
...Hallođź‘‹...
...H A P P Y R E A D I N Gđź’ś...
Benua tak sempat menjenguk Feby ataupun melihat Feby saat di uks karena tadi Natalie mengajaknya untuk berbicara. Nada bicara Natalie seperti orang yang sedang panik itulah kenapa Benua menuruti perkataannya.
"Ada apa?" Tanya Benua malas kepada Natalie.
Bukannya menjawab, Natalie malah menatap Benua, Hal itu malah membuat Benua tak nyaman.
"Ada apa sih?" Tanya Benua sekali lagi.
"Kamu baik-baik saja tanpa aku?" Tanya Natalie masih menatap Benua. Natalie berpikir kalau Benua masih belum melupakannya, terlihat jelas di matanya kalau Benua kesepian.
"Gue baik-baik saja! Bahkan gue lebih bahagia sekarang, gue udah punya seseorang yang nerima gue apa adanya." Jawab Benua terdengar tajam.
"Siapa? Siapa seseorang yang kamu maksud itu hah?" Tanya Natalie tidak terima kalau Benua sudah mempunyai pengganti.
"Bukan urusan lo." Tegas Benua.
"Kok kamu sebut lo-gue sih?" Tanya Natalie dengan mata yang berkaca-kaca.
"Emangnya kenapa? Kita bukan siapa-siapa lagi, lo yang udah ngehancurin semuanya." Jawab Benua.
"Sekarang lo mau ngomong apa? Cepetan gue sibuk!" Lanjut Benua memalingkan wajahnya agar tidak menghadap Natalie.
"Gu..gue udah gak ada hubungan sama Gavin, gu.." Ucapan natalie terpotong karena Benua langsung berbicara.
"Lo putus sama si Gavin, lo kesini mau minta damai sama gue? Terus lo mau bilang kalau lo nyesel karena telah sia-siain gue gitu?" Tanya Benua terkekeh.
"Iya gue nyesel karena udah sia-siain lo!" Ucap Natalie sambil menangis.
"Udahlah Nat! Itu cerita lama, gue udah tahu alur ceritanya, mau di perbaiki ataupun di ulang kembali cerita itu akan tetap sama!" Lanjut Benua.
"Tapi gue bisa ubah! Gue bisa jadi yang lebih baik buat lo!" Ucap Natalie masih menangis.
"Bukan buat gue! Tapi buat orang yang pantas sama lo! Gue udah punya jalan sendiri. Kita udah gak sejalan lagi oke?" Ucap Benua terasa menyakitkan bagi Natalie.
Sebenarnya Benua merasa sedih karena melihat Natalie menangis, belum pernah sekalipun Benua melihat Natalie menangis seperti itu di hadapannya. Tapi rasa kecewa yang dialaminya lebih besar dari rasa prihatin melihat Natalie menangis.
"Gue gak mau kehilangan lo," Ucap Natalie memeluk Benua tapi Benua langsung melepaskannya.
"Gua udah bilang, kita gak lagi sejalan! Kita udah masing-masing! lo bisa cari orang yang lebih baik dari gue dan gue bisa cari orang yang bisa menerima gue." Seru Benua meninggalkan Natalie yang masih menangis.
"BENUA!" Teriak Natalie memanggil Benua yang sudah berjalan jauh di hadapannya.
•••
Perkataan hani dan Rena masih terngiang-ngiang di pikirannya, Feby masih tidak menyangka kalau dirinya sudah tiada, lebih tepatnya jasadnya sudah mati. Feby pingsan selama setengah hari sampai orangtuanya menjemput Feby kesekolah.
Sekarang Feby sedang termerenung di kamarnya, hari sudah gelap, orang tuanya sudah tidur sedari tadi dan Devin? Ia tidak tahu dimana keberadaan Devin sekarang.
"Apa gue beneran mati?" Gumam Feby lirih.
"Terus kalau gue udah mati, kenapa gue masih disini?"
__ADS_1
"Gue bahkan gak tahu tentang anak ini, kenapa gue malah balik ke tubuh anak ini?"
"Kenapa? Gue mau balik ke tubuh gue! Tapi kenapa tubuh gue mati? Apa gue gak akan pernah lihat orang tua gue lagi?" Gerutu Feby terisak.
"Bagaimana keadaan orang tua asli gue? Apa mereka sedih? Atau mereka bahagia?" Setelah memikirkan tentang orangtuanya, Feby langsung berlari dari kamarnya. Saat ini Feby akan pergi kerumah orangtua aslinya. Feby ingin mengetahui bagaimana keadaan mereka sekarang.
Feby berdiri menunggu kedatangan bus di halte, setelah bus-nya datang Feby langsung memasuki bus itu.
•••
Setelah lamanya di perjalanan akhirnya Feby sudah sampai di depan rumahnya. Kesan pertama yang Feby lihat adalah bendera kuning. Tangisannya semakin pecah setelah melihat papa nya keluar sambil menggunakan baju hitam di ikuti oleh mamanya yang sama-sama memakai pakaian hitam. Feby menghampiri kedua orangtuanya.
"Apa Zolla benar-benar sudah meninggal?" Tanya Feby menghapus air matanya.
"Kamu Feby kan?" Tanya Farida dengan mata yang sebam.
"Silahkan masuk dulu." Ucap Natan.
"Apa benar Zolla sudah meninggal?" Tanya Feby tidak menjawab perkataan mereka.
