BACK YOUNG

BACK YOUNG
17. Surat laknat


__ADS_3

...Hallo guysđź‘‹...


Bel istirahat sudah berbunyi 20 menit lalu, Hani pergi mencari keberadaan Feby, tapi naas ia tidak menemukannya di mana pun, Hani sudah cek kelasnya tapi kelasnya kosong dan ia juga sudah mencari di lapangan tapi lagi-lagi disana tidak ada Feby.


Akhirnya Hani pergi ke kantin seorang diri, namun saat hendak ke kantin ia tak sengaja melihat orang-orang yang mengerubuni mading, karena melihat kerubunan itu Hani pun menjadi penasaran.


Akhirnya ia memutuskan untuk melihat dan  betapa terkejutnya ia saat melihat surat cinta, apalagi surat itu di atas namakan oleh Feby, sontak ia pun langsung mencari-cari lagi keberadaan Feby.


Semua tempat dia sekolah telah ia datangi kecuali toilet, Hani langsung berlari menuju toilet untuk mencari Feby barangkali Feby ada di sana.


•••


Saat Feby sedang berjalan di lorong toilet, tiba-tiba Hani berlari ke arahnya.


“Ada apa Hani biidishwiti? ” Tanya Feby penasaran kenapa Hani lari-larian.


“Surat.” Ucap Hani jelas.


“Hah?” Tanya Feby masih bingung.


“Mending kakak lihat aja di Mading.” Ujar Hani sambil membawa lari Feby.


•••


Sekarang di depan mading sudah banyak orang yang berkerumun, bahkan disana ada Nanda, Tania dan seseorang yang tidak Feby kenali namanya.


Semua tatapan tertuju pada Feby yang berjalan di gandeng oleh Hani, seperti tidak ada musibah, pikir mereka.


"Sejak kapan si Feby deket sama Hani?"


"New drama."


"Tidak tahu malum"


"Masih belum nyerah."


“Feby.” Ucap Tania menatap Feby iba, Feby hanya mengekspresikan wajahnya seolah berkata. Apa?


Saat Feby maju mendekati papan mading, semua siswa langsung mundur, jadi hanya ada Feby dan Hani yang berada di depan papan.


Feby langsung membaca sebuah surat yang terpanjang jelas di hadapannya.


...Kau adalah seseorang ...


...yang mustahil aku dapatkan ...


...Bahkan melihatmu ...


...secara dekat aku tak bisa...


...Apalagi memegang tanganmu....


...Aku tahu kalau yang ...


...aku lakukan itu adalah hal bodoh,...


...Tapi aku tidak bisa berhenti mencintaimu,...


...Aku tidak bisa melupakanmu,...


...Dan aku tidak bisa berpaling darimu...


...Karena kau adalah pemeran utama dalam ...


...Cerita setiap tidurku....


...Kau adalah seorang yang aku harapkan,...


...Kau adalah seseorang yang aku inginkan,...


...Tapi itu adalah hal yang mustahil...


...Karena suatu saat nanti kau akan ...


...Pergi dengan orang yang kau cintai....


...Hanya dengan melihatmu di balik dinding...


...Aku menjadi serakah akan keindahanmu,...


...Terkadang aku berfikir?...


..."Kenapa dunia tak adil dengan orang sepertiku?"...


...Dan aku benci karena aku menyukai ...


...Seseorang yang di sukai banyak orang....


...Jovan aku menyukaimu....


^^^Feby Rinda ^^^


^^^12 IPA4.^^^


Feby merasa terkagum-kagum dengan suratnya,dia bahkan sampai bertepuk tangan, dia belum menyadari saja kalau surat itu di tulis oleh seseorang yang bernama Feby.


Prokk..Prokk


“Wahh..gue sungguh mengagumi orang yang nulis surat ini! Apalagi ini surat untuk si bujang lapuk, fiks dia pasti sad girl.” Ucap Feby sambil bertepuk tangan, beruntung suaranya hanya bisa di dengar oleh Hani saja.


“Kata-katanya sangat menggema di hati gue.” Gumam Feby.


Hani hanya melihat Feby yang mengagumi surat buatan dirinya sendiri, awalnya ia ingin memberitahu kalau surat itu di tulis oleh Feby, tapi Feby lebih dulu berbicara


“Hani lo bawa HP gak?” Tanya Feby sambil mengulurkan tangannya.


