Belenggu Mr. Alvan!

Belenggu Mr. Alvan!
Episode 48


__ADS_3

Pagi hari...


Alvan dan Ghea keluar bersama dari kamar mandi, mereka membersihkan diri namun bukan hanya sekadar itu. Sepertinya Ghea benar-benar candu bagi Alvan, mereka melakukan hubungan badan kembali di bawah guyuran shower.


"Malam pertama kita tertunda dua tahun jadi jangan salahkan aku seperti ini yang sudah menantimu selama 8 tahun.." Ucap Alvan membantu mengeringkan rambut indah Ghea yang masih basah.


"Selama itu kau menguntit ku Al?."


"Hmmm."


"Sangat mengerikan." Sengaja Ghea. "Lebih ke lancang sih, mengawasi orang diam-diam."


"Bukan mengawasi sayang kalau terang-terangan." Balas Alvan sambil mencubit gemas hidung mancung sang istri.


Keduanya terkekeh


Perasaan se-bahagia saat ini belum mereka rasakan, mereka berharap untuk ke depannya terus seperti itu dan akan tetap seperti itu hingga tua.


Keduanya memakai baju santai berhubung hari ini hari libur, Ghea memakai kemeja Alvan sambil menunggu bibi pembantu membawakan baju untuknya.


"Mau honeymoon kemana?." Tanya Alvan meletakkan kepalanya di atas paha Ghea.


Tampak Ghea berpikir keras. "Swiss? tapi untuk honeymoon kau sibuk Al, jangan mengganggu aktivitasmu dengan hal seperti itu."


"Listen honey! kau pertama pekerjaan yang kedua, hal seperti itu bagaimana? pernikahan kita dan perjalanan rumah tangga tidak mungkin aku kesampingkan." Potong Alvan serius.


Ghea tersenyum hatinya terasa hangat, ia kadang berpikir sekaligus mensyukuri ada sosok lelaki seperti Alvan.


Tidak ada yang kurang darinya, walaupun di masa lalu lelaki itu juga sangat membenci Ghea akan dendam.

__ADS_1


"Minggu depan kita ke Swiss setelah pertemuan dengan klien dari Australia." Ujar Alvan.


Saat Ghea hendak bicara.


CUP!


Alvan malah membungkamnya dengan ciuman. "Tidak ada bantahan!."


Mau tak mau Ghea diam dan menganggukinya. "Haish, kau memang selalu bertindak tanpa meminta persetujuan ya."


Alvan tersenyum. "Apapun untukmu."


Ghea mengecup kening Alvan perlahan. "Terimakasih sudah memperlakukan aku seperti ini Al, kenapa kau baru datang sekarang tidak waktu aku masih berumur 17 tahun ha?!."


"Apa ada masalah dengan itu sayang?." Sengaja Alvan.


"Ya, datangnya tidak cepat!. Aku berkali-kali diajak kencan oleh seseorang namun selalu gagal hingga beranjak dewasa, jadinya tidak memiliki hubungan sama sekali dan akhirnya terbiasa dengan itu." Panjang lebar Ghea.


"Apa ada yang lucu?."


"Kau tidak sadar sayang?."


"Maksudmu?."


Ghea tampak berpikir keras, tidak lama ia menyadari sesuatu yang tak pernah ia duga. "Tidak, apa jangan-jangan yang selalu menggagalkan rencana kencan setiap orang kepadaku itu kamu?!."


"Hmmm benar."


"What???." Ghea terkejut sendiri.

__ADS_1


"Aku menjagamu dan tidak mau kamu dimiliki orang lain setelah aku yakin akan menjadikanmu pasanganku di masa depan." Jawab Alvan.


Lagi-lagi Ghea dibuat terkejut dengan pengakuan Alvan, effort lelaki tampan ini begitu besar kepadanya.


"Al..."


"Aku tempat kamu berpulang begitu pun sebaliknya." Lirih Alvan seraya menarik tengkuk Ghea, keduanya berciuman dengan posisi Alvan di atas pangkuan Ghea.


"Thanks you so much." Ghea mengecup hidung mancung Alvan.


"Shuuut.. Tak perlu berterima kasih ini keinginan yang ku pertahankan Alisiya."


Ghea tersenyum.


"Al.."


"Aku akan kembali ke Jakarta timur ada sesuatu yang harus ku lakukan di sana, apa kau mengizinkan?." Tanya Ghea.


Alvan tak langsung menjawab. "Urusan apa?."


"Sebelum resign ada customer yang belum ku rancang pesanannya, tak nyaman sekali jika dibatalkan apalagi dia istri pejabat." Terus terang Ghea.


"Batalkan saja!."


"Hey!."


Alvan terkekeh. "Enggak sayang becanda, pergilah namun anak buahku ikut mengantar. Maaf ada urusan jadi aku tak bisa ikut."


"Hmmm baiklah."

__ADS_1


Tidak lama setelah siap-siap...


Alvan menyaksikan Ghea hingga berlalu dari pandangan diantar anak buah, setelahnya ia kembali masuk ke mansion segera ganti baju untuk menemui Haikal.


__ADS_2