
...Hallođź‘‹ ...
“Apa yang dia maksud adalah Tania yang sekelas sama kita?” Tanya Feby berbisik kepada Nanda.
“Iya.” Jawab Nanda sambil menatap khawatir kepada Feby.
Feby semakin di buat bingung dengan keadaannya sekarang, di tambah lagi jovan ngotot kalau ia telah mencelakai Tania.
“Maksud lo Tania Putri?” Tanya Feby memastikan kepada Jovan.
Feby tidak tahu kalau pertanyaan nya itu malah membuat Jovan semakin murka, ia
maju menghampiri Feby tapi teman-temannya langsung menahannya.
Begitupun dengan Hani dan Nanda ia langsung membawa mundur Feby, takut kalau Jovan melakukan kekerasan.
“GAK USAH SOK POLOS LO!” Teriak Jovan lantang.
Suasana kantin sekarang sangat tidak sedap, banyak oksigen beracun yang bisa membunuh siapapun jika menghirupnya. Feby sangat marah saat Jovan menyebutnya sok polos.
“NGOMONG APA LO SAMA GUE? LO GAK NYADAR KALO LO JUGA SO IJUT HAH?” Teriak Feby marah, ia langsung maju kedepan tapi Hani dan Nanda langsung mencegahnya.
Venus dan teman-temannya membawa mundur Jovan, mereka sangat takut jika Jovan terpancing emosi.
“Lo jangan mancing emosi Jovan!" Tegas Venus kepada Feby.
“GUE MANCING EMOSI SI JAENUDIN? DIA AJA KALI YANG MANCING EMOSI GUE! MASA DATANG-DATANG LANGSUNG NGEGAMPAR GUE?” Seru Feby tidak terima kalau dirinya di salahkan.
“GUE NAMPAR LO KARENA LO UDAH BIKIN TANIA HAMPIR CELAKA!” Ucap Jovan sangat tidak santai, ia maju ke depan tapi teman-temannya langsung mencegahnya, sekarang tenaga Jovan sangat kuat jadi Hani dan Nanda membawa Feby mundur
"Ini kok malah maju mundur cantik sih?" Batin Feby terkekeh.
“LO KALAU GUE MAJU LO MALAH MUNDUR! GUE MUNDUR LO MALAH MAJU CANTIK! SITU SYAHRINI ATAU DOI?” Teriak Feby Yang membuat semua orang menahan tawanya.
Baik Hani ataupun Venus, mereka sangat tidak mengerti dengan jalan pikir Feby, suasana tegang gini masih sempat untuk bercanda.
“GUE BILANG JUGA APA? DIA ITU SOK POLOS, DIA MENCELAKAI TANIA HANYA KARENA CAPER!” Seru Jovan menatap tajam Feby, tentu Feby tidak akan akan kalah dengan Jovan yang hanya menatap tajam.
“CAPER ENDAS MU! MANA BUKTINYA KALAU GUE NYELAKAIN SI TANIA? LO JANGAN ASAL NUDUH YA!” Ucap Feby berkoar-koar tidak terima.
“Buktinya Tania!” Jawab Jovan tidak berteriak.
Feby langsung terdiam, bukan apa-apa tapi karena Feby memikirkan hal yang terjadi, namun pikirannya adalah ia tidak melakukan apapun kepada Tania, justru Feby belum ngelihat Tania selama seharian ini meskipun mereka sekelas.
"Aneh! Padahal gue belum lihat Tania seharian ini." Batin Feby bertanya.
“LIHAT! DIA GAK BISA JAWAB KAN? GUE YAKIN DIA GAK BISA JAWAB, KARENA DIA ADALAH PELAKUNYA!” Ucap Jovan dengan seringainya.
“HEII BROTHER! Gue hanya berthinking kalau gue gak ngelakuin apapun kepada Tania” ucap Feby santai.
“LO MASIH BELUM MAU NGAKU? DASAR WANITA TIDAK TAHU DIRI!” Tegas Jovan mencoba melepaskan cekalan teman-temannya, ia berontak supaya di lepaskan begitu pula dengan Feby yang sama-sama sedang berusaha melepaskan dirinya dari tahanan teman-temannya.
