue!" Ucap Feby mendadak serangan jantung kecil.


"Kayanya sekarang gue harus kesana!" Gumamnya lagi.


Feby segera menghubungi nomor Hani untuk menanyakan tentang keberadaan sertifikat itu.


...Feby...


..."Hani? Sertifikat caffe gue udah ketemu belum?"...


...Tanya Feby gelisah....


...Hani...


..."Walaikumsalam, udah dari dulu."...


...Jawab Hani membuat Feby setengah kesal....


...Feby...


..."Kapan? Dan di mana lo temuin nya?"...


...Tanya Feby lagi....


...Hani...


..."Kalau gak salah di kolong meja deh, emangnya kenapa?"...


...Tanya Hani penasaran namun saat itu juga langsung menyadari....


...Hani...


..."Kita kan mau nyerahin sertifikat itu kepada pak Natan?"...


...Lanjut Hani terkejut....


...Feby...


..."Lo juga lupa? Lo tahu kenapa kita bisa lupa? Padahal itu hal yang penting?"...


...Tanya Feby....


...Hani...


..."Gak tahu, aku juga gak paham, sekarang aku sama Bu Rena bakal jemput kakak, kakak tunggu aja di sana oke?"...


...Jawab Hani....


...Feby...


..."Oke gue tunggu, cepetan kesininya jangan lama-lama." ...


...Ucap Feby sebelum ia menutup telponnya....


Tanpa menunggu lama Feby langsung berlari menuju kamar mandi untuk melakukan ritual membersihkan diri.


•••


Setelah melewati berbagai rintangan akhirnya Feby dan kedua temannya sudah duduk di kursi mobil. Seperti biasa Rena duduk sendirian di depan karena menyetir mobil sedangkan dua sejolinya lagi duduk di jok belakang.


"Parah ibu juga lupa tentang sertifikat itu, menurut kalian kenapa bisa gitu ya?" Tanya Rena menjadi kebingungan.


"Aku aja yang pemeran utamanya bisa lupa apalagi kalian." Jawab Feby.


"Sekarang kita kemana dulu? Ngambil sertifikat itu atau langsung kerumah kak Zolla?" Tanya Hani.


"Ngambil sertifikat dulu lah, baru kita kerumah aku." Jawab Feby.

__ADS_1


"Ternyata otak kamu jadi eror setelah mudik dari rumah nenek?" Ucap Rena kepada Hani.


"Maklum di sini banyak polusi gak kayak di sana, banyak kerbau." Jawab Hani sombong.


•••


Akhirnya mereka sudah sampai di depan caffe Friend Zone, tanpa menunggu lama lagi mereka langsung masuk kedalam.


Saat Feby masuk ia sangat terharu karena caffe nya masih ramai pengunjung terutama anak muda dan anak sekolahan.


"Caffe gue masih laris padahal udah hampir beberapa bulan gue tinggal." Gumam Feby terharu.


"Ayo kak." Ucap Hani membawa Feby sama Rena masuk kedalam ruangan terlarang.


Hani langsung berjalan kearah laci meja tempat Zolla biasa duduk, lalu Hani membuka laci itu dan mengambil sebuah amplop berwarna coklat yang berisi sertifikat.


"Ini," ucap Hani seraya menyerahkan amplop itu kepada Feby.


Feby mengambilnya lalu ia membukanya, tanpa terasa mata Feby langsung memanas mengingat kenangan tentang bagaimana susahnya ia membuat caffe ini.


"Terlalu banyak kenangan yang tertanam setiap harinya di tempat ini, tak terhitung berapa banyak kenangan itu namun tiap kenangan itu selalu terisi dengan canda dan tawa. Hari ini gue lepasin tempat ini karena tempat ini bukan di peruntukan buat gue lagi melainkan untuk dia yang sudah pergi, selamat tinggal."


"Ini demi kebaikan gue! Gue harus meluruskan kesalahpahaman ini!" Gumam Feby mencoba untuk tidak menangis.


"Kakak baik-baik saja kan?" Tanya Hani membuat Feby langsung menjatuhkan air matanya.


"Kenapa lo tanya kayak gitu? Kalau gue lagi sedih lo jangan tanya baik-baik saja! Itu malah membuat gue semakin sedih." Ucap Feby mengelap air matanya.


Baik Hani ataupun Rena mereka langsung mematung setelah mendengar perkataan Feby, berpura-pura tidak terjadi apa-apa.


"Jangan sedih! Melepaskan, sudah bagian dari hidup." Ucap Rena mencoba menenangkan Feby.


Feby mengelap air matanya, mencoba untuk tidak menangis lagi.


"Oke, ayo kita pergi sekarang." Ucap Feby sudah merasa baikan.


Mereka pun keluar dari ruangan terlarang itu, tepat saat keluar mata Feby tak sengaja melihat kumpulan pria yang sangat ia kenal, mereka adalah para most wanted sekolah.


"Gawat, mereka gak boleh tahu kalau gue disini." Ucap Feby kepada kedua temannya.


"Mereka." Jawab Feby menunjuk kursi yang berada dekat mereka bertiga parkir.


Hani membulatkan matanya saat ia melihat objek yang di tunjuk Feby, tetapi tidak Rena ia tidak mengerti sekaligus tidak tahu.


"Ada apa?" Tanya Rena tidak mengerti.


"I..itu Venus, Jovan, Benua, Reza sama si Aldo? Bener kan Feb?" Jawab Hani malah bertanya kepada Feby.


