BACK YOUNG

BACK YOUNG
15. Bella overdosis?


__ADS_3

...Hallođź‘‹...


Selera makan Feby sudah berbuah semenjak Venus berbicara yang membebankan otak.


“Ah jinja! Baru aja makan beberapa suap udah gak mood.” Gerutu Feby kesal.


Lalu ia beralih berbicara kepada tukang dagang.


“Bapak asli orang mana?” Tanya Feby seraya berhenti makan.


“Bapak asli orang aring.” Jawab mang tukang dagang terkekeh.


“Di tanya kagak melulu.” Batin Feby.


“Nama bapak siapa?" Tanya Feby mencoba untuk bertanya lagi l.


“Nama bapak Jason Derulo.” Jawab mang tukang dagang niatnya mau ngelawak.


“Gini nih pentingnya imunisasi sejak dini.” batin. Feby melihat iba kepada mang tukang dagang


“Yang bener pak?” tanya Feby sekali lagi 


“Gak deh bercanda, nama bapak Jaenudin” Jawab Jaenudin kini serius.


“Oh, bapak tinggal di mana?” Tanya Feby penasaran.


“Neng kok dari tadi nanya alamat terus, jangan-jangan eneng mau ngelamar bapak ya?” Ucap Jaenudin yang membuat Feby terkekeh.


“Kalau Jaehyun sih saya mau ngelamar, tapi kalau kalau Jaenudin nanti aja deh saya pikir-pikir dulu.” Ucap Feby membuat mang Jaenudin terkekeh.


Setelah itu hening, tidak ada yang berbicara baik bapak Jaenudin ataupun Feby, tak lama kemudian ada sebuah truck yang di dalamnya berisi anak JAMET, saat truck itu melewati Feby para jamet itu langsung berteriak kayak orang obesitas.


“OLENG NENG " Teriak jamet 1 sambil memperlihatkan jarinya yang membentuk metal.


“NENG MALEM-MALEM SENDIRI AJA?” Teriak jamet 2.


“KIWW AH.” Teriak jamet 3, dan jamet ke 4 hanya mengedipkan sebelah matanya tanpa berteriak seperti yang lainnya.


Feby hanya melihat melongo mendengar para jamet yang sedang menggodanya, apalagi saat melihat jamet yang mengedipkan sebelah matanya.


“Nggak si Jaenudin, gak si jamet semua butuh imunisasi!" Batin Feby menggeleng-gelengkan kepalanya.


Karena hari sudah semakin gelap Feby memutuskan untuk pulang ke rumah, dan membeli beberapa bungkus sostel untuk keluarganya.


“Mang Jaenudin, saya pesen sostel 4 bungkus ya.” Ucap Feby seraya menaiki motornya.


“Siap neng.” Ucap Jaenudin.


Setelah pesanannya siap Feby langsung menjalankan motornya untuk kembali ke rumah.


Saat di perjalanan Feby melihat-lihat toko yang menurutnya cocok untuk keluarganya yang sekarang, ia berpikir untuk memberikan toko kecil-kecilan kepada ibu dan bapaknya supaya mereka tidak bekerja di tempat orang lain.


Saat sedang asyik menghalu tentang toko, matanya tak sengaja melihat mobil Bella, lantas ia pun langsung mengekori kemana perginya mobil itu.


"Semenjak kagak ada gue si bellalang makin liar aja." Batin Feby.


“Si Bella mau kemana tuh?" Batin Feby bertanya.


Mobil Bella berhenti tepat di depan club malam, sontak Feby langsung membulatkan matanya terkejut, anak yang selalu di banggakan bak putri mahkota ternyata melakukan hal yang tidak pantas.


Feby langsung meraba-raba pakaiannya barangkali HP nya di bawa, tapi naas ia baru ingat kalau HP nya rusak, Feby langsung sibuk sendiri sembari berpikir bagaimana caranya menghubungi nomor papahnya.


“Hadeuh ini gue harus gimana? Hp gue rusak, bagaimana cara ngehubungi papah?” Gumam Feby mondar-mandir.


