BACK YOUNG

BACK YOUNG
26. Masalah lagi


__ADS_3

...Hallođź‘‹...


...H A P P Y R E A D I N Gđź’ś...


Sekarang Feby dan Devin sedang dalam perjalanan ke sekolah, Devin memberhentikan Feby di sekolahnya, sedangkan dirinya masih terus berlanjut karena sekolahnya cukup jauh.


“Devin nanti lo bisa jemput gue gak?” Tanya Feby.


“Gak bisa kak, nanti aku harus futsal.” Jawab Devin.


“Yaudah deh, makasih vin, gue masuk dulu.” Ucap Feby seraya masuk kedalam gerbang sekolahnya, ia berjalan di lorong koridor disana Hani sudah menunggunya.


“Tumben lo datang lebih awal dari gue?” Tanya Feby.


“Aku sedang dapat hidayah jadi bersemangat deh.” Jawab Hani sambil tersenyum manis.


“Hani aduh please deh! Jangan bicara aku-akuan ngomong aja lo-gue, kosakata lo malah buat gue gak enak hati.” Gerutu Feby.


“Iya, Iya ini yang terakhir.” Ucap Hani.


“Hani gue mau lihat hasil ulangan Bu Tian, gue ingin lihat secara live.” Ucap Feby.


“Ayo ikut aku eh gue.” Ucap Hani sambil membawa Feby ke mading.


Setelah berada di sana Feby terkejut bukan main, dia sangat yakin kalau dirinya tidak menjawab asal-asalan.


“Apa-apaan ini? Kenapa nilainya kecil? Gue yakin kalau gue gak ngejawab dengan asal-asalan.” Gerutu Feby  sambil meremas kertas nilai itu dan melemparkannya ke sembarang arah.


“Itu dia, kakak harus unjuk rasa kepada bu Tian.” Titah Hani menyuruh Feby untuk melakukan demo.


“Bener juga, gue serasa di prank sama si Tian nih.” Gerutu Feby kesal, setelah itu ia pergi berlari menuju ruang guru tapi sebelum ia sempat beranjak pergi ia tak sengaja menyenggol seseorang hingga hp seseorang itu terjatuh.


“APA-APAAN LO?” Teriak Jovan marah karena HP nya terjatuh.


“Gue gak sengaja oke, gue sedang buru-buru.” Ucap Feby segera pergi dari sana tapi niatnya terhenti karena Jovan menahan tasnya.


“Apa lagi sih? Gue udah bilang kalau gue gak sengaja!” Ucap Feby sewot.


“Segampang itu lo ngomong?” Tanya Jovan benar-benar tidak percaya.


“Iya.” Jawab Feby singkat padat jelas, tapi malah menjadi hinaan buat Jovan.


“Tanggung jawab lo! Hp gue jatuh!” Seru Jovan ngegas.


“Lo aja yang ambil! Ribet amat sih!” Cibir Hani kepada jovan.


“Diem lo!” Ucap Jovan tajam kepada Hani.


“Ih gembel lo gembel.” Gerutu Hani kesal.


“Berlutut ambil hp gue sekarang!” Ucap Jovan.


“Bener-bener lo ya! Setiap kali ngomong sama lo, gue harus siap-siap bawa bensin buat nyebrot mulut lo!” Ucap Feby tak kalah ngegas, setelah itu ia mengambil hp Jovan yang tergeletak di lantai lalu ia memberikannya kepada Jovan.


“Nih! Lebay banget sih lo.” Gerutu Feby sambil memberikan hp-nya kepada Jovan.


“Hani buruan, nanti keburu bel.” Ucap Feby menarik tangan Hani.


Saat ini Feby sudah berada di ruang guru, ia mencari keberadaan Bu Tian dan setelah itu ia mulai bertanya kepada Bu Tian, sedangkan Hani ia menunggu di luar karena ia tidak di izinkan masuk.


