Belenggu Mr. Alvan!

Belenggu Mr. Alvan!
Episode 64


__ADS_3

09:00 pagi..


Sinar matahari pagi dari celah jendela membuat Alvan terbangun, ia mengerjapkan mata. Terlihat bantal sebelah sudah kosong tidak ada siapa-siapa. Alvan merubah posisi menjadi duduk raut wajahnya kembali ditekuk, biasanya Ghea masih dalam pelukannya saat terbangun namun sekarang tidak.


Alvan berdiri berjalan menuju kamar mandi untuk cuci muka, setelahnya turun ke lantai bawah berharap melihat Ghea ada di dapur atau di tempat lain.


Sambil menuruni anak tangga Alvan hanya melihat para pembantu yang berlalu lalang mengerjakan tugasnya, langkah Alvan terus berjalan menuju dapur dan ternyata di sana tidak ada Ghea hanya bi Lusi yang sedang menata sarapan itu pun tampak untuk satu orang.


"Eh tuan? ini silahkan bibi sudah siapkan sarapannya." Ramah bi Lusi sopan.


"Bi Ghea kemana apa kau melihatnya?." Alvan malah memberikan pertanyaan.


"1 jam yang lalu non Ghea pergi di antar mas bodyguard, katanya mau menghadiri party ulang tahun temen sama non Sonya." Jawab bi Lusi.


Alvan memijit pusing kening. "Kenapa dia tidak izin kepadaku langsung?." Hatinya resah merasa dihindari oleh Ghea. Pikirannya menerawang kemana-mana takut Ghea selama ini terpaksa membalas rasa cinta dan kasihnya.


"Non Ghea juga menitipkan pesan...


"Apa itu?." Potong Alvan, jika dipikir-pikir padahal bisa nge-chat lewat WhatsApp.


"Katanya setelah sarapan tuan kembali ke kamar dan buka laci kedua dekat ranjang." Ramah bi Lusi.


Alvan mengerutkan kening.

__ADS_1


"Yasudah tuan silahkan sarapan dulu bibi lanjut ke belakang."


"Ya." Dengan pikiran yang masih bertanya-tanya Alvan duduk sarapan, sebenarnya apa yang ada di dalam laci itu.


"Tidak mungkin dia kabur karena masalah semalam." Lirih Alvan. Sarapan tidak ada rasanya jika suasana hati sedang resah.


.


Cafe


Farel meniup lilinnya setelah berdoa, Ghea dan Sonya memberi tepuk tangan bahagia sekaligus memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada sahabatnya.


"Umur lo berkurang Rel." Kekeh Sonya.


"Wish you all the best Rel." Ucap Ghea.


"Thanks Ghe.."


Mereka kembali mengobrol sambil makan-makan sesekali diikuti gelak tawa renyah.


"Ghe suami lo nanti gak marah? gue gak minta izin langsung malah lo yang datang ke sini." Farel merasa tak nyaman.


Ghea tersenyum sambil menggeleng. "Alvan gak bakal marah kok lagian dia juga tadi masih tidur gak enak mengganggunya."

__ADS_1


Farel dan Sonya merasa lega.


"Oke sebelum kita kembali ke Jakarta timur, mari bersenang-senang." Ujar Sonya sambil menunjuk makanan.


Ghea dan Farel mengangguk, mereka bertiga menghabiskan waktu bersama sebelum kembali ke aktivitas dan kesibukan diri masing-masing.


.


Dengan raut wajah yang masih ditekuk, Alvan sampai di kamar berjalan menuju nakas. Dibukanya perlahan laci yang dimaksud Ghea, Alvan mencari sesuatu yang ada di dalamnya.


Terlihat sebuah kotak panjang kecil, terlihat aneh bagi Alvan memikirkan isinya mau sekecil apa.


"Apa ini?." Pikirnya sambil meraih kotak itu.


Dilihat beberapa saat lalu Alvan membukanya.



DEG!...


Jantung Alvan berdebar kencang dengan perlahan ia mengambil alat kecil itu, Alvan sudah tahu itu alat untuk apa.


Dilihatnya lama tespack itu karena ada surat juga, Alvan langsung mengambil dan membacanya.

__ADS_1


"Bagaimana? aku sedang mengandung anakmu Al, ini jawaban mengapa aku tak tahan mencium aroma tubuhmu. Karena ada acara aku keluar dulu ya, jadi agar kau tak marah aku memberikan kejutan ini, tunggu aku pulang honey."


__ADS_2