Belenggu Mr. Alvan!

Belenggu Mr. Alvan!
Episode 39


__ADS_3

"What! Alvan datang Ghe?." Heboh Sonya.


"Hmmmm.."


"Terus gimana?." Sonya yang baru sampai di butik mengambil kursi duduk di depan sahabatnya itu.


"Ya dia datang bareng Karin."


"Model itu?."


"Ya, dia sudah mengetahui hubungan kita Alvan memberitahunya tanpa meminta persetujuan dariku dulu." Ketus Ghea.


"Gak papa donk bagus Ghe, gue berpihak ke Alvan secara dia mau mengakui lo padahal konflik dendam di masa lalu antara kalian berdua begitu berat."


"Plis gue mohon jangan minta talak darinya lagi, apalagi kan dia sudah menanti lo selama 8 tahun Ghe. Itu bukan effort biasa, langka jaman sekarang ada yang kayak Alvan, kesampingkan gengsi dan mulai ikuti kata hati lo." Lanjut Sonya.


"Tumben bijak?."


"Mau gue ringkus!." Potong Sonya.


Ghea terkekeh sekilas. "Haha becanda Sony."


"Yaudah itu saja jangan menagih kata talak lagi, mau lo kehilangan lelaki seperti dia?."


Ghea terdiam tak langsung menjawab. "Hmm sepertinya aku akan beradaptasi."


"Bagus.."


Sonya memperhatikan gaya style Ghea yang beda dari biasanya, tertutup sekali pikirnya padahal di luar panas.


Tatapan Sonya tertuju pada leher Ghea yang ditutup syal, tanpa pikir panjang ia menariknya hingga terlepas membuat Ghea terkejut. "Sony!..'


"Woww! sudah ku duga ternyata kau memang menutupi sesuatu dariku..."


Ghea kelabakan sendiri langsung menutup leher jenjangnya yang terdapat bekas merah ulah liar Alvan. "Balikin syal gue, balikin gak?."


"Gak.. Ayo semalam apa kalian melakukannya?."


Ghea memutar mata malas tampak pipinya sedikit merona. "Harus dijelaskan? it's private girl.."


Sonya tersenyum namun ia paham. "Oke sekarang gue mengerti, pakai gaya apa Ghe?." Celetuknya.

__ADS_1


"Ada dua fashion lagi yang harus ku selesaikan.." Sengaja Ghea mengalihkan pembicaraan, ia merebut syal dari tangan Sonya.


"Intinya gue seneng dan akan selalu dukung apapun keputusan lo begitu pun juga dengan Elyn, nih!." Sonya langsung mengenakan syal pada leher Ghea.


"Thanks ya.."


"Of course baby, tapi Farel sudah lama dia menyukaimu. Ya walaupun sudah ku tekankan padanya jangan menaruh perasaan lebih ke lo." Ujar Sonya. "Tapi gak papa biar jadi urusan gue."


Ghea tersenyum. "Oke.."


"Karena ada urusan di restoran, gue balik cepet ya Ghe kapan-kapan me time!." Timpal Sonya.


"Tentu.."


Sebelum pergi keduanya berpelukan.


Setelahnya Sonya berlalu dari butik Ghea, sementara Ghea kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


Sore pukul 16:00


Bi Lusi membukakan pintu saat majikannya pulang. "Nggeh non..."


Ghea tersenyum. "Bi apa lelaki itu balik ke Jakarta?."


Sedikit canggung bagi Ghea. "Iya."


"Sudah non tadi pagi."


"Oke bi.."


Ghea melanjutkan langkah menaiki anak tangga menuju kamar. "Cih! habis manis sepah dibuang." Sinisnya.


Sesampainya di kamar bayang-bayang adegan panas semalam teringat kembali, keduanya sama-sama menikmati surga dunia.


"Kenapa kau menikmatinya juga Ghe? padahal biarkan saja dia yang bergerak sendiri.." Gumam Ghea, ia guling-guling di atas kasur.


Besok ia juga harus ke Jakarta pusat tujuannya ke perusahaan Alvan mengantarkan hasil design yang dirancang untuk Karin.


Ada rasa malas dan canggung namun itu sudah jadi tanggung jawabnya.


"Setelah mengantarkan langsung pulang!.."

__ADS_1


.


Sekitar pukul 10:00 pagi menjelang siang.


Nox Company


Setelah menghubungi Haikal, tidak lama orang yang ditunggu datang.


"Ghe..." Sapa Haikal. "Masuk saja ke dalam kenapa harus di halaman perusahaan?."


Ghea menggeleng. "Gak usah aku juga buru-buru, ini fashion untuk pemotretan Karin sudah selesai." Ghea menyerahkan sebuah kotak besar.


Haikal menerimanya. "Oke thanks atas kerjasamanya."


"Of course.." Ramah Ghea. "Yaudah aku pamit." Ghea hendak masuk mobil kembali.


"Mau kemana? Alvan sudah menunggumu di ruangannya."


"Hah?!."


"Iya ayo!."


"Kau memberitahunya jika aku akan ke sini? pak Haikal."


"Tidak, justru aku tahu kau akan ke sini darinya non Ghea." Jawab enteng Haikal. "Mari!."


Ghea menggigit bibir bawah. "Ck!.." Niatnya ia ingin menghindar, namun mau tak mau Alvan lebih dulu tahu.


Haikal berjalan duluan diikuti Ghea.


"Dasar suami liar!.." Gerutu Ghea.


"Maaf?." Tanya Haikal.


"E-enggak pak angin lewat.." Ramah Ghea mengembangkan senyum manisnya.


"Ini di dalam perusahaan tidak ada angin."


"Enggak tadi beneran lewat pak!." Kekeuh Ghea meyakinkan.


"Ah begitu.." Haikal mengiyakan saja.

__ADS_1


TBC


Like, komen, dan vote ya jangan lupa!..🤗


__ADS_2