Belenggu Mr. Alvan!

Belenggu Mr. Alvan!
Episode 69


__ADS_3

"Tak apa sayang aku tak.......


"Ya ampun...." Bukannya menolong suami dulu malah kereta bayi yang Ghea khawatirkan.


Alvan terdiam tak sempat menyelesaikan ucapan. "Haisshh, apa benda itu lebih berharga dari diriku sayang?."


Ghea hanya terkekeh sekilas kemudian menghampiri suaminya. "Sorry mas."


Alvan menerima uluran tangan Ghea, keduanya saling tatap dan tidak lama mereka terkekeh dengan yang terjadi barusan.


"Setelah anak kita lahir apa kau akan melupakan suamimu ini?." Tanya Alvan dengan rasa cemas cemburu pada calon anak sendiri.


"Sepertinya tidak juga." Kekeh Ghea yang sudah membayangkan nanti.


Alvan menarik Ghea ke dalam dekapan mengecup kening istri cantiknya itu tak peduli jika menjadi pusat perhatian. "Kau menggemaskan sayang."


"Ini di keramaian mas!.." Gerutu Ghea yang malu sontak menjauh.

__ADS_1


"I don't care." Alvan acuh tak acuh memilih memasukkan kereta dorong bayi ke dalam bagasi.


Sorot mata tajam menatap lekat keduanya dari kejauhan. "Sudah sangat lama sekali Ghea, aku tak menyangka jika pertemuan kita akan seperti ini." Gumam orang tersebut.


Melihat seorang wanita yang berjalan menuju mereka membuat Alvan dan Ghea terdiam, seolah mencoba mengenali siapa yang menghampiri mereka.


"Hai sudah lama sekali bukan?." Sapa wanita itu dengan senyum tipis.


"Fara..." Ujar Alvan.


Fara menatap lekat pasangan suami istri itu dari atas hingga bawah. "Yang katanya belok tidak menyukai wanita sama sekali sekarang malah sudah memiliki seorang istri dan mengandung, mantan adikku pula, sangat tak terduga dengan takdir Tuhan ya." Ujar Fara dengan kekehan menghindari canggung.


Ghea tersenyum hambar peka dengan apa yang Fara katakan. Sementara Alvan hanya menatap datar mantan tunangan yang pernah ia tolak dahulu.


"Bagaimana kabar kalian?." Lanjut Fara.


"Seperti yang kau lihat kami bahagia dan baik-baik saja." Jawab singkat Alvan.

__ADS_1


"Apa harus dengan mantan adik tiri ku Al?." Tanya Fara dengan tatapan mata yang tak bisa diartikan. Pertanyaan yang cukup membuat Ghea dan Alvan saling tatap, karena tahu perkataannya menyinggung bagi mereka Fara langsung tersenyum kikuk. "Ah jangan diambil hati semuanya sudah berlalu."


"Bagaimana kabar papamu di penjara? kekuasaannya hancur?."


"Fara!." Kesal Ghea yang dirasa semua perkataan Fara menyinggung perasaannya. "Di awal pertemuan kita kau bertanya tentang hal yang tak perlu dibahas? ayolah jangan sampai ucapanku menyakiti hatimu."


Fara tersenyum menyeringai. "Masih saja nada bicaramu terkesan arogan, padahal hampir semua kebahagiaan kau rasakan Ghea. Mulai dari merebut tunangan orang hingga kini mengandung anaknya."


"Kau tahu siapa aku bukan?." Tegas Alvan dengan nada tegas, ia ikut tersulut emosi melihat istrinya tersinggung berkali-kali.


"Kenapa Al? apa kau merasa bersalah karena telah membohongiku di masa lalu hanya untuk bisa menikah dengan Ghea?." Timpal Fara.


"Aku tidak ada waktu untuk membahas hal yang sudah berlalu, aku tidak memilihmu karena memang bukan kau yang ku inginkan!." Tegas Alvan.


"Jika dulu bukan aku yang kau inginkan lantas kenapa menerima dijodohkan dan menjadi tunanganku!." Fara masih tak terima dengan rasa sakitnya di masa lalu.


Ghea melepas genggaman tangan Alvan, ia memilih melangkah masuk mobil tak mau mendengar pembicaraan yang menurutnya menguras tenaga.

__ADS_1


__ADS_2