BACK YOUNG

BACK YOUNG
43. Di kejar anjing


__ADS_3

...Hallo🤗...


...HAPPYREADING💜...


Hari ini sekolah masih di liburkan, entah apa yang merasuki bapak kepala direktur sekolah, menurut siswa-siswi yang bersekolah di Sma Darmawangsa kalau tindakan bapak kepala direktur sangatlah patut di acungi jempol, bagaimana tidak? Hanya karena ada rapat semua siswa di liburkan.


Karena bosan Feby mengajak Benua untuk jalan-jalan tapi dengan alasan membeli sesuatu di supermarket.


Feby menatap fokus ponselnya menunggu balasan pesan dari Benua. Dalam hati ia menggerutu kesal karena sudah hampir satu jam Feby mengirim pesan kepada Benua, tapi masih belum ada jawaban dari Benua.


"Najis banget kelakuan si Beben!" Gerutu Feby.


Feby


|Ben lo sibuk gak? Kalau nggak, temenin gue ke supermarket sebentar aja, stock di dapur sudah habis, gue makan aja laukanya garam


|lo gak kashian sama gue?


12.30


^^^Benua^^^


^^^Kapan? Sekarang?|^^^


^^^Dimana gue jemput lo?|^^^


^^^Di kuburan?|^^^


^^^Oyy!|^^^


^^^Feby?|^^^


^^^14.50^^^


Feby


|di chat kapan di balas kapan!


|so fun kah begitu?


14.51


^^^Benua^^^


^^^Barusan gue ada kepentingan pribadi|^^^


^^^Kapan dan di mana nih gue jemput lo?|^^^


^^^14.51^^^


Feby


|tunggu aja di depan bengkel Adi Nugroho!


14.52


^^^Benua^^^


^^^Oke|^^^


^^^Otw..^^^


^^^Dilihat^^^


Setelah melihat Jawaban dari Benua Feby langsung berlari keluar dari kamarnya dan segera pergi menuju tempat yang ia maksud


----


Sekarang Feby sudah berada di mobil Benua. Ia merasa tidak enak menceritakan kronologi aslinya jika dirinya hanya ingin jalan-jalan bukan mau ke supermarket


"Ben" ucap Feby kepada Benua yang tengah fokus menyetir


"Apa" jawab Benua


"Gue mau jujur sebenarnya gue hanya mau jalan-jalan bukan mau belanja di supermarket" ucap Feby ragu


Benua melirik Feby "gue tahu" ucap Benua membuat Feby terkejut


"Kok bisa?" tanya Feby keheranan


"Lo udah belanja banyak untuk keperluan di dapur Minggu kemarin, masa sekarang mau belanja lagi? Situ kayak yang punya duit aja" Feby merasa tersindir mendengar jawaban Benua


"Eh jangan salah ya! Gue gini-gini uang nya ngalir terus" ucap Feby


"Ngalir di mana?" tanya Benua


"Di mimpi" jawab Feby terkekeh


"Lo kerajaannya mimpi terus heran gue, lo gak sakit kepala apa? terus menghalu?" ucap Benua


"Gue gak pusing kalau sedang berhalu, karena gue punya prinsip seperti ini bermimpilah setinggi langit tapi kalau tidak kesampaian minimal setinggi langit-langit gitu, keren gak?" tanya Feby membuat Benua bingung mikirinnya

__ADS_1


"Lo kalau ngomong berbelit, kagak ngerti gue" jawab Benua


"Gue ngomong sampe mulut gue membusa, eh lo nya gak ngerti, mubazir ucapan aja" ujar Feby


Benua merasa haus karena mendengar ocehan Feby yang menurutnya kurang bermanfaat


"Kok berhenti?" tanya Feby heran karena Benua memberhentikan mobilnya


"Gue haus, mau beli minuman dulu" jawab Benua


"Gue ikut" ucap feby


"Ngapain lo ngikut? Tunggu aja disini, biar gue yang beliin" ucap Benua hendak membuka pintu mobil


"Gue gak mau sendirian disini, apalagi ini jalanan kurang ada umat, lo mau nanti gue mati di begal?" tanya Feby


"Oh iya ya, lo kan orang nya kurang pinter, jadi kalau ada begal itu, lo diam terus gak ada perlawanan, kalau begitu lo ikut gue aja disini terlalu bahaya" jawab Benua seraya keluar dari mobil di ikuti oleh Feby yang sama-sama keluar dari mobil


