Belenggu Mr. Alvan!

Belenggu Mr. Alvan!
Episode 41


__ADS_3

Wajah Ghea merah saat berhadapan tepat dengan se*angk*ngan Alvan yang begitu dekat. "Posisi macam apa ini?." Batinnya tersipu.


Jika dipikir-pikir bukankah Alvan memiliki kamar pribadi? kenapa malah menyembunyikan Ghea di bawah meja, Ghea dibuat pusing memikirkannya.


"Untuk dua minggu ke depan rencana yang mana tuan?." Timpal pihak divisi setelah memaparkan penyampaian.


"Planning B saja, saya rasa itu bagus dan kalian lakukanlah dengan baik!."


"Tentu.."


"Oke."


"Tuan maaf jika saya lancang, tapi wajah anda tampak merah apa kurang sehat?." Tanya salah satu pihak divisi.


Haikal beralih menatap lekat wajah atasannya.


"Bukan apa-apa tadi sebelum kalian datang ke sini saya melakukan pemanasan tubuh." Timpal Alvan.


Telinga Ghea merah. "Pemanasan tubuh apanya!."


"Ah begitu, yasudah kami ijin kembali pada pekerjaan tuan."


"Ya."


Haikal yang peka hanya menyunggingkan senyum tipis, pihak divisi keuangan berlalu, ruang CEO utama kembali hening hanya menyisakan Alvan yang menghela nafas lega.


"Apa sudah pergi?." Tanya pelan Ghea.


"Hmmm.."

__ADS_1


Alvan melirik ke bawah. "Aaaahh posisi ini membuatku gila.."


"Padahal tidak harus sembunyi." Ucap Ghea.


"Aku tidak mungkin membiarkan mereka melihat tubuh indah mu Alisiya."


Ghea mendorong tubuh kekar Alvan untuk memberinya jarak, tidak lama Ghea keluar dari kolong meja masih dengan posisi tangan menutup dua gundukan kencang yang mampu membuat darah Alvan berdesir berkali-kali.


Situasi di sana seketika canggung.


Ghea merapikan kembali kemejanya yang ditanggalkan Alvan. "Selesaikan pekerjaanmu.."


Alvan mengerutkan kening tangannya meraih pinggang Ghea agar membalas tatapan. "Kau mau kemana?."


"Hanya merapikan baju, kau memang liar!."


Alvan terkekeh sekilas. "Listen honey! ini belum tuntas jadi kita lanjutkan setelah pekerjaan usai."


"Berarti balasan cinta yang kau ucapkan bohong."


"No!."


"Lantas?."


Ghea mengembangkan senyum tipis ia melepas tangan kekar yang memeluk pinggangnya. "Tebak saja sendiri.."


Ghea mundur beberapa langkah dan berjalan ke arah pintu. "Aku pergi.."


Alvan tersenyum pria itu menggigit bibir bawahnya sambil berdiri mengejar langkah Ghea. "Mau pergi kemana hmmm? tempatmu di pelukanku."

__ADS_1


"Itu salah aku menolaknya, bukan di pelukan tapi di bawah tubuhmu." Sengaja Ghea jahil.


Ghea berjalan mundur sedangkan Alvan berjalan maju.


"Damn! katanya selesaikan pekerjaan tapi kau malah memancing milikku Ghe.." Lirih Alvan dengan tatapan berat.


Tubuh Ghea mentok pada pintu dengan Alvan di depannya, hidung mereka hampir bersentuhan akan jarak yang begitu dekat.


Saat Alvan hendak mencium bibir sexy Ghea, Ghea menahannya. "Shuuuuutt, perasaanku selama ini tersiksa karena ulahmu sering bersama wanita lain, kau juga harus sama merasakan tersiksa akan ulahku Alvan Ravindra."


Jari lentik Ghea mengelus milik Alvan yang sudah terbangun, setelahnya ia berlalu pergi dari ruang CEO utama dengan perasaan puas. Walaupun sebenarnya Ghea takut balasan Alvan nanti.


Wajah tampan Alvan menengadah ke atas, nafasnya memburu. "Ghe kau nakal sekali!."


Ghea melangkah meninggalkan ruang CEO utama menuju tempat lain, wanita itu menjadi pusat perhatian orang-orang yang berlalu lalang. Paras cantik nya begitu memikat.


Namun dengan tenang Ghea memilih acuh saja, tujuan dia bertemu dengan Karin ruangan model itu sudah diberi tahu Haikal.


"Bagaimana?."


Karin terkejut saat pintu ruangan terbuka, apalagi dengan kehadiran Ghea. "Kau?."


"Fashion yang ku rancang untukmu semoga cocok, jika ada apa-apa bilang saja."


"Kedengarannya angkuh istri Alvan Ravindra?." Balas Karin.


"Maybee, sebenarnya aku ingin mengingatkan jika kau mencintai Alvan lakukan saja sebisamu kalau misalkan tidak membuahkan hasil maka enyahlah!." Sindir Ghea.


Karin mengepalkan tangan.

__ADS_1


"Masalahnya jika menjadi orang ketiga dalam hubungan suami istri itu fatal tidak seperti merusak hubungan yang masih sebatas kekasih, semoga kau paham maksudku.." Ujar Ghea seraya berlalu pergi dari sana.


"Aku akan merenggut posisimu, tidak mudah bagiku melupakan Alvan yang sudah kucintai selama bertahun-tahun Ghea!."


__ADS_2