
...Hallo ๐ค...
...Happy reading ๐...
Sekarang mereka sudah sampai di depan rumah Zolla, semenjak Zolla memasuki tubuh Feby ia merasa menjadi orang asing dengan orang tua aslinya.
"Aku masih ragu, apa kita masuk sekarang?" Tanya Feby masih merasa ragu.
"Terus menurut kamu kapan?" Tanya Rena menoleh kepada Feby.
"Besok aja?" Tanya Feby membuat Hani meliriknya julid.
"Masa besok? Kita udah jauh-jauh kesini loh!" Jawab Hani tidak santai.
"Oke diam! Sekarang ayo kita masuk." Ucap Rena seraya mulai berjalan memasuki halaman rumah keluarga Carllet.
"Apa kita harus berpegangan tangan?" Tanya Feby sambil memegang tangan Rena, begitu juga dengan Hani yang sama-sama memegang tangan Feby.
"Kita mau masuk rumah bukan mau main galah." Ucap Rena membuat Feby ataupun Hani terkekeh.
"Kan kita harus bersatu kita teguh bercerai kita runtuh." Ucap Feby di setujui oleh Hani.
Kini mereka sudah sampai di depan pintu, dengan tangan gemetar Feby mengetuk pintu itu.
Tak lama setelahnya pintu itu terbuka menampilkan sesosok wanita yang bernama Sari.
"Sari? Lo kemane aje? Gue kangen banget sama lo! Gue kangen maen congkak sama lo! Gue kangen nonton Conjuring sama lo!" Ucap Feby sambil memukul bahu Sari.
Melihat adegan yang menohok itu, Sari mendadak gelalalapan sekaligus bingung dengan maksud yang di ucapkan seseorang yang ada di depannya.
"Maksud neng apa? Neng kan yang dulu pernah dobrak pintu ini ya?" Tanya Sari dengan alis berkerut.
"Dobrak apanya? Kan Sari yang bukain?" Tanya Feby tidak mengerti.
"Ini kenapa jadi ngomongin pintu?" Tanya Hani berbisik kepada Rena.
"Ehkm, Sari kita mau ketemu pak Natan sama Bu Farida, mereka ada di dalem? Atau lagi keluar?" Tanya Rena menghentikan perdebatan antara Feby sama Sari.
"Mereka lagi ada di dalam Bu, ibu mau ketemu sama mereka?" Tanya Sari sopan kepada Bu Rena.
"Iya, kita mau ketemu sama mereka soalnya ada keperluan yang sangat penting." Jawab Rena.
"Kalau begitu mari ikut Sari dulu," Ucap Sari menuntun mereka untuk masuk kedalam.
"Sari kamu sekarang jadi baik sama tamu." Ucap Feby mencolek bahu Sari. Tentu saja hal itu membuat Sari menatap heran Feby.
"Silahkan duduk dulu dan tunggu saja di sini, Sari mau panggilin pak Natan sama Bu Farida nya." Ucap Sari setelah itu pergi ke atas untuk memanggil tuan dan nyonya rumah.
"Woah, rumahnya masih sama kayak dulu cuma bedanya sekarang gak ada lagi lukisan harimau, kayanya di ganti sama lukisan abstrak deh." Gumam Feby meneliti setiap inci ruangan.
"Feby? Kamu udah siap?" Tanya Rena membuat Feby keheranan.
"Siap apa?" Tanya Feby bingung.
"Tuh si cantik Bella yang sekarang jadi Putri Shofia." Jawab Rena sembari menunjuk Bella yang sedang turun tangga bersama kedua orang tuanya.
"Aku udah punya ibu Gina sama bapak Heri." Ucap Feby sombong.
__ADS_1
Tak lama kemudian ketiga sejoli itu duduk di sofa yang berhadapan dengan trio wek-wek. Dari tadi Bella memasang muka imutnya dan berlagak seperti wanita paling cantik.
" Selamat siang, Bu Rena? Hani? Sama Zol.. maksudnya Feby." Sapa Natan ramah namun merasa gugup saat menyebut nama Feby.
"Selamat siang juga pak," Bales Rena menyapa.
"Ada keperluan apa kalian kesini?" Tanya Bella tanpa basa-basi, Farida langsung menyenggol lengan Bella menyuruh untuk menjaga omongannya.
"Kebetulan kami di sini juga gak mau basa-basi jadi aku mau ngomong langsung ke inti." Ucap Feby seraya meletakkan amplop cokelat itu di atas meja.
Mereka langsung di buat kebingungan dengan maksud dari Feby, apalagi Bella ia sampai merem melek untuk melihatnya.
"Bisa di buka kok, gak gigit." Ucap Feby langsung dapat sindiran dari Bella.
"Ih gembel." Sindir Bella kepada Feby.
"Masih belum berubah si cenguk ini." Gumam Hani berbisik kepada Feby.
"Ini apa?" Tanya Natan masih belum berani membuka map itu.
"Apa ini bahaya?" Tanya Farida memastikan.
"Itu kertas bukan mulut buaya, di bilang bahaya." Bisik Hani kepada Feby, Feby hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Ehh kebetulan map itu terbuat dari kertas jadi gak bahaya kok dan juga kalau pak Natan penasaran lebih baik segera di buka, mungkin hal itu bisa membuat kalian terkejut." Ucap Feby meyakinkan.