Hani langsung mengeluarkan HP nya dan memberikan kepada Feby, ia tidak mengetahui niat Feby sekarang l.


Ckrek


Feby memfoto surat itu, semua orang yang ada di sana langsung terkejut, mereka berpikir kalau Feby akan menangis dan mencopot kertasnya, tapi tidak dengan sekarang karena Feby belum menyadarinya.


“Gue harus potret karya ini.” Gumam Feby.

__ADS_1


•••


“Jov! Si Feby nulis surat cinta lagi buat lo, sekarang suratnya terkapar di mading.” Ucap Dafa teman sekelas Jovan.


Jovan yang awalnya sedang tertawa kini ia terdiam, raut mukanya berubah menjadi Voldemot.


“Lo bilang apa? Surat cinta? Dari siapa?” Tanya Venus memastikan.


“Dari Feby.” Jawab Dafa.


“Jadi bener soal Feby yang nembak lo?” Tanya Benua kepada Jovan.


Jovan tidak menjawab melainkan ia langsung berlari ketempat yang di maksud Dafa.


Saat Jovan dan teman-temannya sampai, para murid yang ada disana langsung bisik-bisik tetangga.


"Jovan datang."


"Serem banget muka kak Jovan."


"Jovan marahlah sesuka hatimu! Aku sangat suka jika melihat kamu marah."


"Gawat kalau Jovan sudah marah bisa terjadi perang kedua nih."


"Venus ganteng."


"Kamu pilih yang mana Venus atau Benua? Benua memang ganteng tapi Venus lebih menggoda."


"Jovan kok kayak ******?" Cibir haters yang tidak suka.


"Ganteng doang, tapi mental kek ******." Cibir haters ke dua.


Jovan membelah kerumunan dan berjalan mendekati papan, di sana di mendapatkan Feby yang berbicara kepadanya.


"Jovan, lihat nih ada yang ngirim surat cinta buat lo, lo dzolim banget sampe si penulis surat ini jadi sad girl." Ucap Feby lagi-lagi membuat semua orang terkejut termasuk teman-temannya Jovan, mereka pikir bukankah Feby sendiri yang menulis surat itu? Lalu kenapa dia berbicara seolah-olah dia bukan pelakunya.


Jovan melihat Tania yang juga melihatnya, tangannya mengepal keras saat melihat mata Tania yang memerah seperti mau menangis.


“Kak itu surat di tulis atas nama kakak." Bisik Hani kepada Feby, hal itu membuat feby tidak mengerti dengan situasi sekarang.


“Apa?” Tanya Feby terkejut saat mendengar ucapan Hani.


Saat Hani hendak menjawab, ia di kejutkan dengan adanya Jovan di sisi Feby sambil mencopot kertas itu, ia meremas kertas itu dengan emosi yang sangat menggebu dan melemparkannya tepat di mata Feby, sehingga mata Feby jadi kelilipan.


Feby langsung terlonjat kaget saat mendapatkan lemparan halal mengenai matanya, ia langsung memegangi matanya yang sangat perih.


"BANGSAT LO JOVAN!" Teriak Feby sambil memegangi matanya yang sangat perih bahkan ia tidak bisa membukanya.


“JOVAN LO JANGAN KETERLALUAN! SURAT ITU BUKAN DARI FEBY!" Ucap Hani nyerongot kepada Jovan.


“GUE UDA..”


Bugh..


Ucapan Jovan terpotong karena Benua meninju wajah Jovan, awalnya Venus yang akan maju tapi ia kalah cepat dengan Benua yang sudah meninjaunya.


Semua orang langsung di buat terkejut melihat adegan ini, bahkan Feby pun berusaha mencoba membuka matanya untuk melihat meskipun sangat perih.


Jovan langsung di buat kesal dengan Benua, ia langsung meninju papan mading sampai papan itu rusak.


“Lo jangan ikut campur!” Ucap Jovan dengan amarah kepada Benua.


"Tenaga lo sama dia gak sebanding." Ujar Venus tidak santai.


“Papan aja rusak kayak gitu! Apalagi dia.” Lanjutnya sambil melirik Feby.


Feby langsung di buat terkesima dengan dua pria L-men yang membelanya.