Feby tak sengaja melihat seseorang ibu-ibu yang sedang berjalan, lalu ia pun menghampirinya dan meminta bantuan.


“Bu bisa minta tolong gak?” Ucap Feby penuh beban saat meminta tolong.


“Minta tolong apa?” Tanya wanita itu.


“Pinjam HP sebentar aja, saya sedang ada masalah jadi saya harus menghubungi keluarga saya.” Jawab Feby cepat.


Dengan ragu wanita tua itu langsung memberikan hp-nya kepada Feby, bukannya Feby tidak menghargai bantuan dari wanita tua itu, tapi hp-nya bukan layar sentuh melainkan HP yang banyak tombolnya.


“Kayanya si ibu alay deh, pasti kalau lagi chattan tulisannya kayak begini  'Hmmk 4hk, b124 4j4'.” Batin Feby antara sedih dan bahagia.


“Bu ini gimana cara nelpon nya?” Tanya Feby sambil memperlihatkan hp-nya.


“Kamu bisa gak sih?" Tanya si ibu sewot sambil membawa kembali hp-nya.


“Nggak bisa, makannya tanya.” Jawab Feby dengan cengirnya.


“Kamu gimana sih udah gede masih aja nggak ngerti.” Ucap ibu itu lagi.


“Bu gimana kalau saya minjem hp ibu terus setelah selesai aku bayar.” Ucap Feby final.


“Ah kamu masa cuma pinjam hp aja di bayar.” Ucap ibu itu malu-malu.


"Alhamdulillah akhirnya gue menemukan seorang wanita yang tidak pamrih, asiik duit gue selamet." Batin Feby merasa bagja.


“Nih kamu tinggal ketik aja nomornya setelah itu tekan tombol ini, dan soal yang tadi karena kamu maksa saya akan terima deh." Ucap ibu itu tersenyum sambil memberikan HP nya kepada Feby.


"Maksa katanya? Tidak ada manusia yang maksa untuk memberi uang!"  Batin Feby terkekeh tapi merasa di php-in.


Karena sekarang bukan waktu nya untuk baperan jadi Feby langsung mengetik nomor ayahnya.


Tuuuttt....


“Angkat dong papah Natan! penting nih!" Batin Feby risau.


Tuutt...


“Kemana ini si deddy Natan?” Batin Feby merasa kesal.


Setelah lamanya menunggu akhirnya telponnya di angkat, sontak Feby langsung berbicara.

__ADS_1


"Hallo?"


Ucap Natan.


"Hallo? Ini dengan pak Natan?"


Tanya Feby basa-basi.


"Iya benar, ada apa ya?"


Tanya Natan penasaranq.


"Ehh..bisa berbicara dengan Bella?"


Ucap Feby.


"Ini siapanya Bella?"


Tanya Natan penuh selidik.


"Saya temennya Bella pak, saya bisa bicara dengan Bella gak? Plis pak ini penting."


Jawab Feby berbohong.


"Bella nya sedang kerja kelompok di rumah Agnes."


Jawab Natan dingin.


"Bapak serius bella sedang kerja kelompok?"


“wahh Daebak, si Bella temen Agnes Monica." batin Feby terkagum-kagum


Setelah itu Feby bertanya kepada Natan.


"Iya memang nya kenapa? Saya jadi risau nih."


Ucap Natan merasa risau.


"Lebih baik bapak sekarang datang ke tempat xixi."


Ucap Feby.


"Emangnya ada apa? Kenapa saya harus pergi kesana?"


Tanya Natan lebih penasaran.


"Bella pergi kesana! Bukan kerja kelompok."


Jawab Feby yang membuat Natan terkejut.


"Siapa kamu? Berani memfitnah anak saya?"


Ucap Natan tidak terima.


"Kalo bapak gak percaya, lebih baik bapak langsung datang aja ke tempatnya."


"Saya merasa tidak asing dengan gaya bicara kamu, sebenarnya siapa kamu?"


Tanya Natan merasa tidak asing dengan gaya bicara seperti ini.


