
...Halloš¤...
...Happy reading š...
Sedangkan orang yang jadi bahan pembicaraan malah santai dan sekarang ia tengah makan di angkringan, sungguh nikmat di suasana sore ini Feby makan nasi goreng sambil mendengarkan lagu vibes 95an.
"Kok gue berasa kayak nostalgia ya?" Gumam Feby sambil melihat suasana sekeliling yang bisa terbilang ramai dengan background bapak-bapak pejuang rupiah.
"Neng sendiri aja?" Tanya bapak-bapak yang duduk di sebrang meja Feby.
"Iya pak sendiri aja, kalau berdua kan susah di tambah aku gak bakal kenyang makannya." Jawab Feby tersenyum.
"Udah lama di sini neng?" Tanya bapak yang satunya lagi.
"Belum terlalu lama juga pak, aku cuma baru habis satu porsi." Jawab Feby cengengesan.
"Tapi kamu gak malu? Di sini banyak bapak-bapak loh? Hampir gak ada anak muda di sini?" Tanya bapak itu lagi masih penasaran.
"Aku punya jiwa kolot pak, jadi gak malu kalau makan di tempat yang banyak bapak-bapaknya." Jawab Feby.
"Oh iya iya, ngomong-ngomong kamu sekolah di mana?" Tanya bapak itu menatap lebih penasaran sama Feby.
"Aku sekolah di Sma Dharmawangsa pak." Jawab Feby.
"Oh, anak-anak sekarang beruntung bisa sekolah dengan lancar dan tenang." Ucap bapak itu membuat jiwa kepo sejarah Feby langsung keluar.
"Emangnya apa yang beruntung? Aku gak terlalu beruntung karena banyak tugas sama pr rumah." Tanya Feby memancing agar bapak itu bercerita tentang masa sekolahnya dulu.
Entah kenapa Feby sangat suka mendengarkan cerita tentang sejarah seseorang yang berpengalaman di tahun 90an.
"Dulu bapak sekolah cuma pake satu buku tulis, dulu itu sangat jarang orang yang pakai tas kesekolah kebanyakan pake kantong kresek dan dulu sangat susah untuk bersekolah di karenakan biaya yang tidak memadai." Jawab bapak itu membuat Feby mendekat kearahnya.
"Pasti sekolahnya di tengah gurun pasir nih." Batin Feby menebak.
"Oh gitu ya? Berarti dulu nenek aku juga gitu ya? Apalagi dulu kan kertas jarang di temuin? Gak seperti sekarang?" Tanya Feby terbawa suasana.
"Bener itu, nenek kamu pasti ngalamin nulis di papan kecil." Jawab bapak itu.
Saat sedang asik-asiknya mengobrol, ponsel Feby berbunyi, karena hal itu mau tak mau Feby harus mengecek ponselnya siapa tahu ia dapat pesan dari orang penting.
Ternyata Feby mendapat pesan dari nomor yang tidak di kenal, karena pesannya cukup mengkhawatirkan ia pun berpamit pergi dari sana, Feby pikir kalau ada orang yang butuh bantuannya.
"Pak aku ada urusan, aku pulang dulu ya? NantiĀ kita cerita lagi tentang perjalanan bapak mengejar cinta istri bapak kalau kita ketemu lagi okee?" Ucap Feby merasa tidak bersemangat karena harus pergi padahal ia masih betah di sana.
"Iya siap neng, hati-hati di jalan ya neng? Soalnya banyak yang suka sama neng." Jawab bapak itu membuat Feby tersipu malu.
"Hehe maksih pak." Ucap Feby malu-malu.
ā¢ā¢ā¢
Saat Feby sedang berjalan di sebuah gang sendirian, tiba-tiba segerombolan cowok yang bisa terbilang seperti preman mencegatnya. Sekitaran 10 preman itu langsung mengepung Feby dan mengelilinginya.
"Apa? Ada apa ini? Kenapa mereka malah ritual di depan gue?" Gumam Feby bertanya.
__ADS_1
"Pegang dia cepetan!" Titah salah satu preman itu dengan suara yang tegas, mendengar perintah itu dua orang cowok ituĀ langsung memegang kedua tangan Feby.
"Ini kenapa? Kenapa tangan gue di pegang? Lepasin tangan gue woi!" Gerutu Feby berada di ambang tidak mengerti sekaligus takut.
"Diem atau gue pukul lo!" Ucap preman itu sambil memelototkan matanya.
"Woi jamet! Gimana gue mau diem? Kalian aja tiba-tiba dateng langsung keroyok gue!" Jawab Feby tak kalah sinis.
"Sebenarnya ini ada apa? Gue gak punya masalah sama kalian!"
"Gue gak mau tau pokoknya kalian lepasin gue! Kalau kagak gue bakal buat kalian semua habis!" Lanjut Feby berusaha melepaskan tangannya.
"Diem!" Bentak preman itu.
"Gue gak bisa diem! Gue gak paham kenapa kalian keroyok gue." Balik bentak Feby.
Feby sama sekali nggak mengerti kenapa dirinya tiba-tiba di serang apalagi sama segerombolan preman, setahunya ia tidak pernah mencari masalah dengan orang-orang seperti mereka.
