Belenggu Mr. Alvan!

Belenggu Mr. Alvan!
Episode 32


__ADS_3

Karin dibawa Nisa ke tempat pengukuran, sementara Ghea berdiri meninggalkan tempat itu ke ruangannya. Alvan memperhatikan rambut panjang indah Ghea tak sepanjang dulu. "Berani sekali dia memotongnya!."


Alvan berdiri mengikuti langkah sang istri.


Salah satu asisten butik Ghea tiba-tiba menahan langkah Alvan. "Maaf tuan ada yang bisa kami bantu? jika ada yang ingin disampaikan kepada mbak Ghea biar kita sampaikan."


"Aku ingin menemuinya secara langsung.."


Asisten itu entah kenapa merasa tak nyaman, Alvan peka. "Tak usah khawatir sebenarnya kita sudah lama saling kenal, aku tak akan melakukan apapun kepada majikan kalian."


"Oke tuan silahkan kalau begitu." Ramahnya.


Alvan kembali melanjutkan langkah menuju ruangan Ghea.


Sesampainya di ruangan, Ghea menutup pintu ia menyandarkan tubuhnya di sana. Tampak Ghea mengatur nafasnya berkali-kali dengan perlahan. "Setelah dua tahun kita bertemu kembali, dan tadi? tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut dia maupun diriku."


"Ah ya Tuhan apa yang harus ku lakukan? menagih kata talak yang ia gantung selama ini?." Tanya Ghea pada diri sendiri. "Tapi.....


Tok tok tok!


Pintu ruangan diketuk.

__ADS_1


"Sebentar.." Balas Ghea balik badan tangannya menarik gagang pintu. "Ada apa Nis apa peng.....


Belum sempat Ghea menyelesaikan ucapan ia terdiam saat melihat siapa yang datang, bukan Nisa asistennya melainkan Alvan Ravindra.


Keduanya cukup lama saling tatap, Ghea sendiri tak tahu harus apa, kenapa rasanya sangat kaku sekali. "Ah apa ada sesuatu?."


Tangan kekar Alvan mendorong tubuh Ghea ke dalam ruangan, setelah keduanya di dalam Alvan langsung mengunci pintu. "Setelah dua tahun tidak saling berkomunikasi, apa itu cara yang sopan menyambut suami?."


"Aku kira tadi siapa." Jawab singkat Ghea.


Tangan Alvan gatal rasanya ia ingin menarik wanita yang dirindukannya ini ke dalam dekapan.


"Aku ada sesuatu yang harus dilakukan, kau keluar bila perlu temani kekasihmu itu!." Ujar Ghea.


Greph!!


Belum sempat Ghea berucap, Alvan langsung menarik tubuh wanita itu memeluknya dengan erat sangat erat. Tentunya Ghea terkejut tubuhnya sampai terangkat.


"Apa kau tahu setiap hari aku tersiksa menahan kerinduan ini?."


Tangan Ghea hendak berontak, namun kekuatannya beda jauh ia tak kuasa. "L-lepas bagaimana jika kekasihmu tahu!."

__ADS_1


"Ck!.."


Alvan melepas pelukan, ia meraih wajah cantik Ghea memiringkan wajah mencium bibir sexy itu dengan rakus.


"Mmmhh!.." Ghea semakin terkejut.


Alvan melahap rakus menyesap setiap inci bibir manis sang istri, tangannya menahan erat pinggang Ghea agar tak lepas.


Jantung Ghea mulai tak karuan, antara takut ketahuan orang lain dan Karin yang tiba-tiba mencari mereka.


Alvan meluapkan rasa rindunya selama ini, mencium bibir yang sudah menjadi candunya penuh agresif. Bibir sexy Ghea terbuka, lidah keduanya beradu.


Suara kecapan bibir terdengar mengisi seluruh ruangan, Ghea yang berontak kini terdiam. Cumbuan panas itu berhasil membuat hawa tubuhnya mulai memanas, di dalam lubuk hatinya ia memang merindukan sentuhan Alvan juga.


Alvan melepas ciuman saat merasakan ada yang aneh, ia menatap bibir Ghea yang sudah basah akan ulahnya. Terlihat Ghea mengalihkan pandangan pipinya tampak merona.


Alvan mengelus bibir sexy Ghea. "Buka sedikit bibirmu.."


Mau tak mau Ghea membuka bibirnya.


"Balas ciumanku sayang.."

__ADS_1


Alvan melepas jasnya melempar sembarang, perasaan Ghea sudah tak tenang saat Alvan kembali mencumbu bibir sexy-nya, tangan kekar lelaki tampan itu memasuki baju Ghea menyentuh dan ******* gundukan kencang dengan lihai. "Aaaah!.. Apa yang kau lak....


Tok tok tok!


__ADS_2