Venus mencoba menahan temannya agar tidak mengamuk, tapi saat ia mendengar Jovan berkata 'dasar wanita tidak tahu diri' tiba-tiba ia teringat dengan mendiang ibunya, ia sangat sering mendengar ayahnya menyebut kata itu kepada Ibunya, ia termerenung dan perlahan-lahan melepaskan cekalan dari Jovan.
“KATA SIAPA GUE GAK TAHU DIRI? AING FEBY RINDA! PUTRI BAPAK HERI VS IBU GINA! GUE TINGGAL DI KOMPLEK TAMAN INDAH BLOK 2!” Jawab Feby tak kalah kencang.
“ITU DOMBA NYA JANGAN DI KEKANG KASIHAN! GUE GAK TEGA LIHAT ANIMAL YANG DI SAKITI." Ucap Feby menyindir Jovan.
Sekarang Jovan dan Feby sudah terlepas dari tahanan teman-temannya, Jovan mencekal kerah seragam Feby dan Feby menjambak rambut Jovan.
Suasana di kantin sangat kacau sekarang di tambah lagi Jovan dan Feby yang sedang baku hantam.
Bugh..
Karena kesal Feby meninju pipi Jovan dua kali sampai Jovan tersungkur kebelakang, teman-teman Jovan menghampiri Jovan dan Feby berniat ingin memisahkan namun.
Bugh
Feby malah meninju wajah Venus karena dia telah mencegahnya untuk meninju Jovan. Semua orang langsung berbondong-bondong ribut dan segera memisahkan mereka, tapi Jovan dan Feby Seperti orang kesurupan susah untuk di pisahkan.
“LO JANGAN IKUT CAMPUR NANTI GUE GAMPAR NIH!" Seru Feby kepada Venus.
“Lo cewek! Gak seharusnya lo berantem sama Jovan! Lo bisa celaka!" Ucap Venus penuh penekanan dengan tatapan tajam.
“SITU RIBUT JANGAN KAYAK IBU-IBU LAGI ARISAN! MAJU SINI KALO BERANI!” Bukannya menjawab Feby malah menantang Jovan, semua orang yang ada di sana langsung menatap tidak percaya kepada Feby, pasalnya Jovan adalah berandal yang handal soal baku hantam.
__ADS_1
Mendengar itu Jovan bangkit dan segera menghampiri Feby, ia hendak memininju wajah Feby tapi ia kalah cepat karena Feby sudah memandang perutnya, karena tidak ada pilihan Jovan menjambak rambut Feby.
“Lo hanya jalang! Gak bisa di setarain dengan Tania!” Seru Jovan di dekat telinga Feby.
“APA KAU CAKAP? JALANG? DASAR TAK GUNAAA KAU!” Ucap Feby marah karena Jovan memanggilnya jalang, lalu ia meninju hidung Jovan sampe mengeluarkan darah.
“Feby keren banget.” Ujar Nanda kepada Hani.
“Temen gue itu.” Jawab Hani bangga.
“Kita pisahin?” Tanya Nanda kepada Hani namun Hani menggeleng seolah berkata.
"Gak usah, ini pertandingan seru."Â Jawab Hani sambil melihat mereka yang tengah ribut.
•••
Sekarang Feby dan Jovan sudah berada di ruang BK, rambut Feby sudah seperti singa, pipi merah, seragam acak-acakan dan hidung nya berdarah, tapi kondisi Jovan yang paling parah wajahnya lebam, sudut bibir sobek, rambut berantakan, seragam acak-acakan dan hidung yang di sumbat kapas.
terakhir venus ia hanya terluka sedikit, hanya pipinya yang lebam dan Sudut bibir sobek, tapi ia sudah di bawa Bu pitri ke ruang kepala sekolah untuk di obati
Brak.
Pak Jaya memukul meja saat melihat kondisi mereka.
“Apa yang kalian lakukan ini sangat memalukan!” Ucap pak Jaya menahan emosi.
“Siapa yang mulai lebih dulu?” Tanya pak Jaya.