“Ibu? Apa ibu tidak salah memeriksa hasil ulangan aku? Aku rasa ada kekeliruan, aku tahu betul kapasitas otak aku seperti apa.” Ucap Feby membuat Bu Tian tidak mengerti.


“Maksud kamu?” Tanya Tian tidak mengerti.


“Nilai ulangan aku kecil? Aku rasa pasti ada kesalahan dengan ibu, bukan aku sombong ya tapi saya mengakui kalau aku pintar.” Jawab Feby percaya diri.


“Secara tidak langsung kamu telah menghina saya! Kamu telah menyebut kalau kamu lebih pintar dari saya, kalau begitu kamu saja yang ngajar!” Seru Tian marah.


“Bukan begitu maksud aku, tapi aku hanya meminta keadilan! Sepertinya nilai aku ada yang nuker.” Pernyataan Feby membuat Bu Tian menjadi bingung.


"Apa dia lupa perjanjiannya dengan pak Natno?" Batin Tian bertanya.


“Bu, bagaimana ini? Akubbener-bener merasa di curangi.” Sahut Feby.


“Kamu lupa dengan perjanjiannya?” Tanya Tian membuat Feby tidak mengerti.


“Apa maksud ibu?” Tanya Feby tidak mengerti.


“Kamu keluar dari ruangan saya sekarang.” Titah Tian tegas.


“Kenapa ibu malah ngusir aku? Apa salah aku? Aku hanya ingin mencari tahu kebenaran  kenapa nilai aku kecil?” Ujar Feby tidak terima kalau dirinya di usir.


“Nilai kamu kecil karena kamu kurang pintar.” Jawab Tian tersirat keterkejutan di wajahnya.


"Patut di curigai!" Batin Feby.

__ADS_1


“Kata siapa aku kurang pintar? Aku bisa mengisi ulang kertas ulangan jika perlu,aku yakin kalau ibu telah berbuat curang!” Ucap Feby membuat Tian marah.


“Kamu memfitnah saya berbuat curang? Pergi, berdiri di lapangan sampai istirahat!” Tegas Tian.


“Tapi..”


“Saya gak mau dengar kamu lagi, pergi sekarang dan jalani hukumannya, jika kamu membantah saya akan menambah hukuman kamu.” Ucap Tian memotong pembicaraan Feby.


"Laknat lo Tian! Ahh serasa ingin mensmack down dirinya." Batin Feby kesal dengan Bu Tian.


“Aku akan buktikan kalau aku di curangi!” Ucap Feby sebelum pergi keluar.


“Di tunggu.” Ucap Tian santai.


“ck!" Decak Feby kesal. Setelah itu ia pergi kelapangan untuk menjalankan hukuman, sungguh. Dirinya tidak tahu kenapa dia harus dihukum? Padahal ia kesana hanya untuk mencari keadilan.


“Gimana feb?” Tanya Hani dengan raut muka penasaran.


“Di denger enggak, di hukum iya.” Jawab Feby lesu.


“Maksudnya?” Tanya Hani penasaran.


“Gue di hukum karena Bu Tian nya baperan.” Jawab Feby.


“Maaf, harusnya ak..gue gak nyuruh lo untuk demo.” Ucap Hani merasa bersalah.


“Ini bukan salah lo, sebelumnya gue juga udah punya ide itu, jadi berhenti menyalahkan diri sendiri.” Ucap Feby merasa damai.


“Tapi gue penasaran kenapa Bu Tian berkata begini 'kamu lupa dengan perjanjiannya' menurut lo itu sesuatu yang aneh gak?” Ujar Feby yang membuat Hani termerenung.


“Itu pasti petunjuk tentang masalah Feby, kak kita harus selidiki.” Ucap Hani serius.


“Serius? Omg kenapa diri gue semakin banyak masalah.” Ucap Feby tidak percaya.


“KENAPA KAMU MASIH DISANA? CEPET KELAPANG!” Tegas Bu Tian yang berada di ambang pintu.


