BACK YOUNG

BACK YOUNG
4. Lautan memang luas


__ADS_3

...Hallo๐Ÿค—...


...HAPPYREADING ๐Ÿ’œ...


Zolla membuka dompetnya dan mengambil kartu dari dompetnya


"Ini." Zolla menyerahkan Balck card kepada Bu Rena, bukan memberi tapi menitip.


"Aku takut keluargaku tahu kalau aku punya black card, jadi aku menitipkan ini pada ibu." Ucap Zolla menundukan kepalanya.


"Ibu gak keberatan jika kamu menitipakannya pada ibu, tapi kenapa kamu tidak ingin keluargamu tahu?" Tanya Rena.


"Rahasia." Jawab Zolla


"Maksud aku itu alasan pribadi."ย  Timbal Zolla sembari menyeduh coklatnya.


"Bicaralah yang jujur, kamj sudah berjanji untuk tidak saling merahasiakan sekalipun itu masalah cinta." Ucap Rena memandang Zolla


"Iya iya, alasannya simple aja, aku ingin melihat sampai mana orang tua aku menganggap aku tidak berguna." Jawab Zolla lesu.


Rena mengerutkan kening mendengar jawaban dari Zolla "terus apa sangkut pautnya dengan kamu menitipkan kartu ini?" Tanya Rena tidak mengerti.


Zolla bingung harus menjawab apa karena alasan sebenarnya hanya ingin menyimpan dan membagi harta dengan orang yang menganggapnya ada yaitu Bu Rena.


"Hmm..sebenarnya alasannya adalah aku hanya ingin menyimpan itu kepada ibu, karena mungkin suatu saat nanti aku membutuhkannya. " Ucap Zolla pelan.


"Baiklah kalau itu mau ndok ibu akan menyimpannya dengan baik." Jawab Rena bangkit dari duduknya dan pergi menuju sofa.


"Kemana bu? Masa mau pulang?" Tanya Zolla karena melihatRena bangkit dari duduknya.


"Rebahan santuy, maklum udah tua jadi butuh banyak istirahat." Jawab Rena meregangkan tubuhnya di atas sofa.


"Di sini ada wedang jahe gak?" Tanya Rena.


"Di sini tempat milenial bukan warteg jadi gak ada minuman begitu." Jawab Zolla.


"Tapi ndok kalo disini ada menu kayak gitu bakalan laku deh cafenya." Ucap Rena masih setia berbaring di sofa.


"Nanti di pikirkan lagi." Jawab Zolla.


"Kalau nanti udah ada nama cafe nya harus ganti jadi wedang cafe." Ucap Rena.


"Nggak bisa gitu lah Bu." Zolla hanya menggeleng melihat tingkah Rena, meskipun Rena sudah tua tetapi ia masih kuat bikin orang tertawa.


Zolla berdiri dari duduknya dan mengambil sertifikat kepemilikan cafe nya di sana tertera nama orang tuanya sebagai pemilik cafe, Zolla membuat kepemilikan cafenya dengan nama orang tuanya karena dia ingin membuktikan bahwa dia bisa menjadi anak yang sukses dan berguna


"HANIIII, KESINI SEBENTAR" teriak Zolla kepada Hani pegawai di cafenya tak butuh lama hani sudah memasuki ruangan Zolla


"ada apa lla?" tanya Hani, dia berkata seperti itu karena sudah akrab dengan Zolla sekaligus dia sudah menjadi teman Zolla


"kesini sebentar..duduk" ucap Zolla menyuruh


Hani duduk di sopa dekat Bu Rena, setelah itu Zolla duduk dan membawa Subah map berwarna coklat


"itu apa?" tanya Hani penasaran


Zolla duduk berhadapan dengan Hani

__ADS_1


"aku memberimu tugas" ucap Zolla serius dan menyodorkan map coklat itu kedapan Hani


Hani merasa terkejut karena kali pertamanya ia mendengar Zolla berbicara serius


"a..apa yang bisa aku lakukan" jawab Hani gugup


"cepat atau lambat aku akan pergi" ucap Zolla memandang Hani dan Bu Rena, yang tadinya Bu Rena tidur mendadak terbangun karena mendengar ucapan Zolla


"Apa kau ingin kabur?" Tanya Hani penasaran


"apa maksud kamu?" tanya Bu Rena


"aku akan pergi dari rumah dan aku tidak akan bekerja disini lagi" jelas Zolla


"tapi kenapa begitu?" tanya Hani dan disetujui oleh Bu Rena


"aku berencana akan tinggal bersama bu rena dan aku menyuruhmu untuk memberikan sertifikat ini kepada orang tuaku setelah aku pergi, tapi jangan memberi tahu siapapun kalo aku pergi ketempat bu rena" jelas Zolla kepada Hani membuat Bu Rena merasa bingung kenapa Zolla melakukan hal itu


"ka..kamu mau tinggal bersamaku? Kenapa? Rumahmu sudah cukup nyaman" tanya Bu Rena menaati


"iyaa ibu rena aku ingin tinggal bersama ibu tapi itu masih rencana, cih nyaman apanya? Aku merasa hidup diatas duri jika tinggal di rumah laknat itu" jawab Zolla malas


"hani,aku menyimpan Sertifikat ini padamu berikan ini pada orang tuaku jika aku sudah pergi nanti " ucap Zolla menyodorkan kertas itu


"Baiklah kalau itu maumu, aku akan menyimpannya tapi bagaimana dengan kamu?" ucap Hani lalu bertanya


