
...Hellaw gays 👋...
Sekarang Feby dan Devin sudah berada di warteg pinggir jalan, ini semua adalah perbuatan Feby karena belum kenyang makan.
“Kak Feby udah makan dua kali, masa mau nambah lagi?” Tanya Devin jengah dengan kakaknya.
“Udah gue bilang, gue belum makan manjalita!" Jawab Feby sambil menyupkan nasi goreng ke mulutnya.
Devin tidak makan karena sudah kenyang, ia melihat kakanya yang makan dengan khidmat seperti sudah berhari-hari belum makan.
“Terus abis ini kita mau kemana?” Tanya Devin.
“Beli martabak, Boba sama bakso." Jawab Feby yang membuat Devin terkejut.
Prokk
Prokk
Devin bertepuk tangan sebagai tanda memberi selamat atas pencapaian kakaknya.
“Gilla! Kakak udah makan tiga kali sama yang sekarang loh, masa nanti di rumah makan lagi?” Ucap Devin tidak percaya dengan yang di lakukan oleh Feby.
“Tenang gue punya duit kok, gue beli bukan untuk gue tapi buat ibu sama bapak.” Jawab Feby.
“Oh aku kira itu untuk kakak.” Ucap Devin.
“Oh iya ini tentang sekolah, lo mau gak sekolah di SMA Darmawangsa?” Tanya Feby dengan nada serius.
Devin sudah mengetahui kalau kakaknya akan bercanda soal sekolah, jadi ia tidak menanggapi dengan serius perkataan Feby.
“Mau." Jawab Devin malas.
“Oke kalau gitu entar gue kasih tahu Bu Rena supaya bisa langsung daftar.” Ucap Feby kembali makan.
Devin hanya mengangguk setuju, ia juga tidak berharap terlalu banyak dengan perkataan kakaknya yang seperti menjanjikan.
“Lo mau jadi fakboy?" Tanya Feby membuat Devin terbatuk.
“Apa?” Tanya Devin memastikan kalau pendengarannya tidak bermasalah.
“Lo mau jadi fakboy? Kalau lo mau gue bisa jadi gurunya.” Ucap Feby sambil menyilangkan tangannya di dada.
Devin terkejut dengan pernyataan kakaknya, ia sangat tidak menyangka jika kakaknya akan membawa ke jalan sesat, dulu Feby sangat sensitif jika Devin berkata kasar tapi sekarang kakaknya ini malah menyuruh Devin berkata kasar, dan dulu Feby selalu marah kalau Devin menyakiti cewek tapi sekarang kakanya malah terang-terangan mengajaknya jadi fakboy?
“Bismilah...Saha sia? siapa lo?.” Tanya Devin dengan tangannya yang menyentuh kepala Feby.
"Kayanya rencana gue untuk menjadikan fakboy gagal deh." Batin Feby.
“Aing maung! waorrr Gue harimau!” Jawab Feby seperti orang kesetanan, orang-orang yang ada di sana mendadak ketakutan dan beberapa dari mereka mencoba menghampiri Feby sambil membaca alfatihah.
"Gue gak kesurupan asli Bapak! Ini cuma bercanda doang!" Batin Feby merasa ingin tertawa.
“Ey! Tadi santuy, naha ayeuna jadi lingas? tadi santuy, kenapa sekarang jadi liar?” Ujar Devin membuat Feby tertawa.
“Aing nanya ka anjeun! maneh kersa jadi fakboy? Gue tanya sama lo! Lo mau gak jadi fakboy?” Tanya Feby yang membuat Devin tertawa.
Bapak-bapak yang tadi mendekat mereka malah memutar balik arah karena ia sudah salah sangka jika perempuan itu kesurupan.
*Anjeun\= kamu
“Gak mau! Aku gak akan mengikuti jalan sesat kakak!” Jawab Devin seraya duduk kembali.
“Ah lo! Tadinya gue bangga lho bisa jadi guru fakboy, tapi ya udah deh, kalau lo gak mau jadi fakboy? lo harus jadi bad boy!” Ucap Feby berdiri dari duduknya dan segera membayar pesanannya.
“Di otaknya hanya ada aliran sesat, ck! ck! ck!”
Gumam Devin.
Setelah acara kesetanannya selesai, Feby dan Devin kembali melanjutkan perjalanan, seperti biasa Feby akan menggoda para bujang yang sedang di pinggir jalan, apalagi ini sudah sore pikirnya pasti banyak cowok.