"Mobilnya kunci aja, kita gak tahu kalau begal bisa dateng kapan saja" ucap Feby menyuruh Benua mengunci mobilnya


"Kita cuma mau kesana doang, lo jangan posesif sama begal entar putus sakit hati" ucap Benua membuat Feby terkekeh


"Haram banget gue pacaran sama tukang begal" gumam Feby berdecak


"Gue bilang kunci ya kunci!" ucap Feby seraya berjalan duluan


Setelah selesai memesan minuman, Feby dan Benua berjalan menuju mobil, dari kejauhan Feby melihat ada seekor anjing yang sedang berlari kearahnya sambil menggonggong


"Ben anjing Ben!" ucap Feby menepuk-nepuk lengan Benua


"Lo ngatain gue?" tanya Benua tidak santai


"Bukan! Itu anjing kayaknya mau kesini" ucap Feby


"Anjing apa sih?" tanya Benua masih fokus melihat minumannya


"Itu anjingnya semakin mendekat" gusar Feby menggoyang-goyangkan lengan Benua


"Cepat buka mobilnya!" ucap Feby sudah tidak karuan seperti cacing kepanasan


Benua meraba saku celananya dan ia tidak menemukan keberadaan kuncinya, tiba-tiba ia mengingat kalau ia tak sengaja meninggalkan kunci mobilnya di toko minuman tadi


"Kunci nya ketinggalan" ucap Benua masih santai


"Lo kenapa teledor sih?" gerutu Feby panik


Anjing itu semakin mendekat kearahnya,


GUG..


"AAAA!!" teriak Feby terkejut saat mendengar longlongan anjing yang mengejarnya


Feby terus membawa lari Benua. Sebenernya Benua masih belum mengerti kenapa Feby membawanya berlari


"INI KENAPA LARI? ADA APA?" tanya Benua masih ngeblank


"LO GAK TAHU KALAU KITA LAGI DI KEJAR ANJING?" teriak Feby


"ANJING? KITA DI KEJAR ANJING?"  tanya Benua terkejut


"Heh Marina uv white lo kemana aja? Lo gak denger dari tadi si anjing  menggonggong?" gerutu Feby tetapi masih bisa di dengar Benua


"Lo ngomong apa?" tanya Benua


"LARI YANG CEPET GUE TAKUT TUH  ANJING NGEMAKAN GUE, GUE AJA BELUM MAKAN, MASA DIA MAU MAKAN GUE?" jawab Feby semakin kencang membawa lari Benua


Feby melihat sebuah tong sampah yang berukuran besar ada di depannya, tanpa basa-basi ia membawa Benua untuk bersembunyi di sisi tong sampah itu


Hosh..


Hosh..


Feby duduk di samping tong sampah itu, nafasnya memburu tak karuan, jantungnya berdegup kencang dan tangannya masih bergetar. Efek takut memang seperti itu


"Itu anjing autis kenapa ngejar gue? Apa salah gue?" gerutu Feby


Benua melihat Feby menggenggam erat tangannya bahkan ia merasakan kalau tangan Feby bergetar. Samar-samar Benua tersenyum senang saat melihat tangannya di gandeng dengan erat oleh Feby


"Lo..kenapa cengar-cengir? Heh sone'et! Gue lagi ketakutan lo malah senyum-senyum kayak gitu kagak menghargai gue" ucap Feby masih ngosh-ngoshan seraya melihat Benua yang cengar-cengir


"Terus gue harus gimana? Nangis?" tanya Benua


"Gak gitu juga" jawab Feby pelan. Rasa takut dan shocknya masih kerasa


"Apa Anjing itu masih ngejar kita?" tanya Feby


Benua melihat sekeliling, disana tidak ada apa-apa bahkan ia juga sudah tidak mendengar suara anjing


"Kayanya kita udah aman" jawab Benua


"Kalau gitu ayo kita pergi" ucap Feby masih memegang tangan Benua

__ADS_1


"Wah gila! Tubuh gue masih bergetar saking takutnya sama tuh anjing" seru Feby masih menggenggam tangan Benua


"Lo jangan coba-coba lepasin tangan oke? Kalau lo mencoba ngelepasin gue akan bunuh lo" ucap Feby kepada Benua


"Oke gue Janji" ucap Benua sama-sama menggandeng tangan Feby


"Lo kalo ingkar gue akan sambit lo pake bambu jalar" ucap Feby mengancam Benua


"Iya! Bawel banget lo jadi cewek" jawab Benua


BRUK..