Perlahan Natan membuka kertas map itu dan betapa terkejutnya saat ia melihat surat yang ada di dalam map itu.
"I..ini apa maksudnya?" Tanya Natan dengan suara yang terbata-bata, hal itu membuat Bella ataupun Farida merasa penasaran.
"Ada apa pah?" Tanya Bella penasaran karena melihat Natan terkejut.
"Apa sekarang kalian percaya kalau Zolla juga berguna? Dia berjuang buat caffe itu sendirian tanpa ada dukungan dari kalian." Timbal Feby memuji dirinya sendiri.
"Omongan macam apa ini? Siapa pemilik caffe Friend Zone? Kak Zolla? Gak mungkin." Ucap Bella sangat tidak percaya sedikitpun.
"Apa kalian bercanda?" Tanya Farida tidak santai.
"Bahkan setelah aku bawa bukti pun kalian masih gak percaya?" Balik tanya Feby membuat mereka langsung terdiam.
Bella langsung mengambil map cokelat itu dari tangan Natan, jujur Bella masih tidak percaya dengan perkataan Feby.
Saat Bella melihat sertifikat itu, tangannya langsung membekap mulutnya yang menganga.
"Woah? Daebak? Jadi selama ini kak Zolla yang punya caffe tempat tongkrongan gue? Padahal caffe itu sangat terkenal gue gak nyangka kalau kak Zolla pemiliknya." Puji Bella membuat Feby merasa terbang.
"Bukan hanya itu, Zolla juga selalu melayani pelanggannya dengan sangat baik jadi gak heran kalau Zolla banyak di sukai orang lain." Kali ini Hani yang angkat bicara.
Feby semakin di buat terbang mendengar perkataan Hani yang memujinya terlalu panatik tapi Feby tetap menyukainya.
"Kalian juga harus tahu alasan kenapa Zolla sering tidak nurut sama kalian itu karena kalian terlalu mengabaikannya, dan kalian malah fokus kepada Bella." Timbal Rena namun sekarang membuat Feby terharu.
"Percayalah Zolla memiliki Budi luhur, ia sangat sopan dan punya attitude yang bagus." Puji Rena lagi malah membuat Feby semakin merasa di puncak.
"Astaga kenapa gue jadi malu?" Batin Feby merasa panas dingin.
"Permisi, aku Bella Carllet juga mempunyai attitude yang bagus, aku sopan tapi sama siapa dulu aku sopannya." Ucap Bella tidak mau kalah.
__ADS_1
"Kalau bener ini sertifikat Zolla, kenapa ini bisa ada di tangan kalian?" Tanya Natan menghentikan perdebatan tentang attitude.
"Itu karena wasiat, dulu Zolla sudah punya firasat mau pergi jadi ia mewasiatkan ini kepada kami." Jawab Feby mencari alasan yang logis.
"Saya masih gak percaya." Ucap Natan menyerahkan lagi sertifikat itu.
"Percaya atau tidak itu terserah pak Natan, tapi ini memang bener-bener wasiat dari Zolla. Dia sendiri yang nganterin surat ini sama aku." Jawab Feby.
Tanpa ada yang sadar, Farida sudah meneteskan air matanya namun ia langsung buru-buru mengusapnya agar tidak ada yang lihat.
"Tante kenapa nangis?" Tanya Feby merasa ikut tertawa suasana haru.
"Ehkm! Saya gak nangis kok, saya cuma kelilipan." Jawab Farida mencari alasan.
"Kalau begitu kita pamit dulu, urusan percaya atau tidaknya itu terserah kalian yang penting kami sudah memberitahu kalian, selamat tinggal." Ucap Rena sesopan mungkin lalu ia membawa Feby sama Hani keluar.
"Semoga kalian bahagia selalu." Ucap Feby tersenyum kepada kedua orang paruh baya yang sedang duduk.
Bella berdiri dari duduknya lalu ia berlari menuju Feby "Hati-hati di jalan Feby aminah." Ucap Bella sembari meledek Feby.
"Sama-sama Bellangkon!" Jawab Feby berdecak sebal.
...TBC...
...Gimana part-nya? ...
...Kurang memuaskan ya?...
...Maaf ya cuma bisa segini....
...setiap chapter pasti ada yang seru ada juga yang tidak jadi maapin kalo part ini garing๐...
...Kalo part-nya kurang srek? Komen...
...Kalo part nya seru? Komen...
...Kalo punya saran dan kritik? Komen...
...Kalo mau demo? Komen...
...Kalo mau mengusulkan cast? Komen...
...Kalo ada typo? Komen...
...MAU NGOMONG APA SAMA FEBY?...
...MAU NGOMONG APA SAMA VENUS?...
...MAU NGOMONG APA SAMA JOVAN?...
...MAU NGOMONG APA SAMA BENUA?...
...SHIPPER VENUS MANA SUARANYA?...
...SHIPPER BENUA MANA SUARANYA?...
...SHIPPER JOVANKA MANA SUARANYA?...
__ADS_1
...PENDUKUNG TRIO GEN MANA SUARANYA?...
...Ig. @desti fahila...