“HEY! GANTENG!” Teriak Feby lantang kepada cowok yang sedang memperbaiki motornya di pinggir jalan. Mendengar feby membuat Devin tergoda untuk mencobanya.
“KIW!” Teriak Devin kepada wanita yang lagi di pinggir jalan, Feby merasa lebih bersemangat ketika mendengar Devin yang sama-sama menggodanya.
"OI! CANTIK?"
“OY ADEK.”
“WIKWIW!”
...•••...
Feby sudah siap dengan seragam sekolah dan jaket barunya, ia berjalan keluar dari kamarnya lalu menghampiri ibunya yang sedang masak.
“Ibu lagi apa?” Tanya Feby penasaran.
“Lagi masak, tumben udah siap-siap?” Tanya Gina penasaran.
“Ini berarti Feby udah melakukan peningkatan hidup bu.” Jawab Feby sopan, Feby akan berbicara sopan pada orang baik ataupun sama yang lebih tua.
Tak lama kemudian Heri dan Devin datang, Gina dan Feby langsung membawa makan ke meja dan meletakan di atas nya.
“Pak boleh gak kalau Devin bersekolah di sekolah aku?” Tanya Feby yang membuat semua orang tersedak berjamaah.
Uhuk
Uhuk
Uhuk
“Apa?” Tanya Gina tidak percaya.
__ADS_1
“Maap Feby, tapi kami tidak punya uang untuk menyekolahkan Devin di sana.” Jawab Heri sendu.
“Tapi kalau kalian gak punya uang, terus kenapa aku sekolah di sana?” Tanya Feby tidak mengerti.
“Kamu lupa? Kan pak Natno yang biayain kamu.” jawab Gina menatap bingung Feby
"Natno siapa lagi ini? Sumpeh kusut bet dah ini hidup!" Batin Feby kesal.
“Oh iya lupa.” ujar Feby melupakan pembicaraan kalau ia ingin menyekolahkan Devin di sekolahnya, Devin sudah bungah dengan perkataan kakaknya tapi kakanya tak kunjung membicarakannya lagi dan hal itu membuat kalau Feby sedang nge prank
"Jangan prank dedeq terus dong, gue serasa di PHP-in nih.” Batin Devin sangat kesal.
•••
Sekarang Feby sudah berada di halaman sekolah, ia tak langsung pergi ke kelas karena sibuk melihat kumpulan orang-orang yang lagi heboh. Saat Feby sedang melihat kehebohan itu tiba-tiba Hani datang dengan membawa Roma wafello.
“Mereka kenapa?” Tanya Feby penasaran.
“Ngegosip katanya Benua sudah kembali.” Jawab Hani sambil memakan wafer nya.
“Kayak lagi ada santunan anak yatim aja! Heboh banget dah!” Ujar Feby kepada Hani.
“APA LO BILANG? SANTUNAN ANAK YATIM? LO NGGAK TAHU KALAU BENUA UDAH KEMBALI? EMANG YA KALAU DASARNYA HAMA GAK AKAN TAHU APAPUN! DASAR STUPID!” Teriak seseorang ke wajah Feby, semua orang yang ada di sana mendadak diam lalu memperhatikan Feby dan Viola yang sedang beradu mulut.
"Maklum kak orang-orang di sini pada stres." Bisik Hani kepada Feby.
“Kenapa lo? Stres karena gak kebagian santunan anak yatim?” Tanya Feby bingung.
Feby melirik Hani, wajah Hani sudah sangat tidak elok untuk di lihat, karena Hani sedang menahan tawanya.
“STUPID! DASAR HAMA!” Teriak Viola menggebu di wajah Feby.
“Fiks kelainan lo!” Ujar Feby merasa linglung, setelah itu ia mengambil Roma wafello di tangan Hani lalu pergi meninggalkan Viola yang masih marah.
"Gue lebih takut dengan orang stres daripada setan." Batin Feby masih shock.
“URUSAN KITA BELU..” Ucapan viola terpotong karena para wanita mendadak menjerit.
“VENUS?”
“VENUS KEMBALI?"
"GILA! GUE KIRA CUMA BENUA DOANG TERNYATA VENUS JUGA KEMBALI."
"BENUAA LOPYUU!"
"VENUUS MAKIN GANTENG!"
Sedangkan Feby masih di buat bingung dengan mereka yang seperti sedang demo.
“Han ini ada apa? Hati gue merasa was-was gini.” Tanya Feby kepada Hani.
“Sang most wanted kembali sekolah.” Jawab Hani seraya menunjuk mereka yang tengah berkerumun.