"Terimakasih sudah membela gue, gue gak nyangka kalau hati kalian sangat lembut, selembut sutra dan ringan seringan kapas." Batin Feby terkesima sambil mengintip di sela-sela penglihatannya, pujian itu di berikan kepada Benua dan Venus.


"Gue benci jika dia terus buat surat kayak gini!" Ucap Jovan mencoba menahan emosi.


"Lo jangan ge'er emangnya gue mau bikin surat buat lo! Dan juga gue gak pernah nulis surat sekalipun, apalagi itu surat buat lo! Plis deh selera gue bukan lo!” Tolak Feby tegas.


“Lo denger kan? Dia bilang dia gak pernah nulis surat." Ucap Benua membuat Jovan muak.


“Kalau dia gak pernah nulis surat, terus yang barusan apa? Kertas wasiat?" Tanya Jovan dengan sok nya.


“Aldo bilang kalau Feby korban bullying kan? Mungkin aja ada yang nulis surat itu buat mencemarkan nama Feby?” Jawab Benua membuat semua orang langsung berpikir.


“Lo gak curiga kalau Chelsea yang melakukan itu?” Timbal Venus.


"Benua benar, kenapa gue gak kepikiran sampe situ?"


"Mungkin itu perbuatan Chelsea, kan dia suka banget nge-bully?"


"Ini pasti perbuatan Chelsea!"


“Yang di katakan Benua benar! Mungkin aja ada orang yang nulis surat ini buat mencermari nama Feby.” Timbal Hani.


“Denger tuh yang di katakan temen lo! Asal fitnah aja lo, mana sudi gue sama Firaun kayak lo!” Ujar Feby sewot dengan tangan yang masih memegang mata kirinya.


“LO LIHAT MATA GUE PERIH NIH! GAK BISA DI BUKA!” Teriak Feby kesal kepada Jovan.


“Lo bawa Jovan ke basecamp, gue akan bawa dia ke UKS." Ucap Venus kepada Benua.


“Gue aja yang bawa dia ke uks, lagian gue juga ada sesuatu yang perlu di omongin sama dia.” Tolak Benua membuat Venus tidak suka.


Mau tak mau akhirnya Venus menuruti perkataan Benua.


•••


Feby sekarang sedang uring-uringan di ranjang uks, mata kirinya sangat perih, itu karena lemparan Jovan yang sangat tidak berahlaq.


Dari tadi Benua hanya memperhatikan pergerakan Feby yang sedang uring-uringan ia merasa bersalah kepada Feby karena gara-gara temannya Feby menjadi celaka.


Feby tidak menyadari jika Benua masih ada di dalam sana, karena ia mengerubuni seluruh tubuhnya dengan selimut, ia berpikir kalau Benua sudah pergi setelah mengantarnya ke uks.


“AGRH! mata gue kenapa perih banget!” Gerutu Feby langsung mendudukkan dirinya.


“Apa sesakit itu?” Tanya Benua yang membuat Feby langsung terkejut.


“Sejak kapan lo di sini? Gue kira lo udah pergi.” Sahut Feby memandang Benua.

__ADS_1


“Gue sudah di sini dari tadi.” Jawab Benua.


“Berarti lo bolos dong?” Tanya Feby sekali lagi.


“Nggak! Gue udah izin tadi sama pak Purna.” Jawab Benua jujur.


“Izin kenapa? Emangnya lo sakit ya? Sakit apa?” Tanya Feby penasaran.


“Gue izin untuk jagain lo di uks.” Jawab Benua datar.


Feby bukan tipe orang yang mudah baper, jadi dia akan menganggap kalau itu perlakuan baik.


“Mata lo masih sakit?” Tanya Benua melihat mata kiri Feby yang sangat merah.


“Iya, mata gue berasa kayak di heydrayer nih,!” Jawab Feby julid.


“Mau gue bantu obatin gak? Gue tadi udah minta obat tetes mata sama Bu alin.” Ucap Benua sambil memperlihatkan obat tetes mata.


“Biar gue aja yang ngobatinnya.” Ujar Feby sambil mengulurkan tangannya.


“Yakin?” Tanya Benua memastikan.


“Yakin lah.” Jawab Feby antusias.


Benua akhirnya memberikan obat itu kepada Feby dan Feby pun menerimanya.