“Jovan"
“Feby”
Jawab mereka barengan, mereka langsung bertatapan dan setelah itu mereka membuang muka kesal.
“Si bujang lapuk duluan pak yang mulai, dia ngegampar pipi aku saat di kantin.” Jelas Feby tanpa jeda.
“Bohong pak, gue juga gak akan ngelakuin itu tanpa alasan!” Seru Jovan tak kalah dengan Feby.
“Memangnya apa alasan kamu?” Tanya pak jaya kepada Jovan.
“Eh lo jangan ngadi-ngadi ya! Gue dari pagi aja belum lihat si Tania dan gue juga gak pernah nyelakain si Tania!” Ucap Feby menyalip pembicaraan Jovan dan pak Jaya.
“Apa buktinya kalau lo gak salah?” Tanya Jovan tidak santai.
“Lo bilang gue nyelakain si Tania? Kapan? Dimana? Dan apa yang gue lakuin? Gue dari tari tadi bareng si Hani ya! dan di kelas gue juga bareng Nanda!” Tegas Feby kepada Jovan.
“Di gudang! Lo kunci dia gudang dan lo juga udah nampar pipi Tania!” Jawab Jovan tajam.
Sedangkan pak Jaya hanya mencerna apa yang di katakan mereka berdua, ia juga berpikir kalau ada sesuatu yang janggal.
“Feby dari tadi kamu kemana aja?” Tanya Jaya seperti mengintrogasi Feby.
“Bapak Jaya perkasa, dari tadi aku cuma di kelas ngobrol sama Nanda, Rifki dan Rafi. aku dan mereka sedang mengobrol tentang sabun, dan saat istirahat, aku bersama Hani makan cantik di kantin.” Jawab Feby menjelaskan secara detail.
“Jovan bagaimana kamu bisa yakin kalau Feby yang melakukannya? Dan ceritakan kronologinya.” Tanya Pak Jaya beralih kepada Jovan.
“Tadi gue mau yimpan bola ke gudang tapi saat di sana, gue dengar ada seseorang yang menagis di dalam gudang dan saat gue buka pintunya ternyata itu Tania, gue langsung membawa Tania ke uks dan gue juga tanya siapa yang melakukan itu kepadanya, dan Tania menjawab kalau Feby yang melakukannya.” Jelas Jovan membuat Feby sangat terkejut.
“Aigo! Daebak! Sumpah bapak Jaya aku gak pernah melakukan hal keji itu kepada Tania! kalau bapak gak percaya silahkan bapak tanya teman-teman aku.” Jelas Feby menentang penjelasan Jovan.
“Halah palingan juga akal-akalan lo doang karena gak mau di salahin." Seru Jovan menyindir.
“Diam lo! Lo mau gue kepret tujuh kali?” Ucap Feby kepada Jovan.
“Biar bapak yang urus masalah ini, Kalian bapak hukum karena telah berkelahi, sekarang kalian harus membersihkan lapangan! Hanya kalian! Tidak di bantu oleh teman-teman kalian, kalau bapak melihat teman-teman kalian membatu? maka bapak akan menambah hukuman.” Tegas pak Jaya yang membuat mereka melototkan matanya.
“A..apa?” Tanya Jovan tidak percayw.a
“Bapak jangan solimi dong! Aku di sini korban lho, masa iya aku juga harus kena hukuman?” Tanya Feby tidak terima.
“Jalankan sekarang atau bapak kasih hukuman yang lebih berat?” Ucap Pak Jaya tidak terbantahkan.
Mau tak mau mereka harus menjalankan hukumannya, karena kalau tidak, pak jaya akan mengasih hukuman yang lebih berat. sekarang mereka berdua telah pergi dari ruang BK, mereka mengambil sapu, pengki dan tong sampah setelah itu mereka segera pergi menuju lapangan.
Jovan memang siswa populer dan orang tuanya juga berperan penting di sekolah ini, namun karena pak Jaya tidak memandang status jadi ia berani menghukum Jovan, hanya pak Jaya yang berani menghukum siswa kalangan atas di SMA Darmawangsa.