"Kalau gitu, mereka tidak boleh tahu Feby ada di sini." Ucap Rena terbawa suasana.


"Pertanyaan aku, kenapa mereka nongkrong sampai kesini? Setahu aku jarak dari rumah mereka sangat jauh." Tanya Feby tidak mengerti.


"Ternyata bener, caffe ini sangat terkenal, sampe mereka juga tahu tempat ini." Gumam Hani kagum.


"Oke buat rencana, kalian berdua duluan aja, nanti aku nyusul." Ucap Feby final.


"Yaudah kita duluan, jaga diri baik-baik." Ucap Rena seraya membawa Hani pergi dari sana.


Kini tinggallah Feby seorang diri, ia menutupi kepalanya dengan tudung sweaternya lalu ia berjalan perlahan sambil menutupi wajahnya dengan map cokelat itu.


"Oke, lo pasti bisa lewati mereka." Gumam Feby sambil berjalan perlahan.


Dan finally, sekarang Feby sudah membuka pintu keluarnya, semua mata tertuju kepada Feby bahkan perkumpulan cowok yang Feby sekarang jauhi pun ikut menoleh.


Di sisi lain Reza merasa ada yang aneh dengan seorang wanita yang baru saja keluar dari caffe, ia seperti tidak asing dengan wanita itu.


"Apa menurut kalian itu si Feby? Soalnya menurut gue gitu, di lihat dari gestur tubuhnya." Tanya Reza membuat teman-temannya menoleh kepada seseorang yang di maksud Reza.


"Kayanya bukan deh, bukannya menghina atau merendahkan tapi setahu gue Feby gak bakalan mampu mampir ke sini deh, secara kan caffe ini setara dengan caffe elite, tapi gak tahu juga sih." Jawab Aldo membuat ketiga cowok pengagum Feby jadi tidak suka.


"Dia miskin bukan berarti dia gak mampu kesini." Ucap Venus bangkit dari duduknya, lalu ia berjalan kearah wanita yang sedang menjadi bahan ghibah teman-temannya.


"Lo mau kemana?" Tanya Benua kepada Venus.

__ADS_1


"Pesen lagi." Jawab Venus datar.


•••


Lagi asik-asiknya berjalan, tiba-tiba langkahnya terhenti karena seseorang yang entah darimana datangnya langsung berdiri di hadapan Feby. Tentu saja hal itu membuat Feby terlonjat kaget sampai ia terjatuh.


"Ahhk! Jarcok!" Ringis Feby kesakitan.


"Lo gak apa-apa?" Tanya Venus hendak menyentuh pundak Feby, namun detik itu juga Feby langsung berguling agar tidak di sentuh Venus, lagi-lagi hal itu mengundang tanda tanya besar dari semua orang yang melihat, termasuk teman-temannya Venus.


"Kenapa cewek itu malah atraksi?" Tanya Aldo keheranan.


"Kayanya dia pawang ular." Jawab Reza sama-sama tidak paham.


"Ah sial! Kenapa lo mau nyentuh gue." Batin Feby menggerutu.


"Itu lo kan? Feby?" Gumam Venus tersenyum sambil melihat kepergian Feby.


Feby bangkit dari terjauhnya lalu ia berlari menuju mobil yang sudah di buka oleh Hani.


Setelah sampai di dalam mobil Feby langsung membuka sweaternya karena merasa gerah.


"Woah! Gila! Kenapa si Venus sengaja nghalangin jalan gue? Gue yakin kalau dia sengaja." Gerutu Feby mengipaskan map itu kewajahnya.


"Bukan itu yang aku heranin." Ucap Hani membuat Feby tidak mengerti.


"Maksud kamu?" Tanya Feby menyeringit.


"Kenapa kakak sembunyi-sembunyi?" Tanya Hani membuat Feby tersadar.


"Oh iya ya? Kenapa aku harus sembunyi dari mereka? Sampe ngelakuin atraksi kayak tadi?" Balik tanya Feby.


"Ibu juga baru kepikiran hal itu setelah ibu sampai di mobil." Timbal Rena ikut berpartisipasi.


Feby menggaruk kepalanya yang tidak gatal, jujur sekarang ia malu sekaligus ingin tertawa karena mengingat kejadian tadi.


"Aku baru nyadar sekarang, kenapa aku kayak buronan yang takut sama mereka? Woah!" Decak Feby masih tidak mengerti.


...TBC...


...Gimana part-nya? ...


...Kurang memuaskan ya?...


...Maaf ya cuma bisa segini....


...setiap chapter pasti ada yang seru ada juga yang tidak jadi maapin kalo part ini garing👍...


...Kalo part-nya kurang srek? Komen...


...Kalo part nya seru? Komen...


...Kalo punya saran dan kritik? Komen...


...Kalo mau demo? Komen...


...Kalo mau mengusulkan cast? Komen...


...Kalo ada typo? Komen...


...MAU NGOMONG APA SAMA FEBY?...


...MAU NGOMONG APA SAMA VENUS?...


...MAU NGOMONG APA SAMA JOVAN?...


...MAU NGOMONG APA SAMA BENUA?...


...SHIPPER VENUS MANA SUARANYA?...


...SHIPPER BENUA MANA SUARANYA?...


...SHIPPER JOVANKA MANA SUARANYA?...

__ADS_1


...PENDUKUNG TRIO GEN MANA SUARANYA?...


...Ig. @desti fahila...


__ADS_2