"Eh kok jadi serem ya?" Batin Feby melihat horor ke arah obat tetes mata yang di pegang nya.


“Lo jangan lihat, balik badan sana!” Ucap Feby membuat Benua membalikkan badannya.


“Tapi ini obat tetes mata kan? Bukan lem Korea?” Tanya Feby memastikan.


“Bukan lah, itu bukan lem Korea tapi lem Jepang.” Jawab Benua dengan keadaan membelakanginya, setelah mendengar itu Feby melirik Benua dengan julid.


Feby langsung mendangah dan membelototkan matanya kirinya yang sangat perih, ia hendak meneteskan obat itu tapi aksi nya gagal karena takut.


"Serem banget lihat air nya netes ke mata." Batin Feby menggerutu.


Benua menjadi terkekeh sendiri karena melihat Feby dari pantulan kaca lemari.


“Udah belum?” Tanya Benua sambil melihat Feby dari pantulan kaca.


“Belum, sabar dulu nih gue juga sedang berusaha.” Jawab Feby.


Feby mencoba melakukan nya lagi tapi obatnya malah jatuh ke lantai.


"Hadeuh! Siksaan apalagi ini?" Gerutu Feby kesal karena obatnya malah terjatuh kebawah.


Benua langsung bangkit dari duduknya dan mengambil obat yang jatuh ke lantai.


“Biar gue bantu.” Ucap Benua membuat Feby langsung meliriknya.


“Oke deh, lagian susah bener deh itu obat cara pakenya.” Ujar Feby mendangah.


“Susah apanya? Tinggal tetesin aja.” Jawab Benua.


Akhirnya Benua pun membatu mengobati mata Feby. Setelah selesai ia langsung duduk kembali di kursinya.


“Mata gue kayak Sasuke gak?” Tanya Feby membuat Benua terkekeh.


“Mata lo lebih parah dari mata Sasuke.” Jawab Benua di sela-sela tawanya.


“Kok kayak lagi pake software.” Ujar Feby mengedip-ngedipkan matanya, mendengar itu Benua langsung tertawa lagi.


“Software Mbah lo! Kecolok mata lo kalo pake software!” Jawab Benua tertawa.


“Maksud gue softlens bukan software.” Ucap Feby menahan malu.


“Oh iya, gue mau tanya sesuatu sama lo.” Ucap Benua serius l.


“Tanya apa?” Tanya Feby penasaran.


“Dulu... lo beneran nembak Jovan?” Tanya Benua ragu.


“Tidak! Gue gak sudi nembak si Fir'aun itu.” Jawab Feby tidak suka, tapi Benua menyukai jawabannya.


"Udah gue duga." Batin Benua senang.


“Sekarang giliran gue yang tanya... Lo kok mau sih berteman sama si Jovan?” Tanya Feby penuh selidik.


“Gue sama mereka sudah temenan dari SMP termasuk sama Jovan.” Jawab Benua.


“Padahal lo baik loh, masa temenan sama Abu lahab?” Ujar Feby julid.


“Meskipun begitu Jovan orangnya baik kok.” Ucap Benua membela Jovan.


"Bahkan temen kayak setan pun dia bela, saking baiknya dia." Batin Feby terkagum-kagum.


“Baik dari segi mananya? Hamba belum pernah melihat satupun kebaikan yang dia lakukan.” Gumam Feby tapi masih kedengaran oleh Benua.


“Nanti lo pulang sama siapa?” Tanya Benua.


“Gue pulang naek angkot atau bus.” Jawab Feby sambil merebahkan tubuhnya.


“Pulang bareng gue aja.” Ucap Benua yang membuat Feby ingin sujud syukur.


"Alhamdulillah mukjizat mu sungguh luar biasa, akhirnya ada seseorang yang baik hati mengajak gue pulang bareng." Batin Feby menagis.


“Boleh kok kalau gak ngerepotin.” Ucap Feby basa-basi..


...See you next part ya🎡...


...Kalo part nya garing? Komen ...


...Kalo part nya seru? Komen...


...Kalo punya saran dan kritik? Komen...


...Kalo mau demo? Komen...


...Kalo mau mengusulkan cast? Komen...


...Kalo ada typo? Komen...

__ADS_1


__ADS_2