
"T-tidak! aaahhh....." Terbata Ghea saat tangan kekar Alvan menyentuh miliknya pada area sel*ngk*ngan. "K-kauhhhh!..."
"Tak apa kita saling membenci tapi di atas ranjang jangan membawa hal itu, kepuasan tetaplah kepuasan Ghe." Lirih Alvan.
Ghea menengadah atas sentuhan tangan Alvan di bawah sana, kini tubuh indahnya sudah terlihat jelas oleh sang suami.
Karena tak tahan dengan bibir sexy Ghea, Alvan kembali menciumnya dengan rakus menyesap setiap inci bibirnya atas bawah bergantian.
Tangan Ghea meremas sprei kuat. "Kenapa lo gak berontak Ghe? ayo berontak donk!." Batinnya.
Lidah keduanya beradu, Alvan menuntun Ghea agar membalas ciuman.
Tangan kekar Alvan di bawah sana menyentuh titik sensitif Ghea, menyentuh dan bermain dengan lembut. "Akh!... A-Alvannhh!.."
Alvan tersenyum ia semakin mempercepat ritmenya, bibir lelaki itu mencium dan meninggalkan bekas kepemilikan di leher jenjang Ghea.
Sesuatu yang belum dirasakan Ghea ingin keluar, tubuh wanita cantik itu menegang mencapai puncak akan ulah tangan Alvan.
"I hate you! apa ku bunuh saja kau sekarang?." Ujar Ghea dengan nafas yang masih terengah-engah.
"Kau menikmatinya honey jangan bohong, jika cara lain belum bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku maka dengan sentuhan aku harap kau membalas perasaan ini." Timpal Alvan.
Ghea mengalihkan pandangan tak mau adu tatap dengan wajah pria yang ia benci. "Lepaskan tanganmu dari milikku.."
__ADS_1
"No..."
Pipi Ghea seketika merona.
"Sudah sejak lama aku ingin bermain dan bermanja bersamanya.."
Ghea merinding bersamaan dengan tubuhnya yang tegang. "Lepas Al kau ini gila?." Potong Ghea, wanita itu tak percaya jika Alvan benar-benar sadar tak mabuk.
Alvan menarik wajah cantik Ghea agar membalas tatapan beratnya yang sudah dikuasai hasrat. "Aku memperkosa istriku sendiri bukan orang lain."
"Ini pemaksaan, apa harus dengan situasi kita yang sedang tak baik-baik saja?." Potong Ghea.
Alvan terdiam entah kenapa moodnya berubah, ia mengambil dasi mengikat kedua tangan Ghea sehingga tak berontak. "Hey apa yang kau lakukan!."
"Apa harus sep......
Ghea tak dapat menyelesaikan ucapannya, Alvan merobek rok mini yang dikenakan Ghea sehingga hanya menyisakan c*lana dalam penutup aset berharga, siapa yang tak tahan melihat keindahan itu.
Tubuh indah Ghea kembali ia cumbui penuh agresif, Ghea tak dapat berontak karena tangannya diikat dasi. Alvan benar-benar menggerayangi tubuhnya penuh nafsu. "Apa dia akan mengambil kesucianku malam ini?." Batinnya.
"Ahhhh!....." Lenguhan lembut keluar dari bibir Ghea, sekuat apapun ia menahan tetap saja tak tertahan, sentuhan Alvan benar-benar membuatnya tak karuan.
Alvan melepas c*lana dalam Ghea membuka sel*ngk*ngan-nya yang mulus itu, Ghea seketika mengalihkan pandangan karena malu rasanya ia ingin memaki Alvan namun apa daya.
__ADS_1
Alvan menatap milik Ghea yang mulus indah tanpa kekurangan sedikitpun, ia menyentuhnya dengan lembut. "Terima hukumanku Gheanya Alisiya..."
"No! Alvan no!...."
Alvan membenamkan wajah tampannya di sana, bermain dengan lihai mencumbu area sensitif. Tubuh Ghea menegang akan kenikmatan yang diberikan Alvan, lidahnya dengan lincah bermain menggerayangi.
"A-ah.... Aaahh A-Alvannnnhh!! kau b-benar-benar!..... Aaaaahhh!!.." Lenguh Ghea bersamaan dengan miliknya yang basah.
Alvan tersenyum saat lidahnya merasakan denyutan dari titik sensitif sang istri, Alvan kembali merubah posisi ia mencium penuh agresif bibir sexy Ghea atas dan bawah bergantian.
Tangan kekarnya tak lepas ******* dua gundukan nyembul yang menggoda iman itu.
"Aku benar-benar dilecehkan suamiku sendiri.." Batin Ghea.
Setelah puas mencumbu Ghea, Alvan menutup tubuh polos itu dengan selimut. "Bukan aku tak mau tentu saja milikku sudah tak tahan, tapi aku akan melakukannya saat kau sudah membalas perasaanku bukan seperti saat ini.."
Ghea yang ingin memarahi Alvan mengurungkan niat, ia terdiam.
Alvan melepas ikatan dasi pada tangan Ghea.
CUP!.. Alvan mengecup lembut pipi Ghea. "Good night dan cepat balas perasaanku.."
Alvan masuk ke dalam selimut, alkohol yang diminumnya kini bereaksi tidak lama Alvan tak sadarkan diri ia tertidur sambil memeluk tubuh polos Ghea.
__ADS_1
Ghea menghela nafas panjang. "Dia menghargai perasaanku, padahal tadi bisa saja melakukannya."