Belenggu Mr. Alvan!

Belenggu Mr. Alvan!
Episode 35


__ADS_3

Ghea meremas kemeja Alvan, saat lelaki tampan itu sengaja menggesekkan miliknya di bawah sana. "Al.... Ahh!.."


Pertemuan pertama setelah dua tahun, Ghea tak menyangka pada akhirnya akan berada di atas ranjang bersama Alvan.


Alvan tak bisa membendung rasa rindu kepada Ghea, cinta dan hasrat seolah membara dalam dirinya bersamaan. Mungkin ia akan memiliki Ghea seutuhnya malam ini.


Tak peduli jika wanita itu belum membalas perasaan, yang jelas hasrat yang selama ini dipendam tertuntaskan.


Jari Alvan mengelus bibir sexy Ghea yang basah akan ulahnya, Ghea berusaha menahan d*sahan saat miliknya berdenyut akan gesekan yang dilakukan Alvan. "Tidak ke intinya saja? bukankah kau menginginkan kepuasan?."


"Aku puas kau juga harus puas Ghe.." Bisiknya lembut membuat bulu kuduk Ghea berdiri.


"Kau benar-benar menyiksaku aaah!.." Ujar Ghea tak karuan.


Alvan benar-benar memancing keliarannya. "Kau lebih menyiksaku Gheanya.."


Tatapan mata Alvan berat sudah terselimuti hasrat, ia melepas baju atas Ghea tanpa menyisakan penutup. Pemandangan indah terpampang, bentuknya sangat sempurna sekali.


Ghea mengalihkan pandangan karena merasa malu dipandang seperti itu.


Alvan mencium lembut gundukan kencang itu perlahan, kulit keduanya bersentuhan layaknya tersengat aliran listrik. Tangan kekarnya mer*mas dengan lembut, sementara yang satu Alvan menyesap dalam layaknya bayi kehausan.

__ADS_1


"Mmmhh!...." Tubuh Ghea menggelinjang akan sensasi yang ia rasakan saat ini.


Niatnya Ghea akan memberikan tubuh hanya memberikan kepuasan kepada Alvan dan setelahnya selesai tanpa melibatkan perasaan. Namun Ghea salah, ia tak bisa menolak malah menikmatinya, benar kata orang tidak ada yang bisa menolak pesona seorang Alvan Ravindra.


Bibir keduanya menyatu kembali saling membalas ciuman, Ghea merasakan miliknya basah akan gesekan nakal Alvan.


Sementara Alvan tersenyum melihat wanita yang dicintainya terengah-engah. "Bagaimana?."


"Kau berpengalaman.."


Alvan menggeleng. "Ini pertama kali bagiku, aku ingin melakukannya dengan wanita yang sudah ku tandai semenjak 8 tahun lalu."


Pipi Ghea merona, Alvan menggigit bibir bawahnya karena gemas. "Katakan saja jika kau mencintaiku juga Ghe..."


"Oke, but i don't care.."


Alvan berdiri melepas kemejanya, tubuh kekar itu semakin atletis saja Ghea sendiri terpana. Alvan melepas celananya hanya menyisakan penutup aset berharga.


Alvan kembali menggerayangi tubuh indah Ghea penuh nafsu, tangannya tak tinggal diam melepas rok mini Ghea hingga terlepas.


Entah suara detak jantung siapa, yang jelas Alvan dan Ghea sama-sama merasakan debaran itu pada diri masing-masing.

__ADS_1


Tanpa melepas cumbuan, tangan kekar Alvan turun ke bawah semakin turun membuka se*angk*ngan Ghea. Melepas penutup aset berharga yang indah itu, hingga tubuh sexy Ghea telanjang bulat.


"Aahhhhhhh!!..." Untuk kedua kalinya Ghea mencapai puncak, Alvan bermain lihai di bawah sana dengan lidahnya mengobrak-abrik aset kenikmatan sang istri.


Setelah puas, manik keduanya saling tatap seolah mengisyaratkan perasaan masing-masing. Alvan tersenyum. "Aku menyukai semua yang ada pada dirimu, bentuknya indah sekali.."


Cup!


Alvan mencium milik Ghea yang mulus nan indah.


"Al......" Lirih Ghea dengan nafas yang masih terengah-engah.


"Hmmm?." Alvan kembali menindih tubuh Ghea menggerayangi dua gundukan nyembul itu penuh hasrat.


"Kenapa belum melakukannya?." Suatu pertanyaan yang Ghea sendiri tak menyangka akan keluar dari mulutnya sendiri.


Alvan tersenyum itu pertanyaan yang ia ingin dengar dari tadi. "Kau sudah tidak sabar?."


Pipi Ghea merona. "Ini gila tapi aku tak bisa menolak." Batinnya tersipu.


"Jika kau hanya ingin membuatku tersiksa akan keliaran-mu, mari akhiri biarkan aku ke kamar mandi dan istirahat!." Ujar Ghea sambil menutupi dua gundukan nyembul yang menggoda itu dengan tangan.

__ADS_1


"Tidak semudah itu sayang!" Alvan berdiri melepas penutup benda pusaka, setelahnya ia kembali menindih tubuh indah Ghea.


Ghea menelan saliva saat melihat milik Alvan yang sudah berdiri sempurna, wanita cantik itu menggigit bibir bawahnya tersipu. "Ukurannya aku sangat suka..." Batin Ghea tak bisa bohong. "Tapi... Apa muat?."


__ADS_2