“Iya, si Jovan and the geng." Jawab Hani.
Tak lama kemudian para pria most wanted itu keluar dari kerumunan, tak lupa di sana juga ada Chelsea yang sedang centil kepada Venus dan yang lainnya.
“Si bujang lapuk? Ck! Gue kira siapa!” Ucap Feby setelah itu ia membawa Hani untuk pergi dari sana.
Sekarang Feby sudah berada di kelas, meskipun mereka belum menerima Feby sepenuhnya, tetapi tidak sedikit dari mereka yang terang-terangan mengajak Feby berbicara bahkan bercanda.
“Jadi kalau kita pake sabun kojien ke wajah, wajah kita bakal kinclong ya?” Tanya Sehan kepada Feby.
“Bener bro! apalagi kalau wajah lo berminyak pasti wajah lo akan langsung fresh!” Jawab Feby. (nama sabunnya nggak beneran ya, cuma buat bercandaan)
“Kalau gue pake sabun Kojien, wajah gue bakal kayak Steven William gak?” Tanya Rifki cengengesan kepada Feby.
“Ya bisa lah kalau lo ganteng, tapi kalau lo jelek ya palingan mentok mirip spekbornya Steven William.” Jawab Feby membuat semua tertawa terkecuali Rifki.
“Eh gak papa masih ada Steven William nya kan?” Lanjut Feby membuat semua orang tertawa lagi.
“Nyesel gue baru kenal lo sekarang!” Ujar Rafi kepada Feby dan di setujui oleh Nanda.
“Gue juga, kenapa gak dari dulu gue berteman sama lo.” Lanjut Nanda.
“Itu salah kalian! Kenapa pada gengsi berteman sama gue.” Jawab Feby.
•••
Hani dan Feby sekarang sudah berada di kantin sekolah merka duduk di pojok supaya Feby bisa makan dengan tenang.
“Oh iya, most wanted tadi siapa Han?” Tanya Feby penasaran.
“Oh dia, namanya Benua dan yang satunya Venus.” Jawab Hani membuat Feby tertawa
“Astaga! Namanya udah aneh-aneh aja dah.” Ujar Feby sembari cengengesan.
“Benua? Benua sebelah mana itu?” Ujar Feby masih tertawa di ikuti oleh Hani yang juga ikut tertawa.
“Back to topic Han, jadi siapa Venus dan benua itu?” Tanya Feby lebih penasaran.
“Venus itu pria paling ganteng di sekolah ini, bukan hanya itu ayahnya adalah pemilik sekolah ini. Venus di beri julukan ketua oleh ke empat teman-temannya dan Jovan sebagai wakilnya. Hampir semua murid yang ada di sini takluk kepada dia, Venus juga di kenal sebagai badboy sekolah, tapi meskipun begitu Venus adalah orang yang dingin sedingin es.” Jawab Hani panjang lebar.
“Oh.” Jawab Feby singkat.
“Aku gak mau jawaban 3in1 kakak itu, aku udah bicara kayak buat skripsi loh masa di jawab cuma oh?” Gerutu Hani kesal.
“Kalau si Benua siapa?” Bukannya menjawab Feby malah bertanya lagi.
“Kalau si Benua itu dia teman Venus, sikapnya sih sebelas dua belas sama Venus bedanya si Benua lebih friendly walaupun sedikit.” Jawab Hani.
__ADS_1
Tak lama kemudian suasan kantin riuh karena kehadiran sang most wanted, Venus berjalan paling depan dengan gaya cool nya.
"Venuss ganteng."
"Kak benua juga ganteng."
"Kegantengan kak Jovan keselip dengan kak Venus."
"Kak Jovan kok gak ada?"
"Jovan kemana?"
"Reza lopyu."
"Aldo muach."
"Pokonya Venus tetap di hati."
Lalu mereka pun duduk di membelakangi Hani dan Feby. Tentu saja Feby dan Hani tidak nyaman karena kehadiran mereka.
“Hani lo bisa usir mereka gak?” Ucap Feby.
“Kalau aku ngusir mereka, kesannya kayak tamu ngusir pribumi.” Jawab Hani pasrah.
“Ah iya juga ya, kalau gitu kita balik ke kelas aja yuk?” Ajak Feby beranjak berdiri dari duduknya sambil memakan suapan terakhir kedalam mulutnya, tapi pandangannya bertemu dengan pria yang seperti sedang berlari ke arahnya, pria itu tampak marah dengan mata yang merah lalu pria itu.
Plak..
