
...Hallo🤗...
...Happy reading 💜...
Tanpa ada rasa takut sedikitpun, Venus menendang pintu kelas 12 IPS 2 sampai pintu itu rusak bahkan engsel pintunya sedikit terlepas. Hal itu tak luput dari perhatian semua orang termasuk murid yang ada di kelas tersebut.
"Ada apa ini?"
"Tadi Benua sekarang Venus? Sebenarnya ini ada apa sih?"
"Serem banget gila."
Setelah menendang pintu itu, mata Venus langsung menelusuri mencari letak keberadaan seseorang yang di gosipin pacar Feby. Setelah ia mendapati orang itu, Venus langsung berlari menuju Devin.
Devin yang melihat itu ia langsung di buat gugup sekaligus kaget melihat seseorang yang terlihat marah berlari kearahnya.
"Apa? Kenapa dia berlari kearah gue? Perasaan gue gak ngelakuin kesalahan." Desis Devin masih terus menatap seseorang yang sedang berlari itu, tapi tak lama kemudian orang itu menonjok rahangnya. Tentu saja hal itu langsung memunculkan reaksi terkejut orang-orang.
"WOAH?"
"Cepet pisan ayang Devin sama Venus!"
"Venus kenapa? Kenapa dia nonjok Devin?"
"Gue gak bisa pilih! Dua-duanya ganteng!"
Devin menyentuh sudut bibirnya yang sedikit mengeluarkan darah, lalu ia beralih menatap tajam Venus.
"Maksud lo apaan?" Tanya Devin penuh tanda tanya. Bukannya menjawab, Venus malah mencekal kerah seragam Devin dan langsung membenturkan punggung Devin ke tembok.
"Lo mau tahu alasannya apa? Karena lo udah berani ngambil milik gue!" Jawab Venus menatap tajam Devin.
Saat ini kesabaran Devin sudah mencapai puncak, dengan sekuat tenaga ia melepaskan tangan Venus dari kerahnya lalu ia membalas Venus dengan cara menonjok rahangnya.
Lagi-lagi semua orang yang ada di sana di buat terkejut melihat perlawanan dari Devin namun tak sedikit dari mereka yang lebih memilih keluar karena takut melihat pertengkaran.
"Kasih tahu Feby aja!"
"Argh! Gue bener-bener gak bisa dukung, dua-duanya ganteng!"
"Fiks kayanya Devin bakal masuk ruang BK, baru aja masuk sekolah udah masuk ruangan BK."
"Lo jangan anggap gue cupu, gini-gini gue sabuk hitam!" Bisik Devin membuat Venus tersenyum miring.
"Gue gak peduli lo sabuk hitam ataupun sabuk kulit sunat, yang terpenting sekarang gue bakal ngancurin lo!" Jawab Venus langsung menonjok pipi Devin.
"Kita lihat aja siapa yang bakal menang! Dan siapa yang berhak dapetin hati Agnes!" Ucap Devin membalas bogemannya. Suara Devin sangat pelan sehingga Venus tidak terlalu jelas mendengarnya.
"Lo kalau ngomong jangan kayak banci!" Sinis Venus sambil membanting tubuh Devin ke lantai, tetapi setelah itu Devin mengambil alih dan membalikan tubuhnya hingga sekarang yang tergeletak di lantai adalah Venus.
__ADS_1
"Camkan baik-baik! Lo gak bisa ngambil sesuatu yang udah jadi milik gue! Karena gue gak bakal biarin itu terjadi." Ucap Venus terdengar dingin.
"Udah gue bilang, gue gak tahu kalau dia deket sama lo ataupun sama si cowok itu! Karena dia bilangnya gak punya pacar." Jawab Devin merasa jengah.
Sedangkan disisi lain, salah satu murid kelas IPS 2 sedang berusaha mencari Feby, bukan apa-apa tapi menurut rumor Feby mempunyai hubungan sama Devin jadi ia harus mengetahui kalau Devin lagi sedang dalam bahaya.
"FEBY? GAWAT! DEVIN BERANTEM SAMA VENUS. FEBY CEPET KELUAR!" Teirak Elsa dari luar kelas Feby.
Baik Feby ataupun teman sekelasnya mereka sangat terkejut mendengar teriakkan Elsa. Feby sama Nanda langsung berlari keluar menghampiri Elsa.
"Apa maksud lo? Siapa yang berantem?" Tanya Feby sangat tidak percaya dengan perkataan Elsa.
"Devin mana?" Tanya Nanda ikut bicara.
"Devin yang murid baru itu loh, cepetan! Nanti si ayang Devin terluka." Jawab Elsa dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Ayang Devin katanya?" Gumam Feby menatap julid Elsa.
Tanpa menunggu lama Feby langsung berlari menuju kelas yang di maksud Elsa untuk memastikan kalau ucapannya benar atau hanya sekedar omong kosong.
