Belenggu Mr. Alvan!

Belenggu Mr. Alvan!
Episode 30


__ADS_3

.......


.......


.......


2 tahun kemudian....


Kehidupan dan lingkungan baru sudah Ghea rasakan hingga tak terasa berlalu dua tahun. Kejadian pahit yang dulu terjadi perlahan ia lupakan dan mengambil hikmah baiknya.


Ia mengelola butik dimana hasil karya tangannya menjadi peminat kalangan orang berada ke atas, selebriti bahkan para pejabat dan petinggi negara.


Mengunjungi sang papa di penjara sudah jadi rutinitasnya 2 kali dalam sebulan, karena jarak keduanya yang jauh tak seperti dulu saat Ghea masih berada di Jakarta pusat.


Tidak mudah melaluinya sendirian dalam menata karir, apalagi sang papa kini tak se-berkuasa dulu. Namun karena dirinya mandiri Ghea akhirnya mencapai apa yang diinginkan dengan baik.


Seperti sore hari ini dimana hujan turun sangat deras, Ghea memarkirkan mobilnya saat sampai di rumah.



...(Ilustrasi rumah Ghea)...


Ia tinggal berdua bersama bibi pembantu bernama Lusi, wanita paruh baya yang sudah berkeluarga memiliki dua orang putri. "Non sudah sampai? bibi buatkan bubur kesukaan sudah ada di nakas meja kamar."


Ghea tersenyum sambil mengelap bajunya yang terkena air hujan. "Iya terimakasih bi."


Keduanya masuk ke dalam, Ghea langsung menuju lantai dua dimana kamarnya berada. Membersihkan diri mengganti pakaian dengan baju santai, makan bubur hangat sangat cocok dengan cuaca dingin seperti saat ini.


Elyn sahabatnya sudah menikah satu tahun yang lalu, sementara Sonya membuka cabang restoran ikut pindah bersama orang tuanya di Jakarta timur kebetulan satu kota dengan Ghea juga. Tak jarang keduanya menghabiskan waktu bersama.


.


Jakarta pusat


Nox company..

__ADS_1


"Lihatlah berita itu." Ujar Haikal.


Alvan menatap datar ke arah televisi, dimana dia dan Karin model yang sedang naik daun menjadi pembicaraan hangat publik.


Foto kebersamaan keduanya tersebar, dijodohkan orang-orang karena ke serasian-nya.


"Ck! apa tidak ada topik lain?." Alvan memilih melanjutkan pekerjaannya sebagai CEO utama perusahaan.


"Kau sering bertemu dengan Karin, tidak salah orang-orang pasti menganggap hubungan kalian spesial."


"Dia hanya model yang direkrut perusahaan kita untuk peluncuran produk baru.."


"Tapi sepertinya Karin memang menyukaimu tuanku Alvan." Balas Haikal sengaja.


Alvan acuh memilih fokus mengotak-ngatik layar komputer.


"Bagaimana jika berita ini sampai kepada Ghea?."


Jari Alvan terhenti saat nama Ghea disebut. "Sejak dua tahun berlalu, rumor kencan ku dengan beberapa wanita bukankah banyak? tidak mungkin dia tak tahu."


Alvan hanya diam. Dengan dua tahun sekarang genaplah ia mendamba Ghea selama 8 tahun, sejak wanita itu berumur 17 tahun.


Dalam waktu bersamaan..


Tok tok tok!


"Masuk!." Suruh Haikal.


Pintu terbuka masuklah seorang wanita cantik, dialah Karin model naik daun yang memiliki kontrak kerjasama dengan Nox company selama 6 bulan.


Karin tersenyum langsung berjalan menuju Alvan. "Hai Al apa kau ada waktu?."


"Tidak lihat dia sedang sibuk?." Potong Haikal.


"Maaf tuan Haikal saya tidak bicara dengan anda."

__ADS_1


Haikal menggertakan rahang. "Saya bisa mencabut kerjasama dengan anda, sopanlah sedikit!."


"Itu hanya candaan maafkan aku..." Rengek Karin sedikit ketakutan.


"Ck!."


"Katakan ada apa!." Datar Alvan.


"Satu minggu ke depan ada pemotretan produk baru, temanya menyatu dengan alam. Aku menemukan seorang designer berbakat yang sepertinya mahir dalam pembuatan fashion tema ini, bisakah kau antarkan aku kesana?." Ucap Karin. "Dia dari Jakarta timur."


Saat Alvan ingin menyanggah...


Karin memperlihatkan beberapa karyanya. "Lihat, dia sangat berbakat. Aku ingin kesana bersamamu.."


"Keluar! akan ku suruh kau pergi bersama orang lain." Dingin Alvan.


Karin menekuk wajahnya kesal, karena tak mau membuat amarah Alvan semakin meluap ia menghentakkan kakinya berlalu pergi dari sana.


"Kenapa harus dia yang jadi modelnya? apa yang lain tidak ada!." Frustasi Alvan.


"Aku tidak bisa menolak rekomendasi yang diberikan tuan Radit." Lirih Haikal merasa bersalah.


Alvan memijit pusing kening, sepertinya papanya itu salah langkah namun saat ini sudah terlanjur.


"Lihat gambar fashion itu dan siapa designer-nya!." Alvan mengalihkan topik.


Haikal menatap dengan seksama."Bukankah itu hasil karya Ghea?."


Alvan meneliti beberapa gambar fashion.


"Tidak kah kau menemuinya sekarang tuan? untuk mengetahui perasaan Ghea, pergi bersama Karin bukankah tepat untuk melihat reaksinya apalagi setelah rumor yang beredar." Lanjut Haikal. "Jangan menyiksa diri dia istrimu."


Alvan menyunggingkan senyum tipis. "Atur jadwal!."


"Baik.."

__ADS_1


__ADS_2