"Saya Ilham, udah lah pak mending bapak langsung datang kesini dan bawa Bella pulang, aku takutnya Bella kenapa-napa."


Jawab Feby.


"Kalo kamu berkata bohong.."


Tut..


Feby langsung memutuskan sambungannya secara sepihak, setelah itu ia berbalik dan mendapati seorang wanita yang tengah menunggu.


“Bu ini hpnya makasih ya." Ucap Feby sambil nyengir.


“Iya, mana bayaran nya?” Tanya wanita itu langsung inti tanpa berbasa-basi.


"Tu mata kinclong banget kalau soal uang." batin Feby merasa tidak rela jika uangnya harus di berikan.


Dengan terpaksa Feby memberikan uang lima puluh ribunya kepada wanita itu, wanita itu langsung  tersenyum dan pergi.


“Terimakasih." Ucap wanita itu setelahnya ia pergi meninggalkan Feby.


•••


Sudah beberapa puluh menit Feby bersembunyi untuk melihat apakah Natan akan datang atau tidak.


Namun akhirnya Natan tiba di tempat yang Feby ucapkan, Natan langsung masuk ke dalam club itu. Cukup lama Feby menunggu Natan yang masuk ke dalam, hingga setelah beberapa menit akhirnya Natan keluar dengan menyeret Bella secara paksa, Bella terlihat ketakutan dengan air mata yang mengalir deras.


"Nah tuh si belalang." Batin Feby.


•••


“MAU JADI APA KAMU KALO MASUK CLUB KAYAK BEGINI?” Teriak Natan marah.


“MANA BELLA YANG SELAMA INI PAPAH KENAL? MANA BELLA YANG SELAMA INI PAPAH BANGGAKAN?”


“APA YANG KAMU LAKUKAN BELLA? APA KAMU SUDAH TIDAK MENGANGGAP KAMI?"


“TINGKAH MU SANGAT MEMALUKAN BELLA!”


Bella hanya menangis mendengarkan amukan papahnya, sekarang ia sangat takut dengan Natan.


“JAWAB BELLA! APA KAMU SELAMA INI SELALU MASUK CLUB?" Tanya Natan menyelidiki, Bella langsung menggeleng sebagai tanda kalau ucapan Natan tidak benar.


“Ti..tidak pa..apah a..aku cuma di ajak." Jawab Bella segukan.


“DAN KAMU BERHARAP PAPAH PERCAYA?” Ucap Natan lebih murka.

__ADS_1


“Papah, Bella berkata jujur, Bella hanya di ajak, Bella tidak melakukan apapun di sana, Bella hanya menemani teman Bella." Ucap Bella sambil menggenggam erat tangan Natan.


Karena amarah Natan sudah tidak terkontrol, Natan langsung menyeret Bella masuk kedalam mobil.


•••


"Ck! Lo overdosis kangen sama gue ya? Sampe melampiaskannya melalui club?" Batin Feby bertanya, setelah ia melihat Bella yang di seret oleh Natan.


"Bagaimana ini bapak Natan? Putri mahkotamu melakukan hal yang memalukan?"


“Lo gak kasihan sama bapak Natan Bellalang? "


"Meskipun gue benci sama lo, tapi gue seorang kakak! jadi sudah tugas gue untuk jagain lo."


Feby melihat Bella yang di seret masuk mobil dengan paksa oleh Natan dan setelah itu Natan menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Feby langsung keluar dari persembunyiannya dan segera ia menjalankan motornya untuk pulang.


•••


Feby sudah sampai di rumahnya dan disana sudah ada Gina dan Heri yang sedang makan nasi dengan tempe goreng, Feby merasa sedih melihat nasib keluarganya yang sekarang, di kehidupan dulu orang tuanya tidak pernah kekurangan makanan dan mereka selalu memakan makanan enak.


"Seberapa miskin kah keluarga gue sekarang?" Batin Feby sedih.


Saat sedang asik makan, mereka tidak melihat Feby, dan mereka pun langsung bicara kepada Feby.