“Bu rembo udah ngamuk, gue ke lapang dulu lo pergi aja lagian sebentar lagi bel.” Ucap Feby seraya pergi dari sana.


...•••...


Dibawah panasnya trik matahari Feby masih sibuk berjemur untuk menyelesaikan hukumannya, tiba-tiba di sisi lain seorang manusia minus ahlaq berjalan kearahnya.


“Ngapain lo disini?” Sewot Chelsea kepada Feby.


“Harusnya gue yang tanya, ngapain lo kesini? Gue udah dari tadi disini.” Sinis Feby tak mau kalah l.


“Ck! Minggir” Pekiknya menyenggol Feby agar menjauh.


“Snow white ngapain kesini? Ganggu gue lagi di hukum aja.” Seru Feby tak terima kalau dirinya di geser.


“Lo bisa diem gak sih? Gue lagi banyak pikiran! Stop buat gue tambah stres!” Ucap Chelsea membuat Feby cengo.


“Perasaan lo deh yang buat gue naik pitam.” Gerutu Feby kesal.


“Lo kenapa di hukum? Lo molor di kelas ya? Atau lo gak ngerjain tugas?” Tanya Chelsea penasaran.


“Lo bisa diem gak sih? Gue lagi banyak pikiran, stop buat gue tambah stres!” Jawab Feby mengikuti gaya bicara Chelsea.


Chelsea bedecak sebal “Ngeselin banget sih lo!” Seru Chelsea.


“Oy Chelsea gue mau tanya, lo orang yang buat surat cinta ya? Maksudnya lo bikin surat cinta yang mengatas namakan gue?” Tanya Feby serius.


“Sebenci apapun gue sama lo, gue gak pernah ngelakuin hal kayak gitu! Apalagi numbalin lo buat Jovan!” Jawab Chelsea sinis.


"Kalau bukan Chelsea terus siapa dong?" Batin Feby bingung.


“Lo suka sama Jovan?” Tanya Feby.


Chelsea mendadak gelalapan dengan pertanyaan Feby yang cukup sensitif “A..apaan sih lo? Nggak! G..gue gak suka sama Jovan! Lo jangan ngurusin hidup gue, urus saja hidup lo sendiri!” jawab Chelsea gugup


“Errr siapa juga yang mau ngurusin hidup lo GR! Gue cuma tanya yaa” seru Feby


“Berisik amat sih penggiling yang di sisi gue” gumam Chelsea menyindir Feby


“Gue tahu lo suka sama si semen tiga roda tapi lo tahu gak, kalau si semen itu suka sama Tania?” tanya Feby memancing amarah Chelsea


“Lo jangan hina nama Jovan ya, gue gak suka” ujar Chelsea


“Tapi gue suka, gimana dong?” jawab Feby tersenyum manis


“Lo ngapain sih bela si Jovan? Si Jovan nya aja suka sama Tania, lo gak cemburu?” lanjut Feby


Karena geram dengan apa yang di bicarakan Feby akhirnya kesabaran Chelsea putus, ia mendorong tubuh Feby hingga dirinya terjatuh


“Lo apa-apaan sih kemed? Gue gak bisa biarin lo kayak gini, ini namanya kriminal!” seru Feby berdiri dari keterjatuhan-Nya, ia pun membalas serangan yang Chelsea lemparkan kearahnya dengan cara membalas mendorongnya, tapi entah dari mana datangnya si bujang lapuk itu, ia menahan tubuh Chelsea agar tidak terjatuh

__ADS_1


“Oh setelah dihukum lo masih kuat buat nyelakain orang?” tanya Jovan dengan wajah memuakan bagi Feby


"Hadeuh kalo dua sejoli ini bersatu, bisa bahaya nih buat gue" batin Feby


“Jovan kamu kenapa disini?” tanya Chelsea dengan muka yang sok di imutin


“Gue di hukum” jawab Jovan datar


"Fiks ini hari tersial gue" batin Feby meringis


“Lo gak di apa-apain kan sama cewek tidak tahu diri ini” tanya Jovan sambil menunjuk wajah Feby, tentu saja Feby tidak menerima apa yang di katakan Jovan


“Singkirkan tangan laknat lo dari muka gue” seru Feby sambil menggaplok tangan Jovan


“Tadi Feby menjelek-jelekkan kamu, terus dia mendorong aku” jawab Chelsea


“Apa? Dia ngejelekin gue?”