Saat Feby sampai di depan kelas Devin, ia sudah merasakan hawa tidak enak apalagi banyak orang yang berkerumun di luar, hal itu membuat Feby semakin percaya kalau Devin benar-benar berantem.
Semua orang yang ada di sana langsung memperhatikan Feby dan mereka juga membuka jalan buat Feby.
"Kayak ratu aja gue." Batin Feby terkekeh.
Feby langsung masuk kedalam kelas, di sana Feby bisa melihat dengan jelas kalau di dalam kelas Devin lagi tonjok-tonjokan sama Venus.
"Stop bukan closed!" Celah Nanda menepuk bahu Feby.
"Sejak kapan lo disini?" Tanya Feby terkejut saat melihat Nanda.
"Sejak barusan."Jawa Nanda.
Tetapi Devin sama Venus masih asik dengan dunianya sendiri, mereka sangat beringas seperti orang kesetanan. Feby sangat geram melihat perkelahian itu, ia berlari hendak memisahkan pertengkaran itu.
"Devin, berhenti! Lo bisa celaka! Lo juga Venus jangan bringas kayak gini, lo bisa celaka!" Ucap Feby mencoba memisahkan mereka. Namun pada saat memisahkan Devin tidak sengaja menonjok pipi Feby sehingga Feby langsung terpental kebelakang.
Venus semakin marah melihat Feby di pukul tepat di depan matanya, hal itu cukup sensitif bagi Venus terutama kalau sudah menyangkut Feby.
"Lo bener-bener gak bisa di biarin! Lo beraninya cuma sama cewek hah?" Amuk Venus hendak menonjok Devin tapi aksinya terhenti karena Feby langsung menahan tangannya.
"WOI UPIN-IPIN! LO APA-APAAN SIH? PAKE ACARA BERANTEM SEGALA? EMANGNYA KALIAN NGERIBUTIN APAAN?" Teriak Feby karena sudah tidak tahan melihat Devin bernatem, apalagi kondisi mereka sekarang sudah babak belur.
"Ven, kalau adik gue ada salah sama lo, maafin ya? Jangan siksa adek gue! Gue gak tega lihatnya." Ucap Feby memohon kepada Venus.
Venus terkejut bukan main mendengar perkataan Feby namun satu hal yang membuat Venus mematung yaitu saat Feby menyebut kata adek.
"A..adek?" Tanya Venus terbata-bata sekaligus shock.
__ADS_1
"Iya, dia adek gue, lo maafin lah kalau si Devin punya salah sama lo! Dia masih baru disini jadi dia gak tahu apa-apa." Jawab Feby mencoba selucu mungkin biar Venus bisa di luluhkan.
"Apa maksud kakak? Gue gak salah, dia yang tiba-tiba dateng nonjok gue!" Ucap Devin tidak santai kepada Feby.
"Diem lo! Lo mau di keluarin sekolah? Dia anak pemilik sekolah tapi hobinya promoan." Bisik Feby menyenggol lengan Devin.
Saat ini Venus sedang berada di ambang rasa malu dan bersalah tingkat tinggi, tapi ia juga ingin di perhatikan Feby.
"Wajah lo kenapa merah?" Tanya Feby khawatir saat melihat wajah Venus yang terlihat sangat merah.
"Kalau lo mau minta maaf lo harus obati luka gue!" Ucap Venus langsung di angguki oleh Feby.
"Oke asalkan lo jangan apa-apain adek gue." Ucap Feby membuat Devin berdecak sebal.
"Gue juga terluka! Malahan gue lebih parah dari dia!" Komplain Devin.
"Gue ngelakuin ini demi kebaikan lo juga!" Bisik Feby lagi.
Karena Venus sudah tidak kuat menahan malunya, ia langsung berjalan keluar mengacuhkan Feby terus meneriaki namanya. Ia tidak pernah semalu ini dalam hidupnya, ini adalah kali petamanya ia mempermalukan dirinya sendiri lebih dari rasa malu saat dulu bersama Feby yang membawa oven listrik.
...TBC...
...setiap chapter pasti ada yang seru ada juga yang tidak jadi maapin kalo part ini garing👍...
...Kalo part-nya kurang srek? Komen...
...Kalo part nya seru? Komen...
...Kalo punya saran dan kritik? Komen...
...Kalo mau demo? Komen...
...Kalo mau mengusulkan cast? Komen...
...Kalo ada typo? Komen...
...MAU NGOMONG APA SAMA FEBY?...
...MAU NGOMONG APA SAMA VENUS?...
...MAU NGOMONG APA SAMA JOVAN?...
...MAU NGOMONG APA SAMA BENUA?...
...MAU NGOMONG APA SAMA DEVIN?...
...SHIPPER VENUS MANA SUARANYA?...
...SHIPPER BENUA MANA SUARANYA?...
__ADS_1
...SHIPPER JOVANKA MANA SUARANYA?...
...Ig. @desti fahila...