“Kamu dari mana aja? Ibu sama bapak udah nungguin kamu dari tadi!" Ucap Gina kepada Feby.


"Iya, kami bahkan sampai telat makan karena nungguin kamu, memangnya kamu dari mana sih?" Timba Heri sama-sama bertanya.


Bukannya menjawab, Feby malah beerjalan mendekati Gina dan Heri, ia langsung memberikan makanan yang ia beli tadi itu kepada mereka.


“Kalian kok makannya cuma sama tempe? Makan ini aja ya.” Ucap Feby sambil menyodorkan sostel. kepada mereka


"Hah?" Tanya Heri tidak mengerti.


“Jelasin dulu kamu dari mana?" Tanya


Gina penuh selidik.


“Kamu kok baru pulang?” Timbal Heri.


"Aku habis beli ini di luar." Jawab Feby sambil menunjuk sostel itu.


"Motor di pakai Devin, bagaimana bisa kamu keluar? Apa kamu di anterin cowok?"Tanya Heri membuat Feby langsung menggeleng.


“Bapak tahu gak kalau Feby beli motor baru?” Tanya Feby kepada Heri.


Heri dan Gina langsung terkejut dengan perkataan Feby.


“Apa?” Tanya Gina sekali lagi.


“Kamu beli motor-motoran?” Tanya Heri memastikan.


Feby terkekeh mendengar ucapan bapaknya.


“Bukan pak, ini motor beneran.” Jawab Feby terkekeh.


“Kamu serius? Darimana kamu punya uang untuk membelinya?” taynya Heri penuh selidik.


“Hasil gaji kerja paruh waktu aku.” Jawab Feby berbohong.


“Benarkah? Bagaimana bisa? Bukannya gaji paruh waktu itu kecil?” Tanya Gina mengintimidasi.


Feby langsung di buat gugup dengan pertanyaan bapaknya, dia baru keinget kalau gaji kerja paruh waktunya sedikit.


“Bener kok, itu uang gaji aku, lagian aku juga nggak ngambil satu pekerjaan tapi dua pekerjaan.” Jawab Feby berharap mereka percaya.


“Bapak mau lihat motornya?” Ucap Feby mengalihkan pembicaraan.


“Mana?” Sahut Heri penasaran.


Feby langsung keluar rumah dan membawa motonya ke dalam, Heri dan Gina terkejut mereka berpikir kalau Feby membeli motor bekas, tapi ternyata Feby membeli motor baru.


“Kamu beli motor baru? Bukankah harganya malah?” Cerocos Heri.


“Maaf bapak tapi aku nggak mau beli motor secon, soalnya gampang rusak, mending beli yang baru masih bagus.” Ucap Feby sombong.


“Boleh bapak coba?” Ucap Heri girang.


“Silahkan bapak.” jaywab Feby dengan senang hati mempersilahkan Heri untuk naik motornya.


Heri langsung menaiki motornya bertujuan untuk mencobanya.


“Motornya nyaman dipake dari pada si rembo.” Ucap Heri sambil menaiki motor.


Rembo itu motor tua yang sering di pake Devin ke sekolah, motor itu sudah bagaikan warisan turun temurun soalnya motor itu sudah tiga generasi


“Iya dong tapi menurut aku lebih bagusan si Rembo.” Ucap Feby.


“Apa maksud kamu? Motor ini lebih bagus dari si Rembo.” Ucap Gina sambil menyenggol bahu Feby.


“Tidak mom, meskipun motor Feby bagus tapi tidak se legend si Rembo.” Ucap Feby membuat Gina terkekeh.


“Kalau bapak masih mau nguji coba motornya, Feby mau ke kamar dulu ya, Feby sudah ngantuk.” Ucap Feby sambil melangkah pergi ke kamarnya.


•••


Feby pun pergi ke kamarnya untuk merebahkan tubuhnya, tapi saat berbaring tiba-tiba ia teringat sesuatu...


...See you next part🔥...


...Moon maap ya part ini garing🙏...


...Klo ada typo komen ya đź’¬...

__ADS_1


...[D E S T I F S H I L A]...


__ADS_2