“Emang lo sebagus apa sampai bisa ngejelekin gue?” tanya Jovan tajam kepada Feby


“Tadi Feby bilang kamu mirip semen tiga roda, terus dia jelek-jelekin Tania” ucap Chelsea ikut nimbrung


Feby semakin berada di ujung tebing, dirinya sudah merasa terpojok apalagi dengan perkataan Chelsea yang sama sekali tidak benar


"Ini kok situasi nya jadi kayak begini sih?" batin Feby bertanya


“Dia jelek-jelekin Tania? Brengsek lo Feby” seru Jovan mendekati Feby tapi Feby langsung mundur


Feby sekarang tidak bisa berkata apa-apa, ia sudah terpojok, apalagi yang bisa dia katakan? Toh Jovan juga gak akan percaya


“Dengerin gue ya, gue gak ngejelekin si Tania! si Chelsea nya aja yang melebih-lebihkan cerita” jelas Feby


“Dan lo pikir gue akan percaya?” tanya Jovan sinis


“Tereserah lo aja deh ah! Gue juga gak berharap lo percaya, yang penting gue gak nge jelek-jelekin si Tania” Jawab Feby final


“Segampang itu lo ngomong?” cibir Jovan yang membuat Feby merasa geram


“Lo kenapa sih? Kurang obat? Bukan lo tapi kalian berdua! AAHH kalian itu ngeselin kayak, KAYAK TAIII” gerutu Feby sambil mengusap kasar wajahnya


“KAYAK TAI LO” teriak Feby kepada Jovan, setelah itu ia berlari meninggalkan lapangan, toh sebentar lagi istirahat


...•••...


Feby berlari menuju rofftop sekolah, ia sangat berharap kalau disana ia mendapatkan kesejukan hati, tapi sesampainya di sana ia bukan melihat hal yang menyejukkan hati tapi memanaskan hati, disana ia melihat geng abu lahab yang sedang duduk manja sambil merokok


“Feby? Ngapain lo disini?” tanya Reza saat melihat kehadiran Feby


“Gue cuma ngecek doang” jawab Feby setelah itu ia menutup kembali pintu tapi sebelum pintu itu tertutup ia mendengar teriakan Reza


“Feby lo udah janji mau buatin bekal buat gue, kapan lo buatin nya?” tanya Reza di sebrang sana


“NANTI AJA” jawab Feby


"Dimana gue harus menyejukkan hati?" batin Feby pasrah


“Feby?” suara berat seseorang memanggilnya dari bawah tangga


Feby celingak-celinguk mencari sumber suara dan saat melihat kebawah ia mendapati seorang pria yang ia kenali


“Iya pak, ada apa?” tanya Feby sambil turun tangga


“Ada hal penting yang mau saya biarakan dengan kamu” ucap pria itu


“Hal penting apa?” tanya Feby penasaran


“Tentang masalah kamu, saya sudah dengar sedikit” jawab pria itu


"Masalah? Emang gue punya masalah apalagi ya?" batin Feby bertanya.


...See you next partđź‘‹...


...Kalo part nya garing? Komen ...


...Kalo part nya seru? Komen...


...Kalo punya saran dan kritik? Komen...


...Kalo mau demo? Komen...


...Kalo mau mengusulkan cast? Komen...


...Kalo ada typo? Komen...


...D E S T I F A H I L A...

__ADS_1


__ADS_2