
Nox Company
Setelah pulang dari rumah Ghea, Alvan tidak pulang ia langsung ke perusahaan.
Di ruangan CEO Haikal sudah ada di sana, tampak ada kericuhan dimana Karin tak mau diusir sebelum bicara empat mata dengan Alvan.
"Tuan Alvan.." Hormat Haikal.
Karin merapikan baju setelah ribut dengan dua bodyguard. Tanpa bicara Alvan sudah tahu apa yang terjadi di sana. "Jika mau bertengkar di tempat lain saja."
"Al ada sesuatu yang.....
"Karin!." Bentak Haikal membuat wanita itu terdiam.
Alvan memberi kode kepada Haikal sehingga ia diam. "Oke."
"Aku tahu kau akan mengundurkan diri dari perusahaan ini, silahkan masih banyak model lain yang menginginkan posisimu!." Lantang Alvan.
"Kata siapa aku akan mengundurkan diri?." Potong Karin sengaja, ia tersenyum sinis.
Alvan mengerutkan kening.
"Kau mungkin beranggapan seperti itu setelah kemarin aku memergoki hubungan antara dirimu dan Ghea, tapi tidak, aku akan terus bekerja di sini sampai masa kontrak habis bila perlu menambah waktu lagi."
__ADS_1
"Bagaimana jika aku menginginkan dirimu hengkang dari posisi?." Timpal Alvan.
Karin menelan salivanya. "Silahkan saja tapi kau akan mendapat kerugian, waktu peluncuran produk kurang dari 4 hari sedangkan fashion untukku sudah dirancang. Jadi mengganti model akan memakan banyak waktu."
"Apa kau pikir aku kesusahan melakukan itu?." Sindir Alvan.
"Ya a-aku tahu kau mahir.." Terbata Karin.
"Walaupun kau seorang model yang banyak diminati, sopan dan tahu posisi sangat perlu!. Aku di sini pemegang saham perusahaan, semua masalah pribadi yang ku alami tidak ada sangkut pautnya dengan dirimu." Tegas Alvan.
Hati Karin tergores. "Kita berteman dan bekerja sama."
"Hanya atasan dan bawahan tidak lebih, yang menganggap seperti itu hanya kamu sendiri!."
"Oke, apa aku salah seperti ini hanya karena menyukaimu!?. Tidak kan? ini hak Al, aku jujur saja jika selama ini aku mencintaimu." Ujar Karin tak tahan lagi menahan perasaan.
"Aku tahu! tapi tolong....
"Jika kau ingin masih tetap bekerja di sini jangan mengusik privasi atasan, lakukan pekerjaan dengan profesional!." Potong Alvan dengan tegas. "Sekarang keluarlah dan ubah sikapmu jangan semaunya."
Karin meremas ujung baju kuat, tanpa berucap lagi wanita itu meninggalkan ruangan Alvan.
Alvan memijit pusing keningnya.
__ADS_1
"Padahal bisa kita pecat.." Ujar Haikal.
"Aku tak masalah tapi orang tuanya sampai memohon kepada papa agar wanita itu bekerja di sini. Ck! mengganggu."
"Jika bertingkah lagi tendang saja, tak ada waktu meneladani wanita seperti itu apalagi sampai mengganggu ketenangan istriku!." Lanjut Alvan yang diangguki Haikal.
"Ah bagaimana dengan Ghea?."
Wajah datar Alvan seketika berubah, wajah tampannya semakin rupawan saat tersenyum. "Aku tidak pernah sebahagia ini dalam hidup, walaupun kata cinta belum terucap dari bibirnya namun reaksi tubuh Ghea tak menolak.."
Haikal tersenyum. "Apa tuan?...."
Alvan menjawabnya dengan senyuman, tak perlu ditanya lagi Haikal sudah tahu maksudnya. "Ah aku ikut bahagia."
"Jika tidak ada meeting mungkin menghabiskan waktu di sana.." Gumam Alvan sedikit kesal.
"Tuan, kemarin tuan Radit datang ke sini mencari keberadaanmu.."
"Kau memberitahunya?."
"Of course, yang dia ingin tanyakan adalah apa tuan setuju jika menceraikan Ghea?." Balas Haikal, ia sedikit keberatan mengatakan itu.
Alvan mengerutkan kening. "Papa tahu, sampai kapan pun aku tak akan pernah menceraikan wanita itu, apalagi setelah kejadian semalam. Ada apa dengannya?."
__ADS_1
TBC
Eits, sebelum lanjut tinggalkan jejaknya di bawah ya!..🤗👇