"Bos bagusnya di apain?" Tanya salah satu preman itu kepada seseorang yang sering di panggil bos.
Karena Feby juga sama-sama penasaran, ia langsung menengok melihat bos itu, saat Feby melihat fokusnya teralih dengan seseorang yang berada di sampingnya.
"Riko? Manusia presto?" Tanya Feby kepada Riko, dia adalah seseorang yang Feby setengah kenal dan setengah tidak, mereka bertemu waktuĀ dimana Feby demo kepada pak Natno.
"Gue kira lo lembek? Ternyata lo preman?" Tanya Feby menatap sendu Riko.
"Siapa sih? Lo sok tahu banget sama gue!" Ucap Riko dengan nada sinis.
Mendengar itu Riko langsung memelototkan matanya "Oh lo yang followernya 50 kan?" Tanya Riko sangat terkejut.
"Iya bener! Gue Feby yang followernya 50." Jawab Feby berbinar.
"Lo kenal sama dia?" Tanya bos preman itu.
"Gak terlalu kenal sih cuma sedikit kenal." Jawab Riko ragu.
"Bawa dia!" Ucap Bos itu seraya berjalan mendahului semua orang.
Lagi-lagi Feby di buat tidak mengerti dengan mereka yang menyeretnya pergi, padahal kalau di bicarain baik-baik Feby bisa berjalan sendiri.
"Kenapa kalian bawa gue? Lo semua mau apain gue? Lo semua berani sama gue hah? Gue murid Vicenzo! Dan sekarang gue lagi di lantik sama Joo Dan Tae buat jadi muridnya!" Ucap Feby ngawur kesana-kemari hanya untuk berharap mereka ngelepasin nya.
Namun ternyata Feby salah, mereka hanya diam dan fokus menyeret Feby malahan sekarang orang-orang semakin kencang memegang tangan Feby seperti orang yang takut mangsanya kabur.
"Lo jangan keras-keras pegang tangan gue-nya! Sakit jarcok!" Ucap Feby tidak santai kepada dua preman yang memegangi tangannya.
"Pak gumiho! Gue Lee dam versi hdc mau minta bantuan! Gue lagi di keroyok sama segerombolan jamet yang kurang komat-kamet, mohon segera lakukan telepati." Batin Feby sambil memejamkan matanya. Tapi seketika ia teringat kalau itu hanyalah hayalan belaka.
"Kayanya gue jadi korban Drakor deh!Ā Hadeuh! Mana gak ada orang lewat lagi! Venus tolong gue! Benua cepet telpon gue, gue lagi butuh lo!" Batin Feby merasa ingin menangis.
Bukannya cengeng, tapi Feby takut bakal di apa-apain sama mereka terlebih lagi jumlah mereka tidak main-main.
"Riko? Lo gak kasihan sama gue? Tolong gue, gue gak tahu apa-apa, kenapa kalian cegat gue." Ucap Feby kepada Riko.
__ADS_1
"Kita dapat perintah dari atasan buat keroyok lo, biar lo gak main-main lagi sama Lauda." Ucap Riko langsung membuat Feby diam tidak berkutik.
"Siapa? Si Lauda? Siapa yang lo maksud Riko?" Tanya Feby tidak santai.
"Iya, pak Natno sama Lauda yang nyuruh kita." Jawab Riko santai, semua orang yang ada di sana juga tampak biasa kala Riko menyebut siapa dalangnya. Rupanya mereka sudah di beri izin buat ngungkapin dalang yang ingin mengeroyok Feby.
"Apa? Tapi gue gak punya masalah lagi sama pak Natno, gue juga gak punya masalah sama si Lauda malahan dia yang punya masalah karena udah nyuri nilai gue." Ucap Feby tidak karuan.
"Pukul dia sampe babak belur." Perintah bos preman itu kepada salah satu anak buahnya.
Feby yang mendengar itu langsung di buat gugup sekaligus takut, memang ia bisa saja melawan mereka tapi apalah daya kalau tangannya di tahan sama di tambah lagi ia sudah merasa lemes duluan sebelum berkelahi.
"Gila lo?"
...TBC...
...Gimana part-nya? ...
...Kurang memuaskan ya?...
...Maaf ya cuma bisa segini....
...setiap chapter pasti ada yang seru ada juga yang tidak jadi maapin kalo part ini garingš...
...Kalo part-nya kurang srek? Komen...
...Kalo part nya seru? Komen...
...Kalo punya saran dan kritik? Komen...
...Kalo mau demo? Komen...
...Kalo mau mengusulkan cast? Komen...
...Kalo ada typo? Komen...
...MAU NGOMONG APA SAMA FEBY?...
...MAU NGOMONG APA SAMA VENUS?...
...MAU NGOMONG APA SAMA JOVAN?...
...MAU NGOMONG APA SAMA BENUA?...
...SHIPPER VENUS MANA SUARANYA?...
...SHIPPER BENUA MANA SUARANYA?...
...SHIPPER JOVANKA MANA SUARANYA?...
...PENDUKUNG TRIO GEN MANA SUARANYA?...
...Ig. @desti fahila...
__ADS_1