Belum lama mereka berjalan menuju mobilnya lagi, Feby tak sengaja terjatuh kedalam selokan kering


"BWAHAHA!" Benua tidak bisa lagi menahan tawanya saat melihat Feby terjatuh masuk kedalam selokan


"Kayaknya lo hari ini di azab deh, karena udah bohongin gue" ucap Benua seraya terduduk


"Lo gila! Gue jatuh bukannya ditolongin malah di ketawain!" seru Feby kesal


"Untung selokannya kering, kalau ada airnya gue malu bawa lo" ucap Benua  seraya membantu Feby keluar dari selokan itu


"Lo gak papa?" tanya Benua masih menahan tawanya


Feby yang melihat itu ia juga merasa ingin tertawa karena menganggap dirinya memalukan "tangan gue nih" jawab Feby seraya memperhatikan sikunya yang berdarah


"Parah gak luka lo?" tanya Benua melihat luka di tangan Feby


----


Saat ini mereka sedang menepi di sebuah warteg di pinggir jalan, meskipun Benua susah di ajak menepi di tempat seperti itu tapi Feby terus mendesaknya agar ia mau mampir ke warteg itu, sekalian mengobati luka Feby


"Pelan-pelan dong! Lo kayak gak ikhlas gitu ngobatinya" ucap Feby meringis kala Benua mengobati tangannya


"Ini gue udah pelan, lo nya aja yang lebay" ucap Benua mencoba bersabar


"Ini tangan lo kenapa? kok lebam gini?" tanya Benua saat melihat tangan Feby berwarna biru keunguan


"Gara-gara si bujang lapuk" jawab Feby


Benua menghela nafas panjang setelah itu ia menatap Feby "lo mau sampai kapan berantem sama si Jovan? Lo gak tahu kalau si Jovan itu bahaya? lelaki aja gak ada yang berani sama dia masa lo nantang? Gak takut apa?" tanya Benua


"Gue gak salah jadi gue gak takut" jawab Feby enteng


"Tetep aja lo itu cewek! tenaga si Jovan lebih besar daripada tenaga lo" ucap Benua tidak santai


"Ya gimana ya, gue itu udah srek banget buat ngelawan si Jovan jadi gue gak takut" ucap Feby bingung sendiri harus jawab apa


"Udah selesai belum ngobatinya?" tanya Feby


"Udah" jawab Benua melepaskan tangan Feby


"Ben gue serius mau tanya, lo beneran-bener gitu kalau lo gak pernah ketempat seperti ini sebelumnya?" tanya Feby serius


"Memangnya kenapa?" jawab Benua menatap Feby


"Gue cuma tanya aja, soalnya Reza pernah bilang kalau lo itu gak pernah makan makanan murah" ucap Feby


"Memang bener gue belum pernah beli makanan murah kecuali saat di kantin sekolah" jawab Benua


"Aura  Sultan memang beda, gue aja kalau mau beli es teh harga sepuluh ribu harus mikir lima kali" ucap Feby merasa ngeri dengan selera Benua


"Tapi itu dulu, sekarang nggak! Buktinya gue mau kesini bareng lo" ucap Benua


"Lo gak tahu perjuangan gue ngerayu lo buat kesini seperti apa, rasanya itu seperti gue seorang pekerja romusa yang membangun jalan Panarukan" ujar Feby dramatis


"Oh iya, ngomong-ngomong lo beneran mantan Natalie?" tanya Feby membuat raut muka Benua langsung berubah kesal.


...setiap chapter pasti ada yang seru ada juga yang tidak jadi maapin kalo part ini garing👍...


...Kalo part nya seru? Komen...


...Kalo punya saran dan kritik? Komen...


...Kalo mau demo? Komen...


...Kalo mau mengusulkan cast? Komen...


...Kalo ada typo? Komen...


...SHIPPER VENUS MANA SUARANYA?...


...SHIPPER BENUA MANA SUARANYA?...


...SHIPPER JOVANKA MANA SUARANYA?...


...PENDUKUNG TRIO GEN MANA SUARANYA?...


...Ig. @destifahila...


...D E S T I F A H I L A...

__ADS_1


__ADS_2