Jovan menampar Feby sehingga Feby tersedak oleh makanannya, semua orang yang ada disana di buat terkejut apalagi Venus.
Uhuk...uhukk
“Apa-apaan lo?” Tanya Venus tak santai kepada Jovan.
Venus sangat tidak menyukai jika seseorang berbuat kasar kepada wanita, karena hal itu mengingatkannya kepada mendiang ibunya yang selalu di siksa oleh ayahnya.
“Lo minta maaf sekarang juga! Ingat dia cewek!” Ujar Venus kepada Jovan tapi hal itu membuat Jovan lebih murka.
“Tapi dia juga kasar sama cewek gue!” Jawab Jovan tidak kalah ngegas.
“Maksud lo?” Tanya Benua ikut nimbrung.
“Dia udah buat cewek gue celaka!” Jawab Jovan dengan mata yang tambah merah.
Sedangkan di sisi lain Hani masih sibuk membantu Feby yang tersedak baso, wajah Feby sangat merah di tambah air mata yang membasahi pipinya, ia menangis bukan karena Jovan menamparnya akan tetapi tenggorokan perih dan napasnya susah karena tersedak.
“Ha..nii ban..tu gue cee..pet!” Ucap Feby meminta minum tapi Hani pikir kalau Feby sedang menyuruhnya untuk memukul punggungnya.
"Bukan mukul punggung gue, beri gue air, mukul punggung gak ada gunanya!" Batin Feby menggerutu.
“Kakak kenapa makan baksonya di sekaligusin sih?” Ujar Hani menasehati Feby.
"Kalajmu si bujang lapuk itu gak gampar gue, gue juga akan keselek!” Batin Feby menjawab pertanyaan Hani.
Nanda yang melihat itu, ia langsung berlari ke arah Feby dan membantu Hani memukul punggungnya Feby.
"Jangan mukul punggung gue! Nanti punggung gue encok! Gue hanya butuh air!" Batin Feby rasanya ingin menangis.
“A..air!” Ucap Feby seperti kehabisan suara.
Hani langsung sigap memberikan air kepada Feby dan hal itu membuat Feby merasa lega meskipun tenggorokannya masih terasa panas.
“Lo gak apa-apa?” Tanya Nanda.
“Gak apa-apa endas lo! Punggung gue encok nih, harusnya kalian beri gue air bukannya malah ninju punggung gue!” Gerutu Feby sambil mengelap air matanya.
"Btw tadi siapa yang ngegampar gue?” Tanya Feby penasaran, lalu ia berbalik dan mendapati Jovan yang tengah menatapnya tajam.
"Gak salah lagi, pasti si semen tiga roda nih kayak begini!" Gerutu Feby saat melihat Jovan.
“APA YANG LO UDAH PERBUAT SAMA CEWEK GUE?” Teriak Jovan hendak menghampiri Feby, tapi langsung di cegah oleh Venus dan teman-temannya.
“Selow bro!” Seru Reza mencoba menahan Jovan.
“Lo jangan kasar kayak gini, siapa yang ngarajarin lo jadi tempramen gini?” Ujar Venus menahan Jovan yang sudah hilang kendali.
Semua orang yang ada di sana langsung di buat terkejut karena Jovan sangat marah, apalagi Hani dan Nanda yang sangat jelas melihat Jovan
“Cewek siapa yang lo maksud?” Tanya Feby penasaran, tetapi hal itu malah membuat Jovan semakin terpancaing emosi.
“GAK USAH SO BEGO LO! GUE TAU SIFAT ASLI LO! SEKARANG GUE TANYA SAMA LO! LO APAKAN CEWEK GUE?” Teriak Jovan sangat marah, bukannya takut Feby malah menatap bingung ke arah Jovan.
“GUE TANYA CEWEK YANG MANA? DI SINI JUGA BANYAK CEWEK TERMASUK GUE!” Jawab Feby tak kalah lantang dari suara Jovan.
“Gak usah ngeles lo! Gue udah tahu perbuatan lo selama ini pada Tania!” Ucap Jovan dingin tapi mampu membuat semua orang ambigu termasuk Feby.
"Apa yang telah gue lakuin?" Batin Feby bertanya.
...TBC...
...See you next part🔥...
...@destifahila jangan lupa di follow😂...
...Gimana chapter ini? ...
...Suka? Komen ...
...Gak suka? Komen juga...
...Maap ya capter nya garing🙏...
__ADS_1
...Saran dan kritik di butuhkan💬...
...[D E S T I F A H I L A]...