Belenggu Mr. Alvan!

Belenggu Mr. Alvan!
Episode 52


__ADS_3

Ghea terkejut bahkan rasa kantuknya seketika menghilang. "Dijodohkan ya? padahal mereka tahu kalo Alvan sudah beristri."


"Kayaknya ya Ghe ini kayaknya, tuan Radit yang mengusulkan rencana perjodohan ini karena katanya juga rumah tangga lo sama Alvan gak ada perkembangan selama dua tahun ini."


"Namun karena hubungan kalian sekarang membaik tuan Radit memilih membatalkan rencana konyol itu Ghe." Lanjut Sonya.


Tidak ada jawaban dari Ghea, rupanya rumah tangga dia dengan Alvan diawasi oleh mereka.


"Gilanya lagi tuh si Karin rela dijadiin istri kedua karena katanya lo gak bisa kasih keturunan Ghe." Emosi Sonya.


Ghea terkekeh sekilas. "Tahu apa dia dengan rumah tanggaku? ck ck thanks ya Sony udah ngasih tahu gue."


"Of course Ghe, Ghe lo harus hati-hati ya soalnya si Karin kayak gak mau nyerah dapetin laki lo, gue maunya lo cepet punya momongan dan buktiin kepada mereka."


"Tuhan sedang memprosesnya gak bisa diburu-buru Sony."


"Haha tetap berusaha ya gue pengen liat anak lo setelah dua bulan lalu anak Elyn lahir."


"Gak bikin sendiri aja Sony?."


"Bikin sama apa sama tiang?."


"Bukan lah, kan banyak yang mau sama lo datang ngelamar."


"Gak dulu."


Ghea tersenyum. "Yaudah tunggu saja."

__ADS_1


"Oke, yaudah Ghe sekarang lo istirahat gue juga ngantuk good night."


"Hmmm.."


Panggilan berakhir.


Ghea menatap langit-langit kamar pikirannya menerawang kemana-mana. "Berani sekali Karin! aku tidak mungkin menyerahkan suamiku kepadamu."


.


Keesokan paginya setelah Ghea bersiap-siap menuju butik, tiba-tiba handphone-nya kembali berdering. Ghea kira Alvan kembali menghubungi namun ternyata bukan itu panggilan dari orang yang tak dikenal.


Ghea menerima panggilan. "Hallo?."


Tidak ada jawaban.


Masih tidak ada jawaban.


"Jika tidak mau bicara saya tutup!."


"Aku Karin." Balas dari seberang cukup membuat Ghea terkejut.


Ghea tak berucap memilih mendengarkan apa yang akan wanita itu ucapkan.


"Aku ingin bertemu denganmu untuk bicara sesuatu." Mulai Karin.


"Apa ada topik yang harus dibicarakan antara kita berdua?." Balas Ghea.

__ADS_1


"Hoho santai mbak Ghea, kau ini terkesan angkuh sekali ya?."


"Tidak juga, kau salah memilih waktu menghubungiku yang sibuk." Sengaja Ghea.


"Suami dan istri sama-sama sibuk memang cocok ya, seperti tidak ada perkembangan akan gitu-gitu aja ke depannya juga." Sindir Karin.


"Ada masalah?."


Satu pertanyaan membuat Karin merasa tersinggung. "Gak ada mbak hanya ingin mengajak bertemu saja, apa besok bisa?."


"Katakan dimana tempatnya?." To the point Ghea.


"Kebetulan aku sedang menginap di hotel, datanglah ke hotel A."


"Oke."


Ghea mengakhiri panggilan, dan memilih pergi menuju butik. "Mengganggu waktuku, apa tidak ada tempat lain selain di hotel? Karin Karin..."


Sementara Karin ia tersenyum puas walaupun perkataan Ghea banyak menyinggung perasaannya.


"Ghea sibuk dan Alvan sibuk ada celah di sana, terimakasih Ghea teruslah sibuk sampai lupa suamimu." Ujar Karin dengan senyum licik.


"Kasihan ya Alvan dia pasti menginginkan kehangatan ranjang, tapi wanita sialan itu tak memberikannya." Gumam Karin.


Karin menatap ke arah ranjang bayangan bercinta dengan Alvan sudah terbayang dalam benaknya. "Aku sampai nekat akan melakukan hal itu nanti."


"Tak peduli kau akan marah atau apa, yang jelas aku harus berhasil memastikan rahimku terisi oleh calon anak kita!."

__ADS_1


Karin akan melakukan hal gila yang sudah ia rencanakan, jika ia berhasil dan mengandung benih Alvan maka kedudukannya kuat untuk menjadi istri Alvan menyingkirkan posisi Ghea.


__ADS_2