__ADS_1
"Sepertinya wanita itu sangat berbahaya." Batin Pak Jaya.
•••
Sekarang Feby dan Jovan sudah berada di pinggir lapangan, Feby membawa tong sampah sedangkan Jovan membawa sapu.
Mereka mulai Menyapu lapangan yang banyak sampah dedaunan, Feby merasa kesal karena Jovan tidak melakukan pekerjaannya dengan baik.
“Nyapunya yang bener dong! Kalau nyapunya pilih-pilih gitu kapan selesainya?” Gerutu Feby kesal kepada Jovan.
Bukannya menjawab Jovan malah membanting sapunya hingga patah. Melihat sapunya patah feby langsung terkejut.
"Gue gak ikutan!” Seru Feby sambil mengangkat kedua tangannya.
“Ini lo yang salah karena terus memancing emosi gue." Ucap Jovan tersirat ketakutan.
“Pokonya gue gak ikutan, kalau nanti pak Jaya Subagja marah, fiks lo yang harus tanggung jawab!” Ujar Feby menghiraukan perkataan Jovan.
“Lo juga harus tanggung jawab karena lo udah bikin gue emosi! Makannya gue ngebanting sapu!” Ucap Jovan masih kekeh kalau itu salah Feby.
“Gue angkat tangan! Gue gak ikutan!” Ucap Feby masih kekeh kalah ia juga tidak bersalah.
“Gue juga angkat tangan itu kan salah lo!” Ucap Jovan datar.
Feby dan Jovan sudah melanjutkan aktivitasnya, kini Feby yang menyapu dan Jovan yang membawa sampahnya.
“Emang bener ya kalau gue dulu pernah nembak lo?” Tanya Feby penasaran.
Mendengar itu Jovan langsung tersentak dan berhenti melakukan aktivitasnya lalu ia menatap Feby.
“Lo gak usah sok di depan gue, sampai kapan pun gue gak akan sudi sama lo!” Jawab Jovan datar lalu ia kembali melakukan aktivitasnya.
“Asal lo tahu ya? Gue juga gak sudi sama lo! Dan juga lo kenapa sih suka banget nyebut gue sok? Emang gue sok apaan?” Tanya Feby kesal karena Jovan terus-terusan menyebutnya sok.
“Rencana apa yang sekarang lo mainin? seberapa besar cinta lo sama gue sampe harus membuat drama seperti ini?” Tanya Jovan memandang sisnis Feby.
Feby sangat berharap jika semua ingatannya kembali, mungkin kalau ingatannya kembali ia tidak akan terjebak di masalah ini.
“Lo kalau ngomong yang bener dong! Jangan kayak pertanyaan tts cak lontong! Pusing gue ngartiin nya!” Ucap Feby menggerutu kesal.
“Oh jadi sekarang dramanya lo lagi hilang ingatan?” Tanya Jovan tersenyum miring.
Feby sangat di buat kesal dengan perkataan Jovan yang tidak ia mengerti.
“Lo mau gue tampiling?” Seru Feby sangat kesal.
“Tinggal jawab aja apa susahnya sih?” Lanjut Feby menggerutu.
“Oke kalau ini drama baru lo, jadi gue bakal buat lo ingat lagi, lo itu parasit!” Ucap Jovan penuh penekanan.
“Apa? parasit?” Tanya Feby memastikan,tapi Jovan hanya tersenyum miring.
“Bengo lo?” Tanya Feby saat melihat Jovan tersenyum miring.
“Lo tanya aja sama Karin, teman sekelas lo! Dia tahu semuanya apa yang telah lo lakuin pada Tania, termasuk waktu lo hampir mendorongnya di tangga.” Ucap Jovan yang sangat berbobot hinggap di kepala Feby.
Feby termerenung dengan perkataan Jovan yang berhasil mengguncang ketenangan otak Feby.
...TBC...
...See you next part🔥...
...Kalo garing maap ya 🙏...
...Banyak kata typo...
...Gimana chapter ini? ...
...Garing? \= komen...
...Seru?\= komen ...
...Kotak saran dan kritik💬🔥...
...[D E S T I F A H I L A]...
__ADS_1