Belenggu Mr. Alvan!

Belenggu Mr. Alvan!
Episode 36


__ADS_3

Ghea menelan saliva saat melihat milik Alvan yang sudah berdiri sempurna, wanita cantik itu menggigit bibir bawahnya tersipu. "Ukurannya aku sangat suka..." Batin Ghea tak bisa bohong. "Tapi... Apa muat?."


Ghea mengalihkan pandangan, Alvan tahu itu ia meraih wajah cantik Ghea agar kembali menatapnya. "Kau harus terbiasa dengan ini.."


Alvan mencium lembut pipi Ghea mengelusnya penuh kasih sayang, manik keduanya bertemu cukup lama saling tatap. "Kapan kata cinta akan keluar dari mulutmu?."


Ghea terdiam ia sendiri bingung..


Karena hasrat yang sudah menguasai diri, Alvan kembali menggerayangi tubuh indah Ghea tangan dan bibirnya tak diam meninggalkan bekas di sana-sini.


Lenguhan lembut keluar dari bibir Ghea, Alvan menyukai itu. Tak ada satu pun inci tubuh indah Ghea yang tak terjamah Alvan.


"Aaa.. Mmmhh..."


Tangan kekar Alvan bermain manja pada milik Ghea, bibirnya mencium, menyesap dan menghi*ap penuh agresif pu*ing berwarna pink Ghea.


Sebelum memulai Alvan kembali mencium bibir sexy yang sudah jadi candu itu. "Aku mencintaimu Ghe..." Bisiknya pelan.


Tangan kekar Alvan membuka se*angk*ngan Ghea, menggesekkan miliknya yang sudah berdiri tegak.


Ghea menggigit bibir bawahnya. "Aaah!... Kau benar-benar memperkosa diriku Al!."


"Ya, karena kau istriku.. CUP!." Lembut Alvan sambil mencium leher jenjang Ghea.


"Aku belum membalas perasaanmu, bukankah kau akan melakukannya setelah kata cinta keluar dari mulutku?."


"Kini aku tak peduli, kau harus jadi milikku seutuhnya dan sebagai seorang istri harus melayani kebutuhan suami bukan?." Balas Alvan sambil bermain manja dengan gundukan nyembul yang meruntuhkan pertahanannya.


Pipi Ghea merona, Alvan berdiri memposisikan miliknya.

__ADS_1


"Ini akan sedikit sakit sayang, tapi setelahnya kau akan tunduk di bawah kendaliku."


Alvan memasukkan miliknya dengan perlahan, Ghea meremas kain sprei kuat. "Akh! s-sakit Al...."


Alvan beralih mencium bibir Ghea rakus mengalihkan rasa sakit, lelaki tampan itu terus mendorong miliknya untuk masuk ke dalam.


Ghea semakin meremas punggung kekar Alvan kuat, dengan satu hentakan akhirnya milik Alvan menyeruak masuk ke dalam membobolkan kesucian sang istri.


"Aaakkhh!... Sshhh!.." Rintih Ghea merasakan perih di bawah sana, bersamaan dengan keluarnya sebercak darah.


Alvan mendiamkan miliknya membiarkan rasa sakit Ghea agar mereda, entah kenapa perasaannya begitu bahagia bisa memiliki seutuhnya wanita yang dinanti selama 8 tahun ini.


Ghea dapat merasakan miliknya terasa penuh oleh benda pusaka Alvan. Kesuciannya mutlak jatuh kepada Alvan sang suami.


Tubuh indah Ghea mulai bergetar saat Alvan memulai aksinya perlahan, benar saja rasa sakit itu seketika hilang tergantikan dengan kenikmatan yang belum Ghea rasakan sebelumnya.


Ghea mencengkram kuat tangan kekar Alvan, lelaki itu menjamah tubuh indah Ghea penuh nafsu.


Alvan mencium rakus bibir sexy Ghea, tangannya bermain agresif pada gundukan nyembul yang ikut naik turun itu.


"M-milikmu membuatku gila Ghe, aah!.."


Alvan mempercepat ritmenya, tubuh Ghea terguncang hebat. Suara cumbuan terdengar mengisi seluruh ruangan.


"Aaaaaaahh!!..." D*sah keduanya saat mencapai puncak pertama, milik Ghea terasa hangat, Alvan dapat merasakan area terlarang Ghea berdenyut.


Ghea terengah-engah begitu pun Alvan, Alvan mengelus wajah cantik Ghea menciumnya lembut. "Aku menyukainya, mencintai dan sangat menyayangimu.."


Lidah Alvan menyesap setiap inci bibir sexy Ghea, Ghea benar-benar dibuat tak karuan akan kenikmatan yang diberikan Alvan. Walaupun saat ini rasa cintanya belum terucap.

__ADS_1


"Aku membencimu kau membuatku tersiksa!.." Ujar Ghea.


Alvan mengembangkan senyum tipis. "Tersiksa akan kenikmatan hmm?."


Pipi Ghea merona. "No!."


Alvan terkekeh sekilas ia kembali memaju mundurkan miliknya dengan gaya lain, dua p*ting berwarna pink Ghea ia mainkan dan his*p dengan rakus.


"Aaaah!!... Al-Alvannnnhhh!.."


"Ya sayang? hmmm? Aaahh!.."


Tubuh keduanya mulai dipenuhi keringat, Ghea dengan perlahan menyeimbangi gerakan liar Alvan. Keduanya sama-sama terpuaskan hingga....


"Aaaaaahhhh!!.." Mereka menegang mencapai puncak, kenikmatan dunia ini membuat mereka ingin menghabiskan malam yang begitu panjang.


Dengan nafas yang ngos-ngosan Alvan ambruk menindih tubuh sang istri, membenamkan wajahnya diantara gundukan kencang itu. "I love you more, kita istirahat sebentar.."


"Kau tak lelah?."


"Salahkan dirimu saja Ghe, kenapa harus se-candu ini.."


Ghea terdiam tak tahu harus menjawab apa.


Entah berapa gaya, tubuh mereka basah saling memuaskan hasrat.


Malam pertama yang tertunda selama dua tahun, Alvan tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia ingin menghabiskan waktu dengan liar dipenuhi keringat bersama wanita yang dicintainya. Gheanya Alisiya.


TBC

__ADS_1


Like, vote, dan komentarnya tinggalkan ya sebagai bentuk dukungan buat thornim..


__ADS_2