"Iya, Zolla sudah meninggal tadi siang." Jawab Farida sendu.
"Terus kalian mau kemana?" Jujur saja Feby agak bingung karena, jarang-jarang orangtuanya itu keluar malam-malam.
"Kami mau kerumah nenek Zolla." Jawab Natan.
"Kamu kesini malam-malam sendirian?" Tanya Farida, Feby pun mengangguk sebagai jawaban.
"Nanti kamu pulangnya gimana? Biar kita aja yang antar ya?" Ujar Natan.
"Aku bisa pulang sendiri." Jawab Feby langsung lari dari sana.
"Iya, papa juga tahu gimana rasanya." Timbal Natan.
•••
Feby berjalan tidak tentu arah, pikirannya sedang kalut dan tidak bersahabat. Ia masih tidak menyangka kalau dirinya akan mati secepat itu. Feby duduk di pinggir jalan sambil menangis, saat ini Feby benar-benar hancur. Tidak ada sesuatu yang bisa membuat moodnya kembali dan ini adalah kali pertamanya ia merasakan kesedihan sedalam ini.
Dari kejauhan sebuah mobil berhenti, mobil itu terbuka dan menampilkan sesosok pria yang bernama Benua.
Benua langsung berlari saat melihat seorang wanita yang tengah duduk di pinggir jalan sambil meringkuk, Benua sudah tahu wanita itu adalah Feby.
"Feby?" Tanya Benua menepuk pundak Feby.
"Feby lo kenapa nangis?" Tanya Benua merasa khawatir.
Bukannya menjawab, Feby malah menangis lebih kencang, hal itu membuat Benua menjadi kebingungan sendiri, ia tidak tahu apa yang harus di lakukannya sekarang.
"Feby, lihat gue! Feby!" Ucap Benua terdengar tajam, mendengar perkataan Benua Feby pun menatap Benua.
"Apa? Jangan ganggu gue! Pergi lo!" Ucap Feby masih terisak.
"Lo kenapa? Apa ada seseorang yang nyakitin lo?" Tanya Benua.
Feby menggeleng "Gue..," Feby tidak sanggup melanjutkan perkataannya, ia kembali terisak dan menenggelamkan wajahnya di atas lengannya.
__ADS_1
"Gue tahu lo sedang gak baik-baik saja, tapi jangan siksa diri lo kayak gini!" Ucap Benua terdengar lembut seraya menepuk-nepuk pundak Feby.
"Gue..udah gak punya harapan lagi." Gumam Feby masih menenggelamkan wajahnya.
"Harapan tidak pernah mati, cuma orangnya aja yang malas mencari harapan itu." Kilah Benua ikut duduk di hadapan Feby.
Feby mengangkat kepalanya menatap Benua, bahkan melihat sejoli ini pun tidak mengembalikan mood Feby, biasanya jika Feby sudah bareng Benua, sikap lawak Feby akan keluar tapi sekarang tidak, hanya ada kata sedih di pikirannya sekarang.
"Lo jangan nangis kayak gini! Gue jadi khawatir lihatnya." Ucap Benua sambil membenarkan rambut Feby yang menutupi wajahnya dan menyelipkan di telinganya.
"Gue hanya mau tau lo kenapa." Ucap Benua.
"Ben." Lirih Feby.
"Apa hm?" Jawab Benua.
"Kenapa hidup gue gak berjalan sesuai dengan keinginan gue?" Tanya Feby masih dengan air matanya yang terus keluar dari matanya.
"Feby! Feby! Jangan paksa Tuhan untuk menuruti keinginan lo, karena Tuhan lebih tahu apa yang terbaik buat lo." Jawab Benua menatap lekat Feby.
"Lo ngomong kayak gitu, karena lo gak ngerasain penderita gue." Ujar Feby.
"Kata siapa gue gak pernah ngalamin penderitaan kayak lo? Gue pernah ngalamin." Ucap Benua.
"Gue gak mau ngungkit masa lalu ini lagi tapi.. Gue memang pernah ngalamin situasi seperti lo sekarang ini, lo tahu kenapa? Karena dulu gue pernah di tinggal oleh orang yang paling gue sayang." Lanjut Benua.
Sekarang Feby menatap Benua, tentu saja Feby percaya dengan perkataan benua, karena ia mengetahui siapa orang yang di maksud Benua, tapi sekarang situasinya berbeda, Feby bukan menangisi tentang cinta tapi menangisi keadaannya yang sekarang.
"Tapi sekarang situasinya berbeda." Lirih Feby kembali menangis.
"Udah lo jangan nangis lagi! Gue ada di sini." Ucap Benua merangkul Feby masuk kedalam pelukannya. Benua menepuk-nepuk punggung Feby untuk memenangkannya.
...See you next partđź‘‹...
...Kalo part nya garing? Komen ...
...setiap chapter pasti ada yang seru ada juga yang tidak jadi maapin kalo part ini garing👍...
...Kalo part nya seru? Komen...
...Kalo punya saran dan kritik? Komen...
...Kalo mau demo? Komen...
...Kalo mau mengusulkan cast? Komen...
...Kalo ada typo? Komen...
...SHIPPER VENUS MANA SUARANYA?...
...SHIPPER BENUA MANA SUARANYA?...
...SHIPPER JOVANKA MANA SUARANYA?...
...PENDUKUNG TRIO GEN MANA SUARANYA?...
__ADS_1
...Ig. @destifahila...
...D E S T I F A H I L A...