"Gimana apanya? Ya gue gini lah gak kenapa-kenapa" jawab Zolla bingung dengan pertanyaan Hani


"Oke aku anggap ini masalah clear jadi ayo kita bahas yang lain" ucap Zolla final


Akhirnya mereka mereka semua sudah kembali ke rumah masing-masing


Karena takut terjadi apa-apa Zolla langsung berlari masuk kerumahnya, saat sudah masuk kedalam ia merasa sedih karena orangtuanya sedang merayakan pesta ulangtahun Bella, padahal seminggu yang lalu Zolla berulang tahun mereka tidak membuatkan pesta semegah ini


Dengan perasaan campur aduk Zolla segera masuk ke kamarnya, Zolla menutup pintu kasar dan segera melempar tubuhnya kekasur setelah itu ia menutup mata dan telinga mengabaikan mereka yang tengah bernyanyi dengan sorak tepuk tangan


Cahaya matahari mulai menerawang jendela kamar Zolla lantas gadis itu pun terbangun dari tidurnya tetapi ia mengingat sesuatu pesta ulangtahun


Zolla segera keluar kamar dan mengecek rumahnya tapi naas rumahnya sangat bersih seperti biasanya tidak menunjukan tanda-tanda kalau rumah itu telah berpesta


" aku yakin deh kalau semalam gue lihat pesta ulangtahun si bellalang tapi sekarang kenapa rumahnya bersih? Seperti tidak pernah terjadi pesta? Apa semalam gue ngelindur? Atau mimpi?" gumam Zolla bertanya-tanya


Zolla bukan orang yang suka memperpanjang masalah, ia lebih suka mengabaikan masalah hingga masalah itu hilang jadi ia sudah tidak memikirkan kesedihannya yang terjadi kemarin malam


Zolla berpetualang di rumahnya untuk mencari tahu kalau, yang semalam ia lihat itu nyata tapi tidak ada seorangpun disana hanya ada beberapa pembantu


"Tumben bet si belalang belum bangun jam segini" gumam Zolla


Setelah lama berkeliling Zolla merasa kalau dia tidak melihat kedua orangtuanya


"Bi orangtua saya kemana ya? Kok gak ada ya? Bella juga tidak ada?" tanya Zolla kepada Sari seorang pembantu di rumahnya


"Non Zolla tidak tahu kalo tadi pagi mereka pergi berlibur ke laut?" tanya sari penasaran


Zolla terkejut, detik itu juga ia merasa marah dan kecewa kepada keluarganya


"WHATT? MEREKA PERGI BERLIBUR TANPA MENGAJAK AKU? ORANGTUA MACAM APA MEREKA SARII?" teriak Zolla marah dengan air mata yang sudah mengalir deras

__ADS_1


"Sa..saya gak tahu orang seperti apa pak Natan dan Bu Farida" jawab sari takut


Zolla langsung berlari pergi dari rumah niatnya ingin menyusul keluarganya


Zolla berlari secepat mungkin pandangannya hanya lurus ke depan tanpa melihat Kanan dan kiri


Zolla melintas jalan dengan ceroboh sehingga detik itu juga


TIIIIIIN...


BRUKK..


Orang yang ada disana langsung berteriak kaget lalu segera menghampiri Zolla yang sudah terkapar di aspal dengan tubuh yang berlumuran darah


"Ey apa aku akan mati sekarang?"


"gak kerasa ternyata umurku pendek dari yang dikira"


"semalat tinggal Mama Farida"


"selamat tinggal bapak Natan "


"sari?"


Semuanya tampak blur dan menghitsm pahan-lahan kesadaran Zolla mulai hilang


Semua orang yang ada di sana berbondong-bondong mengangkat tubuh Zolla untuk masuk kedalam mobil ambulans, tidak lupa sari juga ikut masuk kedalam karena sedari tadi sari mengikuti kemana larinya Zolla


Setelah mobil ambulans sampai di rumah sakit, Zolla langsung di bawa ke UGD


Sari langsung menelpon tuannya untuk memberitahukan kalau Zolla kecelakaan


...Calling tuan Natan.....


..."Pak non Zolla kecelakaan dan sekarang ia masuk UGD" ucap sari...


...(...)...


..."Di rumah sakit ###" ...


...(...)...


..."Iya pak saya tunggu disini, saya gak akan pergi sebelum non Zolla sadar"...


Orangtua Zolla sudah sampai di rumah sakit, mereka mencari keberadaan sari dan setelah menemukan keberadaan sari Natan langsung berlari menghampirinya


Sari menjelaskan bagaimana kejadiannya dari awal sampai akhir dengan sangat detail


"Bukankah dia sendiri yang bilang gak mau ikut? " tanya Natan kepada Farida dan Bella


Bella yang mendengar itu langsung gugup sekaligus takut, karena hal pertama yang menyebabkan Zolla kecelakaan adalah dirinya


Bella sengaja tidak memberitahukan kepada Zolla kalau mereka akan berlibur ke laut sehingga Bella berbohong kalau Zolla tidak akan ikut mereka *jahat emang si belalang


"Bella kamu sendiri kan yang bilang kepada kakamu?" tanya Farid kepada Bella


"i..iya m..mah pah" jawab Bella takut saking takutnya Bella menagis bukan menangisi kakanya tapi menangis kalau Bella lah penyebab semuanya

__ADS_1


"Sudah Bella kamu jangan menangis kakamu pasti sadar" Ucap Natan seraya membawa Bella kedalam pelukannya


...see you next part ๐Ÿ‘‹...


__ADS_2